
Merasa di bohongi suaminya kini Dinda menghubungi pengacaranya guna mempercepat proses cerai. Dinda sudah siap berpisah dengan suaminya.
"Pak Ryan tolong segera proses perceraian saya," Pinta Dinda memohon.
"Baik bu sekarang berkasnya sudah berada di pengadilan dan menunggu jadwal sidang, nanti saya kabari lebih lanjut," ucap Ryan mengerti.
****
2 minggu kemudian Dinda dan Rio mendapat jadwal sidang mediasi, namun karena pihak Rio enggan datang semakin memudahkan jalan Dinda untuk segera berpisah, 4 hari lagi mereka di jadwalkan sidang perceraian.
***
4 hari kemudian Dinda datang ke kantor pengadilan bersama pengacaranya, ia menduga jika suaminya itu tidak akan hadir.. Namun sayang di tengah persidangan Rio hadir bersama Mayang.
"Permisi pak Hakim maafkan atas keterlambatan saya," ucap Rio dengan sopan.
"Silahkan duduk," jawab ketua hakim lalu Rio mematuhinya.
"Baik berhubung saudara Rio sudah hadir, adakah gugatan yang ingin anda sampaikan?" tanya ketua hakim.
__ADS_1
"Ada pak, saya meminta hak asuh anak laki-laki saya dan juga saya meminta Dinda tidak mempersulit saya jika ingin bertemu anak saya," pinta Rio.
"Bagaimana saudari Dinda?" tanya ketua hakim.
"Maaf Pak Hakim kalau boleh jujur saya sangat keberatan, tepat 3 minggu yang lalu mas Rio sudah menculik anaknya sendiri di rumah saya, tidak hanya itu saja.. Mas Rio juga pernah menculik anak saya ketika di rumah sakit, di tambah lagi tujuan mas Rio menikahi saya karena dia dan kekasihnya ingin memiliki keturunan, saya merasa di permainkan pak Hakim jadi saya mengajukan keberatan, mohon pertimbangkan ini," ucap Dinda dengan mantap.
"Tidak bisa gitu dong Din, aku gak pernah menculik Farel darimu.. Dia anakku jadi wajar kalau aku mengambilnya, kamu saja lahiran tidak memberitahu kami apalagi waktu selapanan, malah yang ada kamu mengundang pengacara mu itu, apa spesialnya dia? Kamu masih jadi istriku dan bisa-bisanya kamu membawa laki-laki lain," Protes Rio.
"Dia adalah pengacaraku dan memang dia datang ke rumah ketika anak-anak tasyukuran, namun ingat mas di sana banyak sekali tamu beserta sanak saudara.. Jadi tuduhan mu tidak mendasar, malah harusnya aku yang mengadukan balik perilaku mu di belakangku mas, kamu sering membawa Sisil menginap di rumah dan liburan.. Jadi jangan mengkambing hitamkan aku," gertak Dinda.
"Mana punya buktinya? Pak Hakim gak bodoh Dinda," tanya Rio mengejek.
"Bukti apa yang kau punya, cih.." cibir Rio.
Lalu Ryan memperlihatkan bukti dimana Rio dan Sisil kepergok jalan bersama hingga cek in. Merasa di sudut kan kini Rio tidak terima.
"ITU BUKTI PALSU, JANGAN ASAL EDIT DONG DINDA.. ITU KAN ULAH MU DENGAN PENGACARA MU ITU, MANA MAMPU KAMU MEMBAYAR PAK RYAN YANG NOTABENE PENGACARA TERKENAL? DUIT DARIMANA? PASTI KAMU PAKAI CARA MURAHAN ITU SUPAYA GAK KELUARIN BUDGET BESAR KAN?" teriak Rio tak terima dan menyudutkan Dinda.
"Cukup cukup... Harap tenang," ucap pak Hakim sambil mengetuk palu.
__ADS_1
"Tuan Hakim yang terhormat ini buktinya valid dan bisa di pertanggung jawabkan, memang dari awal menikah saudara Rio tidak mencintai klien saya dan hanya mengincar rahimnya saja karena kekasih saudara Rio yang bernama Sisil di vonis tidak bisa memiliki keturunan akibat benturan keras yang ia alami ketika kecelakaan, dari segi ini saja harusnya sudah jelas jika saudara Rio sangat bersalah dan melecehkan kesucian pernikahan," ucap Ryan dengan tenang dan memberikan bukti kepada pak Hakim.
"Pak.. Jangan langsung menelaah semuanya dong, ini fitnah," protes Rio.
"Harap saudara Rio tenang, jika anda masih membuat kegaduhan silahkan keluar dari persidangan," gertak pak hakim lalu Rio memilih diam sambil menahan gemuruh di dadanya.
"Mas nikmati saja kekalahan mu," ejek Dinda tersenyum sinis dan Rio hanya menatapnya tajam.
"Persidangan hari ini kami tunda dan akan di laksanakan sepekan kemudian, dan kami nyatakan persidangan hari ini di tutup," ucap pak Hakim sambil mengetuk palu 3 kali lalu pergi.
Dinda merasa kesal karena hasil persidangan tidak sesuai ekspetasi. Tapi mau bagaimana lagi yang namanya proses cerai ya harus di ikuti.
"Ibu Dinda yang sabar ya memang proses perceraian itu tidak mudah, setidaknya kita mendapat angin segar karena posisi kita kuat dengan bukti yang saya berikan tadi, semoga sidang besok hari bisa membuahkan hasil yang memuaskan," ucap Ryan menenangkan.
"Iya Pak terima kasih sudah berusaha dengan keras, saya mengapresiasi itu dan saya puas akan kinerja anda," puji Dinda dengan tegar.
"Ini sudah tugas saya bu dan saya harus profesional membela klien. Bagaimana dengan Farel bu? Tidak ada niatan ibu mengambilnya lagi?" tanya Ryan.
"Biarkan Farel bersama papahnya dulu pak, besok ketika sidang akan saya ajukan permohonan. Saya harap pak Hakim mengabulkannya dan mau gak mau mas Rio menyerahkan Farel tanpa perlu adu argumen, jujur pak saya capek harus bertengkar terus dengan dia apalagi ****** nya itu," ucap Dinda menahan emosi.
__ADS_1
"Baiklah bu saya turuti kemauan ibu, semoga hasilnya sesuai harapan.. Kalau begitu saya permisi dulu," pamit Ryan lalu bergegas pergi di susul Dinda.