RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Rio Kesusahan Mencari Sisil


__ADS_3

Beberapa hari ini setiap pagi Rio selalu mendatangi kantor tempat Sisil bekerja namun jawaban yang diberikan oleh satpam selalu sama, Sisil tidak terlihat datang. Rio pun hanya bisa berasumsi sendiri jika Sisil sudah tidak lagi bekerja di sana, karena merasa semuanya ini janggal akhirnya Rio nekat menanyakan keberadaan Sisil pada salah satu karyawan yang kebetulan satu ruangan dengan Sisil.


"Mas.. Mas.." panggil Rio.


"Iya ada apa mas?" tanya pria itu.


"Tadi saya tanya sama satpam yang jaga di sana itu katanya karyawan atas nama Sisil sudah lama gak masuk kerja ya? Ini mas fotonya," tanya Rio sembari memperlihatkan foto Sisil.


"Oh Sisil kebetulan dia satu ruangan dengan saya mas dan benar beberapa waktu ini Sisil tidak bekerja karena dia terkena SP dari perusahaan," jawab pria itu membuat Rio kaget.


"Ha? Kena SP? Memang dia melakukan apa?" tanya Rio kaget.


"Karena bertengkar dengan teman kerjanya," jawab pria itu semakin membuat Rio penasaran.


"Apa jangan-jangan pria asing yang dibawa Sisil ke rumah? Dia berantem dengannya?" batin Rio.


"Oh gitu kalau boleh tau siapa teman kerja yang bertengkar dengan Sisil?" tanya Rio kepo.


"Namanya Maya, dia senior di kantor ini," jawab pria itu yang membuat kesalahpahaman Rio sirna sudah.


"Oh.. Yasudah kalau begitu makasih infonya ya mas," ucap Rio berjabat tangan dan pria itu bergegas masuk kantor.


"Kalau Sisil kena SP kenapa mamahnya bilang kalau anaknya berangkat kerja? Apa mamahnya sengaja menjauhkan Sisil darinya?" batin Rio penuh kebimbangan.


Lalu Rio memilih menelpon Sisil meskipun sudah berulang kali panggilannya ditolak.


"Ah sial!! Kenapa sih Sisil selalu saja menghindari dari gue? Gue ini masih suaminya jadi wajar dong kalau gue cariin dia ya meksipun ini desakan dari papah juga sih, tapi kan gue gak mau kalau nanti dianggap suami tak bertanggung jawab," gumam Rio yang sudah masuk ke mobil dan melajukan ke sembarang arah, hari ini pikirannya sungguh kalut karena masalah yang menimpanya tak kunjung usai. Papahnya sudah sembuh dan bisa baikan lagi dengan Sisil eh malah datang masalah baru.

__ADS_1


Sisil yang kebetulan sedang berada di kamar mandi tidak mengetahui jika suaminya menelpon. Bahkan ponselnya pun memang sengaja di silent, ia berpikir siapa yang bakal mencarinya? Toh suami tak pernah tuh menyuruhnya untuk pulang atau pun meminta maaf.


"Ngapain mas Rio telpon sebanyak ini?" gumam Sisil yang kembali meletakan ponselnya dan memilih menikmati nonton TV di apartemen Ronald.


Dalam perjalanan yang tak tentu arah, tak sengaja Rio hampir menabrak seorang pria yang tengah menyebrang. "Ckitttt..." bunyi decitan rem mobil Rio.


"Woi.. Nyopir pakai mata," teriak pria itu sambil menggebrak depan mobil Rio.


"Maaf mas maaf," jawab Rio yang kepalanya keluar dari kaca mobil sambil menelungkup kan tangan.


"Untung saja gak lecet, kalau kenapa-napa awas aja!" gertak pria itu langsung pergi.


Setelah memastikan pria itu beneran menjauh darinya barulah Rio kembali mengendarai mobil dengan pelan dan fokus, ia tidak mau kejadian tadi terulang kembali. Tujuan dia mutar-mutar gak jelas begini kan untuk mencari sisil, tapi yang dicari seolah lenyap ditelan bumi, jejaknya pun sulit diketahui. Akhirnya Rio memutuskan untuk pulang karena sudah sangat lelah dan kepalanya pusing, Rio berharap ketika sampai di rumah papahnya sedang dikamar, jadi Rio tidak pusing memikirkan alasan kenapa belum juga menemukan Sisil.


Perjalanan yang ditempuh selama 10 menit itu kini sudah membawa Rio ke rumahnya, perlahan ia turun dari mobil dan memastikan kondisi rumah sepi. Rasanya Rio seperti maling dirumahnya sendiri, berjalan pelan sambil celingukan kanan kiri untuk memastikan. "Ah aman.. Syukurlah," batin Rio bergegas masuk ke kamar.


"Sisil.. Kembalilah, Sil.." ucap Rio mengigau.


Di satu sisi, papahnya Rio mengetahui jika anaknya sudah pulang, rasa penasaran melanda dirinya apakah sudah membawa Sisil pulang atau belum.


Tok.. Tok.. Tok.. "Rio.." panggil papahnya.


Seketika Rio terbangun dengan kaget dan badannya penuh keringat, ia tak menyangka jika apa yang ada didalam pikirannya itu hanyalah mimpi, namun rasanya seperti nyata. Sisil seperti berbicara padanya dan mengatakan sudah tidak mau lagi hidup berumah tangga dengannya.


"Ya pah.." sahut Rio lalu membuka pintu.


"Mana Sisil?" tanya papahnya serius.

__ADS_1


"Hmm itu pah, anu.." jawab Rio bingung.


"Itu.. Anu.. Apa maksud nya?" tanya papahnya.


"Sisil gak tau kemana pah tapi Rio udah cariin bahkan sampai ke rumah mamahnya, namun ya itu, Sisil gak ada di sana," jawab Rio merasa bersalah.


"Kamu itu gimana? Cari istrimu sendiri aja gak bisa tapi kalau ketemu sama mantan istri selalu bisa, yang serius dong Rio, tunjukkan sifat dewasamu! Mau sampai kapan kamu gini terus? Apa kata orang kalau sampai ada yang tau jika Sisil kabur dari rumah? Kamu mau membuat kedua orang tuamu malu lagi?" sindir papahnya Rio murka.


"Bukan begitu pah, tapi Rio juga bingung harus cari Sisil kemana lagi, di rumah orang tuanya gak ada, di kantor saja gak ada pah, Sisil di SP," jawab Rio.


"Apa? Kenapa bisa sampai di SP?" tanya papahnya.


"Kata rekan sekantor nya Sisil bertengkar dengan seniornya," jawab Rio.


"Payah.. Kamu benar-benar pria yang payah! Papah sampai gak tau lagi harus bicara denganmu pakai model apa, istri sedang ketimpa musibah harusnya kamu lebih perhatiin, tanyain apa sebabnya dan lebih lagi mencari Sisil bahkan bisa saja kamu pakai bantuan hacker andalanmu itu, udah tau istrinya sampai di SP, gak tinggal sama orang tuanya tapi kok diam saja, santainya minta ampun!" sindir papahnya Rio sangat kesal.


"Rio harus gimana lagi sih pah?? Bahkan temannya Sisil itu hanya teman arisan, teman happy-happyan, gak mungkin kalau Sisil tinggal di salah satu dari mereka, apa Sisil nantinya gak malu? Selama ini dilingkup pertemanannya kan Sisil terkenal paling glamour," tanya Rio.


"Itu bukan urusan papah, kalau sampai 2 hari lagi belum bisa membawa Sisil kemari, maka biar papah yang akan langsung mencarinya, ingat itu!" gertak papahnya Rio.


"2 hari waktu yang singkat pah, Rio kan juga harus kerja," protes Rio.


"2 hari atau papah sendiri yang mencari," gertak papahnya Rio.


"Oke.. Oke.. Rio bakal lebih berusaha mencarinya, sekarang papah kembali ke kamar gih, Rio capek mau istirahat," jawab Rio terpaksa. Lalu Rio bergegas meminta bantuan temannya untuk mencari keberadaan Sisil.


"Istrimu ada di suatu tempat dan letaknya tidak jauh dari rumahmu," ucap temannya Rio yang bernama Hans.

__ADS_1


Kira-kira bagaimana ya nanti ekspresi Rio ketika tau dimana lokasi persembunyian Sisil?


__ADS_2