
Setelah dua minggu menjalani perawatan di rumah sakit kini baik Dinda juga bayinya sudah di perbolehkan pulang ya meskipun bayinya harus tetap cek up seminggu sekali namun itu tidak masalah bagi Dinda juga Ryan, yang terpenting sekarang keduanya bisa diperbolehkan pulang.
"Selamat siang ibu Dinda Safitri.. Hari ini saya mau memeriksa kondisi ibu ya jika nanti hasilnya baik maka ibu boleh pulang," sapa dokter dengan ramah.
"Iya dok silahkan," jawab Dinda ramah. Lalu dokter memeriksa kondisi Dinda dengan teliti.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Ryan penasaran.
"Kondisi ibu Dinda sudah stabil dan semuanya dalam batas normal jadi hari ini pasien diperbolehkan pulang.. Selamat ya bu akhirnya anda bisa melewati ini semua dengan baik, ibu dan bayinya hebat," puji dokter.
"Jadi saya dan bayi saya boleh pulang dok? hari ini juga?" tanya Dinda tak percaya.
"Iya bu baik ibu Dinda maupun bayinya di perbolehkan pulang, bayi ibu semakin hari semakin menunjukkan perubahan yang signifikan," ucap dokter mengiyakan.
"Alhamdulillah terima kasih banyak dok, saya sungguh bahagia mendengarnya," ucap Dinda terharu.
"Sama-sama.. Setelah ini tugas suami anda untuk mengurus semua berkas agar proses kepulangan anda semakin cepat, nantinya anak anda tetap dilakukan cek up secara rutin ya bu sampai kondisinya benar-benar stabil, setidaknya cek up satu kali dalam seminggu, kalau begitu saya permisi dulu ya bu.." pamit dokter memberi masukan.
"Iya dok saya pasti akan melakukan cek up pada anak saya, makasih dok," jawab Dinda sangat bahagia dan dokter hanya mengangguk saja lalu bergegas keluar ruangan diikuti mahasiswa-mahasiswi yang sedang koas.
"Akhirnya mas aku dan bayiku boleh pulang," ucap Dinda bahagia.
"Iya sayang akhirnya perjuanganmu selama ini membuahkan hasil, kamu memang wanita hebat," puji Ryan dan Dinda tersipu malu.
"Ada kamu juga mas yang menjadi support sistem ku," ucap Dinda.
"Kita saling support satu sama lain sehingga menular ke anak kita, jadi ketika ibunya dianggap sehat anaknya pun juga.." ucap Ryan.
"Iya mas.. Aku gak sabar mau ketemu anak-anak, rasanya udah sangat rindu," ucap Dinda tak sabar.
"Iya sayang setelah ini kamu bisa ketemu anak-anak sepuas mu, anak-anak kasih tau gak nih kalau mommy dan adik kecilnya mau pulang?" tanya Ryan.
"Lebih baik jangan mas biar menjadi kejutan untuk mereka," cegah Dinda dan Ryan menuruti.
"Ok kalau begitu aku kabari keluargamu juga keluargaku dulu ya, setelah itu aku akan ke bagian administrasi untuk menyelesaikan semua berkas," ucap Ryan dan Dinda hanya mengangguk setuju.
__ADS_1
Dinda sudah tidak sabar untuk bertemu kedua buah hatinya.. Sudah lama sekali Dinda tidak bertatap muka secara langsung. Ya meskipun selalu lewat video call namun rasanya kurang.
***
Sore harinya Dinda sudah tiba di rumah kedua orang tua Ryan dengan ditemani kedua orang tua Dinda.
Di sana kedatangan mereka sudah dinantikan oleh orang tua Ryan. Mereka sengaja memasakkan masakan spesial untuk menjamu sekaligus menyambut kedatangan anggota baru di keluarga Hadiningrat.
Farel dan Vanessa merasa kebingungan mengapa oma nya menyiapkan makanan segini banyaknya,
"Oma oma.." panggil Farel dan Ibunya Ryan menghampiri.
"Iya boy ada apa?" tanya ibunya Ryan lembut.
"Kenapa oma masak banyak sekali? Memang ada acara apa sih?" tanya Farel penasaran.
"Iya oma emangnya ada tamu siapa?" tanya Vanessa juga penasaran.
"Tamu spesial dong.. Nanti kalian tau sendiri," jawab ibunya Ryan membuat si kembar semakin penasaran.
"Siapa ya dik?" tanya Farel dan Vanessa hanya menggelengkan kepala tanda tak tahu.
"Nanti kalian bakal tau kok, tunggu saja sebentar lagi pasti akan datang," jawab ibunya Ryan sambil tersenyum.
Farel dan Vanessa lebih memilih diam sembari menunggu siapa akan yang datang.
Benar saja beberapa menit kemudian ada sebuah mobil yang masuk dan parkir di halaman depan.
"Itu tamunya ya oma?" tanya Farel.
"Mungkin.." jawab ibunya Ryan membuat Farel kesal.
"Omaaaa..." rengek Farel yang ikut berjalan mengikuti ibunya Ryan.
"Dik tebak deh itu yang di dalam kayaknya mommy," bisik Farel.
__ADS_1
"Mommy lagi di rumah sakit kak lagian kalau pulang pasti mengabari," ucap Vanessa.
Lalu orang yang dimaksud turun dari mobil dan betapa bahagianya Farel dan Vanessa ketika melihat siapa yang datang.
"Mom.. Mommy?" ucap keduanya tak percaya dan Dinda mengangguk.
"Mommy... Yeay mommy pulang," seru keduanya yang langsung berlari ke arah Dinda.
"Anak-anak mommy.. Kangen gak sama mommy?" tanya Dinda bahagia.
"Tentu dong mom.." jawab keduanya kompak dan Dinda merasa gemas dengan kedua anaknya.
"Aaaa mommy senang mendengarnya, kenapa kalian tambah gendut sih?" tanya Dinda gemas dan menguyel-uyel pipi kedua anaknya.
"Awww sakit mom," rengek Farel dan Vanessa hanya manyun.
"Maaf ya sayang habisnya mommy kangen berat, pulang dari rumah sakit lihat kalian malah tambah gendut gimana mommy gak gemas?" ucap Dinda.
"Selamat sore Bu, apa kabar?" sapa ibunya Ryan sembari bersalaman dan cium pipi kanan kiri.
"Sore juga bu besan alhamdulillah kabar kami baik.. Bagaimana dengan kabar anda dan juga keluarga?" tanya balik Sri.
"Alhamdulillah kami pun juga baik, maaf ya bu waktu itu hanya bisa menjenguk sesekali saja soalnya anak-anak gak ada yang jaga ditambah waktu itu ada pegawai yang mendadak izin," ucap ibunya Ryan tak enak hati.
"Tidak apa-apa bu.. Dengan anda mengurus Farel juga Vanessa dengan baik itu sudah membuat kami senang dan bahagia, setidaknya kita saling bekerja sama.. Saya dan bapaknya Dinda menjaga Dinda sedangkan anda menjaga anak-anak," ucap Sri sungkan.
"Iya bu tetap saja kan saya ini juga ingin menengok cucu saya secara langsung," ucap ibunya Ryan sedih.
"Sudahlah bu yang penting semuanya sehat dan bisa pulang," ucap Sri.
"Iya bu.. Yasudah yuk masuk, aduh keenakan ngobrol sampai lupa ajak masuk," ucap ibunya Ryan malu dan mereka masuk ke rumah mewah kedua orang tua Ryan.
Setelah masuk ke rumah dan duduk di ruang keluarga, bayi Dinda dan Ryan langsung digendong oleh ibunya Ryan. Hati Sri seketika langsung tersentuh melihat ketulusan di dalam keluarga Ryan, baik anak dan juga keluarganya semuanya menerima Dinda dan anak-anak secara terbuka. Setidaknya kini Sri bisa bernafas lega dan pikirannya tenang karena Dinda sudah menemukan kebahagiaannya.
"Kini kamu sudah menemukan rumahmu yang sesungguhnya Din.. Rumah dimana semua penghuninya menerimamu dengan terbuka dan tanpa ada alasan, mungkin inilah jawaban atas rasa sakit yang dahulu pernah kamu rasakan, mungkin ini hadiah atas rasa kecewa, sedih yang dulu pernah kamu pendam.. Sekarang kamu sudah menuai nya dengan indah.. Keluarga Ryan menerimamu dengan baik begitu pula dengan kedua anakmu, meskipun Farel dan Vanessa bukan anak kandung Ryan namun setidaknya mereka menerima dengan ikhlas.. Mereka menganggap Farel dan Vanessa seperti cucu kandungnya sendiri, ibu bahagia melihatnya Din.. Ibu sungguh bahagia," batin Sri merasa bahagia dan juga tenang.
__ADS_1
Lalu mereka melanjutkan berbincang ringan sampai tak terasa waktu sudah malam, kedua orang tua Dinda memutuskan untuk pulang ya meksipun sudah ditawari untuk menginap disini namun kedua orang tuanya sungkan.
Dari luar rumah kedua orang tua Ryan ada yang memantau aktivitas mereka.. Ia merasa tak rela jika sekarang Ryan hidupnya baik-baik saja.