RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Dinda Murka (2)


__ADS_3

"CEPAT SERAHKAN KEPONAKAN GUE," pekik Dito kembali menarik kaos Rio dengan kasar.


"Sudah gue katakan kalau mereka lagi tidur mas, kasihan kalau aku bawa kesini, benar kata mamah biarkan mereka menginap disini sehari saja," ucap Rio kesal.


"Mas.. Tau perjanjian tertulis gak sih? Aku heran sama kalian, bisa-bisanya ya aku ditakdirkan bertemu bahkan menikah dengan kamu.. Orang yang penuh akan obsesi, kalau memang Farel dan Vanessa tidur biarkan aku ke sana dan membawanya pulang," ucap Dinda lalu bergegas berjalan ke kamar.


"Jangan Din.. Biarkan mereka istirahat," cegah Rio menggenggam tangan Dinda.


"Jangan sentuh aku!" ucap Dinda penuh penekanan dan menepis kasar genggaman Rio.


"Maaf.. Please biarkan mereka menginap disini," pinta Rio.


"Mas dulu ketika dulu hak asuh Farel jatuh ke tanganmu dan aku membawanya pergi, pernahkah aku sampai menculiknya dan membawanya pulang ke rumah tanpa seizin mu? Pernah gak? Aku selalu menuruti peraturan mu dengan ikhlas, mengapa sekarang kamu tidak bisa melakukan hal yang sama mas? Mengapa? Aku selama ini sudah banyak mengalah dan berkorban banyak hal, kenapa kalian seakan tidak puas melihat aku bahagia? Ha??" ucap Dinda emosi.


"Bukan begitu maksudku.." ucap Rio lirih.


"BUKAN BEGITU APANYA MAS? PERTAMA.. KAMU MENIKAHI AKU UNTUK MENJADI RAHIM PENGGANTI SISIL DAN AKU SUDAH BERDAMAI DENGAN HAL ITU, YANG KEDUA MASALAH HAK ASUH ANAK, BANYAK CARA LICIK MU DAN JUGA SISIL UNTUK MENDAPATKAN HAK ASUH DAN BERHASIL, HAK ASUH FAREL JATUH KE TANGANMU SELAMA 2 TAHUN LAMANYA MESKIPUN SEKARANG FAREL SUDAH MUTLAK HAK ASUHNYA BERADA DI TANGANKU, AKU WAKTU ITU MENERIMA DENGAN LEGOWO MAS DAN AKU SELALU SAJA MENURUTI PERATURAN YANG KAMU DAN SISIL BUAT KETIKA DULU AKU MEMINTA IZIN BERJUMPA DAN MENGHABISKAN WAKTU DENGAN FAREL, AKU MENERIMANYA DENGAN BAIK DAN AKU MENCOBA SEMUANYA AGAR BAIK-BAIK SAJA MAS.. TIDAK MUDAH MELALUI ITU SEMUA!!! MENGAPA SEKARANG KALIAN MENAMBAH LAGI MASALAH DI HIDUPKU, APA SUSAHNYA MENGEMBALIKAN FAREL DAN VANESSA KE RUMAHNYA MESKIPUN MEREKA TERTIDUR? KALAU KALIAN BERALASAN MASIH KANGEN, TOH ESOK HARI MASIH ADA WAKTU, AKU TIDAK PERNAH MEMBATASI KALIAN BERJUMPA DENGAN MEREKA TAPI DENGAN SYARAT JANGAN MENGINAP, MENGAPA KALIAN MELANGGARNYA? KURANG APA AKU INI MEMBERI HATI PADA KALIAN? ATAU MEMANG KALIAN INI MANUSIA YANG SUDAH TIDAK MEMILIKI HATI BAHKAN NALURI," ucap Dinda mengeluarkan semua keluh kesahnya dengan lantang.


"LIHAT!! LIHAT ADIK GUE SAMPAI MURKA PADA KALIAN, TERUTAMA DENGANMU!! JADI, SEKALI LAGI MEMBUATNYA MURKA, GUE PASTIIN BONYOK TUH TUBUHMU," gertak Dito menghempaskan Rio secara kasar hingga jatuh tersungkur.


"Ini ada apa sih ribut-ribut? Hei Dinda tau waktu untuk bertamu gak? Dasar gak sopan," cibir Sisil turun dari tangga.


"DIAM ATAU GUE SUMPAL MULUTMU ITU PAKAI SANDAL!!" gertak Dinda dengan tatapan tajam.


"Idih jadi cewek kok sadis, pergi sana.. Ini udah jam berapa? Gue laporin security nih," gertak Sisil dan Dinda langsung maju berhadapan dengan Sisil.

__ADS_1


"Eh ngapain lo deket-deket ke gue," ucap Sisil risih.


"Kenapa? Takut? Heran? Atau malah risih? Yang mana? " tanya Dinda semakin mendekati Sisil.


"Semuanya..." ucap Sisil risih dan berjalan mundur namun Dinda malah semakin maju.


"Gue masih normal woy.. Sakit nih cewek," ejek Sisil mulai ciut nyalinya.


"Plak plak plak.." Dinda menampar Sisil sebanyak tiga kali dengan keras hingga menimbulkan bekas merah di pipi.


"Hei cewek sialan lo ya!! Dasar sinting, pergi sana!! Mas panggil security dong.. Kenapa diam aja sih tau aku di giniin," pekik Sisil terkejut dan tak terima.


"Ini ganjaran yang belum seberapa dibanding rasa sakit di hati gue atas perbuatan kalian selama ini, tamparan pertama karena lu udah membuat kehidupan gue hancur karena harus menikah dengan Rio hanya sebagai rahim penggantimu saja, tamparan kedua untuk ide gila yang lu buat ketika menjebak gue dan pak Ryan di apartemen mu, yang ketiga karena lu sudah terus menerus merendahkan gue dan menganggap gue ini cewek lemah, selama ini gue memang diam namun gue masih ingat dengan jelas di memori gue apa saja yang sudah kalian perbuat pada gue, semua itu kenangan yang menyakitkan!! Jadi jangan lagi, menganggap gue remeh," ancam Dinda penuh penekanan dan menatap Sisil tajam.


"Gue akan melaporkan ini, jangan harap gue bakal diam," gertak Sisil dan Dinda hanya tersenyum kecut.


"Mas.. Kenapa diam aja sih? Mah.. Kenapa mamah juga diam," pekik Sisil tak terima.


"Benar apa yang di katakan Dinda, lebih baik kamu diam saja, kehadiranmu menambah runyam masalah," ucap Rio ketus.


"Mas.." pekik Sisil tersinggung dan Rio hanya melotot tajam, begitupun Mayang, ia hanya melengos saja.


"Sialan harga diri gue terinjak-injak," batin Sisil.


"Aku gak berlama-lama disini mas, mana Farel dan Vanessa? Bawa mereka kemari atau aku laporkan ini ke polisi, jangan anggap enteng," ancam Dinda serius.

__ADS_1


"Mah.. Gimana?" tanya Rio pada Mayang.


"Mamah masih kangen sama mereka, tolong buka sedikit pintu hatimu Din, demi mamah," pinta Mayang.


"STOP AKTING SEPERTI ITU MAH, DINDA MUAK DENGAN DRAMA KALIAN, JIKA PERKATAAN DINDA TIDAK JUGA KALIAN LAKUKAN JANGAN SALAHKAN DINDA MEMAKSA MASUK KE KAMAR," gertak Dinda.


"Ah kelamaan.. Langsung masuk aja Din, ayo mas antar, mana kamar anakmu, mereka ini manusia gak punya hati dan hanya memikirkan ego mereka saja, sia-sia mencoba diskusi dengan dia," ucap Dito lalu bersama Dinda menuju kamar.


"Ibu Dinda.. Mas Dito.. Tunggu, jangan membuang waktu kalian menghadapi mereka dengan emosi," ucap Ryan mengejutkan semua orang.


"Pak Ryan? Siapa yang memberitahu kalau aku disini," tanya Dinda kaget.


"Ibumu.. Beliau sudah menceritakan semuanya," ucap Ryan dengan tenang.


"Harap anda keluar karena ini masalah keluarga," usir Rio ketus.


"Tidak perlu mengusir saya karena saya akan pergi dengan sendirinya bersama ibu Dinda dan mas Dito setelah semuanya selesai, apa anda lupa bahwa di dalam perjanjian pasca cerai sudah jelas tertulis bahwa dilarang keras saudara Rio membawa Farel dan Vanessa menginap atau membawa keluar yang bersangkutan lebih dari 24 jam dan tanpa izin ibu Dinda, apa anda melupakan itu?" sindir Ryan dan membuat Rio mati kutu.


"Maaf tapi kami membawa Farel dan Vanessa seizin ibu kandungnya kok bahkan kami menjemputnya secara baik-baik, jadi saya tidak terima kalau anak saya tertuduh seperti seorang penculik," bela Mayang.


"Tetapi saudara Rio membawa kedua anaknya melebihi batas waktu yang di tentukan dan juga menginap disini pun tanpa izin dari saudari Dinda, jadi otomatis itu melanggar perjanjian," ucap Ryan dengan elegan.


"Udahlah mas bawa aja Vanessa dan Farel pada ibunya, jangan dibuat ribet deh.. Aku gak mau ya hanya masalah ini nantinya jadi panjang," ucap Sisil udah muak.


"Diam kamu.. Wanita tanpa rahim sepertimu tau apa mengenai anak? Kamu tidak pernah tau bagaimana menyakitkannya terpisah dengan anak dalam waktu cukup lama bahkan berjumpa pun dibatasi oleh waktu, jadi lebih kamu diam saja atau masuk aja sana ke kamar, itu jauh lebih baik ketimbang hadirmu adanya menambah masalah jadi runyam" ucap Rio dan tanpa sadar menyakiti hati Sisil.

__ADS_1


"KAMU JAHAT MAS!! AKU MEMANG WANITA TANPA RAHIM TAPI ASAL KAMU TAU MAS PENYEBAB SEMUA ITU KARENA AKU MENYELAMATKAN MAMAH KAMU, MAMAH KAMU... INGAT ITU MAS!!!" pekik Sisil histeris lalu berlari ke kamar.


__ADS_2