RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Dinda Calon Istri Ryan


__ADS_3

"Memang ada urusan apa anda dengan calon istri saya?" tanya Ryan merangkul pinggang Dinda.


"Calon istri?" tanya Rio syok.


"Iya.. Beberapa waktu dekat ini kami akan menikah jadi apapun urusan anda dengan calon istri saya maka saya wajib mengetahuinya, karena kami sepakat tidak akan ada hal yang ditutupi," ucap Ryan mampu membuat Rio mati kutu.


"Jangan halu pak Ryan, mana mungkin Dinda secepat itu akan menikah?" cibir Rio.


"Apanya yang gak mungkin di dunia ini? Anda tidak sadar bagaimana anda tiba-tiba menikahi Dinda untuk dijadikan rahim pengganti Sisil setelah Dinda melahirkan anda culik salah satu anaknya ya walaupun anda kalah dalam hak asuh, oh iya belum selesai masa iddah anda sudah menikah dengan Sisil.. Apa itu tidak menyakiti perasaan Dinda,calon istri saya..anda dulu tidak memikirkan bagaimana perasaannya kan? Makanya jangan dulu mengejek orang.. Dulu anda membuat dia hancur dan sakit hati maka dari itu sekarang biarkan saya yang menyembuhkannya, saya yang akan membuat Dinda beserta kedua anaknya bahagia," ucap Ryan dengan tenang namun menohok bagi Rio.


Rio merasa tidak terima dan mengepalkan tangan.


"Berani sekali anda mengatakan itu di hadapan saya, memang selama ini saya sudah menyakiti Dinda terlalu dalam sampai anda mengatakan seperti itu," ucap Rio kesal.


"Memang anda siapa sampai saya harus menata tutur kata saya agar enak dan tidak menyinggung anda? Sekarang anda ini sudah bukan siapa-siapanya lagi," sindir Ryan tersenyum kecut.


"Saya memang bukan siapa-siapa lagi bagi Dinda tetapi saya ini ayah dari kedua anaknya Dinda jadi saya harus memastikan Dinda mendapatkan pria yang baik," sindir Rio.


"Wah kebetulan sekali sekarang Dinda sudah mendapatkannya, siapa dia? Ya saya ini.. Jadi anda tidak perlu susah payah mencari kandidat untuk suami Dinda," sindir Ryan.


"Saya tidak mau mencari kandidat untuk Dinda karena saya yang akan meminta dia untuk kembali rujuk dengan saya," ucap Rio serius.


"Mas.. Jangan gila deh," pekik Dinda tak suka.

__ADS_1


"Kamu yang membuatku gila din.. Kamu.. Selama ini memang aku salah sudah menyakiti dan mempermainkan kamu namun aku sudah khilaf.. Maafkan aku dan mari kita memulai semuanya dari awal," ajak Rio menatap Dinda.


"Mas tolong jangan usik lagi hidupku, biarkan aku menentukan kebahagiaanku sendiri, selama ini aku selalu diam mas ketika kamu menginjak harga diriku, dari mulai menjadi rahim pengganti, kamu culik Farel ketika bayi sampai kamu menikahi Sisil setelah kami resmi cerai.. Itu pengalaman yang sangat menyakitkan mas dan sampai saat ini masih membekas.. Kamu yang membuat aku mundur tapi kenapa sekarang kamu mengejar ku? Aku selama ini diam atas semua rasa sakit yang kamu berikan, sekarang biarkan aku bahagia dan kamu diam mas.." ucap Dinda penuh penekanan.


"Tapi semua masih bisa di ulangi dari awal dan aku janji akan membahagiakan dirimu beserta anak-anak, tak akan lagi air mata yang keluar dari mata kamu," ucap Rio merayu.


"Anda jangan terlalu berharap karena kami sudah merencanakan pernikahan, jangan halangi langkah kami untuk membina rumah tangga," sindir Ryan sinis.


"Andalah penyebab semua ini.. Kalau anda tidak menjadi pengacara Dinda mana ada sampai sekarang Dinda menemukan pengganti," ucap Rio menyalahkan Ryan.


"Mengapa anda menyudutkan saya? Dinda sendiri yang memilih saya untuk menjadi pengacaranya, kalau bukan Dinda yang terlebih dahulu menghubungi saya mana mungkin saya akan menjalin kasih? Lagian kami, memutuskan untuk lebih serius juga ada campur tangan istri anda, Sisil.. Anda lupa bagaimana Sisil menjebak kami waktu itu hanya demi mendapatkan hak asuh anak?" sindir Ryan memutar balik fakta.


"Jangan melibatkan Sisil dalam masalah ini, saya muak mendengar namanya," ucap Rio marah.


"Anda siapa melarang saya? Masih calon udah belagu bagaimana kalau nanti jadi suami?" sindir Rio tersenyum kecut.


"CUKUP... BISA GAK KALIAN INI JANGAN SEPERTI ANAK KECIL YANG TERUS MENERUS SALING MEMBALAS OMONGAN, AKU CAPEK MENDENGARNYA!!! MAS RIO.. URUS LAH SISIL" pekik Dinda emosi.


"Saya muak dengan Sisil.. Sebulan lalu dia masuk rumah sakit karena bertikai dengan sesama narapidana namun ketika besok harinya Sisil harus balik ke penjara, dia berhasil lolos dan sekarang menjadi buron.. Tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh Sisil sehingga kepolisian kesulitan melacaknya," ucap Rio membuat Dinda dan Ryan terkejut.


"Sisil kabur?" tanya Dinda dan Ryan berbarengan.


"Ya bisa di bilang begitu.. Makanya jangan meyebut nama dia karena saya ini sangat kesal memiliki istri macam Sisil.. Kelakuannya gak pernah berubah, selalu saja berbuat ulah," ucap Rio kesal.

__ADS_1


"Semoga Sisil segera tertangkap dan menjalani sisa hukumannya," ucap Dinda simpati.


"Kalau dia nanti tertangkap tidak akan aku beri ampun dan langsung aku talak dia," ucap Rio dengan serius dan Sisil yang mendengarnya terkejut.


"Apa??" pekik Sisil membuat semuanya menoleh dengan tatapan bingung.


"Kamu kenapa Tut?" tanya Dinda bingung.


"Gak.. Gak papa bu tadi hanya sedang melamun dan mengingat hal yang tidak enak jadinya refleks berteriak," alibi Sisil salah tingkah.


"Ini masih jam kerja jangan terlalu keseringan melamun ya nanti pelanggan terabaikan lagi," tegur Dinda lembut lalu semuanya kembali fokus pada Dinda.


"Iya bu maaf," jawab Sisil kesal dan terus menatap Rio dengan tatapan membunuh.


"Pak Rio sebelumnya saya minta maaf, bukannya saya ikut campur atau apa tentang masalah rumah tangga kalian, namun alangkah lebih baik semua aib pribadi anda jangan di sebar luaskan," tegur Ryan.


"Saya tidak menyebarluaskan namun memang itu faktanya, suami mana yang betah kalau di tinggal istrinya setiap hari untuk hura-hura saja, aku seperti hidup membujang, beda sekali ketika hidup denganmu, sebelum berangkat kerja sudah di persiapkan air hangat dan baju kantor, sarapan pun kamu buat sendiri dan tak lupa kamu selalu menabung.. Meskipun dulu kamu menjadi istriku tapi tak pernah sekali pun kamu hidup boros.. Kamu membeli barang sesuai kebutuhan, tidak terlalu obsesi dan mengikuti trend yang ada," ucap Rio dengan rasa menyesal.


"Semua sudah berlalu jadi jangan di ungkit lagi, saya sudah menutupnya rapat-rapat jadi jangan lagi membahas sesuatu yang tidak mungkin, urusin istrimu mas.. Mungkin Sisil kabur dari sana karena ada alasan khusus, coba lebih perhatian lagi dengannya," tegur Dinda tak mau memperkeruh suasana.


"Aku sudah gak mau lagi mengurusi Sisil.. Biarkan dia hidup bebas di sana, mungkin itu yang dia mau.. Lagi pula uang perusahaan yang dia bawa tidaklah sedikit, bisa untuk dia bertahan hidup 10-20 tahun.. Ya kalau dia tidak boros menggunakannya," ucap Rio malas.


Sisil tidak menyangka kalau suaminya akan tega menalaknya karena ketahuan kabur dari penjara dan juga tidak segan mengumbar aib istrinya di depan Dinda dan pak Ryan.. Hati Sisil sungguh sakit.

__ADS_1


"Apa mungkin ini yang dulunya di rasakan Dinda ketika bercerai dengan mas Rio dan sempat terpisah oleh anaknya, gue aja yang belum di talak udah ngerasain sesakit ini apalagi kalau nantinya gue beneran di talak?" batin Sisil tak sadar meneteskan air mata.


__ADS_2