Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 218 Harus bersabar.


__ADS_3

" Kenapa jadi memikirkan hukuman untukku?" tanya Lea.


" Karena kamu sudah membuatku menjadi pembicaraan orang-orang saat rapat tadi. Jadi mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja," sahut Alvin yang sekarang meniup wajah Lea yang membuat Lea merinding. Begitu Alvin selalu saja membuat Lea akan hanyut dan ujung-ujungnya mereka bisa saling memuaskan nantinya.


" Baiklah kalau begitu apa hukuman ku. Aku akan menerimanya. Asal kamu tidak marah kepadaku," jawab Lea dengan tersenyum yang menantang Alvin. Karena Lea tau pasti apa yang di inginkan Alvin.


" Kau tau apa yang aku mau," sahut Alvin.


" Hmmm, baiklah aku tau apa yang kau mau dan aku akan menerima hukumanku. Tetapi dengan satu syarat!" ucap Lea menegaskan.


" Syarat apa?" tanya Alvin.


" Kau harus mengatakan dulu bagaimana perasaanmu saat kita mendapatkan restu dari Eyang. Aku ingin tau apa kah kau bahagia atau biasa saja?" tanya Lea.


" Aku jelas sangat bahagia. Jika Eyang pada akhirnya merestui hubungan kita yang artinya aku akan segera menikahimu. Dan akan memberimu banyak kebahagian yang tidak akan pernah kau bayangkan. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian, kesepian dan terlebih lagi harus menangis karena masalah kehidupanmu. Aku akan selalu ada untukmu di setiap waktu," ucap Alvin yang menjawab pertanyaan Lea dan sekalian berjanji pada kekasihnya itu.


" Apakah aku harus percaya?" tanya Lea.


" Kau bisa melihat dari mataku. Apa kah di mataku ada kebohongan?" tanya Alvin balik.


Lea pun menatap mata Alvin dalam-dalam dengan wajahnya yang mengeluarkan senyum indahnya.


" Kau bisa melihat kebohongan?" tanya Alvin dengan mengangkat 1 alisnya.


" Aku hanya melihat ada cinta di matamu," sahut Lea, membuat Alvin mendengus dengan senyuman.

__ADS_1


" Aku juga melihat cinta di matamu," sahut Alvin.


" Iya kau benar. Memang cinta di mataku menggambarkan perasaanku yang begitu bahagia. Karena di beri kesempatan untuk bertemu denganmu dan iya kita menjadi seperti ini. Karena ketidak sengajaan dan aku tidak menyangka. Jika aku akan mendapatkan kebahagian besar ini," ucap Lea yang terharu dengan hidupnya yang belakangan ini benar-benar begitu bahagia.


" Sama Lea aku juga tidak menyangka akan akan bisa bertemu dengamu dan memiliki kehidupan yang berbeda," sahut Alvin.


Lea mengangguk-angguk dengan matanya yang berkaca-kaca.


" Baiklah sekarang aku sudah menjawab pertanyaan mu dan juga berjanji padamu. Aku ingin memberimu hukuman dengan apa yang kau lakukan barusan," ucap Alvin yang masih menagih hukuman itu.


" Apa hukuman yang akan kau berikan?" tanya Lea dengan mengalungkan ke-2 tangannya keleher Alvin.


" Kau tau jawabannya," sahut Alvin dengan matanya yang turun pada bibir Lea dengan jarinya mengusap bibir yang menjadi candunya itu dan dapat di pastikan Alvin ingin mencium bibir itu. Di saat bibir Alvin yang semakin dekat dengan bibir Lea. Namun tiba-tiba Lea menghindar dan menjauh dari Alvin yang membuat Alvin heran.


" Eyang memintamu untuk datang ke rumah melamar ku secara resmi dan menurut tradisi keluarga kami wanita yang mau menikah di larang dekat-dekat dengan calon suaminya. Jadi itu artinya aku tidak akan bertemu dengamu lagi dan iya hukuman yang kau berikan kau simpan saja. Karena kau tidak boleh menghukumku. Kau baru bisa melakukannya setelah kita pernikahan," tegas Lea dengan dengan tersenyum membuat Alvin mengkerutkan dahinya.


" Kalau tidak percaya tanya saja Eyang," sahut Lea yang begitu puas melihat Alvin kesal.


" Sudahlah aku pulang dulu bye aku mencintaimu," sahut Lea yang pergi dengan memberi kiss dengan 2 jarinya dan mengedipkan sebelah matanya yang terlihat mengejek Alvin yang terlihat kesal.


" Ck, itu pasti hanya akal-akalan saja. Aku yakin dia pasti mengarang cerita. Ya baiklah aku tidak akan melakukannya. Tapi aku akan menghukummu berlipat-lipat ganda saat kita menikah nanti," ucap Alvin yang sekarang malah marah-marah karena melakukan Lea. Ya sudah membuat dirinya kepanasan. Bisa-bisanya Lea malah menghindar. Jelas Alvin tidak akan menerima hal itu dan hanya frustasi sendiri karena perbuatan pacarnya itu.


*********


Rumah sakit jiwa.

__ADS_1


Rumah sakit jiwa pasti identik dengan orang-orang yang memiliki gangguan jiwa. Ya iyalah gangguan jiwa kan mana mungkin tidak.


Orang-orang yang mengalami gangguan jiwa di dalam sana berbagai aktivitas. Ada yang berlari-lari seperti anak kecil, menggendong boneka yang menganggap sebagai bayi, ya pokoknya berbagi macam.


Ternyata salah satu pasien di sana adalah Raisa yang akhirnya memang di pindahkan ke rumah sakit jiwa. Di mana Raisa duduk di salah satu bangku dengan dengan tatapan matanya yang kosong dan pipinya yang di basahi dengan air mata.


Raisa sendirian yang berpisah dari yang lainnya. Dia memang sudah lebih 1 Minggu berada di sana dan terus terlihat seperti itu tanpa ada perubahan.


Ternyata Melody dan Ardian berkunjung ke rumah sakit itu yang pasti untuk melihat kondisi Rais. Melody, Ardian dan Dokter wanita berdiri kurang lebih 12 meter dari tempat Raisa duduk yang sejak tadi mereka memperhatikan Raisa yang ada di sana.


" Apa ada perubahan Dok?" tanya Melody.


" Seperti yang saya katakan Bu Melody. Bu Raisa hanya seperti itu saja yang kadang-kadang dia diam, kadang-kadang berteriak, menangis dan ketakutan," jelas Dokter sekali lagi.


Melody dan Ardian saling melihat yang pasti mereka juga simpatik dengan ke adaan Raisa.


" Lalu apa dia akan sembuh?" tanya Ardian.


" Masalah itu saya tidak bisa memastikan. Tetapi yang saya lihat Bu Raisa ini mengalami penyesalan yang membuatnya penuh ketakutan. Ya takut dalam setiap hal dan bahkan tidak berani bertemu orang. Selalu merasa jika orang di temuinya adalah orang yang di sakitnya. Bahkan beberapa perawat di sini juga mengatakan hal yang sama. Setiap mereka membantu Bu Raisa. Bu Raisa pasti mengatakan maaf, dia khilaf dan lain sebagainya," jelas Dokter dengan singkat.


" Ya Allah kasihan sekali Raisa. Aku percaya dia sebenarnya orang baik. Tetapi karena cinta yang salah menjadikan dia orang yang salah dan berakhir seperti ini. Hal ini juga pernah aku alami aku juga pernah terlalu buta dengan cinta dan bahkan berada di tempat ini dengan masalah yang sama dan lebih parahnya dengan pria yang sama. Aku sangat mengerti bagaimana menjadi Raisa," batin Melody yang menatap sendu Raisa yang diam di sana dengan tatapan kosong.


" Melody kamu tidak apa-apa?" tanya Ardian yang melihat Melody bengong.


" Tidak apa-apa. Aku hanya kasihan dengan dia," jawab Melody.

__ADS_1


" Aku mengerti," sahut Ardian yang juga tidak menyangka jika Raisa akan berakhir seperti ini.


Bersambung.


__ADS_2