RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Menjebak Ryan


__ADS_3

Rio sudah mengetahui tanggal berapa Dinda dan Ryan akan melangsungkan pernikahan, karena waktu sudah mepet jadinya mau gak mau Rio harus gerak cepat untuk menggagalkan pernikahan mantan istrinya.


"3 minggu lagi Dinda akan menikah, gue harus gerak cepat untuk menggagalkan semuanya, haduh kenapa otak gue mendadak susah di ajak kerjasama sih, Dinda pokoknya gak boleh menikah dengan Ryan.." gumam Rio sambil berpikir dengan keras, lalu tiba-tiba ia teringat dengan jebakan Sisil tempo lalu..


"Apakah nanti rencana ini berhasil ya? Hmm tapi siapa target wanita yang akan gue jadikan korban? Apa karyawan Dinda saja ya, Fio?" gumam Rio menimbang-nimbang.


Akhirnya Rio memutuskan untuk mengajak Ryan ke sebuah bar dan di sana nanti ia akan mencampur obat perangsang di minuman Ryan, sebelum itu terlebih dahulu Rio membooking ladies dan kamar.


"Hai Pak Ryan apa kabar?" sapa Rio via chat.


"Oh Hai Pak Rio.. Kabar baik, ada apa?" tanya Ryan merasa heran, tumben sekali mantan suami Dinda menghubunginya.


"Syukurlah.. Kebetulan saya sudah dinyatakan sembuh dan rencana ingin mengadakan syukuran kecil-kecilan, apakah anda bersedia hadir?" tanya Rio.


"Syukurlah kalau keadaan anda sudah membaik, maaf waktu itu tidak sempat menjenguk.. Kalau boleh tau kapan acaranya? Biar saya sesuaikan apakah hari itu jadwal saya kosong atau tidak," jawab Ryan.


"Tidak apa-apa Pak, kan sudah di wakilkan sama mantan istri saya, acaranya besok malam Pak," jawab Rio.


"Jam berapa pak?" tanya Ryan.


"Jam 8 malam di Famous Bar, acara ini hanya di hadiri kolega terdekat saja Pak dan semuanya pria, jadi saya harap anda tidak membawa pasangan nantinya agar adil," pinta Rio membuat Ryan curiga.


"Acara syukuran di bar dan hanya kaum pria saja? Ini mencurigakan.. Mau menolak datang nanti di kira tidak menghargai dia, ah gimana nih.. Semoga saja nantinya tidak akan ada apa-apa," batin Ryan menimbang jawaban.


"Baiklah Pak akan saya usahakan datang," jawab Ryan yang membuat Rio sangat puas.


"Oke Pak.." jawab Rio senang.


"Yes.. Satu langkah berhasil, tinggal menunggu besok saja, lets see pengacara sok sibuk," gumam Rio tersenyum licik.


***


Malam harinya Ryan memutuskan datang dan sebelum itu ia mengabari calon istrinya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Sayang.. Nanti jam 8 aku ada acara di Famous Bar" ucap Ryan via telepon.


"Kamu ngapain ke sana mas?" tanya Dinda curiga.


"Kemarin mantan suami kamu mengundang aku untuk merayakan syukuran atas kesembuhannya yang di adakan di bar, dia bilang kalau ini hanya acara pria saja jadinya dia berpesan untuk tidak mengajakmu," jawab Ryan jujur dan menimbulkan tanda tanya besar Dinda


"Kok mencurigakan sekali mas? Kenapa kamu mau?" tanya Dinda curiga.


"Ya mau gimana lagi, dia duluan yang mengabari dan mengundang aku, lagian apa salahnya kalau menerima undangannya sekalian mengatakan pada mantan suamimu kalau sebentar lagi kita akan menikah, nanti aku juga sekalian memberikannya undangan," ucap Ryan.


"Tapi perasaanku gak enak mas," ucap Dinda yang tiba-tiba memiliki firasat buruk.


"Aku pun demikian tapi kalau aku gak ke sana mana bisa tau apa rencana dia? Aku akan lebih hati-hati nantinya," jawab Ryan dengan tenang.


"Bener loh mas jangan sampai lengah, soalnya kan nanti di bar," ucap Dinda memperingati.


"Iya sayangku.. Lagian tujuanku mengabari mu dulu supaya nanti kalau ada sesuatu yang aneh kamu tidak langsung menyalahkan aku," ucap Ryan membuat Dinda semakin was-was.


"Jangan bicara seperti itu mas, please.. Kita ini mau menikah," pinta Dinda ketakutan.


"Always.." jawab Dinda cepat.


"Thanks.. Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya soalnya aku belum prepare, nanti aku kabari segera," ucap Ryan berpamitan lalu mematikan panggilan.


"Semoga mas Rio tidak berbuat hal aneh-aneh terhadapmu mas, mengingat bagaimana kekeh nya dia tidak merestui pernikahan kita membuatku semakin cemas," gumam Dinda gusar.


Di Famous bar and club.


"Akhirnya anda datang juga, silahkan duduk," sapa Rio sambil beramah tamah.


"Terima kasih, maaf tadi ada pekerjaan yang harus di selesaikan dulu," jawab Ryan berbohong.


"Its okay yang penting anda datang," ucap Rio senang.

__ADS_1


"Of course.." jawab Ryan sambil melihat sekeliling.


"Silahkan di minum dulu Pak, ini welcome drink dari saya," ucap Rio menyerahkan segelas minuman.


"Terima kasih pak.." jawab Ryan menerima minuman dari Rio namun tidak langsung di minumnya.


"Jangan-jangan ini sudah ada campurannya seperti waktu dulu istrinya menjebak ku dan Dinda, kalau iya.. Awas saja Pak Rio, tidak anda atau pun istri anda ternyata sama saja," batin Ryan mengamati minuman tersebut dengan intens.


"Kenapa hanya di lihat saja Pak? Tidak akan habis, ayo bersulang," ajak Rio lalu mengambil gelas dan menuang minuman di gelasnya.


"Dia mengambil minum sama seperti punyaku, apa ini hanya firasat jelek ku saja?" batin Ryan bimbang.


"Pak.. Ayo bersulang," ajak Rio sudah mengangkat gelas.


"Kok kita hanya berdua saja? Dimana yang lainnya? Kata anda ini acara hanya kolega terdekat anda saja?" cecar Ryan penasaran.


"Oh mereka belum datang pak," jawab Rio santai.


"Tapi ini sudah jam setengah sepuluh malam, tidak mungkin mereka belum datang, atau jangan-jangan anda hanya mengundang saya saja?" tuduh Ryan.


"Benar sekali pak.. Anda ternyata cerdas, jujur saja saya memang hanya mengajak anda di sini sebagai rasa syukur atas kesembuhan ku, kalau nantinya aku bilang hanya berdua saja mana mungkin anda bersedia datang? Pasti menolaknya kan?" tanya Rio dengan enteng dan tenangnya.


"Kenapa anda harus berbohong dan kenapa juga tempatnya harus di sini? Masih banyak tempat lain yang layak dijadikan tempat syukuran," sindir Ryan mulai emosi.


"Maaf Pak ya mau bagaimana lagi? Di sini tempatku menghilangkan semua penat," ucap Rio apa adanya.


"Lebih baik saya pergi dari sini, saya tidak mau nama baik saya tercoreng," ucap Ryan ketus dan ingin beranjak pergi.


"Tunggu dulu Pak, setidaknya minumlah sedikit sebagai rasa ikhlas saya melepas Dinda," ucap Rio meminta.


"Apa hubungan semua ini dengan Dinda? Anda sudah menalaknya dari lama jadi mau anda ikhlas atau pun tidak maka tidak ada pengaruhnya pada saya, jadi jangan menahan saya lagi untuk pergi dari sini," ucap Ryan kesal.


"Ada Pak. Selama ini saya masih mencintai Dinda dan saya ingin merebut Dinda kembali, namun melihat penolakan demi penolakan dari Dinda membuat saya sadar bahwa hati Dinda sudah tertutup untuk saya, dia sudah membuka hatinya kepada anda, makanya itu saya sadar kalau saya lebih baik melepaskan Dinda agar dia bisa lebih bahagia, meskipun kebahagiaan dia bukan dengan saya," ucap Rio sendu.

__ADS_1


"Ah lagu lama.. Dulu saja dia segitu menghina Dinda, kenapa sekarang seperti sangat menyesal, dasar bermuka dua," batin Ryan kesal dan mencari celah untuk menukar minumannya.


__ADS_2