RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Sisil Diketahui (3)


__ADS_3

"Ngapain mamah jenguk mas Rio? Harusnya gak usah," protes Sisil.


"Ya habisnya mau gimana lagi? Rio masih menantu mamah jadi rasanya gak etis dong kalau mamah gak jenguk dia, niatnya baik malah mamah di usir mamahnya Rio, gini kan mamah kesal," ucap Ira kesal.


"Mamah sampai diusir? Kenapa mah?" tanya Sisil kaget.


"Ya itu mamah terus berkelit ketika ditanya dimana lokasimu, Rio makin lama makin emosi dan mamahnya gak kuat melihat perdebatan mamah jadinya mamahnya Rio memutuskan mengusir mamah dengan dalih demi kesembuhan Rio, mamah seperti gak punya harga diri Sil," keluh Ira.


"Kurang ajar sekali mereka.. Apa mamah tau kalau tadi Sisil juga ke sana dan sialnya ketahuan mas Rio, untung Sisil bisa kabur coba kalau enggak.. Duh mungkin Sisil masuk penjara hari ini juga," ucap Sisil.


"Apa? Kamu nekat sekali sih kan mamah udah bilang jangan jenguk suamimu, kamu ini aneh.. Gak mau masuk penjara tapi nekat ketemu suami," cibir Ira geram.


"Habisnya Sisil gak tega mah Sisil terus kepikiran," jawab Sisil sedih.


"Sekarang kamu fokus dengan keselamatanmu, jangan mikir lainnya termasuk suamimu itu," perintah Ira.


"Mana bisa mah?" tanya Sisil kesal.


"Harus bisa atau kamu mau balik lagi ke penjara, ingat Sil kamu udah melangkah sejauh ini," tegur Ira.


"Gak mau mah.. Sisil gak seharusnya di penjara, yang Sisil lakukan kan aslinya untuk balas dendam sama Dinda.. Coba kalau mas Rio gak cinta sama Dinda mana mungkin Sisil melakukan hal seperti itu," keluh Sisil.


"Dinda lagi.. Tadi mamah bersitegang sama suamimu juga ada membahas tentang Dinda, kata suamimu hidupnya jadi hancur karena sudah menuruti kemauan kita.. Gimana mamah gak marah coba?" ucap Ira membuat Sisil kaget.


"Apa?? Jadi mas Rio masih saja mengungkit Dinda ketika dia sedang sakit? Memang ya Dinda makin hari makin meresahkan, udah punya suami juga masih saja mas Rio memikirkannya," keluh Sisil merasa kesal.


"Pokoknya gue harus buat perhitungan sama Dinda, besok bakal gue datengin tuh kantornya," batin Sisil sambil mengepalkan tangan.


Tanpa di sadari oleh mereka, ponsel Ira sudah dibajak oleh kepolisian dan percakapan mereka di dengar jelas bahkan di rekam.


***


"Selamat sore pak," sapa petugas kepolisian.


"Sore.. Ada informasi apa?" tanya kepolisian.


"Siap pak saya mau melaporkan perihal kasus saudari Sisil, kami sudah membajak ponsel ibunya dan di sana ada percakapan dengan seorang perempuan yang kemungkinan adalah Sisil.." ucap petugas.


"Bagus.. Lacak terus siapa saja yang berkomunikasi dengan ibunya dan kalau dibutuhkan lacak juga penelpon itu agar kasus ini segera teratasi," perintah atasan.

__ADS_1


"Baik Pak siap laksanakan," jawab petugas sigap dan bergegas mengerjakan tugasnya.


Kepolisian tidak hanya membobol ponsel Ira namun juga Sisil, meskipun kepolisian agak susah melacak Sisil namun akhirnya ada titik terang juga. Di sana memang tertera jelas bahwa yang berkomunikasi terakhir dengan Ira adalah Sisil.. Kepolisian lalu melacak keberadaan tersangka namun sayangnya ponsel Sisil mati.


"Bagaimana ini pak? Ponsel tersangka posisinya mati," tanya petugas.


"Yasudah lacak saja keberadaan terakhirnya dan mulai besok kita akan lebih fokus lagi," jawab petugas lainnya.


"Baik.." jawab petugas lalu berkutat di laptop.


25 menit berkutat ada secercah informasi dimana lokasi terkahir Sisil berada.


"Lokasi terakhir saudari Sisil ada di rumah sakit dan Hotel Mawar pak, apa kita langsung saja ke sana?" tanya petugas.


"Boleh.. Mari kita ke sana sekarang," jawab petugas lainnya dan mereka semua pergi ke lokasi dimana terakhir kali Sisil berada.


Dewi keberuntungan masih berpihak pada Sisil, setelah kepergok Rio di rumah sakit Sisil langsung pindah ke hotel dan menonaktifkan GPS.. Ya meskipun nantinya masih bisa terlacak dimana keberadaan Sisil tapi setidaknya posisi dia aman.. Semua email dan GPS dia nonaktifkan.


"Selamat malam, kami dari polsek makmur jaya ingin meminta informasi mengenai salah satu pengunjung hotel," sapa petugas polisi.


"Selamat malam Pak.. Kalau boleh tau dengan pengunjung atas nama siapa?" tanya resepsionis ketakutan.


"Sebentar pak saya cek dulu," jawab resepsionis mengecek tamu hotel di komputer dengan tangan gemetaran.


"Maaf Pak untuk pengunjung atas nama Sisil tidak ada di daftar pengunjung sini," ucap resepsionis.


"Apakah anda pernah melihat orang ini menginap disini?" tanya petugas polisi sambil menunjukkan foto Sisil.


"Maaf Pak saya tidak pernah melihat pengunjung ini," jawab resepsionis gugup.


"Anda tidak berbohong? Jika nantinya anda ketahuan berbohong maka nantinya anda bisa kami pidanakan," ancam polisi.


"Benar Pak saya tidak pernah melihat dia dan di daftar pengunjung tidak ada nama yang bapak maksud," jawab resepsionis ketakutan.


"Baiklah.. Bisa sebutkan siapa saja pengunjung yang cek out hari ini?" tanya polisi.


"Bisa Pak.. Yang cek out hari ini ada 3 pengunjung dan dua diantaranya berkeluarga, yang satu hanya seorang diri.." jawab resepsionis jujur.


"Siapa nama pengunjung yang datang sendirian?" tanya petugas.

__ADS_1


"Atas nama Astuti Rahayu pak," jawab resepsionis.


"Bisa kami melihat foto KTP nya?" pinta polisi dan resepsionis memberikan fotokopi KTP Astuti.


"Bukan.. Dia bukan yang sedang kami cari, yasudah kalau begitu kami permisi dulu dan terima kasih atas kerjasamanya, kalau suatu hari anda melihat keberadaan dia tolong segera kabari kami," ucap petugas dan berlalu pergi.


Lalu pihak kepolisian menelpon Rio.


"Halo selamat malam Pak Rio," sapa petugas.


"Selamat malam.. Ada apa pak?" tanya Rio.


"Kami ingin memberikan informasi bahwa keberadaan saudari Sisil sudah kami ketahui namun ketika kami ke sana target sudah tidak ada.." ucap polisi.


"Kenapa Sisil licin sekali dan susah di tangkap? Siapa yang membantu dia?" batin Rio heran dan berpikir keras.


"Halo pak Rio apakah anda mendengarkan kami?" tanya petugas kepolisian.


"Saya mendengarkan Pak.. Saya hanya kaget ketika mendengar istri saya berhasil lolos padahal tadi siang jelas-jelas dia berada di rumah sakit tanpa memakai penutup apapun," jawab Rio heran.


"Benar Pak.. Lokasi terakhir yang sudah kami ketahui ada di rumah sakit tempat bapak Rio di rawat dan juga di hotel mawar, namun sayangnya di hotel tidak ada pengunjung atas nama Sisil bahkan kami sudah menunjukkan foto istri anda namun hasilnya nihil," ucap petugas.


"Yasudah kalau begitu makasih banyak infonya Pak.. Saya besok akan ikut mencari," jawab Rio.


"Baik Pak.. Selamat malam," jawab petugas lalu mereka mengakhiri obrolan.


"Sisil Sisil.. Kenapa kamu mudah sekali kabur dari kejaran polisi? Siapa yang melindungi mu sampai segitunya? Bukannya menyadari kesalahan malah kamu membuat masalah dan masalah," gumam Rio pusing memikirkan istrinya.


Ting... Notifikasi ponsel Sisil.


"Untung saja kamu menonaktifkan semua GPS dan email, tadi ponselmu dibajak oleh polisi, untung saja aku mengetahuinya dan berhasil mengelabuhi polisi.. Mulai besok lebih waspadalah, identitas mu hampir terbongkar," isi chat hacker Sisil.


"Berarti ponsel gue udah dibajak dong? Bahaya nih.. Lalu gue harus lakuin apa?" jawab Sisil panik.


"Selagi gue masih bisa handel akan gue bantu sebisanya, intinya mulai besok lebih waspadalah.. Mungkin mereka tau nomer mu dari komunikasi mu dengan ibumu, bisa saja polisi curiga dengan ibumu lalu membajak ponselnya dan kebetulan sedang berbincang denganmu," ucap hacker membuat Sisil syok.


"Ok makasih infonya dan makasih udah bantuin gue," jawab Sisil dengan perasaan gelisah.


"Sialan berarti mulai sekarang gerak gerik gue dan mamah di awasi dong, ahh sial.." gumam Sisil kesal.

__ADS_1


__ADS_2