
"Halo Vika ada apa?" tanya Ryan.
"Nothing.. Udah pulang kerja?" tanya Vika memastikan.
"Ini mau pulang, ada apa ya?" tanya Ryan penasaran.
"Gak ada apa-apa hanya memastikan saja, yasudah take care Ryan," ucap Vika membuat Ryan semakin penasaran.
"Ni anak kenapa sih aneh banget," gumam Ryan lalu mengemasi barangnya dan menuju mobil.
"Itu dia pangeran berkuda putihku, tunggulah kejutan dari putrimu ini, mari kita buntuti," gumam Vika bersemangat dan tidak membiarkan Ryan meloloskan jejak.
Ryan tidak menyadari kalau ada seseorang yang mengikutinya, ia terlalu fokus dengan rasa bahagia karena hari ini bisa pulang cepat.
"Hai istri dan kedua anakku, sambutlah kejutan dariku yang hari ini dan seterusnya akan pulang awal," gumam Ryan memandang foto keluarga kecilnya yang bahagia.
Ketika tiba di gerbang perumahan, Vika sengaja menjaga jarak karena ia tidak mau terlihat menonjol.
"Wow... Ini perumahan mewah dan juga elite, enak sekali jadi istri Ryan bisa diberi fasilitas mewah seperti ini, pantas saja Ryan gak mau siapapun tau kediaman barunya, orang tempatnya bagus banget gini, gue aja suka," gumam Vika kagum, setelah Ryan agak menjauh kini giliran Vika masuk ke perumahan.
"Rumah pojok sendiri komplek B, oke Ryan mulai sekarang bersiaplah menerima kejutan-kejutan yang tak terduga," gumam Vika merasa puas karena pengintaian nya hari ini membuahkan hasil.
"Kok gue seperti ada yang ikuti ya? Tapi siapa? Gak ada mobil ataupun kendaraan yang mencurigakan," gumam Ryan memiliki firasat tak baik dan menengok kanan kiri berulang kali untuk memastikan.
Tanpa disadari oleh Ryan, setelah Vika mengetahui dimana kediaman Ryan, ia langsung tancap gas pulang, sepersekian detik berselisih dengan Ryan menengok belakang.
Merasa mendengar suara mobil suaminya, Dinda lantas memastikan dengan berjalan keluar rumah untuk membukakan pintu.
"Mas Ryan... Ngapain tengak-tengok?" tanya Dinda penasaran.
"Oh hai sayang.. Gak.. gak ada apa-apa kok," jawab Ryan terkejut karena ada Dinda.
"Serius mas?" tanya Dinda memastikan.
"Serius sayang.. Yasudah masuk yuk," ajak Ryan lalu merangkul Dinda masuk ke dalam.
"Ada apa dengan suamiku? Apakah ada masalah yang menganggu nya lagi?" batin Dinda sembari berjalan ke dalam rumah.
__ADS_1
"Masak apa sayang?" tanya Ryan mencairkan suasana.
"Masak udang asam manis sama goreng tepung mas," jawab Dinda.
"Wih enak sekali pasti, udah gak sabar mau menyantapnya.. Ah aku mau buru-buru mandi dulu sayang," ucap Ryan lalu berlari ke kamar untuk mandi.
"Hati-hati mas.." teriak Dinda khawatir.
"Mas Ryan kayak anak kecil aja deh, segitu girangnya.." gumam Dinda geleng-geleng.
"Oh iya tadi kan suamiku seperti menyembunyikan sesuatu, hmm apa aku cek aja ya ponselnya selagi orangnya masih mandi, tapi nanti aman gak ya? Berbuntut panjang gak ya? Kalau izin sama mas Ryan takutnya nanti udah di hapus dulu, ah diam-diam cek aja deh.. Maaf mas ini demi keberlangsungan kita bersama, aku gak mau ada yang di rahasiakan," gumam Dinda lalu masuk ke kamar dan mengecek ponsel suaminya.
Ketika Dinda sedang fokus mengecek ponsel suaminya, ada chat masuk dari seseorang yang dirasa Dinda tak asing.
"Hai Ryan.. Besok sibuk gak? Kita lunch lagi yuk kebetulan besok aku ada lewat di sekitar kantormu," isi chat seorang yang diberi nama Vika di kontak ponsel Ryan.
"Vika?? Kok rasanya gak asing dengan nama itu tapi siapa ya?" gumam Dinda sambil berpikir keras.
"Ah mikirnya nanti aja deh, salin aja nomornya dan besok pas jam makan siang akan gue pantau, gue penasaran banget sama nih cewek.. Jangan suudzon dulu sama mas Ryan, gue percaya seratus persen kalau mas Ryan setia, ayo Dinda berpikir positif dengan suamimu," gumam Dinda sambil menyalin nomor Vika dan meletakkan kembali ponsel suaminya di meja.
Lalu Dinda memilih menyiapkan baju untuk suaminya sembari menunggu di ranjang.
"Iya mas ini aku udah siapin baju, setelah ini makan ya," jawab Dinda sumringah.
"Makasih sayang.. Kamu selalu saja melayani suamimu ini sangat baik, iya dong habis ini memang langsung mau makan.. Udah lapar, gak sabar mencicipi masakan istriku ini," ucap Ryan sembari mencolek dagu Dinda.
"Udah pakai baju dulu sana," suruh Dinda menahan malu.
"Kok kamu malu-malu gitu sih? Mikir apa hayo?" tanya Ryan menggoda.
"Apa sih mas.. Udah sana pakai bajunya, aku sama anak-anak tunggu di luar," bantah Dinda tersipu malu sembari berjalan ke luar.
Setelah Ryan di meja makan, anak-anak sangat senang karena papahnya pulang lebih awal.
"Yeay papah udah pulang.." sorak Farel senang.
"Iya dong kan papah udah pernah janji sama kalian, ayok makan," ucap Ryan dengan semangatnya.
__ADS_1
"Ayok.." jawab si kembar kompak dan mereka makan dengan lahap.
"Anak-anak makannya lahap banget," ucap Ryan melihat anaknya makan.
"Ini salah satu masakan favorit mereka mas jadi ya gitu deh," jawab Dinda sambil makan.
"Oh begitu.. Pantas saja," jawab Ryan paham.
Lalu mereka makan dengan tenang, setelah itu Ryan menyempatkan waktu bermain sebentar dengan kedua anaknya sebelum tidur.
***
Pagi harinya seperti biasa Dinda menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya dan Ryan seperti biasa mengantar kedua anaknya ke sekolah setelah itu mengantar Dinda ke tempat kerjanya. Setelah semua sudah selesai di antar kini Ryan pergi ke kantor dengan semangat baru.
"Selamat pagi pak Ryan," sapa sekretaris ramah.
"Pagi.. Apa jadwal saya hari ini? Kayaknya senggang ya?" tanya Ryan menebak.
"Iya Pak hanya ada 2 klien untuk janji temu," jawab sekretaris membenarkan.
"Akhirnya bisa pulang awal lagi, ok makasih infonya.. Saya mau ke ruangan dulu," jawab Ryan semangat.
"Ada tamu yang menunggu di ruangan pak," ucap sekretaris bimbang.
"Siapa?" tanya Ryan kaget dan penasaran.
"Teman wanita anda waktu itu pak, oh iya pak kemarin teman anda juga menanyakan perihal info pribadi bapak," ucap sekretaris ragu.
"Vika maksudmu? Ngapain dia sepagi ini udah di sini? Info apa yang ingin dia tahu?" tanya Ryan penasaran sekaligus heran.
"Iya pak dia orangnya, waktu itu teman anda menanyakan dimana rumah anda sekarang, katanya tempo hari beliau datang ke rumah anda namun salah satu pegawai yang bekerja di rumah anda mengatakan bahwa anda sudah tinggal di rumah istri anda, dia menanyakan dimana rumah istri anda," ucap sekretaris membuat Ryan semakin kaget.
"Untuk apa dia menanyakan itu? Lalu kamu memberi alamatnya?" tanya Ryan kaget.
"Saya kurang tau apa motifnya pak tapi saya tidak memberikan informasi apapun," jawab sekretaris sungkan.
"Baguslah.. Jangan beri informasi apapun padanya apalagi menyangkut kehidupan pribadi," tegur Ryan serius dan sekretarisnya paham.
__ADS_1
"Baik pak saya mengerti," jawab sekretaris mengangguk paham. Lalu Ryan masuk ke ruangannya dan disambut oleh Vika yang hari ini berpenampilan seksi.