Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 229 pernikahan.


__ADS_3

Racun yang di dalam tubuh Lea memang tidak terlalu bahaya dan sudah mampu membuat Lea baik-baik saja. Karena dengan cepat di tangani Dokter.


Setelah beristirahat di rumah sakit dengan cukup lama. Akhirnya Lea juga langsung pulang. Karena di rumah sakit hanya untuk menghabiskan 1 botol infusnya saja.


Dan hari ini. Di pagi yang cerah ini. Lea yang memang sudah tidak kenapa-kenapa dan sangat sehat siap untuk menjalankan pernikahannya. Hari yang di tunggu-tunggunya untuk pernikahannya. Do mana Lea sudah bersiap-siap di kamar pengantin di salah satu hotel tempat pernikahannya di adakan.


Lea yang begitu cantik menggunakan kebaya putih untuk proses ijab kabul. Lea masih di hias 2 wanita cantik yang masih menata rambut dan juga make-upnya. Jangan tanya wajahnya sejak tadi berseri-seri. Yang pasti menggambarkan kebahagiannya. Atas pernikahannya yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


" Ehemmm!" tiba-tiba Melody dan Rasti memasuki kamar sang pengantin untuk minat pengantin yang sedang berbunga-bunga itu. Rasti dan Melody memasuki kamar pengantin itu untuk melihat Lea yang masih di ruas.


" Cantik banget calon istri orang," goda Rasti.


" Ya iyalah, namanya juga calon istri. Jadi harus tampil cantik di hari pernikahan yang paling di tunggu-tunggu ini," ucap Lea yang semakin di puji dan semakin meninggi.


Melody dan Rasti saling melihat dengan geleng-geleng kepala.


" Iya- iya deh yang paling cantik itu. Kita berdua mah tidak ada apa-apa nya," sahut Melody. Lea tersenyum melihat Melody dan Rasti dari depan cermin.


" Kalian berdua juga cantik dan bahkan lebih cantik. Aku hanya bercanda saja. Jangan di bawa baper," ucap Lea.


" Hmmm, kalau sudah bisa bercanda-candaan. Itu artinya sudah tidak ada yang dek-dekan lagi?" tanya Melody.


Lea menghela napasnya dengan perlahan, " masih dek-dekan dan sangat dek-dekan. Tetapi semoga saja semuanya baik-baik saja," ucap Lea yang berusaha untuk menenangkan dirinya.


" Benar Lea. Lagi pula kamu itu ngapain sih harus dek-dekan sana sini. Tidak ada gunanya Lea. Semuanya juga akan lancar-lancar saja," ucap Melody.


" Hmmm, benar semoga saja memang semuanya akan lancar-lancar saja," sahut Lea yang memang harus jauh lebih tenang dari sebelumnya. Karena merasa jauh lebih tenang dari pada sebelumnya. Mungkin semangatnya untuk menikah membuat perasannya tidak separah tadi malam begitu dek-dekan.


Di tengah mereka yang bicara tiba-tiba pintu ruangan di buka lagi dan kali ini memperlihatkan Mila yang memasuki kamar.


" Kamu sudah siap Lea?" tanya Mila.


" Hmmm, iya kak. Aku sudah siap?" jawab Lea dengan tersenyum mengembang.

__ADS_1


" Ya sudah kalau sudah siap. Ayo buruan turun. Yang lain sudah menunggu!" ucap Lea.


" Alvin juga sudah datang?" tanya Lea yang begitu takut jika Alvin belum datang. Sehingga membuat orang-orang yang ada di sana tersenyum.


" Pasti datang!" sahut Melody, Rasti dan Mila dengan serentak yang mengetahui betapa bucinnya Lea itu. Antara bucin dan tidak sabaran untuk menikah.


" Siapa tau belum datang," sahut Lea yang malu-malu.


" Sudah-sudah jangan masih mengobrol. Sekarang ayo kita turun!" ajak Mila. Lea mengangguk dengan semangatnya dan langsung membantu Lea untuk keluar dari kamar menuju tempat proses ijab kabul.


*********


Di tempat proses ijab kabul semua orang sudah ada di sana. Para tamu undangan dan yang lainnya ada di sana. Keluarga dan sanak saudara ada di sana dan pasti keluarga calon suami dari Lea sendiri yang juga ada si sana.


Alvin yang biasanya kelihatan begitu cuek dan masa bodo dengan masalah yang ada. Hari ini begitu dek-dekan yang sudah duduk di depan penghulu. Jelas dia dek-dekan. Karena hari ini hari pernikahannya dengan Lea dan semalam atas apa yang terjadi pada Lea. Dengan banyaknya insiden yang terjadi sama sekali tidak di ketahui Alvin.


Lama menunggu dalam kegelisahan. Alvin yang beberapa kali menghela napasnya kasar kedepan melihat ke arah kirinya dan sudah ada calon istrinya di sana yang melangkah dengan anggun yang cantiknya minta ampun yang mana Melody dan Rasti berada di kiri dan kanannya yang mendampingi Lea menuju calon suaminya.


" Kedip Alvin!" tegur Rasti menggoda. Membuat Alvin membuyarkan lamunannya dengan geleng-geleng kepalanya dan senyum-senyum sendiri. Melody dan Rasti pun saling melihat dengan tertawa kecil sementara Lea menjadi malu.


Setelah itu Melody langsung memakaikan selendang penutup kepala Alvin dan juga Lea dan setelah itu Rasti dan Melody pun pergi menduduki tempat mereka membiarkan acara pernikahan berjalan dengan semestinya.


" Kamu sangat cantik!" puji Alvin pada Lea. Lea yang dapat mendengar hal itu betapa bahagianya yang mendengar perkataan Alvin yang membuat hatinya melayang-layang.


" Baiklah apa kita bisa mulai?" tanya penghulu. Lea dan Alvin mengangguk.


" Baiklah kita akan mulai sekarang!" penghulu berjabat tangan dengan Alvin untuk melalui proses ijab kabul.


" Saudara Alvino saya nikahkan engkau dengan Lea Parsika dengan maskawin berupa emas 54 gram di bayar tunaiii,"


" Saya terimah nikahnya Lea Parsika dengan mas kawin tersebut," sahut Alvin dengan 1 tarikan napas.


" Bagaimana semuanya sah?" tanya penghulu.

__ADS_1


" Sah," sahut Semuanya dengan serentak.


" Alhamdulillah," sahut penghulu yang langsung memimpin doa. Lea dan Alvin yang berdoa saling melihat dengan senyum lebar ke-2 nya.


" Aku tidak percaya. Akhirnya aku bisa menjadi istri Alvin," batin Lea yang begitu bahagianya yang sudah resmi di nikahi Alvin.


" Sangat lucu pertemuan ku dengannya. Aku penasaran dengannya dan akhirnya jatuh cinta padanya dan sekarang aku tidak percaya. Jika orang seperti ku akan bisa menikah," batin Alvin dengan yang juga tidak percaya. Jika Lea menjadi istrinya.


Setelah doa selesai. Lea menghadap Alvin dan mencium punggung tangan Alvin. Setelah itu Alvin mencium lembut kening Lea. Para tamu begitu bahagia melihatnya dengan senyum mereka yang begitu lebar.


Di tempat duduk Melody dan Ardian. Mereka saling melihat dengan tersenyum mereka yang begitu lebar.


" Akhirnya mereka ber-2 bisa menikah!" ucap Ardian.


" Iya sayang kamu benar. Mereka akhirnya menikah setelah melalui proses yang panjang dan sekarang sudah menjadi suami istri yang sah," ucap Melody.


" Semoga mereka bisa menjalani pernikahan ini dengan baik," ucap Ardian dengan doanya.


" Amin. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka," ucap Melody yang merangkul lengan suaminya dengan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


" Kapan ya kira-kira aku akan di kamar?" tanya Rasti yang duduk di samping Evan yang memberi kode pada Evan.


" Memang kamu mau menikah?" tanya Evan melihat ke arahnya.


" Ya maulah!" jawab Rasti dengan semangatnya, " memang ada wanita di dunia ini yang tidak mau menikah," ucap Rasti.


" Iya-iya, nanti kita akan menikah. Akan menyusul Alvin dan Lea," ucap Alvin yang mungkin sudah matang juga untuk menikah mengingat dia dan Rasti pacaran sudah lama dan belakangan ini mereka itu jarang bertengkar.


" Kamu serius mau menikahiku?" tanya Rasti.


Alvin menganggukan kepalanya dengan tersenyum pada Rasti kekasihnya itu yang di pacarinya lebih dari 3 tahun.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2