
" Aku mohon Alvin biarkan aku menjadi wanita baik-baik dan tidak sama seperti wanita yang melahirkan ku. Aku rela menjadi apapun dan apapun yang kau inginkan. Asal tidak dengan hal itu. Aku mohon tolong lepaskan aku," lanjut Lea dengan suaranya yang mulai serak. Air matanya yang tidak hentinya menetes.
Alvin diam saja dan hanya menatap mata yang air mata terus mengalir. Dan perlahan Alvin melepaskan cengkraman nya dari bahu itu.
" Pergi dari hadapanku!" usir Alvin dengan suara dinginnya.
" Apa itu artinya. Kau akan membatalkan perjanjian itu?" tanya Lea ingin memastikan.
" Kau menginginkan hal itu. Maka aku melepas mu. Aku akan menganggap tidak ada perjanjian di antara kita dan aku akan menganggap kau tidak pernah meminta bantuan kepadaku. Jadi hal itu sudah selesai," ucap Alvin dengan keputusannya.
Lea sungguh terkejut mendengar keputusan Alvin yang rasanya tidak mungkin Alvin yang begitu keras dan sangat garang terlihat punya kekuasaan mau mengabulkan permintaannya.
" Kau serius?" tanya Lea tidak percaya.
" Pergilah sebelum aku berubah pikiran," ucap Alvin.
Lea mengangguk dan menyeka air matanya dengan cepat dan langsung pergi dari hadapan Alvin. Sebelum Alvin berubah pikiran. Alvin melihat kepergian Lea melihat punggung Lea yang semakin lama semakin jauh.
" Ada apa denganmu Alvin. Kenapa kau membiarkannya pergi begitu saja. Kenapa dengan mudah kau malah menyetujui apa yang di inginkannya. Apa yang kau lakukan Alvin. Kau terus mengalah untuk wanita itu Apa yang sebenarnya yang ada di kepalamu," batin Alvin yang tidak menyangka jika orang sepertinya bisa melepaskan Lea begitu saja.
Padahal dia paling membenci orang yang mengingkari janji dan Lea dengan muda membatalkan janji. Dan hanya karena melihat mata Lea yang mempunyai arti membuat dirinya luluh dan bahkan tidak tega dengan Lea.
*********
Lea pun akhirnya pergi dari tempat itu dan menuju mobilnya dan buru-buru membuka pintu mobilnya.
" Syukurlah Alvin melepasku," batin Lea merasa lega.
__ADS_1
" Lea!" lagi-lagi Lea di hentikan dengan suara yang memanggilnya yang membuat Lea langsung melihat kebelakang nya dan lagi-lagi Lea di kejutkan dengan kehadiran Melody.
" Melody!" ucapnya dengan suara serak yang begitu terkejutnya melihat ke beradaan Melody. Namun Lea berusaha untuk tenang dan menyembunyikan kepanikannya.
" Melody kamu kok bisa ada di sini?" tanya Lea dengan tersenyum kaku yang menutupi rasa gugupnya.
" Aku melihatmu bersama Alvin," jawab Melody. Lea kembali terkejut mendengarnya dengan jantungnya yang hampir copot dengan pernyataan Melody.
" Apa maksud kamu. Alvin. Alvin siapa?" tanya Lea yang terlihat pura-pura tidak tau.
" Aku juga mendengar obrolan kalian," ucap Melody yang membuat Lea semakin terkejut dan jantungnya semakin tidak terkendalikan. Bahkan matanya terbelalak saking terkejutnya.
" Melody!" lirih Lea.
" Mari bicara Lea," sahut Melody yang tampak tau semuanya. Lea pasrah dengan perkataan Melody. Seakan dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
*************
Akhirnya Lea dan Melody pun berbicara di taman di salah satu bangku dan di mana Lea sudah terlihat menangis. Yang sepertinya Melody sudah tau apa yang terjadi.
Ya saat tadi Melody melihat Lea yang pergi buru-buru membuat Melody yang penasaran dan berpikiran Lea menyembunyikan sesuatu. Akhirnya pun mengikuti Lea.
Bahkan langsung memasuki tempat yang di masuki Lea dan sangat mengejutkan untuk Melody yang melihat Lea bersama Alvin dan dugaannya semakin kuat jika Lea ada sesuatu dengan Alvin.
Tidak ingin menghilangkan kesempatan. Karena rasa penasarannya. Akhirnya Melody mendengarkan pembicaraan Lea dan Alvin dan jelas Melody begitu terkejut mendengar apa yang di katakan di bicarakan Alvin yang intinya Lea mengorbankan dirinya, harga dirinya dan juga kehormatannya untuk menyelesaikan masalahnya dan Ardian. Sontak hal itu membuat Melody tidak percaya.
Dan dari tangisan Lea saat itu sudah menjelaskan jika Lea sudah menceritakan semuanya pada Melody.
__ADS_1
" Lea kenapa melakukan hal sejauh itu?" tanya Melody yang tampak tidak percaya dengan kata-kata Lea.
" Aku tidak punya pilihan," jawab Lea.
" Aku sama Ardian. Tidak pernah menyuruh kamu untuk membantu kami dan kamu tidak harus mengorbankan diri kamu," ucap Melody yang marah kepada Lea.
" Melody jika aku tidak ikut-ikutan dalam masalah kalian. Apa sampai detik ini kamu sama Ardian bisa seperti ini. Dapat di pastikan jika kalian pasti sudah berpisah sekarang," sahut Lea yang tidak kalah menguatkan suaranya.
" Tapi tidak harus dengan kebodohan itu," sahut Melody.
" Aku tau aku salah dengan mengambil tindakan itu. Tetapi seperti yang aku katakan. Aku tidak punya pilihan dan hanya Alvin yang bisa membantuku dan lagian aku melakukan itu hanya untuk menebus kesalahanku kepada kamu. Karena aku kamu hancur, mengalami trauma dan lainnya, aku hanya ingin impas Melody. Kamu pernah hancur dan aku juga harus hancur," ucap Lea merendahkan volume suaranya dengan di iringi tangisan dan Melody ikut mengeluarkan air mata dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya sampai kepalanya.
" Lea apa yang terjadi adalah masa lalu. Kamu tidak seharusnya merasa bersalah. Aku mengenalmu dan aku tau kamu tidak punya niat jahat kepadaku dan yang terjadi padaku dan Ardian adalah kesalahan kamu. Mau kamu dan yang lainnya sebagai pemicunya. Bukan berarti kamu juga menggantikan diri kamu untuk semua ini. Kamu tau Lea apa yang kamu lakukan tindakan yang kamu ambil justru membuatku merasa bersalah," ucap Melody yang bicara terus mengeluarkan air mata.
" Keputusan yang aku ambil memang salah. Dan aku menyadari itu. Makanya aku membatalkan janji dengan Alvin," ucap Lea. Melody hanya diam yang tidak bisa berpendapat lagi.
Lea meraih ke-2 tangan Melody dan memegangnya dengan erat.
" Maafkan aku Melody aku tadi sempat marah. Tapi kamu jangan khawatir semua itu tidak jadi terjadi. Jika kamu mendengar semua pembicaraan ku dan Alvin. Maka kamu juga tau jika Alvin setuju membatalkan semuanya," ucap Lea.
" Apa kamu yakin dia akan membatalkan semuanya. Apa kamu yakin dia yang sudah berkorban banyak membebaskan kamu begitu saja?" tanya Melody ragu.
" Aku yakin," jawab Lea.
" Lea aku mohon sama kamu jangan seperti ini lagi. Sahabat bukan seperti ini. Mana ada sahabat yang harus melihat sahabatnya hancur. Jadi aku mohon jangan lakukan ini lagi. Jika ingin menyelesaikan masalah. Maka berbagilah dengan ku dan Ardian. Kita akan menghadapi sama-sama," ucap Melody yang mengingatkan Lea.
" Iya aku janji tidak akan mengulangi lagi. Kamu jangan khawatir. Aku ingin hidup sebagai wanita baik-baik yang menjaga kehormatan ku," sahut Lea. Melody mengangguk dengan tersenyum dan langsung memeluk Lea dengan erat. Mereka berpelukan erat yang mana Lea masih menangis namun merasa lega karena sudah tidak ada lagi yang di tutupinya.
__ADS_1
Bersambung