RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Kembar diculik (3)


__ADS_3

Dinda termakan omongan suaminya mamah Fera dan membenarkan jika suaminya selingkuh, rasa sakit hati Dinda sungguh dalam.. Belum selesai masalah yang lalu datang lagi masalah yang baru.


"Mas Ryan memiliki hubungan dengan perempuan lain di belakangku hingga anak-anak menjadi korban? Tega sekali kamu mas.. Tega kamu telah mengkhianati dan membohongi kami, tega kamu mas.. tega," batin Dinda yang langsung berlinang air mata.


"SAYA MENDENGARNYA SECARA LANGSUNG JIKA ISTRI SAYA SELALU MENGGODA ANDA, JADI SUDAH PASTI DONG KALAU KALIAN ADA HUBUNGAN.. SAYA BUKAN ORANG BODOH PAK RYAN HADININGRAT.." pekik pria tadi emosi.


"KATAKAN SEKARANG DAN JANGAN BERTELE-TELE.. SIAPA NAMA ISTRI DAN JUGA NAMA ANDA, SAYA TIDAK MAU ISTRI SAYA SALAH PAHAM," gertak Ryan.


"Istri saya bernama Feli dan dia adalah orang yang bermesraan di telepon dengan anda malam itu," ucap pria membuat Ryan jadi paham.


"Feli? Siapa tuh jujur saja saya tidak kenal dengan istri anda namun memang saya akui kalau kemarin malam ada seseorang yang menelpon tapi itu di nomor istri saya dan dia adalah mamahnya Fera, salah satu teman sekelas anak saya," ucap Ryan jujur.


"Benar sekali.. Dia adalah ibu dari anak saya yang bernama Fera," jawab pria membenarkan.


"Oh itu.. Katakan pada istri anda untuk menjaga harta martabat keluarga apalagi suaminya.. Saya tau ketika dia sedang menggoda saya anda memergokinya dan terjadi perdebatan.. Ketika itu terjadi istri anda lupa mematikan panggilan.. Asal anda tau ya ini semua salah paham besar, saya tidak ada hubungan apapun dengan istri anda bahkan mengenal namanya pun tidak, istri anda kemarin memang bertikai dengan istri saya perihal anak jadi saya rasa anda yang sudah menuduh saya bahkan membuat hubungan saya dengan istri saya menjadi renggang akibat perkataan anda tadi," tegur Ryan.


"Apapun masalahnya saya tidak peduli karena saya mendengar secara langsung bagaimana istri anda menggoda anda jadi terima saja nasib jika anak anda jadi korbannya," ucap pria tak mau tau.


"Apa mau anda agar anak saya bisa bebas?" tanya Ryan penuh harap.


"Cuma satu.. Putuskan hubungan kalian maka saya jamin anak anda akan aman dan bebas," pinta pria tadi mengejutkan Ryan dan Dinda.


"Bagaimana saya mengakhiri sedangkan saya tidak pernah ada hubungan dengan istri anda itu," ucap Ryan heran.


"Cih.. Sudah salah tidak mau mengaku salah, kalian mau anak anda celaka bahkan saya bawa keluar kota dan saya jadikan ladang duit bagi saya? Mau?" gertak bos besar dan Ryan seketika murka.


"BERANI ANDA MELAKUKAN ITU SAYA TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MEMBUAT PERHITUNGAN PADA ANDA BAHKAN ISTRI ANDA.. HANYA KARENA ISTRI ANDA YANG BERMAIN API TAPI YANG KENA GETAHNYA MALAH ANAK-ANAK SAYA.. GINI SAJA, MARI KITA BERTEMU DAN AJAK ISTRI ANDA ITU, BIAR DIA MENJELASKAN SEMUANYA," tantang Ryan.


"Baik.. 1 jam lagi kita ketemu," jawab bos besar.


"Lokasinya dimana?" tanya Ryan.

__ADS_1


"20 menit sebelum itu akan saya share lokasi," jawab bos besar dengan entengnya.


"Tapi pastikan anak saya tidak terluka dan lecet meskipun itu seujung kuku pun," pinta Ryan.


"Beres.. Asalkan anda memang benar bisa membuktikan jika tidak punya hubungan dengan istri saya," ucap bos besar enteng.


Dinda dan Ryan harap-harap cemas sambil menunggu 1 jam yang terasa sangat lama sekali.


"Mas apa benar yang dikatakan oleh pria tadi kalau diantara kalian ada hubungan?" tanya Dinda.


"Kamu percaya sayang? Mana mungkin suamimu ini ada hubungan dengan wanita lain, kalau itu terbukti benar buat apa aku meminta bertemu secara langsung dengan mereka," ucap Ryan heran.


"Ya kalau suaminya itu kan hanya mendengar secara sepotong sedangkan kamu sudah saya jelaskan dengan detail dan sejujurnya jadi buat apa kamu terpancing omongan dia sayang?" ucap Ryan menjelaskan.


"Maafkan aku mas yang percaya dengan kata-kata pria tadi.. Aku tersulut emosi dan sekarang sedang tidak baik-baik saja jadi mendapat info tidak enak sedikitpun rasanya langsung percaya dan emosi," ucap Dinda menyesal.


"Tidak apa.. Aku mengerti itu sayang terpenting kamu percaya sama suamimu," ucap Ryan mengerti.


"Iya mas sekali lagi aku minta maaf," ucap Dinda sangat menyesal.


"Iya mas.." jawab Dinda sambil menunggu kabar dari suaminya.


"Baik.. Pastikan mereka tetap disana dan tolong selalu pantau kondisi anak saya," ucap Ryan via telepon pada seseorang.


"Gimana mas?" tanya Dinda tak sabar.


"Anak-anak ada di sebuah gudang yang letaknya jauh dari sini sayang, jadi aku minta tolong sama mereka untuk ke lokasi sambil memantau anak-anak," ucap Ryan membuat Dinda kaget.


"Dimana lokasinya mas? Gimana keadaan anak kita? Mereka baik-baik saja kan?" tanya Dinda.


"Kita percayakan saja sama orang kepercayaanku, kalau mereka sudah sampai lokasi pasti akan menghubungi," ucap Ryan mencoba menenangkan.

__ADS_1


"Tapi aku takut mas.. Takut mereka terguncang psikisnya," ucap Dinda menangis terisak.


"Aku tau sayang, sudah ya jangan terus menerus berpikir buruk, lebih baik kamu banyak berdoa agar anak kita selalu di lindungi Tuhan," ucap Ryan.


Ting... Pesan masuk di ponsel Ryan.


"Sayang pria tadi sudah mengirim lokasi dan anehnya lokasi itu tidak di gudang yang di maksud sayang malah di sebuah taman," ucap Ryan kebingungan.


"Loh kalau begitu anak-anak gimana mas?" tanya Dinda cemas.


"Makanya itu.. Orang suruhan ku kok belum kabari juga," ucap Ryan khawatir lalu memgabari orang suruhannya.


"Halo kalian dimana?" tanya Ryan.


"Kami sedang memantau keadaan dan kelihatannya mereka akan pergi ke suatu tempat," ucap orang suruhannya.


"Mereka membawa anak-anak?" tanya Ryan memastikan.


"Sepertinya tidak.. Mereka hanya pergi dengan anak buahnya dan meninggalkan beberapa anak buahnya lagi untuk menjaga lokasi," ucap orang suruhan mengejutkan Ryan.


"Sialan.. Berani sekali dia mempermainkan aku, setelah mereka pergi langsung masuk dan ambil anakku, aku percaya kalau kalian bisa di andalkan dan asal kalian tau kalau mereka itu preman pasar," perintah Ryan.


"Baik pak," jawab orang suruhan sigap.


"Ting.. Datanglah tepat waktu atau akan terjadi sesuatu pada anak anda," isi chat pria tadi.


"Saya sedang perjalanan menuju kesana," jawab Ryan geram.


"Sayang..." panggil Ryan.


"Ya mas?" jawab Dinda.

__ADS_1


"Anak-anak masih ada di gudang dan mereka nantinya di taman hanya bersama beberapa anak buah, entah mamahnya Fera diajak atau tidak yang penting aku udah memerintahkan orang suruhan ku untuk segera mengambil anak-anak disaat mereka lengah.. Selagi kita bertemu dengan mereka ada orang suruhan ku yang sedang melosokan anak kita," ucap Ryan memberi pengertian.


"Baik mas.. Semoga anak-anak selamat," ucap Dinda penuh harap.


__ADS_2