
Weekend adalah hari liburnya dalam bekerja begitu juga dengan Sisil, karena dirinya gabut di rumah dan semua temannya sudah ada acara, akhirnya Ronald menghubungi Sisil untuk menanyakan apakah hari ini dia sibuk atau tidak.
Ting.. Suara chat masuk di hp Sisil.
"Hai girl, hari ini sibuk gak nih? Hangout yuk," ajak Ronald yang langsung centang biru.
"U know this is weekend?" balas Sisil.
"Yes i know.. So what?" balas Ronald.
"Udah jelas dong weekend gue di rumah, kalau gue adanya keluyuran terus apa kata mertua," ucap Sisil yang membuat Ronald sedih.
"Emang posisimu sekarang dimana?" tanya Ronald penasaran.
"Di rumah mas Rio," balas Sisil.
"Loh? Kalian sudah seatap lagi?" tanya Ronald kaget dan pupus lah sudah harapannya kepada Sisil.
"Sudah.. Semenjak papah mertua pulang dari rumah sakit," jawab Sisil yang semakin membuat hati Ronald sakit.
"Oh.. Padahal gue suntuk banget di rumah," balas Ronald mengalihkan obrolan.
"Mau gimana lagi dong? Gue kalau weekend mending di rumah saja daripada ribut," balas Sisil.
"Yasudah deh, bye.." balas Ronald dan tidak dibalas lagi oleh Sisil.
Ronald sungguh sesak hatinya mengetahui Sisil sudah serumah lagi dengan suaminya, sudah pasti mereka satu ranjang dan... ah membayangkannya saja sakit apalagi nanti tau sendiri dari mulut Sisil. Kenapa setiap kali Ronald jatuh cinta selalu saja ada halangan nya, entah itu pacar orang, belum bisa move on dan yang lebih parah ya ini.. Istri orang.
Ketika Ronald sedang melamun kan nasibnya, temannya menghubungi.
"Hai bro lagi dimana lu?" tanya temannya.
"Di rumah," jawab Ronald malas.
"Haha weekend di rumah? Kasian amat sih lu, mainlah," ejek temannya.
"Sial.. Udah bilang aja mau apa telpon gue?" tanya Ronald malas basa basi.
__ADS_1
"Kenapa sewot banget sih? Gak dijatah Sisil? Haha.." ejek temannya.
"Hei dijaga tuh mulut.. Sisil mah bini orang," jawab Ronald yang membuat temannya kaget.
"Ha? Serius lu? Jangan ngada-ngada deh," tanya temannya tak percaya.
"Serius.. Buat apa gue bohong" jawab Ronald serius.
"Lalu selama ini berarti kalian..." ucap temannya terpotong.
"Napa? Selingkuh? Gak lah.. Gue sama Sisil belum pernah berbuat yang aneh-aneh seperti yang ada di otakmu, selama ini dia dekat ya sedang ada konflik sama suaminya, baru-baru ini aja mereka baikan dan seatap lagi," ucap Ronald yang dijawab gelak tawa temannya.
"Haha naas banget sih nasibmu.. Selalu aja ada halangan, makanya selidiki dulu sebelum dekati cewe," ejek temannya.
"Gue udah tau dari awal begitupun dengan Sisil yang sudah mengatakannya ketika kita kembali bertemu," jawab Ronald.
"Gila tuh cewek.. Jujur punya suami tapi mau jalan bareng sama cowok lain, ketauan suaminya tau rasa lu bro," ejek temannya.
"Itu yang terkadang gue takutkan tapi mau gimana lagi bro, mau mundur udah kepalang tanggung," jawab Ronald.
"Lu udah gak waras bro.. Udah tau suami orang masih aja di deketin," tegur temannya.
"Ah ruwet cerita cintamu, masih banyak cewek lain diluar sana.. Jangan menunggu istri orang," tegur temannya.
"Kepalang tanggung, gue yakin kalau nanti Sisil di deketin terus bakalan luluh kok sama gue dan mau meninggalkan suaminya," jawab Ronald semakin membuat temannya tak percaya.
"Gila gila.. Otakmu sudah di penuhi dengan Sisil," ucap temannya heran.
"Habis ini gue mau ke rumah suaminya," ucap Ronald nekat.
"Jangan nekat bro.. Kasihan Sisil nantinya," tegur temannya.
"Biar suaminya tau kalau Sisil udah gak nyaman lagi dengannya," jawab Ronald.
"Ah susah ngomong sama orang yang terlalu bucin," ucap temannya menyerah.
"Demi kebahagiaan Sisil," jawab Ronald.
__ADS_1
"Serah deh serah lu mau gimana, ingat bro dia tuh suami orang dan sekarang tinggal di rumah suaminya kan? Jangan sok jagoan yang punya 9 nyawa," tegur temannya.
"Nyawa gue 20," ejek Ronald meremehkan.
"Ah serah deh.. Gue gak mau nanggung resiko," jawab temannya kesal.
"Makanya jangan sok nasehati gue kalau lo sendiri aja masih jomblo," ejek Ronald.
"Hei gue jomblo tapi masih punya otak, gue juga selidiki dulu mana cewek yang mau gue dekati, kalau dia dah ada pacar bahkan suami ya mending mundur daripada hancur," protes temannya.
"Ah jomblo ya jomblo aja," ejek Ronald.
"Udah sana samperin rumahnya dan gue bakalan tunggu kabar terbarumu," ucap temannya.
"Lets see.." jawab Ronald menantang.
Entah setan apa yang merasuki pikiran Ronald hingga dirinya nekat ingin mengunjungi Sisil yang berada di rumah suaminya, padahal di sana tidak ada hanya suaminya saja melainkan kedua mertuanya. Ronald punya keyakinan kuat kalau nantinya Sisil bakal ada dalam pelukannya, "Sisil sendiri yang mengatakan jika dirinya tak nyaman bersama suaminya bahkan karena permintaan mertuanya mana mungkin Sisil akhirnya mau rujuk lagi dengan suaminya, sudah gak pernah dinafkahi, ditanyakan kabar pun tidak, perempuan mana yang gak sakit hatinya? Gue yang selama ini menghibur dan menyembuhkan lukanya eh setelah baik-baik saja malah suaminya datang,"
Ronald hari ini tampil sungguh rapi dan juga menawan, memang sih dia dianugerahi perawakan yang tinggi, putih, memiliki lesung pipit di kedua pipinya, hidung mancung, mata berwarna kecokelatan dan outfitnya pun selalu saja keren. "Mari ke rumah sang pujaan hati,"
Lalu Ronald melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia datang ke rumah Sisil tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit akhirnya ia sampai di tempat tujuan dan tanpa rasa ragu ia masuk ke rumah mewah itu. Berbekal informasi di internet yang secara transparan menunjukkan dimana rumah Rio, suami Sisil.
"Mau cari siapa tuan?" tanya satpam di rumah Rio.
"Cari nyonya Sisil, apakah ada di rumah?" tanya balik Ronald ramah.
"Oh ada tuan tetapi apakah sebelumnya sudah ada janji?" tanya satpam.
"Kebetulan belum soalnya saya barusan kembali ke sini dan mau memberikan hadiah ini untuk kado pernikahannya karena waktu itu tidak bisa hadir," jawab Ronald yang sangat menyakinkan satpam.
"Baiklah mari masuk tuan," jawab satpam yang langsung membuka gerbang besar itu dengan lebar. Setelah berhasil masuk kini Ronald berada di ruang tamu sembari pembantunya memanggil kan Sisil.
"Hai girl.." sapa Ronald dengan senyum menawannya namun Sisil tidak membalasnya dengan baik, justru dia syok akan kedatangan temannya itu.
"Loh ngapain sampai disini? Udah gila ya, gimana kalau nanti mertua sampai tau?" ucap Sisil penuh penekanan dan merasa tidak nyaman akan kehadiran Ronald.
__ADS_1
"Hanya main saja memangnya gak boleh?" tanya Ronald dengan tenang. Lalu tanpa mereka sadari Rio berjalan menghampiri mereka berdua.
"Siapa dia, Sil?" tanya Rio yang membuat Sisil ketakutan.