RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Hal Terlarang Ronald & Sisil


__ADS_3

Setelah memastikan semuanya aman, kini Sisil berani keluar apartemen, tanpa disadari olehnya, jarak antara dirinya dengan Rio hanyalah beberapa langkah saja, namun sayang, mereka berdua tidak mengetahui satu sama lain. Rio bergegas masuk ke mobil sedangkan Sisil sedang menuju mobilnya, seharusnya jika Rio lebih peka dan teliti, Rio bisa melihat mobil pemberiannya untuk Sisil terparkir di apartemen ini dan sudah pasti kejadian tadi bukanlah sebuah kesalahan namun sebuah skenario, sayangnya Rio terlalu fokus dengan Sisil berada di dalam apartemen bersama pria lain dan sedang bersenang-senang.


Mungkin hari ini masih hari keberuntungan bagi Sisil, entah besok dan seterusnya.


Sisil melajukan mobil dengan pelan menuju mall yang ada di sekitar apartemen Ronald, setidaknya kali ini Sisil ingin rileks dari dunia yang penuh akan tipu daya. Sisil menuju salon terkenal dan melakukan perawatan di sana. Setelah selesai, kini Sisil melanjutkan kegiatannya berbelanja beberapa pakaian dan makanan. Setelah semua dirasa cukup, Sisil kembali mengemudikan mobilnya menuju apartemen. Sengaja Sisil membeli beberapa makanan dan camilan karena nanti Ronald akan datang kesana setelah selesai jam pulang kerja. Setidaknya dengan ini bisa membalas sedikit kebaikan yang sudah banyak diberikan Ronald pada dirinya, jika tak ada Ronald, entah bagaimana Sisil sekarang. Baginya Ronald adalah pria penolong dan baik hati.


Jam pulang kantor telah tiba, Ronald sudah berada di apartemen Sisil dengan membawa makanan kesukaan Sisil tentunya, beef steak.


"Sil, ini gue bawain makanan kesukaanmu," ucap Ronald yang langsung duduk di sofa empuk.


"Wah beef steak di resto favoritku, makasih loh, Nal, baik banget sama gue, mana gue belum bisa balas kebaikanmu lagi," ucap Sisil sungkan.


"Tak penting itu, melihatmu bahagia saja sudah membuatku senang, teruslah mengikuti kata hatimu dan carilah kebahagiaanmu," ucap Ronald lalu mereka makan bersama dengan nikmat.


Setelah puas makan steak, kini Ronald mengajak Sisil untuk menonton film horor yang baru saja ia beli, awalnya Sisil menolak, namun karena paksaan Ronald akhirnya Sisil mau. Diawal saja sudah menunjukkan bagaimana seramnya film itu dan beberapa kali Sisil tak sengaja memeluk Ronald karena saking takutnya, Ronald merasa nyaman dengan posisi ini ditambah hujan deras diluar sana semakin menambah rasa hangat ditubuh Ronald karena pelukan dari Sisil.


Sebenarnya ada beberapa adegan yang membuat Ronald juga takut bahkan kaget, kadang kala ia juga menjerit namun sekuat tenaga Ronald tahan karena dirinya mau menunjukkan didepan Sisil bahwa film itu tidak membuatnya takut.

__ADS_1


Hampir mencapai akhir film, Sisil yang kebetulan ingin mengambil minum sambil menonton film seketika tak sengaja menindih tubuh Ronald karena sound effect film horor sangatlah menggetarkan isi apartemen, Sisil sungguh kaget.


Segera Sisil bangun dan menyadari jika dirinya sudah kelewat batas, tapi mau gimana lagi? Ini kan kejadian tidak sengaja. "Sorry, Nal, gue gak sengaja," ucap Sisil lirih namun masih bisa didengar.


"Gak papa, namanya gak sengaja kan, rezeki nomplok mana boleh ditolak," gurau Ronald yang langsung dicubit pelan bahu Ronald.


"Aduh.. sakit tau Sil," rengek Ronald pura-pura sedih.


"Tuh kan lebay nya keluar," ejek Sisil lalu Ronald tak bisa berlama-lama mendiamkan bahkan memusuhi Sisil, wanita yang sangat ia sayangi sejak lama.


"Ish ganjen nya, yakin hanya denganku saja? Sama yang lainnya?" goda Sisil terkekeh.


"Im sure.. Only you," jawab Ronald memegang tangan Sisil dan menatap lekat.


"Please deh jangan kayak gini," tolak Sisil tak mau pembicaraan ini terlalu jauh, Sisil takut mengecewakan hati temannya ini.


Merasa Sisil mulai tidak nyaman, akhirnya Ronald mengalah dan menyudahi apa yang seharusnya Sisil tau tentang isi hatinya, Ronald tak mau dengan keegoisannya agar Sisil tau isi hatinya nanti malah membuat Sisil tak nyaman dengannya. "Nonton lagi yuk, nanggung mau selesai," ajak Ronald dan akhirnya mereka kembali fokus menonton film.

__ADS_1


Lagi-lagi sound efek membuat Sisil kaget dan kali ini tak sengaja ia bertatapan dengan Ronald yang ingin menoleh ke Sisil, bibir Sisil juga Ronald tak sengaja bertemu. Keduanya kaget namun tak juga melepas tabrakan bibir itu dan malah bertahan cukup lama, namanya pria jika mendapat serangan tak sengaja begitu apalagi lawannya hanya diam saja seolah pasrah semakin memancing jiwa kejantanan Ronald.


Ronald mencoba mencium bibir Sisil dan kembali tak mendapat tolakan membuat Ronald lebih berani untuk berbuat lebih apalagi Sisil kini memejamkan mata yang artinya menikmati permainan temannya itu. Tak berhenti disitu saja, Ronald juga menjelajahi leher Sisil hingga membuat pemiliknya mengeluarkan suara serak namun seksi, suara *******. Hal itu semakin membuat Ronald terpacu untuk melakukan lebih apalagi dirinya memiliki rasa yang besar pada Sisil jadi rasa ingin memiliki juga tak kalah besarnya.


Hujan semakin deras dan film yang mereka tonton juga sudah selesai, kini giliran Ronald juga Sisil yang bermain, cuaca yang dingin seolah mengisyaratkan jika keduanya bersatu, kini Ronald menggendong Sisil menuju ranjang besar nan empuk dan menidurkan Sisil dengan hati-hati, ketika menggendong hingga menidurkan, tak henti Ronald menciumi bibir Sisil hingga membuat Sisil tak bisa bergerak bebas namun juga menikmati.


Suara desa-han demi desa-han yang dikeluarkan Sisil semakin membuat Ronald terpacu, pakaian yang mereka kenakan kini satu persatu sudah terlepas dan berceceran di lantai. Kini waktunya untuk melakukan penyatuan, setiap gerakan yang dilakukan oleh Ronald tak mengizinkan bibir Sisil untuk terlepas, jadi suara yang dikeluarkan Sisil tertahan oleh bibir Ronald. Keringat sudah membanjiri keduanya, menandakan jika mereka sudah sangat menginginkan sentuhan lebih.


Ronald yang sudah kepalang tanggung pun akhirnya menuntaskan hingga usai, mau berhenti pun keduanya juga sudah sama-sama tak berpakaian, setiap inchi dan lekuk tubuh pun saling terlihat. Akhirnya kini Ronald merasakan surga dunia yang sebenarnya apalagi ia melakukan dengan orang yang sangat ia sayangi sehingga permainan ini sangatlah bergairah untuknya, Sisil pun dirasa Ronald juga demikian. Bahkan kini Sisil malah mendominasi permainan, dia seolah sangat haus akan sentuhan. Permainan panas pun mereka lakukan hampir 1 jam dan akhirnya mereka berdua saling menumpahkan cairan satu sama lain apalagi Ronald menumpahkan nya didalam. Sontak saja setelah selesai ******* Ronald langsung meminta maaf.


"Maaf Sil, harusnya kita gak sampai kayak gini, maaf aku khilaf, aku janji akan bertanggung jawab jika nantinya kamu hamil, aku siap menikahimu karena memang aku menyayangimu sejak lama," ucap Ronald memeluk tubuh Sisil.


"Aku juga minta maaf karena tak bisa menghentikan mu, tak perlu berpikir akankah nantinya gue hamil apa enggak, apa lo lupa kalau gue wanita tanpa rahim," jawab Sisil sedih dan menyeka air matanya yang lolos jatuh di pipi.


"Maaf bukan maksudku menyinggung mu, sungguh aku lupa, sekali lagi aku minta maaf, aku janji setelah ini akan bertanggung jawab penuh tentangmu, jika kamu sudah siap untuk berpisah dengan suamimu, bilang lah, akan aku temui suamimu" ucap Ronald mantap.


Sungguh kejadian ini memang diluar kendali mereka, disatu sisi terkadang Sisil juga rindu akan sentuhan apalagi masalah yang ia hadapi sungguh berat, setidaknya kejadian berdosa ini bisa menghilangkan sejenak penat yang ada di pikiran Sisil.

__ADS_1


__ADS_2