Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 40 Romantis yang simpel.


__ADS_3

Melody dan Ardian pun akhirnya sudah saling berdekatan untuk melakukan sesi foto yang terakhir yang mana yang lain masih setia menunggu mereka melakukan sesi tersebut.


" Baik mari kita mulai," sahut fotografer, " Kalian ber-2 tolong berhadapan!" titah fotografer yang menyuruh ke-2 orang itu saling berhadapan. Melody dan Ardian pun menurut.


" Lebih dekat lagi!" titah Fotografer.


" Apaan sih, kenapa dari tadi menyuruh dekat-dekat saja," batin Melody yang terlihat kesal.


Fotografer tersebut kewalahan dengan kakunya Ardian dan Melody sampai dia berdecak kesal dan akhirnya turun tangan dan langsung membuat Ardian dan Melody saling berdekatan dan berhadapan.


" Kalian bukannya menikah ya. Kenapa sangat kaku sekali!" tegur fotografer itu gelang-gelang dan kembali pada tempatnya untuk memotret pasangan suami istri itu.


Sebenarnya Melody yang terlihat gelisah dan risih Ardian mah santai-santai saja.


" Ardian apa salahnya romantis sedikit. Dia itu sudah istrimu," sahut eyang besar yang akhirnya ikut mengeluarkan suara. Ardian melihat ke arah Melody yang di depannya.


" Kenapa melihati ku?" tanya Melody kesal.


" Cuacanya panas. Jadi bekerja samalah. Jangan membuat ini semakin lama," ucap Ardian.


" Apa maksudmu. Kau mau menyalahkanku atas semua ini," sahut Melody yang malah mengajak ribut.


" Aku tidak menyalahkanmu. Aku hanya ingin kau tidak kaku saat berdekatan dengan ku. Aku tau kau grogi," sahut Ardian. Melody membulatkan matanya sempurna mendengar kata-kata Ardian.


" Apa kau bilang aku grogi. Kau jangan kepedean Ardian. Aku sama sekali tidak grogi dan juga tidak peduli," bantah Melody dengan kesal.


" Ayo cepat!" teriak fotografer.


" Kayaknya mereka lagi perang mulut deh," tebak Rasti.


" Hmmm, kayaknya. Karena memang ke-2nya terlihat sangat ketus," sahut Evan.

__ADS_1


" Melody Ardian cepat!" teriak Shandra.


Ardian yang di teriaki orang-orang langsung menarik pinggang Melody sampai dada Melody bersentuhan dengan dada Ardian. Melody tersentak kaget dengan perbuatan Ardian.


" Apa yang kau lakukan!" geram Melody memukul bahu Ardian.


" Diamlah! lakukan saja semuanya," sahut Ardian yang meletakkan ke-2 telapak tangan Melody di dadanya.


" Oke, begini bagus. Ayo saling menatap. Wajah semakin didekatkan," teriak fotografer yang memberi arahan lagi.


" Jangan membantah Melody. Jika tidak akan melakukan hal lain kepadamu," ucap Ardian dengan ancaman sedikit.


Melody tidak bisa apa-apa. Dia pun mengikuti apa yang di lakukan Ardian. Baru ini hasil prewedding mereka yang romantis dan terlihat dekat. Cahaya kamer terus menyoroti mereka dengan gaya mereka yang saling berdekatan, wajah berdekatan dengan mata yang akhirnya saling bertemu.


Pemandangan romantis itu membuat orang-orang yang melihat mereka baru mengeluarkan senyum. Ardian pasti tau caranya romantis. Karena dia adalah tipe Pria yang romantis.


Seperti sekarang tidak segan-segan Ardian memegang ke-2 pipi Melody di mana mendekatkan wajahnya pada Melody. Di sana Melody yang terlihat panik. Apa lagi hidung mereka yang saling bersentuhan, membuat jantung Melody hampir copot dengan Ardian yang memang kalau sudah menjadi-jadi akan menjadi. Karena begitu kesalnya dengan yang lainnya.


" Jangan lalukan itu," tolak Melody saat bibir Ardian hampir menempel. Ardian menatap wajah mata Melody yang memang pasti Melody tidak akan siap untuk hal itu. Ardian mengurungkan niatnya dan tidak jadi melakukannya.


Namun jika tidak jadi mencium Melody Ardian malah tiba-tiba mengendong Melody ala bridal style dan membuat Melody kaget dengan matanya yang melotot dan refleks tangannya mengalung di leher Ardian. Ternyata itu jauh lebih romantis dari pada harus mencium bibir indah itu.


Keromantisan itu ternyata di saksikan Raisa yang memisahkan diri dari yang lainnya di mana Raisa melihat sinis dengan matanya yang memerah tangannya yang mengepal melihat Ardian dan Melody.


" Ini sudah kelewatan batas. Kalian benar-benar tidak menganggapku ada. Dari hanya pernikahan sementara dan sekarang semuanya semakin di kuasai Melody dan aku aku sama sekali tidak mendapatkan apa-apa," batin Raisa dengan penuh kebencian melihat pasangan yang berbahagia itu.


" Baiklah, aku akan kembali menjadi Raisa yang dulu. Kamu lihat Melody apa yang akan aku lakukan. Kamu salah. Karena sudah berani bermain-main denganku dan juga sudah mengambil apa yang aku miliki," batin Raisa dengan penuh rencana dan dendam yang besar.


Akhirnya foto prewedding selesai dan berjalan dengan sangat lancar. Keluarga itu melanjutkan dengan makan siang bersama sebelum pulang kerumah.


Mereka makan di salah satu Restaurant bertemakan outher dengan 1 meja yang panjang.

__ADS_1


" Sudah berapa persen persiapan resepsinya?" tanya Dania.


" Tante tenang aja, semuanya sudah sampai 80%, kami juga sudah menyebar sebagian undangan," sahut Mila.


" Syukurlah kalau begitu semoga semuanya lancar," ucap Dania.


" Percayakan semua kepada kami Mbak," sahut Widia.


" Saya bukan hanya akan mempercayakan resepsi anak saya pada kalian. Saya juga mempercayakan kehidupan anak saya kepada kalian dan rasa kepercayaan saya sudah berkurang sedikit," sahut Dania.


" Mah, sudahlah," sahut Melody yang tidak ingin ada perdebatan.


" Apa yang terjadi kemarin. Kami anggap kalian khilaf jika terjadi lagi. Saya tidak akan mengampuni kalian semua," ucap Dania dengan serius bicara.


" Saya janji masalah itu tidak akan terjadi lagi," sahut Ardian.


" Jangan asal. Tetapi kamu haru benar-benar bertanggung jawab pada Melody," sahut Dania menegaskan.


" Iya ma," sahut Ardian.


" Dan Melody sendiri juga harus berjanji akan menjadi istri yang semestinya untuk Ardian," sahut Eyang besar membuat Melody melihat serius ke arah Eyang besar.


" Pak Wawan, Bu Dania dan semua keluarga Melody. Melody datang kerumah kami sebagai menantu yang pasti kami anggap seperti anak kami sendiri. Dan iya Ardian akan menjadi suami yang bertanggung jawab baik lahir dan batin. Tetapi begitu juga harusnya dengan Melody yang harus seimbang. Yang tidak membantah pada suaminya. Jika apa yang di katakan Ardian masih di luar nalar. Keluarga kami juga punya aturan dan Melody juga mengikuti aturan keluarga kami," ucap Eyang besar dengan penuh penegasan dan penekanan. Melody menunduk mendengar kata-kata Eyang besar.


" Melody jangan biarkan orang tuamu berpikir yang buruk-buruk kepada kami tentang perlakuan kami kepadamu. Tapi mereka tidak tau betapa banyaknya hal-hal yang kamu sangkal dan sering ribut dengan Ardian. Karena masalah spele. Jadi seimbangkan semuanya. Ardian akan menjadi suami yang seperti yang kamu inginkan dan kamu juga harus seperti itu," lanjut Eyang besar menegaskan pada Melody.


" Ardian Melody apa kalian mendengar apa kata Eyang?" tanya Eyang besar. Ardian dan Melody hanya mengangguk.


" Bagus. Jadi kalian ber-2 juga harus dewasa dalam pernikahan kalian yang satu menuntun dengan baik dan yang satu harus mengikuti," tegas Eyang besar.Melody hanya bisa diam dengan mendengar penegasan dari Eyang besar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2