RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Hari Pertama Di Sekolah Baru


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit kini Dinda juga Ryan sedang berdiskusi menentukan dimana sekolahan yang terbaik untuk kedua anaknya. Sebenarnya Ryan ingin sekali menyekolahkan anak-anak nya di sekolah internasional seperti dulu yang Ryan rasakan ketika masa muda.. Ia selalu berada di lingkup orang kaya raya jadinya semua sekolahan yang ia tempuh adalah sekolah internasional sampai kuliah pun di luar negeri.. Tak heran sih dulunya kan Ryan anak semata wayang dari keluarga kaya raya jadi apa yang di lakukan orang tuanya adalah hal lumrah.. Sebenarnya ia pun bisa menyekolahkan Farel dan Vanessa di sekolah internasional namun Ryan memilih menghargai keputusan mamahnya anak-anak karena Ryan yakin betul jika Dinda yang lebih paham tentang anaknya ketimbang dirinya.


"Mas.." panggil Dinda.


"Iya sayang?" jawab Ryan.


"Enaknya kembar sekolah dimana ya mas? Aku sebenarnya cocok di pilihan Vanessa tapi aku gak mau kalau nantinya Vanessa trauma," ucap Dinda galau.


"Sebenarnya aku udah ada usul ketika di mobil tadi tapi kamu menolaknya," ucap Ryan hati-hati.


"Sekolah internasional itu? Jelas menolak lah mas itu sekolah mahal sekali loh aku takutnya kita di pertengahan jalan gak bisa mengikuti biaya yang di keluarkan di sana, kasihan anak-anak mas kalau nantinya harus pindah sekolah lagi," tolak Dinda.


"Sebenarnya kamu gak perlu takut sayang kan ada suamimu ini yang menanggung biaya pendidikan Farel dan Vanessa," ucap Ryan.


"Mas Rio kan masih terus memberikan nafkah kepada anak-anak nya mas jadi jangan semuanya kamu ambil alih," tolak Dinda.


"Uang pemberian mantan suamimu lebih baik di simpan untuk dana darurat anak-anak saja, aku masih sanggup bahkan mampu membiayai mereka di sekolahan internasional, dulu aku sekolah di sana dan aku mau anak-anak ku juga merasakannya," ucap Ryan.


"Jangan mas.. Sekolah biasa saja asalkan itu terkenal bagus dan favorit," tolak Dinda.


"Percayalah padaku.. Aku tidak semiskin yang kamu kira bahkan aku setara loh dengan mantan suamimu itu, bedanya perusahaan dia lebih terkenal di dalam negeri tapi apa kamu lupa kalau aku ini juga ahli waris tinggal perusahaan Hadiningrat grup, perusahaan yang melalang buana hampir di setiap benua Dunia, jadi untuk menyekolahkan Farel dan Vanessa di sekolah internasional itu tidak masalah untukku, asalkan mereka mendapatkan apapun yang terbaik," ucap Ryan meyakinkan.


"Usaha keluargamu sampai mendunia mas? Kok aku baru tau?" tanya Dinda tak percaya.


"Karena kamu bukan wanita matre yang hanya mengincar hartanya makanya kamu tidak mementingkan bagaimana asal usul perusahaan keluargaku, yang terpenting bagimu kan kamu di terima baik oleh mereka, iya kan? Aku memang sengaja tidak menceritakannya karena itu masih dibawah kuasa papah jadi perusahaan masih gak mutlak papah," ucap Ryan membuat Dinda terkejut.

__ADS_1


"Iya mas aku bersyukur sekali bisa diterima dengan baik di lingkungan keluargamu, mereka sungguh tulus menyukaiku," ucap Dinda terharu.


"Makanya itu urusan perusahaan kan gak penting bagimu jadi kali ini turuti keinginanku ya sayang.. Biarkan aku mendaftarkan anak-anak di sekolah internasional agar mereka bisa mendapatkan pendidikan terbaik," pinta Ryan.


"Kamu yakin mas? Uang spp nya mahal sekali," ucap Dinda tak yakin.


"Farel dan Vanessa masih TK dan uang spp hanya 20 juta/bulan dan itu masih lumrah untukku," jawab Ryan enteng.


"Murah untukmu? Sama saja kamu nantinya membayar 40 juta per bulan loh mas apa kamu lupa kalau anakku kembar," tegur Dinda.


"Tentu saja aku ingat makanya aku berani bilang sama kamu untuk menyekolahkan mereka di sana, hari ini juga aku daftarkan mereka agar besok bisa langsung sekolah, aku jamin di sana anak-anak akan aman dan nyaman, itu yang mereka inginkan sayang.. Pendidikan yang bagus, rasa aman dan nyaman juga ketenangan ketika sedang belajar," ucap Ryan.


"Baiklah tapi kalau di tengah jalan kamu mengalami kesusahan beritahu aku ya mas aku akan membantu sebisaku, aku juga punya uang sendiri dari hasil usahaku," ucap Dinda.


"Sudah aku bilang kalau suamimu ini tidak semiskin itu sayang," ucap Ryan tersinggung.


"Kamu ngomong apa? Aku menikah denganmu ya sudah kewajiban untukku menerima keberadaan kedua malaikat penyemangat ku, aku sudah lama sayang sama mereka jadi aku ingin memberikan yang terbaik untuk mereka, aku sudah menganggap mereka anak kandungku, jika mantan suamimu tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kedua anaknya maka dengan tangan terbuka akan aku ambil alih," ucap Ryan dengan tenang.


"Mas.. Kenapa kamu baik sekali, hatimu sungguh baik, aku gak nyangka kamu memikirkan kami sampai segitunya," ucap Dinda terharu.


"Kamu istriku, Farel dan Vanessa adalah anakku jadi kalian wajib aku pikirkan sampai nanti jauh ke depan," ucap Ryan dengan tulus.


"Aku sungguh berterima kasih padamu mas, makasih atas semua kebaikan dan ketulusan mu, i love you mas," ucap Dinda mencium pipi suaminya.


"Lagi datang bulan aja berani asal cium ya awas saja kalau nanti dah sembuh," ucap Ryan membuat Dinda bergidik ngeri.

__ADS_1


***


Esok paginya Dinda dan Ryan sudah bersiap untuk mengantar si kembar ke sekolahan terbarunya.. Diperjalanan tak hentinya Farel dan Vanessa sangat bahagia dan tidak sabar tiba di sekolah terbaru mereka.


Setibanya di sekolah yang dimaksud Farel dan Vanessa melongo tak percaya, ia tidak menyangka akan sekolah disini, begitu pun dengan Dinda.. Seumur hidupnya baru kali ini dia menginjakkan kaki di sekolah internasional, sekolahnya anak-anak orang sangat kaya raya. Dinda jadi minder apakah nanti anaknya bisa membiaskan diri di lingkup seperti ini,


"Mas aku gak yakin anak-anak akan mampu beradaptasi," bisik Dinda ragu.


"Memang ini terkenal sekolah mahal bahkan levelnya internasional namun percayalah mereka tidak akan suka menindas sesama siswa," ucap Ryan menenangkan istrinya.


"Serius mas? Nanti anak-anak gak bakal di bully kan?" tanya Dinda memastikan.


"Tenang saja.. Akan aku jamin keamanan kedua anak kita," jawab Ryan sangat yakin.


"Baiklah aku percaya sepenuhnya padamu mas," ucap Dinda pasrah dan Ryan meninggalkan Dinda untuk mengurus berkas pendaftaran.


Setelah selesai Ryan mengurus pendaftaran kini Farel dan Vanessa langsung bisa sekolah hari itu juga dan memakai seragam sekolahan.


"Mommy.." sapa keduanya setelah berganti seragam.


"Astaga kalian cantik dan tampan sekali pakai seragam sekolah," puji Dinda kagum.


"Serius mom?" tanya Vanessa tak percaya.


"Serius lah.. Kalian berdekatan ya mommy mau ambil foto," pinta Dinda berhasil mengambil foto si kembar mengenakan seragam sekolah. Tak lupa Dinda membuat status di whatsapp.

__ADS_1


"Hari pertama si kembar sekolah di tempat baru," isi caption Dinda yang kebetulan Rio membacanya.


"Anak-anakku sekarang sudah besar dan makin menggemaskan, btw ini bukannya seragam Indonesia Internasional School ya? Apa benar Farel dan Vanessa sekolah di sana tapi darimana nantinya Dinda membayar spp tiap bulannya? Gaji suaminya apa cukup?" batin Rio meragukan mantan istri dan suaminya.


__ADS_2