RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Kabur


__ADS_3

"Itu bukan solusi tapi menambah masalah," tolak Sisil.


"Itu solusi yang tepat dan akurat supaya hidupmu kembali bahagia," jawab Ronald tegas.


"Tapi itu beresiko," tolak Sisil.


"Ada aku yang siap menanggung dan membantumu," jawab Ronald dengan mantap.


"Kenapa sih selalu saja lo bantuin gue?" tanya Sisil penasaran.


"Ya karena memang lo pantas mendapatkannya," jawab Ronald menutupi fakta yang ada bahwa dirinya sangat mencintai Sisil apalagi dengan mata kepalanya sendiri dia tau kalau kondisi rumah tangga orang yang dicintainya sudah tidak sehat lagi, semakin membuat dirinya nekat untuk lebih mendekati Sisil.


"Gue gak bisa kalau harus kabur gimana nanti dengan papah mertua, pasti nantinya dia bakalan tambah sakit," ucap Sisil bimbang.


"Pilihanmu ada 2 Sil, bahagiakan dirimu lalu bebas lah dari keluarga toxic itu atau yang kedua tetap bertahan namun hati selalu terluka dan kebahagiaan terenggut," ucap Ronald dengan tegas dan membuat Sisil kebingungan.


"Gue maunya lepas dari mas Rio namun tetap menjaga kesehatan papah mertua," jawab Sisil.


"Gak ada.. Kalau kamu memilih kesehatan papah mertua ya silahkan tapi siap-siap aja kamu selalu menyakiti dirimu sendiri.. Setiap hari yang kamu rasakan hanya sakit dan sakit," ucap Ronald memprovokasi.


"Aku juga capek selalu makan hati," keluh Sisil.

__ADS_1


"Makanya pilih salah satu, hidup itu pilihan Sil, kalau kamu tidak tegas memilih ya siap-siap saja takdir dan keluarga suamimu semakin mempermainkan mu," pinta Ronald.


"Ini pilihan yang sulit," protes Sisil.


"Ya gue hanya bisa memberi masukan 2 tadi, semua pilihan ada di tanganmu," jawab Ronald tak lagi mau memaksa.


"Baiklah aku memilih yang pertama, melepaskan semua yang membuat hidupku tak bahagia, selama ini gue udah mencoba mempertahankan semuanya dengan harapan yang besar agar suami bisa kembali lagi mencintaiku seperti dulu namun ternyata salah, harapanku pun musnah sudah," jawab Sisil yang membuat Ronald sangat bahagia. Dengan begini ia bisa lebih leluasa mendekati Sisil. Senyum kemenangan menghiasi wajah Ronald. "Yes tinggal selangkah lagi rumah tangga mereka hancur dan setelah itu gue bisa memiliki Sisil seutuhnya,"


Setelah Sisil selesai teleponan dengan Ronald ada seseorang yang mengetuk pintu kamar, dia adalah Rio Suganda-suami Sisil. Karena dirinya sudah muak dengan drama yang ada di rumah ini akhirnya Sisil memilih mengurung diri di kamar dan membiarkan suaminya itu berteriak sesukanya. Mau Sisil jelaskan dan bicara sejujur apapun tidak akan mempan.


"Sil buka pintunya, jangan membuat suasana semakin panas ya, mau aku dobrak nih pintu," gertak Rio sembari menggedor pintu sangat keras.


"Dobrak aja mas sampai rusak toh ini kan rumah kamu bukan rumahku," tantang Sisil berbicara dari dalam kamar dan semakin memancing amarah Rio.


"Ada apa lagi mas? Mau mencaci maki Sisil bagaimana lagi?" sindir Sisil.


"Kenapa tidur disini? Kamu tau kan ini kamar apa," tanya Rio membuat Sisil keheranan.


"Jelas tau ini kan kamar tamu, lalu masalahnya dimana? Mau aku tidur dimana pun intinya kan sama aku masih di rumah ini dan tidurnya tetap di kamar, jangan dibuat ribet deh," bantah Sisil.


"Halah aku tuh tau tujuanmu tidur disini biar bisa leluasa teleponan sama temanmu tadi kan," tuduh Rio.

__ADS_1


"Kalau pun iya atau tidak memang manfaatnya untukmu apa mas?" tanya Sisil memancing emosi Rio.


"BRAK... KAMU INI ISTRIKU DAN KAMU TINGGAL DI RUMAHKU JADI JANGAN BERSIKAP SEENAKNYA SENDIRI APALAGI SEKARANG TERANG-TERANGAN MEMBAWA PRIA ASING MASUK KE DALAM RUMAHKU," teriak Rio sembari memukul lemari pakaian.


"DAN SUDAH BERAPA KALI AKU KATAKAN JIKA DIA DATANG KEMARI BUKAN ATAS KEMAUAN KU BAHKAN AKU SENDIRI PUN TIDAK TAHU, PENJELASAN DARINYA APA KURANG MAS? DAN UNTUK MASALAH RUMAH, YA MEMANG INI RUMAHMU, ISTANA MEGAH MU, AKU SADAR ITU MAS MAKANYA SETELAH KITA SEPAKAT KEMBALI BERSAMA AKU BANYAK DIAM DAN BERSIKAP BODOH AMAT KARENA YANG TERPENTING BAGIKU SEKARANG MENGURUS PAPAH AGAR CEPAT SEMBUH, TAPI MAKIN LAMA KEHADIRANKU SEPERTI DULU LAGI YANG TIDAK PERNAH DIANGGAP ADA BAHKAN TIDAK DIHARAPKAN, SEMUA KATA MANIS MU WAKTU ITU HANYA OMONGAN SEMU MAS!!! BARU SEBENTAR HIDUP TENANG SEKARANG KALIAN SUDAH MENAMPAKKAN KEMBALI TARING KALIAN!! JUJUR AKU CAPEK SAMA SEMUA INI!!!" teriak Sisil.


"AKU LEBIH CAPEK KALAU HARUS MARAH-MARAH DAN MENEGUR MU SETIAP WAKTU TAPI MAU GIMANA LAGI POSISIKU INI SUAMI, JADI KALAU ISTRI BERBUAT SALAH YA WAJIB HUKUMNYA DIBERI TAHU," jawab Rio tak mau kalah.


"KALAU KAMU MERASA MENJADI SOSOK SUAMI SEHARUSNYA KAMU LEBIH PERCAYA PADA ISTRIMU INI MAS DAN TIDAK MEMBIARKAN ISTRIMU TERLANTAR DI PENJARA BAHKAN SETELAH KELUAR DARI SANA PUN TAK ADA NAFKAH SEPERSEN PUN YANG AKU DAPATKAN!! TAPI TAK APA AKU IKHLAS MAS DAN SEKARANG AKU SADAR JIKA SELAMA INI AKU SUDAH SALAH BESAR MENARUH HATI PADA PRIA SEPERTIMU," teriak Sisil mengeluarkan keluh kesahnya.


"MASALAH LALU YASUDAH ITU MASA LALU JANGAN DIUNGKIT TERUS, LAGIAN KAMU KAN SUDAH MEMAAFKANNYA!!! BAHAS YANG TERJADI BARUSAN," bantah Rio.


"Sama saja mas intinya aku yang selalu salah di sini, sudahlah keluar aja sana mas dan istirahatlah di kamar mewah dan empuk mu itu biarkan aku berada disini, aku juga butuh menenangkan diri.. Berdebat denganmu sudah sia-sia bagiku, lebih baik pergilah," usir Sisil dan Rio terkejut akan hal itu. "Apa sekarang Sisil sudah gak ada rasa lagi padaku? Biasanya dia tetap meladeni amarahku meskipun sampai berhari-hari namun sekarang? Apa karena pria itu yang membuat Sisil berubah?"


Setelah memastikan suaminya pergi dan masuk ke kamarnya kini Sisil bergegas merapikan pakaian yang ada dan memasukkannya dalam tas kecil. Waktu yang dimiliki Sisil tidak banyak, jam segini semua orang sudah berada di kamarnya masing-masing jadi ini kesempatan emas bagi Sisil untuk kabur, setelah selesai berkemas kini Sisil memesan taksi online.


Ketika taksi online sudah tiba Sisil pun langsung bergegas keluar secara mengendap-endap sambil melihat sekeliling dan akhirnya ia bebas juga dari keluarga yang penuh akan drama. Kebetulan satpam yang jaga sedang berada di kamar mandi jadi Sisil bisa leluasa membuka gerbang tanpa ada yang tahu.


"Maaf mas bukan maksudku durhaka terhadapmu namun jika semua ini diteruskan rasanya sungguh sakit, aku merasa jika hanya mencintai sendirian mas, aku juga berhak bahagia dan memilih kehidupanku sendiri, selamat tinggal mas biarkan aku dengan duniaku sendiri," batin Sisil sembari berlinang air mata.


Keesokan harinya Rio mendatangi kamar tamu yang dipakai Sisil karena sampai jam 7 pagi istrinya tak juga keluar untuk sarapan. Betapa kejutnya Rio mendapati Sisil tidak ada dikamar dan beberapa baju di lemari pun juga gak ada. Pagi hari Sisil sudah membuat seisi rumah heboh.

__ADS_1


"SISIL.... BERANINYA KAMU KABUR DARIKU, JANGAN BILANG KAMU SEKARANG SUDAH BERPALING DENGAN PRIA ASING ITU!!!!" teriak Rio sambil melempar semua barang yang ada dikamar.


__ADS_2