
"Mas Rio sebenarnya ingin sekali melaporkan Meta ke polisi namun tidak bisa, semua bukti sangat susah jika di tuduhkan pada Meta karena setiap ingin mencairkan dana, Meta memakai stempel tanda tangan mas Rio," ucap Dinda membela Rio.
"Fokuslah saja pada masalah yang sedang anda hadapi, jangan memikirkan orang lain," ucap Ryan cemburu.
"Pak Ryan cemburu?" tanya Dinda.
"Sudah pasti bu, saya tidak suka kalau anda terlalu memikirkan mantan suami anda, apa saja yang kalian obrolkan?" tanya Ryan cemburu.
"Hanya membahas Meta dan saling support, mau bagaimana pun usaha mas Rio juga sedang tidak baik-baik saja jadinya ya aku memberi support dan berdoa yang terbaik, hanya itu saja pak," ucap Dinda jujur.
"Saya tau itu bu dan saya percaya, tapi tolong jangan terlalu ikut campur dalam masalahnya," pinta Ryan.
"Iya Pak saya tau batasannya kok, santai saja.." ucap Dinda mulai sedikit tenang.
"Baiklah.. Oh iya untuk bagian audit, dia akan datang besok pagi bu dan sekarang anda bisa mempersiapkan semua berkas yang dulunya di tangani Meta," perintah Ryan dan Dinda langsung gesit mengumpulkan semua dokumen.
"Sudah Pak.. Semoga besok ada hasil yang baik untuk kemajuan usahaku, jujur saja aku tidak ikhlas kalau nantinya usahaku hancur hanya karena ulah musuh," ucap Dinda berharap.
"Akan di usahakan bu, jangan patah semangat dan terus optimis," ucap Ryan memberi support.
"Makasih pak, udah makan belum?" tanya Dinda.
"Belum.. Ayok kita makan siang bareng," ajak Ryan peka.
"Padahal aku ingin mengajak pak tapi sudah keduluan anda," ucap Dinda tersipu malu.
"Saya paham dengan kode wanita, saya tidak akan menanyakan apakah anda sudah makan melainkan saya akan langsung mengajak anda makan, maafkan aku tidak romantis bu," ucap Ryan menggandeng tangan Dinda menuju ke bawah.
"Saya tidak butuh sikap romantis kalau akhirnya menyakitkan, lebih baik yang seperti bapak, langsung dengan tindakan tanpa perlu banyak ucapan, karena laki-laki yang di pegang adalah perkataannya dan laki-laki yang di nilai pertama kali adalah bagaimana dia mau bekerja dan berusaha," ucap Dinda sambil mengalungkan lengan ke Ryan.
"Ibu jangan membuat saya baper nanti yang anda saya semakin mencintai anda," goda Ryan.
__ADS_1
"Malah bagus dong pak.." ucap Dinda menggoda dan keduanya saling tertawa bahagia.
Setelah tiba di restoran keduanya makan dengan nikmat dan saling bercanda gurau, Dinda merasa bahagia jika berada di dekat Ryan.. Itulah mengapa setiap ada masalah Dinda selalu mengeluh pada Ryan karena dia bisa membuat Dinda tenang dan bahagia.
***
Keesokan harinya, sesuai janji Ryan.. temannya datang untuk membantu masalah yang sedang di alami Dinda.
"Selamat siang apakah benar ini kantor ABC Skincare?" tanya Vika ramah.
"Iya betul.. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dinda yang memang sengaja berada di bawah untuk menunggu teman Ryan.
"Syukurlah.. Perkenalkan saya Vika, saya yang akan membantu usaha ABC Skincare yang sedang dalam masalah, saya temannya pak Ryan," ucap Vika memperkenalkan diri.
"Cantik sekali dia apalagi masih muda, pasti belum menikah.." batin Dinda melihat Vika dari atas sampai bawah.
"Bu.." sapa Vika melambaikan tangan di muka Dinda.
"Oh iya... Kebetulan sekali saya adalah Dinda Safitri, pemilik toko ini dan Agen ABC Skincare, suatu kehormatan bagi saya bisa berjumpa dengan anda," ucap Dinda menyambut perkenalan Vika.
"Baik.. Aku suka semangat anda, mari langsung ke atas supaya semuanya segera terungkap," ajak Dinda dan keduanya kini sudah berada di ruangan Dinda.
"Jadi saya harus memulainya darimana?" tanya Vika antusias.
"Ini semua dokumen ketika mantan admin saya bekerja disini, kebetulan dia hanya bekerja 3 bulan setelah itu memilih resign disaat perusahaan sedang bermasalah, tolong di audit ya Vika siapa tau saya lalai ketika mengecek semua ini, silahkan mau dimulai darimana.. Saya percaya penuh padamu," ucap Dinda penuh harap dan Vika dengan senang hati membantu, ia langsung sigap membaca semua dokumen peninggalan Meta tanpa terlewat satu pun.
Hingga sampai jam makan siang tiba, Vika tak berhenti bekerja memeriksa semua dokumen, Dinda merasa senang dengan kinerja Vika yang sangat sigap, rapi dan cekatan.
"Vika ini sudah jam makan siang, lebih baik kita istirahat dulu supaya lebih rileks," ucap Dinda dengan lembut.
"Ini nanggung bu, sedikit lagi selesai dan saya langsung bisa menyimpulkan beserta memberikan bukti, tunggu 20 menit lagi bu," tolak Vika yang memilih terus berkerja.
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu saya pesankan makanan dulu, nanti kita makan bersama di ruangan ini saja," ucap Dinda dan Vika menyanggupi.
Lalu Dinda memesan makanan via online, ia memesan Beef steak 2 porsi, milkshake coklat, jus alpukat, chicken drumstick, friench fries.
Tepat 20 menit kemudian pesanan Dinda datang dan mereka langsung menyantapnya sembari membicarakan hasil kerja Vika.
"Wah ini banyak sekali bu, perut saya bisa buncit nih.." ucap Vika bahagia.
"Ini tidak sebanding dengan hasil yang akan anda sampaikan, makanya saya sengaja menyiapkan camilan supaya kita juga bisa mengobrol ringan," ucap Dinda merendah.
"Baiklah.. Ibu sudah siap dengan hasilnya?" tanya Vika memastikan dan Dinda mengangguk cepat.
"Hasil yang saya cermati menunjukkan bahwa semua permasalahan ini bermula dari produk palsu yang di pesan lalu banyak customer yang tidak cocok dengan produk itu dan berimbas sampai sekarang," ucap Vika membuat Dinda tersedak.
"Uhuk.. Uhuk.. Saya tidak pernah memesan produk palsu, siapa yang sudah order? Apakah itu Meta?" tanya Dinda geram.
"Semua bukti mengarah pada pemilik dokumen ini," ucap Vika tidak mau menyebutkan nama.
"Berarti benar kalau Meta dalang dibalik semua ini, bagaimana bisa dia order produk palsu sedangkan setiap transaksi masuk dan keluar harus melakukan persetujuan saya?" tanya Dinda penasaran.
"Dia memanipulasi data bu, pasti ada data yang sudah dia sembunyikan, entah itu di hancurkan atau di buang begitu saja, mungkin waktu itu posisinya anda pernah lengah sehingga mantan admin bisa dengan leluasa order produk palsu yang di gabung dengan orderan produk asli, saya kasihan dengan customer yang mendapatkan produk palsu," ucap Vika semakin membuat Dinda syok.
"Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu, dimana dia membeli produk palsunya?" tanya Dinda geram.
"Dia membeli via online dan langsung di kirim lewat paket jadinya antara admin dan penjual palsu tidak pernah saling bertemu," ucap Vika.
"Bisa kasih tau nomor dan alamat penjual palsu itu, semua bukti sudah anda kumpulkan?" tanya Dinda.
"Semua bukti sudah siap dan valid, jika anda ingin bertindak lebih jauh bukti ini cukup kuat," ucap Vika dengan mantap.
"Baiklah makasih.. Saya sangat puas dengan kinerja anda, tak butuh waktu lama semuanya bisa terungkap, untuk Meta.. Kasus ini akan saya ajukan ke kepolisian supaya dia mendapatkan ganjaran yang setimpal," ucap Dinda sudah sangat geram.
__ADS_1
"Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan nama baik perusahaan anda bisa kembali," harap Vika dengan tulus.
"AWAS SAJA KAMU META!! TIDAK ADA AMPUN UNTUKMU!! SUDAH DITOLONG MALAH MENIKUNG, DEMI SISIL KAMU TEGA MENGHANCURKAN USAHA YANG SEDANG GUE RINTIS.. KALAU MEMANG SISIL TERLIBAT AKAN GUE PASTIKAN DIA MENERIMA BALASANNYA!!!" batin Dinda mengepalkan tangan.