RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Konflik Antar Besan


__ADS_3

"Kenapa dia malah diam saja? Apa sudah kehilangan kata-kata untuk membahas? Sebenarnya saya pun ogah mengatakan ini namun gimana lagi, punya besan ngeselin banget.. Ya sudah aku semprot sekalian," batin Mayang lalu memilih bermain hp.


Suasana di dalam kamar inap menjadi hening lantaran diantara keduanya tidak ada lagi saling bicara. Suasana menjadi canggung.


"Rio segeralah kesini, mamah malas ngladenin mertuamu ini," isi chat Mayang pada Rio.


"Mamah di rumah sakit? Sejak kapan?" tanya Rio terkejut.


"Sudah daritadi dan sempat terjadi selisih paham, mamah gak kuat lama-lama disini, mau mamah tinggal tapi kok kasihan mamahnya Sisil disini sendirian, di temani malah omongannya bikin orang emosi aja," keluh Mayang.


"Habis ini kerjaan Rio kelar mah dan Rio akan langsung ke sana, sabar dulu ya mah" pinta Rio.


"Cepetan ya.. Mamah takut kalau mertuamu kena semprot lagi," ucap Mayang.


"Iya mah.. Tadi Rio juga sempat bersitegang dengan mamahnya sisil," ucap Rio kesal.


"Nah.. Memang sih mamah salah tidak memberitahu keadaan Sisil yang sebenarnya, tapi kan ini semua kemauannya Sisil sendiri, mamah cukup kaget loh ketika di salah-salahkan, andai bukan besan udah mamah ajak ke ring tinju," keluh Mayang.


"Haha mamah ada-ada saja," jawab Rio terkekeh.


"Serius Rio.. Dia ngeselin banget persis kayak anaknya," jawab Mayang kesal.


"Yasudah mah Rio lanjutin kerja dulu ya biar cepat kelar, kalau nanti mamahnya Sisil berbuat onar lagi panggil aja security yang ada di depan pintu dan suruh usir," ucap Rio.


Ah rasanya masih ingin berkeluh kesah lagi tapi pada siapa? Sama papah kayaknya gak mungkin deh nanti yang ada malah di suruh pulang dan gak di bolehin menjenguk Sisil.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba teman arisan mamah Mayang menelpon dan dengan senang hati diangkat


"Halo jeng," sapa Mayang.


"Hai jeng, lagi sibuk gak?" tanya temannya.


"Enggak sih tapi ini lagi di rumah sakit," jawab Mayang sungkan.


"Siapa yang masuk rumah sakit?" tanya temannya.


"Menantuku, ada apa telpon?" tanya Mayang tak mau memperpanjang pembahasan tentang Sisil.


"Semoga menanti mu cepat sembuh ya jeng, oh iya saya mau mengabari kalau ada barang baru jeng.. Satu set berlian limited edition," ucap temannya dengan bahagia.


"Wah boleh kirim gambar-gambarnya gak jeng? Kalau nanti tertarik bakal aku beli deh," ucap Mayang tak sabar.


Ting.. Ting.. Ting.. Notifikasi hp mahal Mayang.


"Wah ini bukan bagus lagi namun sangat bagus, ah beli 1 kayaknya gak puas deh.. Beli 3 ah nanti kasih ke Sisil 1" gumam Mayang sangat antusias memilih berlian.


Mamah Sisil yang melihat besannya seperti acuh dengan kondisi anaknya merasa kesal, ia ingin menegur besannya itu.


"Besan.. " sapa mamah Sisil dingin.


"Ya ada apa?" tanya Mayang malas.

__ADS_1


"Jika anda tidak ada rasa empatinya pada Sisil lebih baik pergi saja," usir mamah Sisil.


"Anda mengusir saya?" tanya Mayang kaget.


"Bukan mengusir, lebih tepatnya meminta anda pergi saja dari sini karena daritadi saya perhatikan anda tidak ada pedulinya dengan Sisil," ucap mamah Sisil sinis.


"Saya tidak peduli? Buat apa saya datang kesini kalau anda mengira saya ini tidak peduli, saya ini sudah sangat sabar menghadapi Sisil selama ini, jangan lagi saya juga harus bersabar menghadapi anda, kalau saya tidak peduli sudah saya suruh anak saya melaporkan Sisil ke polisi dan menceraikannya," gertak Mayang geram.


"Ya kalau anda menyuruh Rio menceraikan Sisil berarti anda tidak punya hati, Sisil sudah berkorban nyawa untuk anda, ingat itu.. Nyawa tidak bisa di bayar dengan apapun, Sisil berkorban keturunan juga besan, dia sampai kehilangan rahimnya akibat menolong anda," ucap mamah Sisil emosi.


"Mungkin itu sudah takdirnya Tuhan kalau anak anda tidak bisa memiliki keturunan, semua sebab ada akibatnya jadi jangan menggunakan alasan itu terus untuk mendesak keluarga saya, anda tidak tau bagaimana kelakukan Sisil di mansion, dia sungguh keterlaluan.. Kerjaannya hanya menghabiskan uang dan foya-foya, berangkat pagi pulang sore setelah magrib dan setelah itu berangkat lagi untuk pesta di klub, apa itu pantas di katakan seorang istri?" sindir Mayang.


"Ya Sisil berhak menikmati hidupnya karena kalian kan keluarga kaya raya, jangan jadikan anak saya pembantu karena dari kecil saja saya menjadikannya ratu," ucap mamah Sisil.


"Saya mengerti dan saya membebaskan Sisil mau melakukan apapun, tapi tolonglah ingat kalau status dia sudah menjadi istri.. Dia bukan lagi seorang gadis yang sesuka hatinya pergi meninggalkan rumah, anda terus menerus membela anak anda dan membenarkan kesalahannya, saya sungguh heran.. Pantas saja Sisil orangnya sangat penuh obsesi, ternyata semua didikan anda.. Saya tidak suka karena Sisil sangat mengabaikan anak saya bahkan anak saya malah seperti bujangan," ucap Mayang ketus.


"Saya mendidik Sisil dengan sangat baik, dulu dia orangnya baik hati, lemah lembut dan penyayang, entah setelah menikah dengan anak anda mengapa sifat anak saya berubah 180 derajat, saya sampai tidak mengenali lagi anak saya," ucap mamah Sisil.


"Anak anda berubah karena dia sendiri yang merubahnya, jangan menyangkut pautkan dengan anak saya ataupun keluarga saya," gertak Mayang.


"Memang seperti itu keadaannya, Sisil berubah setelah menikah dengan Rio.. Setiap pulang ke rumah Sisil selalu menangis dan menangis, apa yang sudah Rio lakukan?" cecar mamah Sisil.


"Ya saya mana tau dong besan, masalah rumah tangga mereka ya hanya mereka saja yang tahu, saya tidak mau ikut campur kalau bukan salah satu dari mereka sendiri yang mengatakannya lebih dulu," protes Mayang.


"Nah itu kesalahan anda, harusnya anda itu lebih peduli terhadap rumah tangga anak-anak kita bukannya malah acuh seperti itu," ucap mamah Sisil ketus.

__ADS_1


"Loh besan.. Anda sudah berapa tahun menikah? Apa anda tidak tahu arti sebuah privasi? Setelah anak kita menikah mereka sudah bukan anak kita lagi melainkan sudah orang lain yang sedang menata hidup, memang mereka masih ada ikatan darah dengan kita tapi setelah menikah ada batasan-batasan yang harusnya kita hargai, salah satunya tentang permasalahan rumah tangga anak.. Kalau mereka sedang ada masalah dan tidak ingin menceritakannya pada kita ya harusnya kita hargai itu, jangan memaksanya.. Nanti ada waktu mereka akan menceritakan dengan sendirinya dan meminta solusi, kalau kita sebagai orang tua terlalu ikut campur masalah mereka malah yang ada nantinya mereka risih dan tidak nyaman, apalagi kalau kita hanya mendengarkan masalah anak kita hanya sebelah pihak saja, bisa saja nantinya kita salah paham dan tidak menyukai menantu kita," ucap Mayang dengan tegas dan menatap besannya tajam.


__ADS_2