RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Dinda Pemenangnya


__ADS_3

"Selama ini istrimu itu bermuka dua mas, di depanmu dia berlagak sangat menyayangi Farel seperti anak kandungnya sendiri, tapi apa kamu tau bagaimana perlakuan dia ketika di belakangmu? Dan kata apa saja yang sudah dia lontarkan kepada Farel, coba sebutkan nyonya besar Rio Suganda," ucap Dinda tegas.


"Sisil... Katakan yang sejujurnya," gertak Rio.


"Beneran mas aku gak tau maksud dia ngomong begitu itu apa? Halu kalik, katanya lu kesini mau minta duit? Yaudah minta aja habis itu cabut dari sini, jangan bikin onar deh," cibir Sisil mulai gugup.


"Sisil... " ucap Rio geram.


"Ah kelamaan deh, pakai drama segala," sindir Dinda lalu memutar rekaman suara Farel.


"SISIL!!! APA BENAR YANG DIKATAKAN FAREL? KAMU SUNGGUH KETERLALUAN," ucap Rio sangat emosi.


"Mas.. Bisa aja ini ulah dia supaya kita bertengkar, apa bisa aja dia menyuruh Farel untuk mengatakan itu," protes Sisil gelagapan.


"Cih.. Untungnya apa untuk gue menyuruh anak kandung gue sendiri berbohong, jangan memutar balikkan fakta, semua sudah jelas, oh apa perlu gue panggilkan Farel kesini dan biar Farel mengatakan semuanya," cibir Dinda.


"Mana Farel? Bawa kesini," pinta Rio dan Dinda menuruti, lalu Farel ikut bergabung dengan mereka dan benar saja Farel mengatakan sesuai dengan isi rekaman Dinda.


"Semua sudah jelas kan? Sesuai perjanjian ya mas aku berhak mengambil Farel kalau terbukti kalian lalai merawat dan menjaganya, memang Sisil tidak main tangan tapi setidaknya perkataan istrimu itu langsung ke psikisnya mas.. Bagaiman kalau nantinya Farel terus menerus tinggal disini? Bisa kena mental mas, aku gak terima itu," ucap Dinda tegas.


"SISIL... AKU BENERAN KECEWA PADAMU, SELAMA INI AKU PIKIR KAMU MEMANG MENYAYANGI FAREL DENGAN TULUS, KAMU SENDIRI YANG MENYURUH KU UNTUK MEMILIKI ANAK DARI PEREMPUAN LAIN LALU KENAPA SEKARANG KAMU MENCAMPAKKAN FAREL? DIMANA LETAK KEMANUSIAAN MU?" teriak Rio sangat murka.


"Mas ini gak seperti yang kamu kira, aku memang sayang dan sudah menganggap Farel anak kandungku sendiri, percayalah mas.. Ini ulah mantan istrimu itu, dia cemburu pada kita," ucap Sisil membela diri.


"Gue? Cemburu dengan kalian? Cih.. Jangan mimpi, yang ada gue masih sakit hati dengan kalian yang sudah memanfaatkan rahim ku agar kalian memiliki keturunan, sampai kapanpun perlakuan kalian tidak akan pernah gue lupakan, ingat itu," gertak Dinda.


"Tapi kamu posisinya sebagai istri dan di nikahi," cibir Sisil.

__ADS_1


"Iya.. Memang benar gue di nikahi secara resmi namun semua itu hanya kedok semata, mulai hari ini hak asuh Farel resmi jatuh ke tanganku," ucap Dinda dengan tegar.


"Gak... Aku gak setuju, setidaknya ini bukan masalah serius, Din jangan mulai bendera perang ya," ucap Rio serius.


"Kalian sendiri yang berulah kini aku mengambil hak nya kenapa kalian yang gak terima, sudah terima saja kesalahanmu mas, kalau gitu aku pamit pulang dulu," ucap Dinda tak mau memperpanjang masalah


"Aku akan menuntut ini di pengadilan, tunggu saja," ancam Rio.


"Dengan senang hati akan aku tunggu mas yang terpenting besok semua pakaian dan barang milik Farel tolong pindahkan ke rumahku, aku tunggu" sindir Dinda enteng dan Rio semakin geram, ia kehabisan kata-kata karena sekarang Dinda sudah berubah, dia bukan lagi gadis penurut yang mudah di bohongi.


"Jangan senang dulu ya, lihat saja nanti siapa yang akan menang," ejek Sisil.


"MASUK..." gertak Rio geram dan Sisil akhirnya menurut meskipun ja kesal.


"Sialan.. Bisa-bisanya ya mas Rio memarahiku di depan Dinda, harga diri gue mau taruh dimana coba? Awas kamu mas," batin Sisi.


***


Setelah sampai rumah, kedua orang tuanya sudah tidak sabar menanyakan perihal Farel. Apa yang mendasari Dinda merebut kembali Farel dari mantan suaminya.


"Din sini duduk dulu ada yang mau kami bahas," pinta Sri dengan serius.


"Iya bu, pasti tentang Farel ya?" tebak Dinda.


"Benar.. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa Farel bisa kamu ambil alih dengan mudahnya?" tanya Sri penasaran.


"Memang ini sudah waktunya bagi Dinda untuk merawat kedua anak Dinda bu, ini jawaban doa Dinda selama ini.. Mungkin ini waktunya," jawab Dinda penuh syukur.

__ADS_1


"Maksud ibu apa yang terjadi dengan Farel ketika di rumah mantan suamimu itu sehingga kamu membawa dia kemari, jangan membuat ibu penasaran," desak Sri.


"Jadi begini bu ketika Dinda mengantarkan Farel masuk ke rumah, dia menolak bu, awalnya Dinda berfikir mungkin Farel masih kangen dan ingin lebih lama lagi main sama Dinda tapi ternyata salah, Farel memang sudah tidak mau tinggal lagi dengan mas Rio dan Sisil, katanya ketika mas Rio gak ada Sisil selalu mengatakan hal buruk kepada Farel, namun ketika sedang ada mas Rio lagaknya Sisil sangat menyayangi Farel.. Ini buktinya bu," jawab Dinda lalu menyetel rekaman suara Farel.


"Astaga.. Ini bener? Kurang ajar sekali dia, kamu sampai menderita seperti ini itu karena Sisil dan dia juga yang kekeh ingin memiliki anakmu, setelah semuanya di raih eh malah dia menyia-nyiakan begitu saja, ibu gak terima ini.. Ayo antar ibu ke rumah Rio sekarang," ucap Sri geram.


"Sudah bu jangan di perpanjang lagi, dinda sudah memenangkan Farel bagi dinda sudah cukup bu, biarkan mas Rio menuntut ke pengadilan yang terpenting dinda punya buktinya," ucap Dinda malas berdebat.


"Sampai kapan kamu selalu di permainkan seperti ini? Mereka sudah kelewatan Dinda," ucap Sri geram.


"Biarkan mas Rio mengurus protesnya di pengadilan bu, setelah itu lihat saja apa yang akan Dinda lakukan pada mereka," ucap Dinda tersenyum smirk.


"Kamu punya rencana apa Din? Ibu minta jangan sampai rencana mu itu membahayakan mu," pinta Sri khawatir .


"Santai saja bu, doakan selalu setiap langkah Dinda memperoleh keadilan agar semuanya di lancarkan, Dinda tidak sendiri bu, ada pak Ryan yang siap membantu," ucap Dinda menenangkan.


"Ibu percaya padamu, semoga keadilan selalu menyertai mu," harap Sri dan Dinda mengaminkan.


Lalu Dinda pergi ke kamar kedua anaknya untuk bermain bersama namun sayang, mereka sedang tertidur pulas. Alhasil Dinda menjadi bingung mau melakukan apa, akhirnya dia mendapatkan ide untuk menghubungi pak Ryan dan berkonsultasi mengenai gugatan Rio nantinya.


"Halo selamat siang bu.. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa Ryan ramah.


"Selamat siang Pak Ryan maafkan kalau saya tiba-tiba menelfon dan menganggu waktunya, saya mau berkonsultasi pak," ucap Dinda sungkan.


"Oh iya bu silahkan, dengan senang hati saya akan membantu ibu," Ucap Ryan.


"Jadi begini pak tadi saya selesai bermain dengan Farel dan saya mengantarkan dia pulang, namun tiba-tiba Farel menolak pulang dan mengatakan bahwa selama ini sikap Sisil di belakang mas Rio itu berbeda 180 derajat, anak saya sering mendapatkan perlakuan dan perkataan yang sangat buruk, bukti rekaman suara anak saya juga ada pak, lalu saya menemui mas Rio dan istrinya, akhirnya mas Rio mengakui kalah dan sesuai perjanjian cerai dulu kalau mas Rio terbukti lalai menjaga dan merawat Farel maka hak asuh langsung jatuh ke tanganku, mas Rio tidak terima itu dan akan mengajukan gugatan di pengadilan, bagaimana menurut pak Ryan? Apakah nanti saya akan menang?" tanya Dinda penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2