
Melihat Ardian yang berlutut membuat Melody jelas kaget, bahkan sampai mundur selangkah dengan Ardian yang seolah merendahkan diri di hadapannya.
" Apa yang kamu lakukan Ardian?" tanya Melody dengan suara seraknya.
" Maafkan aku Melody, aku minta maaf," ucap Ardian yang hanya bisa mengeluarkan kata-kata itu yang membuat Melody pasti bingung dengan perkataan Ardian.
" Apa maksud kamu?" tanya Melody, " sudahlah Ardian sebaiknya kita pulang semua orang mengkhawatirkan kamu," ucap Melody yang berjongkok membuat untuk membantu Ardian berdiri dengan memegang kedua bahu Ardian.
" Ayo!" ajak Melody melihat wajah Ardian.
" Kamu benar-benar pantas membenciku," ucap Ardian dengan menatap wajah Melody, " aku sudah tau alasan kamu membenciku. Aku tidak seharusnya meninggalkanmu Melody saat itu. Aku seharusnya tidak membawamu ke Vila itu yang membuat hidupmu hancur dalam sekejap. Aku tidak tau Melody kenapa aku menjadi orang bodoh," ucap Ardian dengan suaranya yang serak yang menyesal dengan segala perbuatannya.
Melody masih diam. Namun dia tau jika Ardian sedang mengarah pembicaraan kearah mana.
" Tidak seharunya aku membiarkan Rio dan yang yang lainnya memperlakukan mu seperti itu, tidak seharusnya Melody. Sungguh aku minta maaf Melody, aku minta maaf," ucap Ardian dengan memegang tangan Melody dengan ke-2 tangannya yang memohon ampun dan air mata Melody menetes mendengarnya.
Melody langsung menarik tangannya dari Ardian.
" Cukup Ardian! tidak ada lagi gunanya kamu meminta maaf. Semua sudah terlanjur. Dan semua terjadi karena kamu. Cara kamu seperti ini membuatku jijik kepadamu. Di mana kamu sungguh mengoperku kepada teman-teman mu," ucap Melody dengan menekan suaranya. Ardian langsung geleng-geleng.
" Tidak Melody. Itu tidak benar. Aku berani bersumpah aku tidak pernah menyuruh mereka untuk melakukan itu. Melody aku tidak segila itu. Aku mencintai Melody dan aku tidak mungkin menyuruh mereka untuk menggilaimu!" ucap Ardian menjelaskan kejadian yang sebenarnya dan Melody jika mengingat masalah itu membuatnya marah dan tidak bisa mengendalikan dirinya dan langsung menampar Ardian.
__ADS_1
Plakkkkkkk.
" Kau masih tidak mengakuinya. Kau pikir aku tuli hah! saat Rio masuk kekamarku ingin memperkosaku saat itu. Aku melihatmu berbicara dengan 2 temanmu yang bajingan itu dan apa hah! kamu sekaan tersenyum, menceritakan bagaimana kau menghabiskan malam bersamaku dan kau menyuruh mereka ber-3 untuk menikmati diriku setelah apa yang kau lakukan bajingan!" teriak Melody yang emosi di depan Ardian.
" Melody aku bersumpah Melody aku tidak mengatakan apapun kepada mereka. Aku tidak Seberengsek itu Melody. Rekaman suara yang di tunjukkan Rio kepadamu. Itu bukan aku Melody. Aku hanya pergi mencari bensin yang sebelumnya Ari dan Boy menyuruhku. Dan iya dengan bodohnya aku tertipu oleh mereka dan pergi meninggalkan mu. Tapi sungguh demi Allah aku tidak pernah melakukan hal itu Melody!" ucap Ardian yang mencoba menjelaskan.
" Omong kosong!" teriak Melody yang tidak percaya dengan kata-kata Ardian. Dadanya sudah kembang kempis dengan penuh kemarahan pada kata-kata Ardian yang masih tidak mengakui apa yang terjadi, " ini yang aku benci dari mu Ardian. Kau tidak pernah mengakui apa yang terjadi dan seharusnya aku tidak pernah mencarimu. Karena percuma kau hanyalah Pria yang penuh kebohongan!" teriak Melody yang langsung berdiri yang ingin pergi.
Ardian juga langsung berdiri dan mengejar Melody yang berjalan di pinggir jembatan dan Ardian menarik tangan Melody.
" Melody aku benar-benar tidak melakukan itu!" ucap Ardian yang masih berusaha untuk menjelaskan pada Melody.
" Kalian bersandiwara Ardian, di mana Lea dan Siska juga pergi meninggalkan ku di sana. Kau tau bagaimana aku mereka memaksaku minum, meyiramku dengan alkohol dan memukulku, mereka memperlakukan ku seperti binatang yang ingin menggilir tubuhku. Aku tidak berdaya dan mendengar kata-kata mu aku semakin hancur Ardian,"
" Aku tidak tau harus percaya pada siapa saat itu. Tapi dengan keadaan lemah, luka fisik dan batin. Aku melarikan diri dari pria-pria brengsek itu. Kau tau Ardian aku masih berusaha untuk tidak mempercayai yang di katakan mereka kepadaku. Aku masih berusaha Ardian. Aku berjalan pontang-panting dengan ini, itu mencari tumpangan untuk sampai ke Jakarta seperti gembel,"
" Dan apa, mata ku sendiri melihat dengan jelas. Bagaimana Pria yang katanya mencintaiku bersama wanita lain di dalam mobil. Dengan senyumnya tanpa dosa yang sudah menghancurkan hidupku malam itu bermain gila dengan wanita itu. Setelah kau mendapatkan diriku. Kau merayakan pestamu dengan tidur bersama Raisa!" teriak Melody mengeluarkan semua yang di pendamnya selama bertahun-tahun.
" Apa maksudmu Melody. Aku tidak pernah melakukan itu," sahut Ardian membantah.
" Kau memang tidak akan pernah mengakui perbuatan bejatmu. Dan ini Ardian. Ya tempat ini," sahut Melody dengan dengan kepalanya melihat sekitar jembatan yang membuatnya kembali mengingat tragedi menyeramkan itu.
__ADS_1
" Di sini Ardian, aku rasanya ingin mengakhiri hidupku. Aku ingin mengakhirinya setelah mendapatkan penghiyanatan dari mu. Aku akan mati di sini. Jika kak Marsel tidak menemukanku. Dan kau tau aku masih berusaha untuk tidak mengetakan kebutuhanmu kepadanya. Aku harus menghancurkan perasaan kak Marsel dan ke-2 orang tuaku. Aku harus mengatakan jika aku di perkosa agar kakak ku tidak membunuhmu!" teriak Melody yang membuat Ardian terdiam.
" Kau bertanya apa lagi hah! aku harus menjadi anak remaja yang putus sekolah karena harus menanggung semuanya. Aku harus menanggung. Rumah sakit jiwa menjadi tempatku. Setelah kau berhasil menghancurkan hidupku dan bersenang-senang dengan Raisa," ucap Melody dengan suara rendah.
" Aku pikir hanya sampai di situ saja..Tapi ternyata tidak. Kau menikahiku yang membuat luka kembali. Kau melakukan itu kepadaku Ardian," ucap Melody.
Setelah mengeluarkan semua yang ingin di katakannya. Melody menetralkan napasnya yang sedari tadi dadanya terasa begitu sesak.
" Jadi apa salah aku membencimu," ucap Melody yang membalikkan tubuhnya dan ingin pergi. Ardian langsung berlari dan memeluknya dari belakang.
" Kau pantas membenciku Melody dan memang iya, semua itu kesalahanku, kau pantas membalas semuanya Melody," ucap Ardian yang memeluk erat mengakui kesalahannya.
" Lepaskan aku, semuanya sudah terlanjur, lepaskan aku, lepaskan aku," ucap Melody yang berusaha untuk melepaskan dirinya dari Ardian. Namun Ardian tetap memeluknya erat sampai Melody membalikkan badannya dan sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari Ardian.
" Lepaskan aku bilang!" teriak Melody mendorong Ardian sampai ke pagar jembatan yang ternyata ada yang lepas, tangan Ardian yang masih memegang Melody membuat Melody ikut tertarik bersama Ardian dan akhirnya mereka berdua bersamaan jatuh kesungai
Aaaaaaaaa
Suara teriakan Melody terdengar kuat di pelukan Ardian yang terjatuh dari jembatan kedalam sungai. Byurrrr suara jatuh seperti batu itu terdengar saat pasangan suami istri itu jatuh bersamaan kedalam air sungai dengan arus yang begitu deras.
Bersambung
__ADS_1