RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Sisil Berbeda


__ADS_3

Setelah Rio berhasil membawa istrinya kembali pulang ke rumah, kini Sisil dan Rio seperti seseorang yang baru saja kenal, keduanya saling canggung. Hal yang membuat Rio merasa aneh dan kurang nyaman karena ini tidak seperti Sisil yang biasanya, dulu Sisil selalu saja manja dan minta diperhatikan oleh Rio namun kali ini tidak.. Setelah tiba di rumah, Sisil langsung bergegas ke kamar membersihkan diri dan setelah itu menyiapkan makan malam seadanya, tak ada obrolan yang istimewa di malam hari ini apalagi Rio malah canggung untuk memulai semuanya dari awal.


"Udah selesai mandinya mas? Yuk makan malam dulu," ajak Sisil lalu duduk.


"Sudah.. Kamu masak apa?" tanya Rio.


"Nasi goreng sama telur ceplok mas, buat yang praktis dan menu seadanya di dapur," jawab Sisil lalu menyiapkan makanan ke piring Rio.


"Kenapa gak minta bantuan ART?" tanya Rio.


"Enggak lah mas buat apa? Ini cuma nasi goreng kok, udah yuk makan," ucap Sisil yang langsung melahap nasi goreng.


Rio yang merasa kini istrinya berbeda semenjak keluar dari penjara dan pergi dari rumah hanya bisa diam.. Ia tidak mau merusak makan malam ini, Rio sudah berjanji akan merubah sikap.


"Masakan mu enak sekali," puji Rio.


"Makasih mas.." jawab Sisil datar.


"Serius ini enak kok," ucap Rio jujur.


"Iya mas makasih banyak, ini aku pelajari ketika tinggal di penjara dulu," jawab Sisil membuat Rio seketika menghentikan makannya. Ia langsung teringat bagaimana Sisil hidup menderita di penjara dan betapa kerasnya hidup di sana.


"Maaf bukan bermaksud menyinggung mu," ucap Rio merasa bersalah.


"Tak apa mas aku hanya bercerita saja," jawab Sisil masih tetap dingin dan kembali menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Pasti berat ya hidup didalam penjara?" tanya Rio iba.

__ADS_1


"Ya begitulah.. Tapi dibalik itu semua ada makna kehidupan yang aku petik," jawab Sisil.


"Semoga kita sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik lagi," harap Rio dan dijawab anggukan oleh Sisil.


"Papah keadaannya gimana mas?" tanya Sisil.


"Masih sama.. Mamah pun demikian," jawab Rio sedih.


"Yang tabah ya mas semua ini cobaan, aku bakal bantu merawat kedua orang tuamu namun setelah pulang kerja," jawab Sisil membuat Rio tersedak.


"Kamu masih ingin bekerja?" tanya Rio kaget.


"Tentu saja.. Apa salahnya?" tanya balik Sisil.


"Maaf kalau beberapa bulan ini aku mengabaikan hingga tidak memberimu nafkah namun untuk sekarang ini tolonglah jangan bekerja lagi, di rumah seperti biasanya," pinta Rio.


"Maaf jika dulu aku terlalu mengabaikan mu namun tidak untuk kali ini, tolong resign lah," pinta Rio memohon.


"Maaf mas gak bisa, aku sudah terikat kontrak," tolak Sisil tegas.


"Baiklah.. Setelah kontrak selesai segera resign," pinta Rio.


"Lihat saja nanti," jawab Sisil seadanya yang membuat Rio kurang puas mendengarnya.


Setelah mereka selesai makan malam, Sisil langsung ke kamar dan merebahkan diri. Tanpa sadar dirinya sudah terpejam, Rio yang melihat istrinya tertidur pulas merasa sangat iba karena dirinya istrinya harus merasakan kehidupan dunia luar yang sangat kejam.


"Maaf atas keegoisan ku waktu dulu, maaf aku pernah mengabaikan mu, maaf juga karena aku terlalu obsesi dengan mantan istriku, sekarang aku sadar jika sudah ada kamu di hidupku.. Meskipun nantinya kita tidak memiliki keturunan tapi aku tidak mempermasalahkannya, karena kamu sudah begitu berkorban untuk mamahku, sekali lagi maafkan aku Sil, aku masih sayang padamu," ucap Rio sembari mengecup kening Sisil perlahan dan setelah itu tidur.

__ADS_1


Sisil sebenarnya mendengarkan apa yang dikatakan suaminya namun ia memilih tetap pura-pura tertidur, ia masih sakit hati dengan sikap acuh suaminya yang membiarkan dia keluar dari rumah selama berbulan-bulan apalagi tanpa nafkah.. Sisil tersiksa akan hal itu ditambah mamahnya yang kekeh ingin sekali Sisil pisah dari suaminya dan menyuruh Sisil untuk bisa mencari uang sendiri. Sekarang Sisil sadar, mamahnya menyuruh seperti itu supaya dirinya sadar jika orang yang dicintainya sudah tidak lagi sama dengan yang dulu, semuanya sudah berubah.


"Mau kamu bilang masih sayang padaku seribu kali pun tidak akan mengubahku untuk kembali seperti dulu, aku tidak membencimu bukan pula aku tidak menyukaimu, aku kecewa mas.. sungguh sangat kecewa atas sikapmu yang mengabaikan aku tanpa memberi sedikitpun nafkah, apalagi selama di penjara hanya beberapa kali saja kamu menjenguk dan itu pun karena maksud tertentu, semua itu membuatku sadar mas jika kamu sudah bukan lagi mas Rio yang dulu, mas Rio yang tulus menyayangiku dan menjadikan aku ratu, biarkan aku seperti ini mas karena aku juga butuh menguatkan diri kalau terjadi hal yang serupa lagi, maaf mas aku berubah.. Aku juga masih menyayangimu, kedatanganku kembali kesini untuk merawat kedua orang tuamu.. Mau bagaimanapun mereka masih mertua aku, orang tua kedua setelah mamahku," batin Sisil berlinang air mata dan menatap sang suami yang sudah tertidur pulas.


Lalu ada chat masuk dari Ronald yang membuat Sisil merasa bahagia.


"Hai cantik, sudah tidur? Kenapa tadi pulangnya gak nungguin aku dulu sih?" isi chat Ronald.


"Ini mau tidur Nald, maaf ya soalnya tadi aku dijemput suamiku," jawab Sisil.


"Suamimu udah tau kamu kerja?" tanya Ronald.


"Tau.. Makanya itu tadi aku kaget tiba-tiba dia jemput aku, mamah tak tanyain katanya gak kasih tau entah deh suamiku tau darimana, gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba ingin memperbaiki semuanya," curhat Sisil.


"Lalu kamu beri jawaban apa?" tanya Ronald penasaran.


"Ya aku diam saja.. Sekarang aku mau fokus sama kedua mertuaku yang masuk rumah sakit, setelah nantinya mereka sembuh entah bagaimana hubunganku dengan suamiku," jawab Sisil.


"Yahh kita nantinya jarang bertemu dong eh sekalinya ketemu nanti kamu kembali ke suamimu," balas Ronald dengan emoticon sedih.


"I don't know ke depannya seperti apa, setidaknya kita kan satu kantor jadinya masih sering ketemu dong ya meskipun di jam kerja," jawab Sisil tak mau memberi harapan.


"Yasudah deh.. Semangat ya Sil semoga kedua mertuamu cepat sembuh dan kamu bisa lebih fokus bekerja," jawab Ronald pasrah.


"Thanks.. Sudah sana tidur, aku juga mau istirahat nih, good night Ronald," jawab Sisil yang membuat Ronald tidak ikhlas jika harus berkomunikasi sebentar saja namun apa boleh buat? Dia bukan siapa-siapa dan sekarang orang yang dicintainya sedang berada dalam pelukan sang suami.


"Salah gue kenapa mencintai istri orang, ketika suaminya balik kan gue sendiri yang sedih dan cemburu.. Duh kenapa hidup gue gini amat sih," gumam Ronald sembari menatap fotonya dengan Sisil.

__ADS_1


__ADS_2