
Setelah kepergian Dinda kini Meta hanya diam mematung sambil mengingat apa saja yang sudah di ucapkan oleh Dinda, ia tidak menyangka bahwa Dinda mantan istri bosnya.. Apalagi Dinda sudah melahirkan bayi kembar, berarti informasi yang diberikan oleh sepupunya semua itu salah.
"Sialan si Sisil itu!! Bisa-bisanya dia membuat informasi palsu sampai segini nya, apa tujuan dia sebenarnya," gumam Meta penasaran.
***
Satu minggu kemudian Sisil juga di tetapkan sebagai tersangka karena Meta berkata jujur dan tidak akan melindungi sepupunya lagi, awalnya ia respek dengan sepupunya ketika menceritakan permasalahan rumah tangganya namun setelah mendapatkan kejujuran kini hanya kebencian yang ada di hati Meta untuk sepupunya itu.
Meta dan Sisil berada di dalam satu sel.
"Met.. Gila ya lo melibatkan gue kesini, gue gak mau Meta," protes Sisil emosi.
"Gue gak mau menderita seorang diri dan sudah cukup bagi gue selama ini dijadikan boneka olehmu, gue sudah tau semuanya Sil," ucap Meta penuh penekanan.
"Tau semuanya tentang apa ha?" tanya Sisil.
"Gue tau kalau lo sudah memutar balikkan fakta bahwa Dinda merebut suamimu, padahal disini yang merebut itu lo.. Lo Sil!! Dinda dan suamimu lebih dulu menikah dan memiliki anak, berkat keserakahan mu kini kedua anak Dinda tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya secara utuh, lo tega sekali Sil.. Sekarang kan suamimu sudah lo dapatkan, mengapa masih saja lo ingin melihat Dinda hancur? Ha?" tanya Meta penasaran.
"Dinda memang pelakor, kalau dapat info itu jangan setengah," protes Sisil tak mau salah.
__ADS_1
"Yang ada itu lo memberikan informasi setengah dan memutar balikkannya," sindir Meta.
"Sebelum sama Dinda gue udah pacaran sama mas Rio dan akan menikah, namun sialnya gue mengalami kecelakaan hingga merenggut rahim gue diangkat, otomatis maa Rio kalau tetap menikah denganku nantinya dia gak bisa memiliki keturunan dong? Maka dari itu mamah menyuruh mas Rio untuk mencari rahim pengganti untukku, setelah anaknya lahir baru mas Rio menggugat cerai.. Sialnya di tengah perjalanan mas Rio malah mencintai Dinda dan menolak bercerai dengannya namun untung deh Dinda sadar diri dan menjunjung harga dirinya, ia menggugat mas Rio dan kini mereka sudah berpisah kan? Makanya itu gue langsung menagih janji mas Rio untuk segera menikahi gue.. Akhirnya ya memang gue menikah dengan mas Rio namun sayangnya separuh hatinya untuk Dinda, gue gak mau berbagi akan hal itu.. Segala cara udah gue lakuin supaya mas Rio tetap utuh mencintaiku, seperti dulu namun semua sia-sia.. Hatinya sudah terbagi bahkan sekarang Dinda sudah menemukan pengganti mas Rio, tetap saja mas Rio tidak terima," ucap Sisil mengeluarkan semua keluh kesahnya sambil berlinang air mata.
"Dari awal lo udah salah Sil, perempuan mana yang mau dijadikan rahim pengganti.. Untuk masalah hati, jangan salahkan Dinda akan hal ini, dia pun juga tidak meminta suamimu mencintainya kan? Mereka saling mencintai ya wajar karena mereka suami istri apalagi ada anak diantara mereka, lo tega memisahkan mereka hanya demi obsesi mu memiliki suamimu, ingat Sil.. Semua yang lo awali dengan paksaan tidak akan bertahan lama," ucap Meta geram.
"Biarkan itu menjadi urusan gue nyatanya sampai sekarang mas Rio masih mempertahankan pernikahannya denganku, jadi jangan sok tau dan sok paling suci deh, nikah aja belum pernah sok-sokan ngasih tau gue.. Sekarang pikirin gimana caranya kita bisa keluar dari sini," cibir Sisil kesal.
"Susah ngomong sama lo, kalau memang lo mencintainya ngapain lo kuras harta suami lo sendiri? Hampir setengahnya loh yang lo kuras," tanya Meta.
"Karena gue gak ikhlas harta suami gue nantinya untuk anak-anak Dinda, bagi gue udah cukup nominal per bulan yang diberikan mas Rio untuk mereka, jangan lagi ada harta yang di wariskan untuk mereka," ucap Sisil angkuh.
"Mana ada anak yang gak mendapat harta orang tuanya, udah pasti semua harta suamimu jatuh ke tangan anak-anak Dinda lah.. Harusnya lo bersyukur karena masih di pertahankan oleh suamimu disaat lo berbuat ulah dengan keterlaluan, jangan gila harta dan obsesi Sil, semua yang jadi milikmu nantinya akan jadi milikmu tanpa perlu susah payah lo gapai," nasehat Meta.
"Nyatanya sekarang lo tidak bisa menikmati harta curian mu, yang ada lo malah di penjara sama gue.. Sia-sia gue maling," sindir Meta.
"DIAM!!! SEMUA INI KARENA MU YANG MENYERET GUE KE SINI," gertak Sisil emosi.
"Kalau kenyataanya lo tidak bersalah tidak mungkin kepolisian memasukkan mu ke dalam sel dan memakai baju tahanan," sindir Meta.
__ADS_1
"PUNYA MULUT JANGAN BOCOR DONG, GAK BISA LIHAT SEPUPUNYA SENANG APA!!" pekik Sisil emosi.
"Gak.. Enak-enakan lo di sana bergelimang harta sedangkan gue disini hidup sengsara, ingat.. Kalau bukan gue yang melakukannya mana bisa lo punya duit segitu banyaknya," sindir Meta kesal.
"Kita ini saudara, harusnya lo biarin gue hidup bahagia, selama ini gue tersiksa dengan bayang-bayang Dinda," rengek Sisil.
"TIDAK ADA NAMANYA SAUDARA KALAU HANYA UNTUK DIJADIKAN BONEKA SAJA, BODOHNYA GUE YANG BARU MENYADARINYA SEKARANG!! JUJUR SAJA GUE LAGI KHAWATIR KALAU NANTI SUAMIMU NUNTUT GUE.. HUKUMAN GUE BAKAL BERTAMBAH," pekik Meta emosi.
"Kapan gue ini menjadikanmu boneka? Setiap transaksi mu berhasil gue selalu memberikan upah yang tidak sedikit, mana pernah gue lalai padamu?" tanya Sisil memutar balik keadaan.
"Memang lo tidak pernah lalai, tidak pernah lalai memanfaatkan gue untuk memuluskan rencana mu, sekarang nikmatilah apa yang udah kita perbuat," ucap Meta malas.
"Awas saja lo... Gue pastikan kalau gue akan secepatnya keluar dari sini dan akan gue pastikan hukuman mu makin di perpanjang," ancam Sisil emosi.
"Silahkan saja berkhayal.. Akan gue lihat siapa yang akan mengeluarkan mu dari sini," ejek Meta tersenyum kecut.
"Siapa lagi kalau bukan suami gue, mas Rio.. Dia mana tega melihat gue sengsara seperti ini," ucap Sisil sangat yakin.
"Haha lihat saja nanti, yang penting jangan terlalu tinggi berhalusinasi nanti kalau jatuh sakit banget loh," ejek Meta tersenyum kecut.
__ADS_1
Satu bulan sudah Sisil dan Meta mendekam di penjara, selama itu pula Rio tidak pernah menampakkan diri menjenguk istrinya. Rio memang sangat marah dengan ulah Sisil yang sudah menghancurkan usaha Dinda, untung saja semua segera terungkap dan kini usaha Dinda sudah kembali seperti sedia kala.
Rio berencana ingin bercerai dengan Sisil dan kembali mendekati Dinda.