RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
AKHIRNYA KETEMU


__ADS_3

"Bu.. Saya ini masih menantu ibu, tega sekali ibu mengusir saya yang ingin bertemu anak dan istri saya sendiri," ucap Rio tak suka.


"Mantan menantu itu lebih tepatnya, saya tidak sudi lagi memiliki menantu yang jahat sepertimu, andai kamu tau bagaimana dahsyatnya rasa sakit ketika melahirkan, saya jamin kamu tidak akan tega menyakiti istrimu apalagi hanya memanfaatkan rahimnya, pergilah sebelum kesabaran saya habis," usir Sri.


"Ayo pergi dari sini, kita memang salah," ajak Mayang dan Rio bersikukuh tidak akan pergi.


"Gak mah.. Rio gak mau pergi dari sini sebelum membawa salah satu anak Rio," tolak Rio dan Sri hanya tertawa kecut.


"Tinggal bilang saja dimana Dinda sekarang maka kami akan ke sana dan segera menyelesaikan ini, jangan mempersulit keadaan deh bu, memakan waktu saja," cibir Sisil kesal.


"Dinda tidak tinggal di sini dan saya tidak akan memberitahu dimana anakku sekarang, jadi lebih baik kalian pergi karena percuma saja mau menunggu sampai malam pun Dinda tidak akan kemari," Usir Sri.


"Gak. Jangan menyembunyikan Dinda dong bu atau nanti saya laporkan ke polisi karena ibu sudah bersekongkol dengan Dinda menyembunyikan anakku," gertak Rio.


"Oh silahkan saja jika kalian masih memiliki muka, kalian yang menculiknya kok kalian yang mau melaporkan, silahkan saja gunakan kekuasaan mu itu, kami tidak takut," gertak Sri menatap Rio tajam.


"Jangan main-main dengan kami bu," gertak Rio.


"Kalian dulu yang memulai jadi kami yang akan mengikuti alurnya," ucap Sri santai.


"Sudahlah kita pergi saja dari sini, gak ada gunanya juga kan mas toh sj Dinda pindah entah kemana," ajak Sisil sudah mulai malas dengan Sri.


"Ingat bu saya tidak tinggal diam," gertak Rio serius lalu mereka pergi dengan tangan kosong.


Sudah 3 minggu Rio memantau rumah orang tua Dinda dengan harapan bisa mengetahui dimana rumah baru Dinda, namun sayang ia tidak mendapat informasi apapun dan semuanya sia-sia. Tetangganya pun juga tidak mengetahui dimana rumah Dinda sekarang.


Tanpa diketahui oleh Rio, ibunda Dinda sudah memberitahu seluruh warga kampung untuk ikut membantu melindungi Dinda dari keluarga suaminya, ibunya sudah menceritakan apa yang sedang terjadi dengan anaknya itu.. Awalnya banyak warga yang tidak terima Dinda di perlakukan seperti itu namun ibunda Dinda berhasil meredam emosi warga dan akhirnya mereka semua sepakat melindungi dan menjaga Dinda dari suaminya.


"Ahh sial!! 3 minggu ini rasanya sia-sia.. Tak ada petunjuk apapun mengenai keberadaan Dinda, keluarganya terlalu rapi menyembunyikan anaknya," gumam Rio kesal dan memukul stir mobil.

__ADS_1


Lalu ia menelpon mata-mata untuk mengetahui dimana letak Dinda sekarang.


"Halo bos ada proyek apa nih?" ucap pesuruh nya to the point.


"Cari keberadaan istri saya dimana, sudah 3 minggu saya mencari keberadaannya namun nihil, segera laksanakan," perintah Rio ketus lalu memutus sambungan telpon.


1 jam kemudian pesuruh nya sudah memberitahu dimana rumah Dinda. Rio terkejut ketika mengetahui bahwa Dinda tinggal tak jauh dari rumahnya, merasa di permainkan dengan keluarga istrinya dan warganya, Rio marah besar dan langsung menuju rumah yang di tempati Dinda.


"Beraninya kalian mempermainkan ku seperti ini, sia-sia gue mantau orang tuamu untuk tau dimana tempat tinggal mu ternyata kamu tidak jauh dari mereka, awas kau Dinda!!" Gumam Rio geram.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu.


"Mas Rio?" sapa Dinda terkejut dan ingin menutup pintu kembali namun berhasil di tahan oleh Rio.


"Mau lari kemana lagi kau, ha? Selagi kita belum ketuk palu, aku masih sah jadi suamimu jadi aku berhak mengetahui dimana rumahmu," ucap Rio emosi.


"GAK AKAN!!! 3 minggu aku menunggu kemunculan mu secara sia-sia tak taunya kamu tinggal tak jauh dari orang tuamu, kalian sudah mempermainkan ku, jangan harap akan aku ampuni," ucap Rio mendorong kasar pintu rumah Dinda hingga membuatnya terpental.


"KAMU BUKAN TUHAN YANG BERHAK MENGAMPUNI SETIAP MANUSIA!!! KESALAHANMU FATAL MAS JADI AKU SUDAH GAK MAU LAGI BERTEMU DENGANMU, PERGI ATAU AKU TERIAK!" gertak Dinda dengan gugup.


"DIMANA ANAK-ANAKKU?" tanya Rio menggebrak meja.


"JANGAN MERUSAK FASILITAS RUMAH ORANG!!! DIMANA ANAKMU? UNTUK APA KAMU MENANYAKANNYA MAS, URUS SAJA PERNIKAHANMU DENGAN ****** ITU!! BIARKAN ANAK-ANAK AKU YANG MERAWATNYA!!" teriak Dinda tersulut emosi.


"BERANI SEKALI YA KAMU BERBICARA SEPERTI ITU PADAKU, AKU INI MASIH SAH MENJADI SUAMIMU.. BERIKAN AKU SALAH SATU DARI ANAK KITA DAN AKU AKAN PERGI DARI SINI TANPA PERLU KAMU SURUH," teriak Rio.


"GAK AKAN AKU BERIKAN SALAH SATU ATAU BAHKAN KEDUANYA, KAMU DAN ****** ITU TIDAK AKAN BECUS MERAWATNYA!! AKU IBUNYA JADI AKU YANG BERHAK MERAWATNYA, TANPA BANTUAN DARIMU AKU SANGAT BISA MEMBIAYAI KEDUA ANAKKU," ucap Dinda dengan menunjuk Rio.


"TETAPI AKU JUGA AYAHNYA, AYAH KANDUNG DAN AYAH BIOLOGISNYA, AKU JUGA MEMILIKI HAK MERAWAT BAHKAN MEMBESARKAN ANAKKU, SERAHKAN SEKARANG DINDA!!!" teriak Rio murka dan masuk ke kamar.

__ADS_1


"JANGAN GILA MAS!! KELUAR GAK, BERANI KAMU MENYENTUH MEREKA JANGAN HARAP AKU AKAN DIAM SAJA," gertak Dinda namun Rio tak menggubris. Ia lalu mengambil anak laki-lakinya dan bergegas keluar.


"AKU HANYA MENGINGINKAN DIA DAN KITA BERSIKAP ADIL, KITA SAMA-SAMA SALING MERAWAT ANAK, TENANG SAJA AKU TIDAK AKAN MELUPAKANMU SEBAGAI IBU KANDUNG ANAKKU," teriak Rio dan terjadi perebutan anak di dalam rumah.


Kebetulan Sri datang ke rumah Dinda untuk mengantarkan makanan, mendengar ada keributan sontak Sri berlari dan terkejut melihat pemandangan yang ada. Rio mendorong Dinda secara kasar hingga terbentur pinggiran meja dan menyebabkan kepalanya terluka. Kepala Dinda mengeluarkan darah cukup banyak.


Sri berteriak histeris dan meminta tolong warga sekitar.


"Dindaaaaa... Tolong tolong ada penculik yang mau menyakiti dan mengambil cucu saya," teriak Sri dari teras rumah hingga menimbulkan simpati warga sekitar, mereka langsung Berbondong-bondong menyerbu rumah Dinda.


"Heii lepaskan anaknya Dinda atau kami laporkan ke kantor polisi," ucap salah satu warga emosi.


"DIA ANAK SAYA DAN SAYA INI BUKAN PENCULIK, JANGAN ASAL MAIN LAPOR ATAU KALIAN AKAN SAYA TUNTUT BALIK!!" ancam Rio gugup karena diserbu warga yang cukup banyak jumlahnya.


"Serahkan anak Dinda," ucap warga yang lain.


"TIDAK AKAN!!!" teriak Rio tak terima dan menggendong anaknya kencang.


"Sini anakku, dia menangis mas.. Jangan siksa dia," ucap Dinda merebut anaknya dan Rio berhasil mengalahkannya.


"Jangan harap!!!" ucap Rio memeluk bayinya lebih erat dan seketika tangisan sang bayi semakin kencang.


"MAS!!! DIA BISA GAK BERNAFAS, JANGAN TERLALU DI BEKAP SEPERTI ITU DONG, TELINGAMU APA SUDAH TULI, DIA MENANGIS KENCANG SEPERTI ITU MAS," pekik Dinda dan berhasil merebut anaknya kembali.


"USIR DIA DAN JANGAN BIARKAN MASUK KE KAMPUNG INI LAGI, LIHATLAH ANAK DAN CUCU SAYA, DIA SUDAH MEMBAHAYAKAN MEREKA," perintah Sri sangat marah dan warga berbondong-bondong mengusir paksa Rio.


"SAYA TIDAK TERIMA DI PERLAKUKAN SEPERTI INI, INGAT DINDA.. AKU AKAN MEMBUAT PEMBALASAN YANG SETIMPAL," ancam Rio sangat murka dan Dinda tak bergeming sama sekali, yang penting baginya bisa mendapatkan anaknya kembali.


Lalu Dinda dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan, sebelum itu Dinda sempat memfoto lukanya dan melakukan visum untuk kepentingan bukti di sidang perceraian nanti.

__ADS_1


__ADS_2