
Lea keluar dari kamarnya dengan perlahan, dengan langkah yang mengendap-ngendap seperti seorang pencuri.
" Raisa dan tantenya sedang pergi ke lokasi jatuhnya Ardian dan Melody. Sekarang aku harus kekamar Raisa untuk mencari sesuatu yang bisa di jadikan bukti. Kalau dia memang berkaitan dengan kejadian 4 tahun lalu dan berhubungan dengan Rio," batin Lea yang melihat-lihat di sekitarnya. Dia benar-benar waspada jangan sampai ada yang melihatnya.
Ketika Lea sudah berada di depan kamar Raisa. Lea kembali melihat-lihat di sekitarnya, setelah merasa aman akhirnya dengan perlahan Lea memasuki kamar itu.
" Aku harus bisa mencari bukti yang kuat," batin Lea yang langsung menjalankan aksinya untuk menggeleda ruangan itu, Dari laci-laci, lemari, kolong tempat tidur dan setiap sudut-sudut semua di periksa Lea demi menjalankan aksinya.
Lea sedang menggeleda kamar Raisa, sementara Raisa dan Novi berada di dalam mobil yang melaju kencang.
" Kamu kenapa coba tidak hati-hati," ucap Novi yang kesal yang terlihat marah dengan Raisa dengan menyetir tampak buru-buru.
" Namanya Tante juga buru-buru ngajak aku pergi. Jadikan aku nggak sempat membawanya," sahut Lea yang kembali menyalahkan Novi.
" Kamu ini kebiasaan kerjaannya menyalahkan orang terus. Bagaimana nanti kalau berkas-berkas itu sampai ada yang menemukan, kamu bisa di penjara, karena terlibat dengan kecelakaan Lia," ucap Novi.
" Iya-iya, nanti akan langsung aku lenyapkan data-data itu. Lagian aku juga menyimpannya di kamar. Jadi mana mungkin ada yang melihatnya. Tante juga jangan menakut-nakutin aja," ucap Raisa.
" Siapa yang menakut-nakutin, itu karena kamu terlalu spele dengan semuanya. Kamu kan tau sendiri masalah itu semakin banyak. Jadi kamu harus hati-hati," ucap Novi mengingatkan.
" Iya Tante tenang aja. Tante mending fokus nyetir, setelah aku melenyapkan bukti-bukti. Maka semuanya akan aman. Ardian tidak akan pernah tau apa yang terjadi dan Melody sendiri. Juga pasti tidak mengingat semua itu. Karena jika dia mengingatnya dia pasti sudah bercerita pada Ardian Maslaah Rio dan teman-temannya. Jadi Tante tenang saja masalah akan secepatnya selesai," ucap Raisa dengan yakin.
" Asal aja apa yang kamu ucapkan benar," ucap Novi yang tidak yakin.
" Apa yang aku ucapkan adalah kebenarannya. Karena aku tidak akan membiarkan semuanya harus kembali. Setelah ini aku akan fokus mencari Ardian. Walau sudah ke-5 dan tidak di temukan juga. Tetapi aku yakin Ardian pasti akan hidup," batin Raisa yang sudah mengatur rencana dengan cermat.
*************
Lea terus mencari-cari bukti di kamar Raisa dengan tergesa-gesa. Namun tiba-tiba Lea mendengar suara mesin mobil dan Lea langsung melihat dari jendela. Mengintip siapa yang datang yang tidak di sangka-sangkanya ternyata adalah Raisa dan Novi yang keluar dari mobil.
__ADS_1
" Sial, mereka sudah kembali, kok cepat amat, bukannya mereka baru pergi," batin Lea yang mendadak panik dan Lea yang terlihat buru-buru ingin keluar kamar. Namun tiba-tiba tanpa sengaja tangannya menyenggol vas bunga.
Prang, prang.
Vas bunga itu pecah membuat Lea melotot dengan tangannya yang menutup mulutnya yang shock dengan melihat pecahan dari vas bunga yang berserakan di lantai.
" Astaga bagaimana ini?" batin Lea yang kepanikan dengan kebodohannya yang begitu spele.
" Mampus, bagaimana jika mereka masuk dan melihatku di sini. apa yang harus aku lakukan. Aku harus bagaimana?" Lea kebingungan dengan wajah paniknya yang tidak tau harus melakukan apa-apa. Dalam waktu yang begitu singkat.
Sementara Raisa dan Novi sudah memasuki rumah dan dengan buru-buru menaiki anak tangga dengan langkah yang tergesa-gesa. Tidak lama mereka pun sampai kekamar tersebut. Raisa memegang kenopi pintu dan langsung menelannya sehingga kamar itu terbuka dan terlihat kosong dan rapi pada awalnya.
" Udah cepat buruan ambil," ucap Novi. Raisa mengangguk dan langsung menuju lemari dengan mengambil berkas-berkas yang sepertinya begitu penting.
" Ahhhhh, syukurlah masih di sini," batin Raisa merasa lega dengan memegang map berwarna merah itu.
" Iya Tante sabar," ucap Raisa yang menutup lemarinya melangkah mendekati Novi. Namun langkahnya terhenti ketikan melewati meja yang menyatu dengan dingding.
" Bukannya di sini ada vas bunga ya," batin Raisa yang mengingat jika ada Vas bunga di sana.
" Raisa kok malah bengong, ayo buruan," sahut Novi.
" Iya Tante, aku merasa di sini ada vas bunga. Tapi kok tiba-tiba nggak ada ya," ucap Raisa yang terlihat bingung.
" Ya ampun Raisa hanya vas bunga saja. Kamu sampai membuang-buang waktu, mungkin aja lagi di ganti sama bibi. Udah ayo buruan kita pergi. Kamu jangan membuang-buang waktu," ucap Novi.
" Iya, iya," sahut Raisa yang akhirnya keluar dari kamar. Dia kepikiran namun di desak oleh Novi membuatnya berpikiran positif saja.
Sementara Lea yang ternyata bersembunyi di dalam kamar mandi yang mana Lea langsung membuang napasnya lega yang akhirnya tidak ketahuan.
__ADS_1
" Hhhhhh, syukurlah aku aman, semua ini gara-gara Vas bunga ini," batin Lea yang memegang pecahan kaca itu.
" Mau kemana mereka. Aku sebaiknya mengikuti mereka yang kelihatan mereka itu buru-buru sekali dan seperti ada yang mau mereka lakukan," batin Lea.
Lea pun langsung keluar dari kamar mandi dan terlihat tergesa-gesa yang ingin menyusul Raisa dan juga Novi yang menurutnya ada sesuatu yang tersembunyi.
**************
Lea cukup mengikuti Raisa dan Novi terlalu jauh dan ternyata Raisa tidak sendirian dan juga ada Evan dan juga Rasti yang mana mereka langsung bergerak cepat untuk menyelidiki Raisa dan juga Novi.
Mobil yang di kendarai Evan berhenti sekitar 20 meter dari mobil Raisa dan Novi yang bisa di jamin tidak akan ketahuan Raisa atau Novi sama sekali.
Raisa dan Novi terlihat seperti menunggu seseorang dan tidak lama terlihat mobil Pajero hitam berhenti di depan mereka.
" Siapa yang mereka tunggu?" tanya Lea yang tampak penasaran.
" Aku juga tidak tau," jawab Evan yang terus mengamati dan bahkan mereka melihat menggunakan teropong.
Tidak lama sang pemilik mobil tersebut akhirnya ke luar yang tak lain adalah Rio yang membuat Lea kaget, Rasty, dan Evan kaget.
" Bukannya dia cowok yang di katakan Ardian," ucap Evan.
" Kamu benar, dugaanku ternyata benar Raisa, Novi dan juga Rio telah bekerja sama dan berhubungan dengan kejadian 4 tahun lalu. Raisa ada di balik semua ini," ucap Lea.
" Lihat mereka pergi!" tunjuk Rasti, melihat Raisa, Novi dan Rio pergi dengan mobil masing-masing.
" Ayo cepat kita ikuti mereka," sahut Lea. Evan mengangguk dan langsung buru-buru mengikuti sebelum mereka kehilangan jejak.
Bersambung
__ADS_1