RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Rio Menemui Dinda


__ADS_3

Setelah semuanya sudah kondusif dan Dinda sudah bisa kembali beraktivitas, kini Dinda kembali bekerja lagi ya meskipun gak full di kantor.


Hari ini pekerjaan di kantor longgar dan Dinda berniat ketika jam istirahat mau pulang, namun semuanya jadi tertunda ketika ada tamu yang datang ke kantornya, dia adalah Rio Suganda.


"Hai Din apa kabar?" sapa Rio.


"Kabar baik mas, ada perlu apa sampai datang kemari?" tanya Dinda to the poin.


"Ada yang mau aku katakan padamu Din tapi kayaknya gak pas kalau disini, gimana kalau kita cari kafe dekat sini saja?" tawar Rio.


"Lebih baik di ruangan kerjaku saja mas, aku takut nanti ada kesalahpahaman," ucap Dinda menolak dan akhirnya mereka menuju ruangan Dinda.


"Silahkan duduk mas," ucap Dinda mempersilahkan.


"Iya makasih," jawab Rio lalu duduk.


"Katakan mas ada hal apa yang ingin di sampaikan?" tanya Dinda penasaran.


"Ini mengenai nafkah bulanan anak-anak.. Sepertinya mulai sekarang dan sampai gak tau kapan, aku gak bisa memberi seperti biasanya, mau gak mau aku harus melunasi hutang-hutang perusahaan dulu agar perusahaan keluargaku tidak jatuh ke tangan yang salah, apakah kamu keberatan Din?" tanya Rio sedih dan sedikit malu.


"Memang hutang perusahaan belum lunas mas? Apa banyak sekali?" tanya Dinda kaget.


"Sebenarnya semuanya sudah namun aku kelupaan pada satu perusahaan yang ada di Singapura, ya sebenarnya bukan berhutang sih melainkan membalikan modal yang dia tanamkan di perusahaan ku, dia memberi tenggang waktu 3 bulan dan ini sudah berjalan dua bulan.. Mau gak mau aku harus memangkas semua pengeluaran termasuk nafkah untuk anak-anak, aku janji setelah semuanya kembali normal bakal aku kasih utuh," ucap Rio memohon.


"Ya mau bagaimana lagi? Posisimu sedang bermasalah jadi ya mau gak mau aku harus menerimanya dong.. Ya kan? Lagian uang yang selalu kamu berikan setiap bulannya itu utuh kok mas, aku selalu mentransfer nya di rekening anak-anak.. Sekarang mereka sudah aku buatkan ATM," ucap Dinda membuat Rio kaget.


"Apa? Tapi bagaimana bisa? biaya hidup selama ini bukan dari uang yang aku kasih?" tanya Rio kaget.


"Bukan mas.. Semua dari uang mas Ryan, suamiku.. Dia beneran tanggung jawab dan menerima aku serta anak-anak dengan baik dan tulus, selama ini kamu selalu meremehkan dia kan karena kamu pikir gak bakal mampu menghidupi kami? Tapi nyatanya sekarang keadaan berbalik padamu mas.. Kamu yang mengatakan dengan sendirinya jika keberatan dengan uang nafkah anak-anak sebanyak itu," ucap Dinda menahan emosi.


"Suamimu dapat uang darimana?" tanya Rio.


"Dari bekerja lah mas memang kamu pikir mas Ryan itu pengangguran apa? Kamu mana tau sebenarnya dia tuh siapa," sindir Dinda.

__ADS_1


"Memang suami kamu itu misterius Din, bisa-bisanya kamu menikah dengan dia," ucap Rio mengejek.


"Mas kedatangan mu kesini kan untuk membahas nafkah anak-anak bukan untuk menghujat suamiku, mau sampai kapan kamu bakalan terus menerus menghina dia? Sudahlah mas terima saja nasibmu yang kalah dengan mas Ryan.." ucap Dinda kesal.


"Apa kamu gak curiga jika suamimu itu punya bisnis haram di belakangmu?" tuduh Rio.


"Jangan asal bicara ya mas.. Jika tidak ada bukti jangan berkoar, aku percaya pada suamiku dan dia tidak seperti yang kamu tuduhkan," ucap Dinda membela Ryan.


Orang yang sedang dibicarakan pun diam-diam mendengarkan lewat pintu, ketika omongan Rio semakin membuatnya kesal kini Ryan terpaksa masuk dan menunjukkan keberadaannya.


"Pak Ryan?" gumam Rio kaget.


"Yes.. Its me, how are you Rio Suganda? Ada apa mendatangi kantor istri orang? Ingat ya pak, yang ada di depan anda sekarang ini adalah milik saya, dia istriku.. Jadi jaga batasan anda," sindir Ryan yang langsung merangkul pundak Dinda.


"I know.. Kedatangan saya kemari membahas anak-anak," jawab Rio kesal.


"Ada apa dengan anak-anak? Diawasi orang? Diculik? Atau apa? Berita apalagi yang mau anda katakan pada Dinda?" tanya Ryan kesal.


"Oh itu.. Memangnya kenapa? Anda sudah tidak sanggup?" tanya Ryan mengejek.


"Bukan tidak sanggup melainkan menurunkan nominal untuk sementara waktu," jawab Rio.


"Wah wah wah.. Ada apa dengan Rio Suganda? Kenapa nada bicaranya merendah seperti itu? Mana Rio yang biasanya hanya mengejek dan menghina orang? Mana rasa angkuh mu itu?" tanya Ryan tersenyum smrik dan Rio hanya diam saja.


"Mas sudahlah.." bisik Dinda meredam keadaan.


"Ya baiklah.. Tapi sebelum itu aku mau memberikan syok terapi padanya," ucap Ryan membuat Dinda curiga.


"Mas mau ngapain?" bisik Dinda.


"Tenanglah ini seru kok," jawab Ryan mendekati Rio.


"Tuan Rio Suganda yang terhormat.. Daritadi tanpa sepengetahuan anda juga Dinda, saya berada di belakang pintu itu dan mendengarkan semua percakapan kalian.. Jadi saya cuma mau memberitahu tentang apa yang seharusnya anda ketahui, saya tidak pernah sekalipun memiliki bisnis haram seperti apa yang anda tuduhkan dan memang benar apa yang dikatakan Dinda jika Ryan Hadiningrat tidak seperti yang kamu tuduhkan itu.. Jauh sekali tuduhan anda, mau tau darimana penghasilan saya selain dari pengacara? Anda penasaran sekali kayaknya sampai mengatakan saya ini misterius dan mengatakan pada Dinda kenapa menikah dengan saya," ucap Ryan terpotong.

__ADS_1


"Mas sudahlah jangan buat keributan," ucap Dinda mencegah.


"Mantan kamu dulu yang memulainya, selama ini aku sudah diam namun selalu saja dia mengusik rasa diam ku," ucap Ryan tersulut emosi.


"Katakan darimana anda memiliki uang sebanyak itu sampai menyekolahkan anak-anakku di IIS," tantang Rio.


"Dengan senang hati saya akan mengatakan, anda tau nama Hadiningrat dalam dunia bisnis? Jika anda tidak tau bahkan tidak mengenal berarti level bisnis anda masih kaleng-kaleng.. Tanyakan sama orang tua anda siapa keluarga Hadiningrat yang sebenarnya, sudah pasti nantinya anda yang akan malu karena selalu saja mengejek dan merendahkan saya," ucap Ryan dengan angkuh.


"Halah katakan saja sekarang kalau memang benar," tantang Rio.


"Keluarga Hadiningrat adalah pebisnis handal dan terkenal di kalangan pebisnis hebat, tidak semua perusahaan bisa bekerja sama dengan keluarga saya apalagi perusahaan keluarga Hadiningrat tidak hanya bergerak di Indonesia saja melainkan sudah sampai mancanegara, di belahan dunia selalu saja ada anak cabang dari Hadiningrat grup ya meskipun tidak semua nama perusahaan ada nama Hadiningrat nya.. Dan apa kamu tau sayang waktu kita periksa kandungan di Singapura? Kamu bilang itu rumah sakit terkenal juga mahal kan? Memang kamu benar itu rumah sakit besar di Singapura dan separuh sahamnya di miliki oleh Hadiningrat grup, maka gak heran kan kenapa pelayanan kamu selalu diutamakan?" ucap Ryan yang membuat Dinda dan Rio melongo tak percaya.


"Serius mas? Kamu gak bohong kan?" tanya Dinda memastikan.


"Sudah pasti hanya membual lah mana mungkin suamimu sekaya itu, kalau pun iya harusnya kamu sudah tau dari awal dong mengapa harus di sembunyikan," ejek Rio.


"Mau bukti? Mari.." tantang Rio lalu menelpon seseorang.


"Halo? Hutang Rio Suganda denganmu apakah sudah lunas? Jika belum maka akusisi saja perusahaannya sekarang juga.. Kamu sudah menunggu cukup lama kan?" ucap Ryan pada seseorang yang membuat Rio curiga.


"Oke gue tunggu kabar baiknya," ucap Ryan lalu mematikan panggilan.


"Anda berbicara dengan siapa?" tanya Rio penasaran dan curiga.


"Tentu saja dengan Boy Yudhistira.. Anda pasti mengenalnya kan," ucap Ryan tersenyum mengejek.


"Apa? Darimana anda kenal dengannya?" tanya Rio tak percaya.


"Oh tentu saja kenal malah kami kenal dekat, lihat saja nanti anda mendapat info apa.. Ingat tuan Rio Suganda, jangan macam-macam dengan saya karena kekuasaan yang anda punya hanya secuil yang saya punya," ucap Ryan dengan sombongnya dan Rio bergidik ngeri.


Setelah mendapat gertakan seperti itu kini Rio mendapat kabar bahwa perusahaannya akan segera di akusisi oleh Boy dalam waktu 2×24 jam.. Mendengar berita itu Rio menjadi murka dan kembali mengingat perkataan Ryan beberapa menit yang lalu.


Rio melirik ke arah Ryan dengan tatapan tajam dan penuh dendam, sekarang dia baru mengetahui jika suami Dinda bukanlah orang sembarangan. Selama ini ia salah menilai suami Dinda..

__ADS_1


__ADS_2