RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Rencana Meta


__ADS_3

Sudah 2 bulan Meta bekerja di kantor Dinda dan dia selama ini bekerja dengan baik, namun kali ini ia sudah muak dan ingin memulai misinya..


#flashback off#


Malam harinya Sisil menelpon Meta perihal rencana yang akan dilakukan.


"Hei Meta, gimana? Udah nemu rencana belum?" tanya Sisil penasaran.


"Belum sih habisnya bingung mau mulai darimana soalnya gak ada celah sama sekali, si Dinda ketat banget sama karyawan," keluh Meta.


"Lah ya di pikirkan dong, mau 2 bulan masih gitu-gitu aja.. Lihat usaha Dinda makin maju sedangkan usaha mas Rio? Makin hari makin merosot, gue pusing nih," ucap Sisil kesal.


"Lah kalau nantinya gue berhasil hancurin Dinda terus bonusan yang gue dapet darimana? Katamu usaha suamimu makin merosot, mampu gak bayar mahal gue?" tanya Meta ragu.


"Woi lo remehin gue? Mau suami gue bangkrut sekalipun gue gak bakal peduli, lo pikir selama ini gue cuma habisin duit aja apa? Ya enggak lah.. Gue ada simpenan duit tanpa sepengetahuan mas Rio, gue gak bodoh," cibir Sisil kesal.


"Seriusan? Ntar gue selesain tugas gue malah duitnya kagak ada, yang ada gue rugi dong," tanya Meta memastikan.


"Serius.. Lagian gue udah DP kan, kalau kerjaan mu beres tinggal terima sisanya aja," ucap Sisil dengan sombongnya.


"Ok gue percaya, lo ada rencana gak?" tanya Meta.


"Ada.. Lo kan tugasnya jadi admin tuh, lo buat aja orderan fiktif, jadi kalau ada yang order lo respon seperti biasa tapi barangnya jangan di kirim, lo bisa kirim apa aja gitu biar pelanggan pada kesel habis itu kan malas order lagi," ucap Sisil.


"Itu ide gila, baru sekali lakuin udah ketahuan dan gue langsung dimarahi Dinda habis-habisan," tolak Meta.


"Terus gimana?" tanya Sisil.


"Aku kurangi aja stok barangnya, semisal harusnya kirim 100 paket la nanti yang gue kirim 90-95 paket, gak hanya itu aja, ntar gue bakal order ABC skincare yang KW.. Harganya murah kan tuh jadinya gue untung gede," usul Meta tersenyum smirk.

__ADS_1


"Gue lebih setuju usul mu yang kedua, kalau pengurangan stok mudah terdeteksi," usul Sisil.


"Ok.. Gue bakal cari info dulu yang jual produk KW nya dan nantinya bakal gue buat seolah-olah Dinda sendiri yang order, kan setiap pengeluaran dana selalu pakai persetujuan dia," ucap Meta antusias.


"Good.. Ide yang sangat bagus, yasudah sana buruan cari produk KW nya, gue gak mau kerjamu lambat," perintah Sisil lalu mematikan telpon.


#flashback end#


Kebetulan hari ini Dinda ada keperluan di sekolahan anaknya jadi Dinda izin masuk siang. Kesempatan emas bagi Meta untuk melancarkan aksinya,


"Selamat pagi bu, hari ini jadwalnya beli barang ya soalnya stok sudah menipis dan kebetulan orderan yang masuk over load bu," isi chat Meta.


"Pagi.. Oh iya Met, urus aja pembeliannya dan langsung proses ya, setelah sampai kantor baru saya tanda tangani," jawab Dinda.


"Baik bu akan segera saya laksanakan," balas Meta lalu ia meletakkan hp kantor di meja secara kasar.


"Dasar bos bodoh, kenapa percaya aja soal pembelian barang ke gue, untung aja gue udah dapat info jadinya semua akan mudah," gumam Meta lalu menghubungi agen produk KW dan segera itu juga Meta membuat kwitansi palsu.


Siang hari setelah jam makan siang Dinda sudah tiba di kantor dan langsung mengecek pekerjaan karyawan dan pekerjaannya. Meskipun sekarang Dinda memiliki beberapa karyawan tapi ia harus memantau setiap harinya.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu.


"Masuk.." ucap Dinda masih fokus berkutat di laptop.


"Bu.. Ini kwitansi pembayarannya," ucap Meta menyerahkan map kwitansi.


"Oh iya Met sebentar saya tanda tangani dulu, ini sesuai orderan kan?" tanya Dinda dan ingin mengecek namun berhasil terkecoh oleh Meta.


"Sudah bu malahan saya tambahin 10 paket soalnya saya punya feeling besok udah bakal ludes deh, hari ini sama besok kan ada promo besar-besaran di e-commerce yang kerjasama dengan kita bu," ucap Meta mempengaruhi.

__ADS_1


"Hanya 10 paket saja? Tadi di tambahin saja biar sekalian ada stok jadinya kan gak perlu bolak-balik repeat order," ucap Dinda dan ingin mengecek map lagi.


"Maaf bu kalau nantinya saya tambahin tanpa seizin ibu nanti kena marah, ya coba bu nanti sore saya tambah orderannya, silahkan segera di tanda tangan bu soalnya kerjaan saya numpuk," desak Meta dan tanpa mengecek dulu kini Dinda langsung tanda tangan.


"Ya nanti sore order lagi langsung 100 paket dan kalau memang tidak memungkinkan kamu datang ke sini gak usah pakai tanda tangan saya, berarti nanti kalian lembur dong?" ucap Dinda memberi angin segar Meta.


"Iya bu nanti saya usahakan kemari, iya bu kemungkinan besar lembur soalnya over load bu, coba aja cek," ucap Meta.


"Ya habis ini akan saya cek, kalau nanti memang kalian lembur kabari saya.. Nanti akan saya beri makan dan minuman serta uang lembur," ucap Dinda pengertian.


"Terimakasih banyak bu kalau begitu saya permisi dulu," pamit Meta dan di jawab anggukan kepala.


Lalu Meta kembali beraktivitas seperti biasa dengan perasaan bahagia. Ia merasa usaha untuk menghancurkan Dinda diberi kemudahan.. Ia yakin tak butuh waktu lama usaha Dinda akan gulung tikar.


##


Seminggu setelah orderan produk palsu yang dilakukan oleh Meta, banyak customer yang komplain dan mendatangi kantor Dinda. Semakin hari yang datang semakin banyak jumlahnya.


Seperti pagi ini, toko belum buka tetapi para pendemo sudah standby di depan kantor.


Dinda yang kebetulan datang lebih awal merasa kaget dengan massa yang sebanyak ini namun ia harus bersikap tenang.


"Loh ini ada apa?" tanya Dinda terkejut.


"Dasar jualan skincare gak amanah!! Bilangnya aman dan produknya ori tapi kenapa muka saya jadi kemerahan dan panas gini, gak hanya saya saja melainkan semuanya.." seru pendemo dengan wajahnya yang rusak.


"Iya bener.. Jangan jadi pembohong ya, udah lama kami berlangganan produk ini tapi kenapa baru sekarang efeknya mengerikan gini, lihat nih.. Lihat semuanya, pokoknya kami minta ganti rugi," seru pendemo lainnya.


"YA KAMI MINTA GANTI RUGI, KAMI TIDAK HANYA RUGI MATERIL MELAINKAN RUGI FISIK.. KAMI MINTA GANTI RUGI ATAU AKAN KAMI LAPORKAN KE POLISI!!!" seru pendemo dengan lantang.

__ADS_1


"Tenang semuanya tenang.. Semua bisa di selesaikan dengan baik, saya bisa menjamin produk yang kami jual itu original," ucap Dinda jujur namun pendemo tidak mau tau, mereka melakukan aksi anarkis dengan melempari Dinda batu kecil dan botol.


Dinda tidak bisa melawan mereka semua dan mau gak mau ia masuk ke kantor dan langsung menguncinya dari dalam. Para pendemo yang tidak terima atas sikap Dinda melakukan aksi lebih anarkis lagi, mereka menggedor pintu dan memecahkan jendela. Banyak properti kantor Dinda yang rusak akibat ulah pendemo.


__ADS_2