
Sesudah mengantar istri dan kedua anaknya menjalani aktivitas masing-masing kini giliran Ryan melajukan mobilnya menuju kantor tempatnya bekerja, kantor yang sangat berjasa baginya karena di kantor sanalah nama Ryan Hadiningrat melambung menjadi pengacara yang sukses memenangkan berbagai perkara..
"Akhirnya gue bisa merasakan bagaimana rasanya antar istri kerja dan anak-anak sekolah, ternyata seindah dan sebahagia ini rasanya.. Pantas saja teman kerjaku pada bahagia sekali hidupnya ternyata menikah itu enak," batin Ryan sumringah sambil mendengarkan lagu penyemangat pagi di mobil. Mood Ryan hari ini sangatlah baik,
Akhirnya dia tiba di kantor dan langsung memarkirkan mobilnya dan masuk kantor.
"Selamat pagi pak Ryan, selamat bekerja kembali dan satu lagi pak," sapa sekuriti.
"Selamat pagi.. Terima kasih pak, hmm satu lagi? Apa itu?" tanya Ryan penasaran.
"Selamat menempuh hidup baru pak semoga bapak dan sekeluarga selalu bahagia, sejahtera dan saling mengisi satu sama lain," ucap sekuriti tersenyum bahagia.
"Wah terima kasih sekali atas doanya pak semoga doa baik berbalik baik juga bahkan lebih baik kepada bapak sekeluarga," jawab Ryan bahagia.
"Ah pak Ryan selalu saja merendah gitu, saya juga makasih bapak mendoakan keluarga saya.. Jujur saja pak saya turut bahagia akhirnya bapak menemukan tambatan hati," ucap sekuriti malu-malu.
"Iya Pak sama-sama.. Saya juga gak menyangka bakalan menemukan pasangan di umur yang sudah tua," ucap Ryan bergurau.
"Ah ya belum tua pak.. Bapak masih muda kok, tua itu ya saya to pak," jawab sekuriti.
"Saya juga tua loh pak.. Menikah di usia 33 tahun," jawab Ryan.
"Lumrah pak kalau laki-laki baru menikah umur segitu," ucap sekuriti memaklumi.
"Iya sih pak tapi bagi saya tua ah, ya sudah saya masuk dulu ya pak, pasti kerjaan saya numpuk," pamit Ryan sambil menepuk bahu sekuriti.
"Oh iya pak silahkan maaf kalau saya malah mengajak ngobrol," ucap sekuriti merasa tak enak hati.
"Gak papa pak.." jawab Ryan tersenyum ramah lalu bergegas ke ruangannya.
Benar saja ketika Ryan membuka pintu ada bertumpuk-tumpuk dokumen yang harus segera di tangani, Ryan hanya bisa menghela nafas panjang dan menepuk jidat.
"Aduh.. Alamat lembur nih, baru hari pertama berangkat sudah segini banyaknya, nasib.. nasib" gumam Ryan sembari duduk.
__ADS_1
"Selamat pagi pak Ryan.. Akhirnya anda sudah datang juga," sapa sekretaris ramah.
"Selamat pagi.. Ya maunya libur sebulan lagi tapi feeling merasa gak enak dan harus berangkat, tuh kan benar pekerjaan sudah melambai-lambai," ucap Ryan bergurau.
"Aduh jangan sebulan dong pak bisa pusing saya setiap hari di komplain klien, bapak libur seminggu saja sudah banyak yang mencari sampai saya kebingungan jawab apa," keluh sekretaris.
"Ya bilang sejujurnya dong kalau habis menikah dan mengajukan cuti," ucap Ryan dengan entengnya.
"Sudah pak tapi banyak klien yang kekeh menginginkan bapak segera kerja supaya permasalahan mereka segera di tangani," ucap sekretaris.
"Ya biarkan saja rezeki gak akan kemana, nyatanya sampai sekarang mereka tetap menunggu saya kan? Itu tandanya mereka hanya mempercayakan masalah ini pada saya, mari kita bekerja dengan sangat keras," ucap Ryan menyemangati diri sendiri dan sekretarisnya.
"Iya pak.. Ini dokumen klien kami dan detail perkaranya, anda bisa mempelajarinya terlebih dahulu, setelah itu kita buat janji temu," ucap sekretaris menunjuk setumpuk dokumen.
"Baiklah.. Kamu boleh melanjutkan pekerjaan yang lainnya," ucap Ryan mengerti.
"Baik pak kalau begitu saya permisi dulu," pamit sekretaris dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Ryan.
"Semangat Ryan semangat.. Kalau semua kasus ini bisa di menangkan nantinya nama kamu semakin melambung naik dan sudah pasti anak dan istrimu bangga, ayo Ryan semangat sekarang kamu sudah menjadi kepala keluarga, berikan keluargamu hidup yang baik dan buktikan pada mantan suami istrimu itu kalau kamu juga bisa membuat Dinda dan anaknya bahagia," gumam Ryan menyemangati dirinya sendiri dan langsung fokus bekerja.
"Mas jangan lupa makan siang ya," ucap Dinda via chat yang semakin membuat Ryan semangat bekerja.
"Makasih sayang.. Ini mau makan siang, kamu sudah makan siang?" jawab Ryan.
"Ini juga lagi makan siang sama karyawan ku mas," jawab Dinda lalu mengirimkan foto dirinya sedang makan bersama dengan karyawannya.
"Wah enak sekali.. Ada acara apa sayang?" tanya Ryan penasaran.
"Acara syukuran kecil-kecilan mas karena ketika aku tinggal omset penjualan naik drastis bahkan melebihi target yang aku harapkan mas jadi ya aku adain acara makan-makan," jawab Dinda bahagia.
"Enak sekali ya yang jadi karyawan mu, di, perhatikan sampai segitunya.. Aku iri sayang," jawab Ryan cemburu.
"Mas-mas cemburu kok sama karyawan, kamu, kan sekarang malah jadi suamiku ya harusnya kamu lebih enak dong," jawab Dinda heran.
__ADS_1
"Iya ya.. Apalagi bisa di perhatikan bahkan bisa meminta sepuasnya hehe," jawab Ryan usil.
"Mas jangan mulai ya.. Ingat kita masih sama-sama kerja loh," tegur Dinda.
"Gak papa dong bisa menjadi semangat suamimu ini untuk bekerja, kalau gini kan kerjanya bisa cepat biar bisa pulang awal, eh tapi kayaknya gak bisa deh sayang soalnya pekerjaanku menggunung," jawab Ryan sedih.
"Its okay mas.. Selesaikan dulu pekerjaanmu yang tertunda jangan lupa juga untuk makan, gitu kok mau liburan sebulan wuu.." sindir Dinda.
"Hehe aku pikir gak akan sebanyak ini sayang, yasudah aku makan dulu ya biar pekerjaanku cepat selesainya," pamit Ryan.
"Iya mas.. Semangat bekerjanya," ucap Dinda lalu mereka kembali menjalani aktivitas masing-masing.
Ryan mau makan siang di bawah tiba-tiba ia mendapat kabar dari sekretarisnya bahwa ada salah satu klien yang mengeluh karena lambatnya respon atas kasusnya.
"Pak Ryan ini gawat," ucap sekretarisnya serius.
"Ada apa?" tanya Ryan penasaran.
"Ada yang ingin mensomasi kita pak," ucap sekretaris dengan wajah panik.
"Dalam hal apa?" tanya Ryan kaget.
"Klien kita merasa kurang puas dengan kinerja kita dan mereka mensomasi bahwa dalam waktu 2×24 jam kasusnya tidak segera di tangani maka bapak akan di viral kan," ucap sekretaris panik.
"Cih.. Begitu kok gawat, hubungi dia untuk janji temu dengan saya sekarang, kalau klien kita gak bisa yasudah tunggu saja sampai masa somasi itu habis, kita lihat apakah ini hanya sebuah gertakan atau bukan," jawab Ryan santai.
"Kenapa bapak bisa santai seperti itu? Kalau nantinya beneran pak?" tanya sekretaris heran.
"Yasudah adakan saja konferensi pers dan jelaskan alasannya, toh ini bukan murni kesalahan saya," jawab Ryan cuek lalu memilih pergi makan siang.
"Baik pak akan segera saya hubungi, tapi ini nantinya bisa mencoreng nama baik bapak loh," tegur sekretaris.
"Nama baik saya tidak akan tercoreng hanya karena masalah seperti ini, percayalah.. Jangan terlalu panik, kalau dia kurang puas karena respon kita lamban kenapa tidak langsung mencari pengacara lain yang lebih handal? Kan aneh" cibir Ryan yang langsung menyadarkan sekretarisnya.
__ADS_1
"Oh iya pak.. Untung bapak menjelaskan dengan detail dan logis," jawab sekretaris tersenyum malu dan Ryan hanya menggelengkan kepala lalu berjalan keluar.
"Semoga ini bukan masalah yang berbuntut panjang," batin Ryan was-was.