Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 188 Insiden yang tidak terelakkan.


__ADS_3

" Raisa kamu dengerin Tante. Kamu jangan seperti ini Raisa. Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa," sahut Novi yang mengkompor-kompori Raisa.


" Raisa semuanya akan kembali seperti semula. Kita akan seperti dulu lagi Raisa. Kita bisa menjadi sahabat yang saling mendengarkan, kita akan menjadi teman Raisa. Kita akan kembali seperti dulu yang saling menyayangi dan saling membantu. Kita tidak akan jauh seperti ini. Jadi Raisa jangan lakukan ini. Benar-benar akan marah jika sampai Melody kenapa-kenapa," sahut Ardian yang masih terus membujuk Raisa.


" Jangan dengarkan dia Raisa. Dia hanya mempengaruhi mu saja," sahut Novi yang tidak kalah berusaha nya untuk membujuk Raisa.


" Raisa dengarkan aku Raisa," sahut Ardian lagi.


" Kenapa Ardian, kenapa kau ingin sekali aku melepaskan Melody. Apa kau benar-benar mencintai dia dan memilihnya di bandingkan aku?" tanya Raisa dengan air matanya yang keluar.


" Aku mencintai Melody dan juga menyayangimu. Aku tidak ingin kau semakin terjerumus. Jadi dengarkan aku. Lepaskan Melody," jawab Ardian.


" Tapi apa gunanya aku melepaskannya. Bukannya kau akan marah kepadaku dan akan membenciku terus menerus?" sahut Raisa dengan suara seraknya.


" Aku tidak mungkin membencimu. Jika kau memberikan Melody kepadaku. Maka aku tidak mungkin harus membencimu, aku dan Melody akan memaafkanmu. Jadi tolong sekarang lepaskan Melody!" Ardian terus membujuk Raisa.


Raisa terlihat terpengaruh dengan kata-kata Ardian dan dengan perlahan tangannya terlepas dari leher Melody. Rasti, Evan, Lea dan Alvin saling berharap jika Raisa benar-benar akan melepaskan Melody.


" Jangan gila kamu Raisa. Kamu harus tau yang kamu lakukan itu tidak ada gunanya. Hentikan semua Raisa. Kamu jangan mau di bodohi Ardian," sahut Novi yang terus mempengaruhinya. Tetapi terlihat Raisa tidak terpengaruh sama sekali dan benar-benar melepas tangannya dari leher Melody.


Dan Ardian terlihat melangkah mendekat yang benar-benar akan menarik Melody dari dekat Rais. Jujur Melody dengan cepat.


Namun Novi terlihat panik karena yang di jadikan umpan benar-benar akan pergi dan dia dan Rais akan tertangkap setelah itu.


Langkah Melody semakin dekat dengan Ardian yang begitu juga dengan Ardian dan Raisa terlihat malah bengong.


" Kamu benar-benar gila Raisa!" teriak Novi dengan sentakan yang marah melihat Raisa membebaskan Melody dan di detik itu juga anak buah Alvin kembali ingin bergerak setelah mendapat instruksi dari Alvin dan Novi yang melihat situasi yang begitu sulit langsung menarik pelatuk pistolnya yang mengarahkan pada punggung Melody.


Ardian yang melihat hal itu langsung kaget dan menarik tangan Melody dengan gercep dan langsung dengan cepat memeluk Melody membuat arah punggungnya pada Novi.


Dorr, Dorr,

__ADS_1


Terdengar suara tembakan yang begitu kuat yang membuat semuanya terkejut sampai menutup telinga dengan wajah mereka yang benar-benar begitu shock.


" Ardian! Melody!"


" Ardian! Melody!"


" Ardian! Melody!"


Semuanya berteriak dengan wajah mereka yang benar-benar begitu terkejut. Sementara Ardian dan Melody saling berpelukan dengan tangan Melody berada di punggung Ardian.


Saat Melody meraba punggung itu, terasa basah di tangannya yang seperti lendir membuatnya perlahan mengangkat tangannya dan betapa terkejutnya Melody saat melihat tangan penuh dengan darah.


" A_Ardian," lirih Melody yang dengan air matanya menetes saat merasakan kepala Ardian seperti melemah di pelukannya dan dengan perlahan Melody melonggarkan pelukannya untuk melihat suaminya.


Melody memegang ke-2 bahu Ardian dengan tangannya dan melihat wajah suaminya yang terlihat pucat.


" Ardian! apa yang terjadi, kamu baik-baik saja?" tanya Melody dengan wajah paniknya dengan memegang pipi Ardian di mana pipi itu terkena noda darah.


Ardian tersenyum melihat Melody dan tubuhnya yang tampak lemas langsung terjatuh yang juga tubuh Melody ikut tertarik.


" Ardian!"


" Ardian!"


" Ardian!"


Yang lainnya juga ikut berteriak dan menghampiri Ardian dan Melody. Di mana terlihat Ardian yang terlihat pucat dengan napas yang baik turun. Napas yang begitu sesak. Napas yang hanya tinggal satu-satu.


" Ardian kamu harus bertahan!" ucap Evan yang tidak kalah paniknya.


" Apa yang kamu lakukan. Kenapa sampai mengorbankan diri kamu," ucap Melody yang terus mengeluarkan air mata dengan memegang ke-2 pipi Ardian.

__ADS_1


" Ardian!" lirih Raisa dengan menutup mulutnya yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Raisa yang sejak tadi mengeluarkan air mata melihat ke belakang melihat ke arah Novi.


" Apa yang Tante lakukan. Kenapa membunuhnya?" teriak Raisa yang tampak tidak terima dengan perbuatan Novi.


" Aku tidak ingin membunuhnya. Aku hanya ingin membunuh wanita pembawa sial itu. Tetapi Ardian yang menyerahkan dirinya," teriak Novi.


" Tetap saja Tante sudah ingin mencelakai Ardian!" teriak Novi yang menodongkan pistol pada Novi.


" Apa yang kamu lakukan Raisa. Kamu ingin menembak Tante," sahut Novi.


" Tante harus mati, karena telah menyakiti Ardian," sahut Rais yang sudah tidak peduli dengan wanita yang di di depannya itu.


" Itu semua karena kebodohan kamu. Makanya semuanya terjadi!" teriak Novi.


" Diammmm!" teriak Raisa yang sudah kehilangan kesadarannya yang ingin membunuh Novi yang berani menyakiti Ardian dan apalagi Raisa melihat Ardian sudah tidak berdaya lagi yang sejak tadi di tangisi Melody.


" Kamu jangan macam-macam Raisa. Aku juga bisa membunuhmu!" teriak Novi yang juga mengarahkan pistol.


Raisa tampaknya tidak peduli dengan perkataan Novi. Dengan tangannya yang bergetar Rais menarik pelatuk pistol yang mantap menembakkan tepat di dada Novi dan Novi juga terkejut dengan nekatnya Raisa.


Dorr, dorrr.


Terdengar dua kali tembakan yang membuat, Melody, Rasti, Lea, Evan dan Alvin kaget dan melihat ke arah suara tembakan itu. Yang ternyata Raisa dan Novi yang benar-benar saling menembak saat itu juga.


Mereka begitu terkejut saat melihat ke-2 wanita itu sama-sama terjatuh dengan berlutut saat mendapat satu kali tembakan di dada masing-masing. Namun Raisa yang sudah berlutut dengan menahan sakit masih memegang pistol dan menembakkan sekali lagi pada Novi.


Dorr. Suara itu membuat semuanya terkejut dengan melihat apa yang terjadi. Di mana Rais dan Novi sekarang sama-sama sudah terjatuh ketanah dengan berlumuran darah.


Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu. Tiba-tiba suara sirene polisi terdengar kuat yang mana polisi baru saja tiba di lokasi setelah terjadinya tembak menembak. Anak- anak buah Raisa dan Novi ingin berlarian ketikan mendengar suara tembakan itu.

__ADS_1


Namun anak buah Alvin langsung menangkapnya. Agar tidak ada satu pun yang lolos. Dan polisi juga langsung menangkapi anak buat Raisa dan Novi. Sementara Raisa dengan matanya yang terbuka melihat ke arah Ardian yang di kerumuni Melody dan yang lainnya dan Novi juga tampak sekarat dengan dadanya yang sejak tadi kembang kempis.


Bersambung.


__ADS_2