RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Sisil Diketahui


__ADS_3

"Kamu ini ya kalau di kasih tau orang tua selalu saja melawan.. Mana pernah kamu mendengarkan mamah ataupun papah, ini hasilnya dari sifat kurang ajar mu.. Kamu yang selalu ingin menang sendiri dan tidak mau kalah, ini adalah apa yang kamu tuai selama ini, sudah sering kamu mengecewakan mamah dan papah tapi kami selalu bersabar, kami berharap suatu saat kamu berubah.. berubah menjadi yang lebih baik namun semakin hari kamu semakin jauh ke jalan yang salah, kamu sendiri yang merusak masa depanmu dan kamu sendiri yang membuat semua ini rumit," keluh Mayang berlinang air mata.


"Mah kenapa jadi menyudutkan Rio?" tanya Rio kesal.


"Lantas mamah harus menyudutkan siapa? Anak mamah cuma kamu," tanya balik Mayang.


"Gak pernah sekalipun Rio terlihat benar di mata mamah dan juga papah," ucap Rio kecewa.


"Kamu pernah terlihat benar dan mamah papah sempat bahagia akan hal itu namun sayangnya hanya sementara saja," ucap Mayang membuat Rio penasaran.


"Yang mana mah?" tanya Rio penasaran.


"Ketika kamu bertemu dengan Dinda dan menikahinya, itu hal paling benar yang pernah kamu lakukan dalam hidupmu namun sayang kamu hanya mempertahankannya sebentar saja, kamu terlalu kemakan omongan Sisil dan akhirnya kamu jatuh ke lubang yang sama untuk kesekian kalinya," sindir Mayang.


"Benar mah.. Rio memang salah besar sudah mencampakkan Dinda.. Wanita yang begitu sempurna dan nyaris tidak ada celahnya, namun waktu itu Rio bimbang mah, di satu sisi Rio harus menepati janji untuk menikahi Sisil namun di satu sisi Rio sudah mulai mencintai Dinda, waktu itu Rio bimbang mah," ucap Rio.


"Kenyataannya kamu memilih jalan yang salah dengan melepaskan Dinda," sindir Mayang.


"Karena Dinda gak mau di madu mah," protes Rio.


"Ya jelas dia tidak mau karena Dinda perempuan cerdas dan memiliki harga diri yang tinggi, tidak seperti istrimu sekarang yang kerjaannya hanya menjadi benalu di keluarga kita.. Semua wanita mana pun tidak akan ada yang rela jika dimadu, andai ketika Dinda menjadi istrimu lalu dia di belakangmu menjalani hubungan dengan pria lain, apakah kamu rela?" sindir Mayang.


"Ya gak rela lah mah.. Dinda hanya boleh jadi milikku," jawab Rio tak suka.


"Makanya itu jangan menyuruh orang untuk menuruti kemauan mu jika kamu sendiri saja tidak mau di posisi itu, jangan egois Rio.. Dinda juga punya perasaan," ucap Mayang geram.


"Iya mah maaf.. Sampai sekarang Rio tidak ikhlas Dinda menikah dengan pengacaranya," keluh Rio memasang wajah sedih.


"Mamah pun juga menyesal sudah kehilangan menantu sebaik dia namun apa mau dikata? Nasi sudah menjadi bubur, sampai detik ini Dinda masih mau berkomunikasi dengan mamah dan di izinkan suaminya rasanya mamah sudah bersyukur," ucap Mayang.


"Sialan.. Kedatangan gue kemari mau jenguk mas Rio malah yang ada gue mendapat kabar kurang enak, kenapa sih mereka malah memikirkan Dinda ketimbang gue? Gue masih menjadi bagian keluarga mereka loh.. Sialan bener keluarga mas Rio, memang gak punya hati, susah payah gue datang kesini yang ada hanya kekecewaan yang di dapat," gumam Sisil kecewa lalu pergi dari rumah sakit.


Rio melihat bayangan Sisil berada di balik pintu dan berlalu pergi.


"Sisil.." panggil Rio lirih.


"Mana? Gak ada orang," tanya Mayang.


"Tadi Rio melihat bayangan Sisil ada di balik pintu mah, Rio merasa daritadi Sisil ada disini," ucap Rio.


"Mana mungkin.. Ini tempat umum Rio, bisa langsung di tangkap lah kalau dia beneran datang kesini," ucap Mayang tak percaya.

__ADS_1


"Coba mamah cek CCTV rumah sakit sambil Rio menelpon polisi," perintah Rio dan Mayang menyetujuinya.


Lalu Mayang bergegas menuju ruang monitor rumah sakit untuk melihat rekaman CCTV.


"Maaf bu selain petugas dilarang masuk," cegah satpam.


"Saya tau itu pak tapi mohon izinkan saya masuk, ini urgent," pinta Mayang.


"Tetap tidak bisa bu kecuali ada izin dari atasan," tolak satpam.


"Dimana ruangannya? Saya akan menemuinya," tanya Mayang.


"Ada di lantai 2, mari saya antar," ucap satpam lalu mereka menuju ruangan direktur rumah sakit.


Tok.. Tok.. Tok..


"Ya masuk," jawab direktur dari dalam.


"Permisi pak selamat siang, maaf menganggu waktunya," sapa satpam.


"Selamat siang, ada apa?" tanya direktur.


"Ibu ini ingin melihat rekaman CCTV di rumah sakit pak," ucap satpam.


"Saya mau memastikan apakah benar tadi menantu saya ada di sini, soalnya tadi suaminya melihat bayangan dia ada di balik pintu," ucap Mayang.


"Mengapa tidak via telepon saja bu? Kenapa harus lewat CCTV?" tanya direktur heran.


"Karena.. karena menantu saya buronan polisi pak, dia kabur dari penjara," ucap Mayang terbata dan menangis.


"Menantu ibu?" tanya direktur kaget begitu pun satpam.


"Iya Pak menantu saya sudah menjadi buronan polisi hampir 6 bulan ini dan sampai sekarang tidak ada yang tau dimana keberadaannya, makanya itu pak tadi anak saya melihat sekelebat bayangan istrinya, kalau memang beneran dia ada disini maka saya dan anak saya akan menelpon polisi supaya menantu saya segera di tangkap," ucap Mayang.


"Sepertinya ini masalah serius, tapi saya keberatan jika nantinya pihak rumah sakit terlibat dalam masalah keluarga anda, saya tidak mau citra rumah sakit menjadi buruk hanya karena kasus menantu anda," ucap direktur dengan tegas.


"Saya pastikan tidak akan melibatkan rumah sakit atau pihak mana pun, saya hanya butuh melihat CCTV apakah benar menantu saya tadi disini, hanya itu saja pak.. Saya tidak meminta salinan rekaman CCTV nya," ucap Mayang berusaha membujuk.


"Tapi ibu bisa menjamin jika nantinya rumah sakit tidak akan terlibat?" tanya direktur.


"Saya menjamin itu pak, mohon izinkan saya untuk melihat rekaman CCTV rumah sakit," pinta Mayang memohon.

__ADS_1


"Baiklah saya akan izinkan tapi sebelum itu anda harus tanda tangan di atas materai jika nantinya apapun yang terjadi setelah ini pihak rumah sakit tidak akan ikut terlibat," ucap direktur mengejutkan Mayang.


"Harus sampai segitunya pak?" tanya Mayang.


"Ya.. Ini demi kenyamanan kita bersama, rumah sakit tidak akan terlibat masalah anda begitu pun dengan anda akan kami fasilitasi untuk melihat CCTV, jadi sama-sama menguntungkan," ucap direktur.


"Baiklah yang penting saya bisa melihat rekaman CCTV," jawab Mayang pasrah lalu direktur rumah sakit membuatkan surat pernyataan yang di bubuhi materai.


Setelah menandatangani surat perjanjian kini Mayang di perbolehkan memasuki area kontrol room. Di sana Mayang tidak sendirian, satpam yang tadi bersamanya ikut masuk dan menyaksikan.


"Selamat siang.. Mohon putarkan CCTV hari ini untuk ibu ini," ucap satpam pada petugas jaga.


"Apakah sudah ada izin dari atasan pak?" tanya petugas memastikan.


"Sudah dan bahkan tanda tangan di atas materai," ucap satpam lalu petugas jaga hanya mengangguk saja setelah itu memutarkan rekaman CCTV.


"Kira-kira pukul berapa bu?" tanya petugas sambil fokus melihat layar.


"Sekitar 20-30 menit yang lalu tapi di ruang VVIP ya pak," ucap Mayang tak sabar lalu petugas memutarkan rekaman dan benar saja ada Sisil di sana cukup lama sembari mendengarkan obrolan Mayang dan Rio.


"Stop stop pak.. Nah itu dia, itu menantu saya, benar dugaan anak saya kalau istrinya tadi disini," ucap Mayang.


"Sesuai perjanjian kini ibu sudah melihat rekamannya dan sekarang ibu sudah boleh keluar dari sini," ucap satpam.


"Saya foto ya pak?" pinta Mayang.


"Maaf bu di perjanjian anda hanya mengutarakan bahwa ingin melihat rekamannya saja tanpa ada tindakan untuk mendokumentasikan," tolak satpam dan Mayang hanya mengalah lalu keluar dari ruangan dengan sedikit kecewa. Andai boleh di foto sudah pasti bisa menjadi bukti kuat kalau Sisil ada disini.


"Gimana mah?" tanya Rio tak sabar.


"Dugaan mu benar tadi Sisil ada di sini cukup lama sembari mendengar obrolan kita, sayangnya mamah gak di izinkan untuk memotret hasil rekaman itu," ucap Mayang sedih.


"Sudah mah tidak papa yang penting dugaan Rio benar, sekarang Rio akan telepon polisi," ucap Rio yang langsung menelpon polisi dan menginformasikan posisi istrinya.


"Mungkin sebentar lagi Sisil akan ketangkap," ucap Mayang sedih.


"Kenapa mamah yang sedih?" tanya Rio heran.


"Mau bagaimana pun Sisil masih menantu mamah dan bagian dari keluarga Suganda, apa nanti kata orang kalau tau menantu mamah masuk penjara, mamah bisa sangat malu apalagi sekarang statusnya buron," ucap Mayang.


"Sudahlah mah nanti mereka juga akan diam dengan sendirinya, yang penting Sisil ketangkap dulu," ucap Rio acuh.

__ADS_1


"Mamah heran darimana Sisil tau kalau kamu ada disini?" tanya Mayang heran.


"Darimana lagi kalau bukan mamahnya, benar kan kata Rio kalau mamah Ira itu tau dimana keberadaan Sisil.. Mamah sih pakai acara membela dia segala," protes Rio kesal.


__ADS_2