
" Lalu bagaimana kami. Apa mama tidak memikirkan kami?" sahut Gadis yang tampaknya ingin hak Chaca sepenuhnya ingin menjadi miliknya.
" Justru mama juga memikirkan kalian ber-2. Gadis, Marsel jangan hanya karena masalah Chaca persaudaraan kalian hancur," ucap Dania menekankan sebelum terjadi masalah yang lebih besar.
" Awalnya semua baik-baik aja. Aku dan Gadis tidak ada niat untuk tetap menjadikan Chaca anak kami. Tapi Ardian yang mengacaukan semuanya dia yang datang dan ingin mengambil Chaca dan Melody jika dulu tidak berbohong kejadiannya tidak akan seperti ini," sahut Marsel masih tetap mengaitkan dengan apa yang terjadi.
" Marsel nasi sudah menjadi bubur. Dan tidak akan bisa berubah lagi menjadi nasi. Jadi percuma kamu terus mengaitkan dengan apa yang sudah terjadi. Seharusnya kamu dan Gadis menerima semua kenyataannya," sahut Wawan menegaskan.
" Bukan aku dan Gadis yang harus menerima kenyataannya. Tetapi Melody dan Ardian yang harus menerima kenyataannya. Karena perbuatan mereka. Mereka tidak akan bisa mendapatkan anak mereka," tegas Marsel.
" Astagfirullah Marsel!" lirih Dania yang merasa putranya itu benar-benar sudah bukan putra yang di kenalnya, " mama tidak percaya jika akan seperti ini. Apapun yang kamu katakan mama dan papa tidak setuju kalian membawa Chaca," lanjut Dania menekankan pada Marsel dan Gadis.
" Apa itu artinya mama akan memberikan Chaca pada Melody?" tanya Gadis.
" Chaca tetap di sini. Dan kalian berdua sebaiknya berdiskusi dulu renungi semuanya. Jangan egois, jika menyayangi Chaca atau menganggap anak kalian sendiri dan takut kehilangannya. Itu juga sama yang di rasakan Melody. Jadi jangan berbuat yang aneh-aneh. Jangan melakukan sesuatu yang membuat Chaca pada akhirnya juga takut pada kalian," tegas Dania kepada anak dan menantunya itu.
" Benar kata mama kamu. Jangan membawa Chaca pergi. Biarkan dia di sini seperti biasanya. Jangan egois. Jika kalian ber-2 bisa menerima kenyataan dengan baik. Maka situasinya akan sama seperti dulu. Karena Melody juga bukan orang yang serakah yang ingin anaknya bersamanya seutuhnya. Dia juga tau batasnya untuk memiliki Chaca," sahut Wawan menambahi apa yang di katakan istrinya.
" Jadi pikirkan kembali apa yang harus kalian lakukan," ucap Dania menegaskan. Dania langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi dari meja makan sama dengan Wawan yang juga akhirnya menyusul.
Tinggal Gadis dan Marsel yang duduk berduaan saling melihat.
" Bagiamana ini mas?" tanya Gadis yang cemas jika anaknya tidak akan ikut bersamanya.
" Jangan memikirkan apa-apa semuanya akan baik-baik saja," sahut Marsel yang juga sebenarnya bingung harus melakukan apa lagi. Karena ke-2 orang tuanya tidak mengijinkan untuk membawa Chaca.
__ADS_1
**********
Rumah Ardian.
Lea yang berjalan setelah keluar dari kamarnya melewati kamar-kamar di rumah itu.
" Jangan lupakan hutang Budi Eyang," langkah Lea terhenti di depan sebuah kamar ketika mendengar kata-kata itu. Karena penasaran Lea mendekat dan mengintip dari pintu yang di buka sedikit yang ternyata Novi dan Eyang yang berbicara.
" Tante Novi apa lagi yang ingin di lakukannya," batin Lea yang menguping pembicaraan itu.
" Keluarga ini tidak ada apa-apanya. Tidak akan seperti ini. Tanpa keluarga Raisa. Jangan lupakan itu Eyang," ucap Novi lagi.
" Novi. Raisa di penjara karena perbuatannya," sahut Eyang yang berusaha untuk tegas.
" Apakah hanya karena masalah itu. Raisa harus di penjara. Lalu bagaimana dengan kejadian dulu. Siapa yang membebaskan suami Eyang saat akan mendapatkan hukuman mati. Yang membebaskannya adalah kakek Novi. Itu pertolongan paling kecil yang di lakukannya dan sekarang Raisa di penjara karena tidak berkaitan dengan keluarga dan itu semua karena Melody yang menjadi pengacau dan Eyang juga keluarga ini malah mendukungnya dan membiarkan Raisa di penjara," ucap Novi benar-benar mengungkit masalah hutang Budi.
" Jadi aku akan memohon pada Eyang paling tidak mengingat 1 kebaikan keluarga Raisa," lanjut Novi menegaskan.
Novi memang tidak bisa melakukan apa-apa untuk membebaskan Raisa yang di penjara sudah lebih satu Minggu karena Marsel pasti tidak akan mencabut laporannya. Novi pun harus menggunakan senjatanya.
Lea mendengarkan hal itu mengepal tangannya, " kurang ajar Tante Novi. Dia bisa mempengaruhi Eyang dengan kata-kata hutang Budi. Memang seharusnya mereka ber-2 masuk penjara bersamaan. Aku harus cepat-cepat menemukan bukti keterlibatan Tante Novi dengan Raisa dan dengan begitu Tante Novi tidak akan bisa lagi mengait-ngaitkan dengan hutang Budi," batin Lea yang ingin cepat-cepat bertindak.
Lea pun langsung pergi dari depan kamar itu sebelum ketahuan oleh Novi.
Ternyata Lea langsung menemui Ardian dan juga Melody yang mana ada juga Rasti dan Evan, mereka berbicara di kamar Ardian dan Melody agar Novi sang mata-mata tidak mendengar atau mengetahui apa yang mereka rencanakan.
__ADS_1
" Jadi Tante Novi meminta hal itu pada Eyang," sahut Evan.
Semuanya cukup terkejut dengan pernyataan Lea yang menceritakan apa yang di dengarnya beberapa jam yang lalu.
" Aku yakin pasti bukan hanya pada Eyang. Tetapi Tante Novi pasti sudah mengatakan pada Tante Ratih," ucap Lea yang sudah menduga-duga semuanya.
" Keterlaluan," desis Ardian.
" Masalah aku dan kak Marsel saja belum selesai dan sekarang datang lagi masalah baru. Kenapa masalahku tidak selesai-selesai," batin Melody yang bertambah pusing.
" Melody!" tegur Ardian ketikan melihat istrinya bengong, " ada apa?" tanya Ardian.
" Jika Raisa keluar dari penjara, aku tidak tau apa lagi yang akan terjadi lagi. Semuanya semakin berantakan dia akan kembali di rumah dan lagi-lagi akan kembali masalah dengan kamu dan aku capek dan sekarang aku bahkan tidak punya tempat untuk mengadu lagi. Kak Marsel tidak akan peduli lagi kepadaku," ucap Melody dengan wajahnya yang sudah lelah dengan semua ini.
Dia bahkan tidak bisa bersama anaknya dan Raisa manusia ular yang tujuannya Ardian akan kembali. Akan muncul lagi drama saling merebut Ardian membuat Melody lelah.
" Itu tidak akan terjadi," ucap Ardian yakin. Melody tidak menanggapinya.
" Hanya membuat Tante Novi bergabung bersama Raisa yang akan membuat apa yang di takutkan tidak akan terjadi," sahut Evan.
" Aku juga memikirkan hal itu," sahut Lea.
" Tapi semuanya begitu bersih. Sampai-sampai Tante Novi tidak ada jejak ikut bekerja sama dengan Raisa," sahut Rasti.
" Pasti ada cela," sahut Evan.
__ADS_1
Sementara Ardian hanya melihat ke arah Melody terus yang tampak tidak fokus dan begitu lelah. Dia seakan merasa jika Melody kehilangan segalanya karena dirinya. Karena perkataan Melody tadi menunjukkan Melody sudah di jauhi keluarganya yang seharusnya tempatnya untuk mengadu.
Bersambung