RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Sisil Menikah


__ADS_3

Setelah resmi menyandang status menjadi janda, Sisil memang lebih leluasa dekat dengan Ronald tanpa ada kerisauan lagi. Bagi Ronald memang ini adalah momen yang ia nantikan, meskipun jahat dan menyakitkan tapi kan bukan dia yang meminta Sisil untuk menceraikan suaminya, melainkan suaminya sendiri yang mengatakan dan mengurusnya.


"Hai sayang, udah lama nunggu?" tanya Ronald baru tiba.


"Gak juga, aku baru sampai kok," jawab Sisil lalu menyeruput orange juice.


"Nanti setelah masa iddahmu selesai kita segera menikah ya? Kamu mau kan?" tanya Ronald.


"Apa gak terlalu cepat?" tanya Sisil.


"Gak apa, lebih cepat lebih baik, aku gak mau kita kumpul kebo, aku mau kita hidup serumah secara halal," ucap Ronald meyakinkan.


"Kamu nantinya akan menyesal jika menikahi ku," ucap Sisil sedih.


"Kok bisa?" tanya Ronald kaget.


"Karena nantinya aku tidak bisa memberimu keturunan, kamu tau sendiri jika rahim ku sudah diangkat," jawab Sisil makin sedih.


"Itu bukan masalah yang besar sayang, penyebab rahim kamu diangkat juga bukan karena suatu penyakit melainkan sebuah kecelakaan, apapun yang ada pada dirimu aku menerimanya," ucap Ronald tulus.


"Namanya orang menikah pasti ingin memiliki keturunan kan Nal, jangan munafik," protes Sisil.

__ADS_1


"Memang.. Tapi kalau kamu tidak bisa memberikannya tidak masalah, aku mencintaimu apa adanya, bisa memilikimu itu sudah suatu yang membahagiakan dalam hidupku setidaknya cintaku tidak bertepuk sebelah tangan," ucap Ronald membuat Sisil terharu.


"Aku gak menyangka bakalan ada pria sepertimu di dunia ini, andai semua wanita tanpa rahim sepertiku mendapat pasangan sepertimu, sudah pasti dunia terasa indah," ucap Sisil terharu.


"Aku juga beruntung mendapatkan calon istri yang kuat dan hebat sepertimu," puji Ronald.


"Aku tak sebaik yang kamu kira," ucap Sisil.


"Dan aku juga sama sayang, semua manusia ada baik dan buruknya," jawab Ronald tersenyum manis.


Lalu Ronald mengalihkan perhatian dengan berbincang ringan dan menyenangkan, ia tidak mau Sisil terus insecure dengan dirinya sendiri. Jika tak memiliki rahim adalah sebuah takdir mengapa Sisil menganggap jika itu sebuah aib? Ronald tidak akan mempermasalahkan itu semua. Baginya bisa hidup menua dengan wanita yang ia cintai sudah merupakan hal yang terindah.


Pertemuan antar kedua keluarga pun sudah terjadi, keduanya memutuskan secepatnya menikah mengingat usia Ronald yang sudah tak muda lagi, akhirnya disepakati 4 bulan lagi mereka melangsungkan pernikahan. Rencana yang sudah di susun pun berjalan dengan lancar, baik bagian WO maupun dekorasi sampai catering pun tak menemukan kendala. Semuanya seperti firasat jika nantinya pernikahan mereka akan selalu diberi kemudahan. Jika dulu menikah dengan Rio menggunakan konsep pernikahan yang mewah dan megah, namun tidak untuk kali ini, Sisil dan Ronald sepakat menggunakan konsep sederhana namun keintiman acara masih dapat, nuansa pernikahan mereka di dominasi oleh warna putih yang melambangkan sucinya cinta Ronald menjaga cinta Sisil hingga sekarang ini.


Hingga akhirnya hari H pernikahan tiba, baik Ronald dan juga Sisil tampil mempesona dengan busana putih tulang yang didesain sepupunya Ronald yang merupakan sebuah desainer handal. Kulit Sisil yang putih bersih semakin terlihat menawan ketika menggunakan kebaya karya sepupunya itu. Apalagi kecantikan Sisil sangat bertambah berkali-kali lipat dari biasanya. Aksesoris yang menunjang penampilannya pun membuat aura pengantin terpancar jelas dan mempesona bagi setiap yang memandang.


Ijab kabul telah usai dilafalkan Ronald dalam sekali nafas hingga semua saksi dan hadirin yang hadir mengatakan sah, tepat hari ini Sisil sudah sah menjadi istri Ronald. Banyak yang tidak menyangka jika keyakinan Ronald suatu saat bisa mempersunting Sisil akhirnya tercapai. Banyak ucapan selamat dan doa baik yang di lontarkan para tamu yang hadir hingga pada titik dimana Dinda dan Rio hadir di pernikahan Sisil. Awalnya Dinda tidak percaya jika Sisil menikah lagi dengan pria lain, lalu gimana nasib Rio? Pikiran mengejutkan itu memenuhi pikirannya tak kala membaca surat undangan untuknya, tapi ketika hadir di acara Sisil, dirinya bertemu langsung dengan Rio dan menanyakan bagaimana bisa mereka bercerai dan sekarang Sisil menikah dengan orang lain, jawaban yang diberikan oleh mantan suaminya sungguh membuat Dinda tak menyangka, Dinda kaget jika selama ini Sisil sudah tak lagi mencintai Rio dan malah Rio sendiri yang membawa Sisil kepada Ronald agar menjaga Sisil dengan baik.


Tak mau ikut campur terlalu dalam dan tak mau lagi dimusuhi suaminya seperti dulu, Dinda hanya bisa berharap semoga suatu saat Rio mendapat pengganti yang lebih baik dan nantinya bisa bersama-sama hingga maut memisahkan.


Kini giliran Dinda bersalaman dengan pengantin, raut wajah bahagia tergambar jelas dan itu menandakan memang keduanya tulus mencintai. "Selamat atas pernikahan kalian ya semoga langgeng dan terus menerus bersama," ucap Dinda tulus.

__ADS_1


"Makasih Din, maaf dulu pernah membuatmu susah," jawab Sisil penuh penyesalan.


"Tak apa, yang lalu biarlah berlalu fokuslah pada yang ada didepan mata," jawab Dinda dengan bijak.


"Makasih Din, kamu memang wanita baik," ucap Sisil hampir meluruhkan air mata namun ditahan oleh tangan Dinda.


"Cup.. Pengantin jangan menangis ya nanti make up nya luntur loh dan ketika foto nanti malah jadi jelek, ayo senyum dong, aku aja sudah melupakan itu kok," ucap Dinda lalu Sisil berusaha tersenyum. Setelah itu mereka berfoto, Dinda dan keluarga lalu turun dari pelaminan.


Lalu giliran Rio yang naik ke pelaminan dan Rio adalah tamu terakhir yang bersalaman dengan kedua mempelai, sengaja Rio melakukan itu agar nantinya bisa leluasa berbincang sejenak dengan Sisil dan suaminya.


"Selamat ya Sil sekarang kamu sudah mendapatkan kebahagiaan yang selama ini dicari, semoga kalian selalu bahagia dan diberi kelancaran dalam segala urusan," harapan Rio dengan tulus.


"Makasih mas, ini semua juga berkat kamu juga yang sudah mengikhlaskan aku bersama dengan Ronald," ucap Sisil terharu.


"Melepaskan wanita yang disayang demi kebahagiaan wanitanya merupakan sebuah hal indah bagi setiap pria meskipun hatinya entah sesakit apa, yang penting ia bisa melihat wanitanya bahagia dengan pilihannya," ucap Rio dengan tegar.


"Level terbaik dalam mencintai adalah melepaskan orang yang kita sayangi bahagia dengan pilihannya," timpal Ronald yang ditanggapi senyuman oleh Rio.


"Benar, tolong jaga Sisil, ini kedua kalinya saya datang ke pelaminan mantan istri saya, mereka juga sama-sama memilih pria yang ia cintai," ucap Rio tersenyum tipis.


"Semoga kelak anda mendapatkan wanita yang bener dan serius denganmu, aku yakin pasti ada wanita itu," harap Ronald tulus dan Rio mengaminkan.

__ADS_1


__ADS_2