RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Reuni


__ADS_3

Ketika Dinda pulang kerja ia berjumpa dengan teman SMA nya dulu, ia bernama Dini.


"Dinda Safitri kan?" tanya Dini memastikan.


"Lah kamu Dini kan? Dini Saputri?" tanya Dinda memastikan.


"Iya.. Wah masih hafal rupanya, apa kabar?" tanya Dini senang dan mereka cipika-cipiki.


"Iya dong kita kan pernah sebangku, kabar baik bagaimana denganmu?" tanya Dinda.


"Hehe iya.. Kabarku juga alhamdulillah baik, oh iya boleh bagi nomornya gak? Ntar aku masukkin grup kelas deh," tanya Dini dan Dinda tanpa ragu memberikan nomornya yang langsung di masukkan grup oleh Dini.


"Udah ya Din," ucap Dini memastikan.


"Iya.. Makasih ya, kamu mau kemana?" tanya Dinda basa-basi.


"Mau pulang nih, eh udah dulu ya Din ini ojek online ku udah ada di depan, see you," pamit Dini buru-buru dan Dinda mengangguk.


"Ah masuk grup kelas ya? Bagaimana kabar mereka sekarang? Jadi nostalgia," gumam Dinda lalu naik ke mobil untuk pulang.


###


Sampai di rumah Dinda dibuat berisik dengan ponselnya yang terus berbunyi.


"Berisik amat sih ada apa ini?" gumam Dinda lalu memeriksa ponselnya.


"Reuni? Wah menarik nih.. Bisa temu kangen dan saling berbincang, ikutan ah.." gumam Dinda lalu membalas ajakan reuni itu.


###


Hari Minggu tiba, Dinda sudah bersiap untuk reuni dengan kawan SMA nya. Tak lupa kedua anaknya ia titipkan pada ibunya dan berpesan agar jangan sampai lengah dan dibawa oleh keluarga Rio.


Di Melbourne restoran- tempat yang lagi hits dan banyak di gandrungi.


"Nah itu Dinda sudah datang," ucap Dini melambaikan tangan ke Dinda.


"Hai semuanya maaf ya telat sebentar," sapa Dinda tersenyum gembira.


"Hai Dinda.. Wah kamu makin cantik aja nih, pangling loh kita," sapa Meta heran.

__ADS_1


"Ah biasa aja kok, bagaimana kabar kalian?" tanya Dinda merendah.


"Kabar baik.." jawab Meta dan Maya kompak.


"Oh iya Din sekarang usahamu apa?" tanya Meta kepo.


"Usaha skincare kok Met, kalau kamu?" tanya Dinda ramah.


"Wah apa tuh merk skincare nya? Aku kerja jadi sekretaris di salah satu kantor benefit," ucap Meta angkuh.


"ABC Skincare, Met.. Wah hebat dong kamu, selamat ya," ucap Dinda senang.


"Loh itu skincare yang biasa aku pakai, kamu kerja bagian apa Din?" tanya Dini antusias.


"Aku juga pakai itu loh Din," ucap Mita.


"Aku juga loh," ucap Maya menimpali.


"Wah banyak sekali ya ternyata yang cocok skincare itu, kebetulan aku sudah menjadi agen," ucap Dinda sungkan.


"Wah hebat dong kamu, jangan bilang kantormu yang di depan toko ADA itu ya?" tanya Dini penasaran.


"Sialan gue gak boleh kalah sama Dinda.." batin Meta tak suka.


"Oh iya Met kamu kerja jadi sekretaris di perusahaan mana?"tanya Mita penasaran.


" Di SUGANDA CORP, tau kan itu perusahaan besar dan benefit, bosnya ganteng banget tapi sayang istrinya ngeselin.." gerutu Meta.


"Apa? SUGANDA CORP?" tanya Dinda kaget.


"Iya.. Kenapa memangnya Din? Gak percaya ya? Yuk ikut ke kantor besok senin," tantang Meta tersenyum smirk.


"Oh tidak usah.. Aku percaya kok, hanya kaget saja kamu kerja di sana.. " ucap Dinda membuat Meta tersinggung.


"Maksudmu apa ya ngomong gitu? Lo meremehkan keahlian gue?" ucap Meta tersinggung.


"Bukan begitu Meta, aku bangga kok kamu kerja di sana kebetulan saja aku ada problem dengan salah satu yang bekerja di sana tapi itu udah sangat lama..makanya aku kaget pas tau kamu kerja di perusahaan itu, ingatanku langsung balik ke kejadian yang gak mengenakan," ucap Dinda mencairkan suasana.


"Oh kirain meremehkan gue kerja di sana dan lu kira gue ini bohong, memang sih karyawan di sana pada rusuh apalagi bosnya," ucap Meta geram.

__ADS_1


"Memang bosnya kenapa Met?" tanya Dinda penasaran.


"Bosnya semenjak cerai dengan istrinya yang dulu malah jadi pemarah, apalagi kalau ada karyawan yang baru behh bos ku itu langsung mendekati bahkan ada juga yang sampai berlanjut di ranjang," ucap Meta kesal.


"Kok kamu sampai tau betul Met?" tanya Dinda penasaran.


"Kan gue ini sekretarisnya jadi urusan cek in atau apapun itu selalu melalui aku, bahkan istri barunya itu bisanya hanya menghabiskan uang saja sampai uang kantor aja dipakainya.. Sekarang perusahaan sedang diambang kehancuran makanya gue siap-siap cari loker untuk antisipasi kalau nantinya perusahaan bangkrut," ucap Meta sedih.


"Aku turut sedih mendengarnya.. Ya nanti kalau perusahaan tempatmu bekerja memang bangkrut kamu bisa kok kerja di tempatku," ucap Dinda memberi angin segar.


"Serius Din?" ucap Meta tak percaya.


"Serius.. Nanti kirim aja CV mu," jawab Dinda.


"Baiklah.. Makasih banyak Din, andai bos ku itu masih dengan istrinya yang dulu pasti hidupnya makmur, katanya juga bos ku itu dari istri yang dulu punya anak kembar namun sayangnya bos ku tidak mendapatkan hak asuh jadinya membuat bos ku makin frustasi, kasihan sekali dia.. Ganteng tapi hidupnya menderita," ucap Meta sendu.


"Apa yang menyebabkan mereka cerai sih Met?" tanya Mita penasaran.


"Katanya sih karena bos ku sudah mempermainkan ikatan suci pernikahan, jadinya karma menimpa bos ku itu.. Sampai sekarang pun aku gak pernah lihat wajah mantan istrinya, kata mantan sekretarisnya yang dulu sih wajahnya itu cantik alami, putih kemerah-merahan, baik hati," ucap Meta semangat gosip.


"Udah dapat cantik kenapa di buang ya? Dasar pria kalau banyak harta ya gitu, rakus.." cibir Dini kesal.


"Namanya juga bos.. Tapi sama istrinya yang sekarang itu udah pacaran lama, jadinya pas bos ku menikah dengan mantan istrinya posisi dia masih pacaran sama istri sekarang, ah rumit deh pokoknya.." ucap Meta heran.


"Iya rumit banget ya, sama istrinya sekarang gimana? Ada anak?" tanya Mita heran.


"Gak ada.. Dengar-dengar sih istrinya sekarang gak bisa memiliki keturunan," ucap Meta.


"Lah berarti mandul?" tanya Dini kaget.


"Maybe.. Itu yang aku dengar sih, yang penting sekarang aku udah ada cadangan pekerjaan, jadinya lega.. Sayang banget ya padahal anak tunggal tapi gak becus urus perusahaan," ucap Meta kesal.


"Udah anak tunggal, usaha yang di tinggalkan orang tuanya sangat besar, bisa-bisanya gak mensyukuri nikmat, memang ya karma itu datangnya lebih kejam daripada waktu dia menyakiti," ucap Dini bergidik ngeri.


"Huss udah ah jangan gosip terus, gak baik.. Toh kita ini gak kenal siapa bosnya Meta, bertemu pun juga gak pernah, ya semoga saja perusahaan bos mu bisa terselamatkan ya Met," ucap Dinda dengan tulus.


"Kayaknya sulit deh Din, hutangnya itu loh aduh banyak banget digit 0 di belakangnya," ucap Meta pesimis.


"Kasihan sekali kamu mas.. Semoga kamu bisa mempertahankan usaha yang udah dibangun susah payah oleh kedua orang tuamu, tak apa jika kamu belum sanggup memberi anak-anakmu nafkah, aku mampu memberikannya mas.." batin Dinda sendu.

__ADS_1


__ADS_2