
Ketika sampai di ruangan, Rio menyambut boy dengan hangat ya meskipun dihatinya tersimpan perasaan cemas.
"Good morning boy.. How are you?" sapa Rio.
"Morning too.. Very well," jawab boy.
"I'm happy to hear that," jawab Rio senang. Lalu mereka berdua duduk bersebelahan.
"Langsung saja ya tuan Rio Suganda yang terhormat karena waktu saya tidak banyak dan saya sempatkan datang kesini menemui anda, sudah pasti anda tau apa tujuan saya sampai datang kemari?" sindir boy.
"Suatu kebanggan bagi saya karena dikunjungi langsung oleh anda, namun untuk perihal urusan bisnis kita sepertinya saya tidak bisa melanjutkannya, maafkan saya," ucap Rio.
"Jika memang anda tidak menyanggupi maka kabari saya dari dulu, mengapa harus saya turun gunung dulu? Saya bukan pebisnis sembarangan dan anda tau itu, saya disini merasa dipermainkan oleh anda.. Bukan saya yang datang pada anda melainkan anda sendiri yang datang ke saya waktu dulu," sindir boy.
"Maafkan saya tuan bukan maksud saya mempermainkan anda namun memang saya ingin sekali menyampaikan ini tapi sayang waktunya belum ada, perusahaan saya baru saja mengalami kemajuan yang cukup baik dan saya masih terus menerus mengejar ketertinggalan," ucap Rio merasa bersalah.
"Saya tidak peduli bagaimana perusahaan anda dan nasib anda, yang saya tau anda mengajukan kerja sama dengan saya dan akhirnya terjadilah kesepakatan lalu saya mengeluarkan dana yang cukup dibilang besar namu di tengah jalan anda membatalkannya secara sepihak, anda mencari perkara dengan saya?" tanya boy mulai geram.
"Bukan pak.. Bukan maksud saya seperti itu, tolong mengertilah saya, jujur perusahaan ini baru saja bangkit," pinta Rio mulai ketakutan.
"Dan saya tidak peduli akan hal itu, sekali anda mempermainkan saya maka bersiaplah dengan pembalasan yang akan saya lakukan, ingat tuan Rio Suganda.. Anda yang memulai peperangan dengan saya, jangan sok melebarkan sayap ke luar negeri jika mental anda masih mentah," sindir boy.
"Maafkan saya pak sekali lagi saya minta maaf, tolong jangan membalas dendam, saya janji akan membalikkan dana anda secepatnya namun beri saya tempo," pinta Rio.
"Tempo yang saya berikan saya rasa sudah cukup lama dan saya merasa kebaikan saya sungguh sangat banyak pada anda, jadi kesabaran manusia ada batasnya dan anda sudah membuat saya melewati itu..bersiaplah pak Rio Suganda yang terhormat," ancam boy tersenyum smirk lalu bergegas keluar kantor Rio.
__ADS_1
"Duh gimana nih? Gue gak mau berurusan sama gengster macam dia, bisa habis perusahaan ini di tangannya.. Dapat duit darimana ya buat balikin semua dana yang sudah ia tanam, ahhh anda Sisil gak maling duit perusahaan suaminya mana mungkin gue dan keluarga kembang kempis begini, sial gue harus siap badan dan tenaga nih, ancaman boy gak main-main, gue lihat dia datang kesini seorang diri setidaknya masih aman lah, kalau nanti anak buahnya sudah turun.. Hii gak bisa bayangin gue gimana perusahaan ini menahannya," batin Rio bergidik ngeri dengan perasaan cemas.
Merasa puas sudah memberikan syok terapi pada Rio Suganda kini boy menelpon Ryan.
"Hai, man.. Gue mau kasih kabar baik nih kalau Rio Suganda sedang kalang kabut, bersiaplah dapat berita menggembirakan," ucap boy.
"Serius?? Kenapa lo kilat sekali man, gue pikir lo masih mikir-mikir gimana caranya," tanya Ryan terkejut sekaligus senang.
"Harus cepat agar semua segera selesai, lagian memang gue ada urusan juga dengan dia jadi ya sekalian aja gue ancam," jawab boy terkekeh.
"Ah suatu keberuntungan bagi gue karena memiliki partner yang kebetulan juga konflik dengan dia," jawab Ryan sangat bahagia.
"Sure.. Gue sekarang lagi di Indonesia nih," ucap boy.
"Lah kenapa lo gak kabar-kabar sih? Gue aja masih di Singapura," ucap Ryan kesal.
"Haha lo segitu dendamnya dengan dia ya bro," ucap Ryan sembari tertawa.
"Bukan dendam namun memberi pelajaran, dia sudah berani mempermainkan gue," jawab boy.
"Emang masalah kalian apa sih?" tanya Ryan.
"Beberapa tahun lalu dia menemui gue di Singapura dan mengajak kerja sama, perlu waktu 3 bulan bagi gue untuk menerima kerja sama itu dan ketika semua sudah berjalan eh dia memutuskan sepihak di tengah jalan tanpa mengembalikan atau bahkan mengucapkan kata permohonan maaf, gue merasa tersinggung dong.. Harga diri gue serasa di injak-injak, setelah gue cari info ternyata dia mengalami kebangkrutan, oke gue beri waktu dan gue biarkan dia sampai kondisi perusahaannya pulih namun sampai sekarang tak ada kata apapun yang gue dengar ditambah lo juga mau membuatnya menderita jadi ya sekalian aja gue terbang kesini langsung menemuinya untuk memberi peringatan keras.. Dia langsung ciut man dan tak hentinya memohon, andai lo tau ekspresi dia udah pasti lo bakal ketawa," jawab boy.
"Wah gila bener dia.. Beraninya mempermainkan partner kerja, harusnya di blacklist dong bro biar dia gak berani berkutik," ucap Ryan menyayangkan.
__ADS_1
"Gue pikir dengan diberikan sedikit hati maka dia bakalan bertanggung jawab lah kok nyatanya enggak sama sekali, posisi perusahaan sampai mau bangkrut sudah pasti banyak masalah yang menimpanya makanya gue memberi toleransi, dianya aja yang rakus," jawab boy kesal.
"Makanya itu karena kejadian dia menggertak istri gue hingga membuat istri gue pendarahan, detik itu juga gue sudah gak akan memberi maaf lagi apapun yang bakal dilakukannya, orang seperti dia mana bisa diberi hati," ucap Ryan geram.
"I know.. Baru kali ini gue dapat klien kayak dia, sok-sokan pengen melebarkan sayap di luar negeri tapi mentalnya masih mentah," cibir boy.
"Ya begitulah dia.. Untung istri gue segera pisah dengannya, coba kalau enggak? Sampai sekarang yang ada tekanan batin," ucap Ryan.
"Kok bisa sampai seperti itu man?" tanya boy.
"Jelas.. Gue dulunya pengacara istri gue ketika mereka akan bercerai, jadi gue tau betul apa akar masalah mereka berpisah dan memang yang sangat bersalah itu pihak cowoknya, keluarganya cowoknya pun mendukung, jadi gue lakuin segala upaya agar istri gue bisa terbebas dari keluarga parasit macam dia," ucap Ryan tersulut emosi.
"Dari pengacara beralih ke suami, kisah lo unik banget man," ucap boy.
"Ya kalau di pikir dari awal ketemu sampai sekarang memang unik bahkan kalau di filmkan bakal menarik," tebak Ryan.
"I think so," jawab boy.
"Setelah ini langkah apa yang bakal lo lakuin?" tanya Ryan.
"Gue bakal buat perhitungan padanya tanpa ampun, 2 hari lagi anak buah gue bakal terbang kesini jadi setelah ini biar mereka yang handel, waktu gue terlalu berharga untuk mengurusi cecunguk macam dia," ucap boy.
"Good.. Gue suka sama kinerja lo," jawab Ryan.
"Thanks man.. Semua ini juga ada untukmu, demi persahabatan kita," ucap boy tulus.
__ADS_1
"Thanks a lot bro.. Senang bisa bekerja sama denganmu," ucap Ryan lalu mereka sepakat mengakhiri panggilan.
"Lihat saja nanti apa yang bakal di lakukan boy and the gang," gumam Ryan tersenyum kemenangan.