RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Vika Keluar Dari Penjara


__ADS_3

Tuntutan 5 tahun hukuman yang dijalani Vika kini telah berakhir dan tepat hari ini Vika dinyatakan bebas, akhirnya penantian panjang yang ia tunggu-tunggu tiba juga. Beberapa jam kemudian dia akan menikmati udara bebas diluar sana.


Tak ada yang menjemput Vika ketika dirinya keluar dari penjara karena dia adalah anak yatim piatu sejak usia 15 tahun dan setelah kepergian orang tuanya ia diasuh oleh tantenya yang memiliki kehidupan cukup berada. Setelah dewasa, Vika memutuskan untuk hidup mandiri dan mencari jalannya sendiri, dengan berbekal tabungan yang sudah ia simpan selama ini bisa membuat Vika menjadi gadis yang pandai dan memiliki pekerjaan terbilang enak, namun sayang seribu sayang, obsesinya terhadap Ryan membuat dia buta akan semuanya, ia menghalalkan segala cara dan akhirnya dia sendiri harus masuk ke penjara atas perbuatan yang ia lakukan, senjata makan tuan. Ya itu sematan yang pantas untuk Vika.


"Tak apa gak ada yang menyambut kepulangan ku, toh dari kecil memang hidup gue juga sendiri, buat apa bersedih hati?" gumam Vika menguatkan dirinya. Vika lalu berjalan menyusuri jalan raya untuk memberhentikan taksi, hingga ada taksi lewat, Vika langsung menghadang dan masuk.


"Mau kemana mbak?" tanya supir taksi.


"Saya juga bingung pak, bisa carikan saya kos?" tanya Vika mengiba.


"Memang mbak darimana?" tanya supir heran.


"Dari sana pak, atau gak antarkan saja saya ke rumah tante saya dijalan Mawar no 10," jawab Vika yang langsung dijawab anggukan kepala.


Dalam perjalanan, Vika hanya diam membisu sambil menikmati pemandangan yang menurutnya sangat indah ini, dulu pemandangan kota sangat membosankan baginya apalagi hiruk pikuk dijalan membuatnya terkadang kesal, namun kini ia merindukan semuanya. Gedung menjulang tinggi, bangunan yang estetik, ramainya di jalanan ibukota, belum lagi beberapa pengamen juga pengemis yang mengais rejeki. Tak terasa kini dirinya sudah tiba di rumah tantenya, semoga saja tantenya tidak tau kalau Vika habis masuk penjara.


"Makasih pak.." ucap Vika lalu turun dari mobil, ia heran kenapa supir taksi mengejarnya.


"Mbak.. Tunggu mbak, bayar dulu," teriak supir taksi.


"Maaf Pak saya lupa, kata pak polisi saya disuruh menunjukkan ini," jawab Vika mengeluarkan kartu yang biasa disebut kartu sakti. Sontak saja supir taksi langsung kaget, wanita cantik yang terlihat kalem ternyata seorang mantan narapidana, pantas saja ia kebingungan mau pulang kemana.


"Kok diem pak? Gak bisa ya?" tanya Vika.


"Bisa.. Bisa.. Cantik-cantik kok mantan napi," sindir supir taksi yang langsung bergegas masuk dan menancap gas sedikit kencang, sang supir kesal karena ia baru mulai bekerja udah dapat apes karena dapat penumpang seorang napi.


"Yee.. Padahal kalau gak bisa kan gue bilang ke tante buat nalangin dulu, dasar aneh!" gerutu Vika.

__ADS_1


Ketika Vika ingin mengetuk pintu, kebetulan juga tantenya juga ingin keluar sebentar, "Vika? Bener kan kamu Vika keponakan tante?" tanya tante Indah memastikan sambil melihat penampilan Vika dari atas sampai bawah.


"I..iya tante ini Vika," jawab Vika gugup.


Tante Indah lalu mengamati keponakannya dengan detail dari atas sampai bawah, ada yang aneh menurut tante Indah, yang membuat aneh kenapa sekarang Vika sangat kurus begitu juga dengan kulitnya yang agak gelap? Apakah setelah keputusannya untuk hidup mandiri sangat memberatkannya?


Merasa risih diperhatikan sampai segitunya membuat Vika mengalihkan obrolan. "Tan.. Tante kenapa?"


"Eh.. Itu.. Mmm.. Tante gak papa, oh iya astaga masuk Vika, maaf tante sampai lupa," ajak Indah lalu Vika mengikuti dari belakang.


Memasuki rumah tantenya membuat Vika kembali ke masa kecilnya yang penuh dengan kesedihan, memang tantenya sangat baik padanya namun tidak dengan suami tantenya, Bram. Memang selama tinggal di sini Vika tidak memiliki penghasilan jadinya semua kebutuhan Vika ditanggung oleh tantenya, padahal memenuhi kebutuhan Vika bukan tanggung jawab Bram apalagi yang yang dikeluarkan pun yang tantenya sendiri dari kerjanya, kenapa malah Bram yang selalu sewot?? Tak mau terus menerus mendengar tantenya berdebat dengan suaminya membuat Vika nekat keluar dari rumah dan menghidupi dirinya sendiri. Barang-barang juga beberapa tata letak di rumah tantenya masih sama letaknya ketika Vika terakhir di rumah ini.


"Duduk dulu, Vik, tante tinggal ke dalam dulu ya buatin minum, jangan sungkan disini, dulu rumah ini kan rumahmu juga," ucap tante Indah lembut dan Vika hanya mengangguk.


Setelah beberapa saat tantenya kembali menemui Vika dengan membawa sebuah nampan berisi teh hangat dengan beberapa cemilan. Vika merasa beruntung sekali karena sampai detik ini tantenya tak pernah bosan berbaikan dengannya.


"Halah kamu ini kayak sama siapa saja!" protes Indah.


"Habisnya tante selalu baik sama Vika," puji Vika.


"Udah seharusnya begitu, oh iya btw kamu kesini sendirian?" tanya Indah memastikan.


"Iya tante.. Vika kangen sekali sama tante, oh iya tante tujuan Vika datang kesini juga ada maksud lain, boleh gak Vika minta tolong sama tante buat cariin kontrakan kecil-kecilan?" tanya Vika.


Mendengar penuturan keponakannya tentu saja membuat Indah terkejut, bertahun-tahun Vika tak pernah ada kabar dan susah dicari eh tiba-tiba datang kesini minta tolong dicariin kontrakan.


"Vika.. Kalau tante boleh tau, kenapa kamu meminta tolong sama tante? Apa kamu lagi terkena masalah?" tanya Indah dengan hati-hati agar Vika tidak tersinggung.

__ADS_1


"Karena tante satu-satunya keluarga yang Vika miliki, bolehkah Vika meminta tolong?" pinta Vika penuh harap.


"Tentu.. Tentu saja boleh Vika sayang tapi jawab jujur dulu pertanyaan dari tante, masalah apa yang sedang kamu hadapi?" desak Indah.


"Masalah Vika sudah selesai tante makanya mulai hari ini Vika ingin membuka lembaran baru dan Vika ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi," jawab Vika dengan sedih.


"Sebelumnya masalah apa yang menimpamu?" tanya Indah.


"Vika.. Vika baru saja keluar dari penjara, tante," jawab Vika disertai dengan isak tangis.


"Apa???" pekik Indah kaget bukan main.


Bagaimana bisa keponakan yang dulu ia rawat dengan sangat baik kini berstatus mantan narapidana? Apa masalah yang membuat Vika masuk penjara?? Bagaimana mungkin gadis sepolos Vika bisa masuk ke dunia kejahatan, kesalahan apa yang membuat Vika harus mendekam di penjara? Berjuta pertanyaan dan juga rasa kaget menjadi satu yang membuat Indah tak bisa mengendalikan dirinya, seketika rasa pusing menjalar tubuh Indah dan bruk.. Indah pingsan didepan Vika.


"Tante...." teriak Vika histeris. Untung saja teriakan Vika terdengar oleh tetangga sebelah nya yang kebetulan sedang diluar rumah.


Ting tong ting tong.. Suara bel rumah Indah membuat Vika penasaran, siapa yang datang ke rumah tantenya?


"Maaf, cari siapa?" tanya Vika setelah membuka pintu.


"Tadi saya mendengar ada suara orang berteriak, apakah itu anda? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dito-tetangga sebelah Indah.


"Eh.. Iya.. Tadi saya refleks berteriak soalnya tante saya pingsan," jawab Vika panik lalu teringat jika tantenya masih tergeletak di lantai.


"Astaga.. Tante, dia masih ada dilantai," ucap Vika lagi sambil berlari diikuti Dito dari belakang.


"Dimana kamar tante mu? Biar saya gendong," tanya Dito yang membuat Vika seketika terkesima dengan kesigapan Dito.

__ADS_1


__ADS_2