
Ternyata yang berperan dalam perangkaian romantis yang simple itu adalah. Lea, Rasti, Alvin dan Evan. Tujuan salah satu utamanya ke Jepang sebenarnya untuk Ardian dan Melody. Yang mana mereka memberi kesempatan untuk Ardian melakukan apa yang di inginkan Melody.
Semua itu ide dari Evan yang ternyata berhasil sempurna. Walau Evan juga numpang momen. Karena dia juga akan melamar kekasihnya sebentar lagi dan bukan madu Lea dan Alvin hanya akal-akalan saja. Ya Alvin dan Lea di mana pun bisa berbulan madu. Tidak perlu jauh-jauh untuk ke Jepang.
Dari kejauhan, Alvi, Lea, Rasti dan Evan melihat Melody dan Ardian masih saja berciuman yang serasa dunia milik mereka berdua dan yang lain hanya ngontrak saja.
" Akhirnya berhasil juga," ucap Evan.
" Ide kamu keren Evan," sahut Lea.
" Kita doakan saja. Semoga saja Melody dan Ardian terus bahagia dengan penuh cinta dan kasih sayang," sahut Rasti tersenyum tulus melihat pasangan itu.
" Iya. Karena perjuangan mereka tidak mudah untuk sampai titik ini. Aku mengenal Melody begitu lama dan aku tau bagaimana hatinya untuk Ardian. Selama bertahun-tahun dia dan Ardian saling tersiksa dan sekarang mereka sedang menuai apa yang mereka taman," sahut Evan dengan bijak bicara.
" Kita doakan saja. Semoga semuanya baik-baik saja kedepannya dan masalah tidak ada lagi," sahut Lea.
" Iya kita juga semoga dalam pernikahan kita. Di jauhkan dari masalah-masalah yang lain," ucap Alvin.
" Amin," sahut meteka dengan serentak.
" Ya sudah kalau begitu, sekarang sebaiknya kita pulang. Tidak mungkin melihat mereka terus. Apa kita tidak mau mengikuti jejak mereka," sahut Alvin yang kode-kode dengan istrinya.
" Jejak seperti apa sih sayang," ucap Lea.
" Jejak perbuatanku di seluruh tubuhmu," sahut Alvin yang bicara porno membuat Evan dan Rasti menjadi geli.
" Issss, memang harus ya kalian berdua itu pamer masalah ranjang di sini," ucap Evan kesal.
" Namnya juga sudah menikah. Jadi harap maklum," sahut Lea tersenyum lebar.
" Sudah-sudah, nggak usah di bahas. Lama-lama nanti pembahasannya nanti entah kemana-mana. Sekarang kita bubar aja. Kalian kalau mau selesai masalah ranjang kalian sana selesaikan," ucap Rasti kesal.
" Iya mending kita cari makan sekarang," sahut Evan yang langsung menarik tangan Rasti yang membawanya pergi. Lea dan Alvin hanya tertawa saja melihat pasangan yang belum menikah itu.
__ADS_1
***********
Melody, Ardian, Rasti dan Evan masih di luar yang mungkin masih menikmati suasana di Jepang. Namun Lea dan Alvin sudah pulang. Saat Alvin membuka kamar tiba-tiba saja Alvin di kejutkan dengan penampakan kamar yang sudah berbeda.
Kamar yang gelap yang hanya di terangi dengan lilin saja. Dengan adanya asap-asap entah berasal dari mata. Tempat tidur yang berseprai putih di penuhi dengan kelopak mawar- mawar. Bahkan lantai yang mengeluarkan asap penuh dengan mawar-mawar. Bukannya romantis malah terlihat horor.
Dan tiba-tiba keluarlah wanita penghuni kamar itu yang siapa lagi kalau bukan Lea. Yang tidak tau kapan Lea berada di kamar itu. Perasaan tadi Lea berada di belakangnya.
Lea yang memakai dress tidur yang panjang semata kakikinya dengan lengan 1 jari. Ya untungnya warna dressnya berwarna hitam karena kalau putih ya memang Lea penghuni kamar yang horor itu.
Lea dengan gerakan sensualnya langsung menghampiri Alvin.
" Ini semua kamu yang membuatnya?" tanya Alvin. Lea menganggukkan kepalanya dan mengalungkan tangannya di leher Alvin.
" Walau tujuan utama kita ke Jepang untuk Melody dan Ardian. Tetapi aku juga ingin melakukan suatu hal yang berkesan untuk kamu. Aku ingin memberikan hadiah di hari pernikahan kita," ucap Lea yang bicara menatap Alvin dalam-dalam dengan wajah mereka yang saling berdekatan.
" Lea. Aku sudah mendapatkan banyak hadiah di pernikahan kita salah satunya hadiah terbesarku adalah kamu. Jadi aku tidak butuh hadiah apa-apa lagi dari kamu," ucap Alvin.
" Aku tau itu. Tapi aku ingin terus memberimu hadiah dan pengalaman-pengalaman indah yang begitu berkesan," ucap Lea.
" Kalau begitu aku ingin tau hadiah yang akan aku dapatkan dari istriku yang cantik ini," ucap Alvin.
Lea tersenyum dan langsung mencium bibir Alvin. Hanya mengecup sekilas dan Lea memegang tangan Alvin dan mengajaknya untuk ke atas ranjang yang kamar itu penuh dengan asap.
Lea mendorong Alvi ke atas ranjang sampai Alvin berbaring di atas ranjang dan Lea langsung merangkak ke atas ranjang.
Apa lagi yang di lakukannya kalau tidak melayani suaminya. Dengan keahliannya yang memang tidak dapat di ragukan. Meskipun pertama kali dia bercinta dengan Alvin dan itu baru saja. Namun Lea sangat ahli melakukannya dan mungkin cepat belajar dari Alvin.
Di pastikan Alvin akan puas dengan pelayanan istrinya yang begitu liar yang menguasai dirinya. Dan Alvin memberi kesempatan Lea untuk menguasai dirinya. Walau Alvin tidak suka jika dalam percintaan wanita yang mendominasi. Alvin lebih suka dia yang bekerja. Namun kali ini di biarkan ya istrinya yang bekerja.
Ya mereka melakukan percintaan panas di kamar yang sudah di siapkan Lea dengan caranya sendiri. Pasangan itu memang aneh dari yang lain. Yang bercinta dengan ala-ala asap-asap seperti pesugihan untuk gak sesak napas.
************
__ADS_1
Sementara Evan dan Rasti sedang menikmati makan malam di salah satu Restaurant Jepang. Pasangan itu sejak tadi makan yang duduk berhadapan sembari mengobrol.
" Mau lagi?" tanya Rasti yang menyiapkan makananya pada Evan yang ada di depannya itu.
Evan membuka mulutnya dan menerima suapan romantis dari kekasihnya itu.
" Enak?" tanya Rasti.
" Rasanya biasa saja. Namun karena di suapi. Jadi enak," jawab Evan.
Rasti tertawa mendengarnya, " belakangan ini kamu itu romantis. Kata-katanya terdengar sangat indah. Belajar dari mana?" tanya Rasti.
" Keseringan jadi obat nyamuk dari pasangan yang bucin. Jadi seperti ini hasilnya," jawab Evan.
" Iya-iya deh," sahut Rasti.
" Oh iya Rasti besok aku mau mengajakmu ke tempat sesuatu," ucap Evan.
" Kemana?" tanya Rasti.
" Sesuatu yang paling indah yang akan menjadi kenangan terindah dalam hubungan kita," ucap Evan membuat Rasti tersenyum.
" Aku jadi tidak sabar besok. Kemana kira-kira
kamu akan mengajakku," ucap Rasti.
" Kita lihat saja besok," ucap Evan. Rasti mengangguk dengan senyum-senyum saja. Namun pembicaraan teralihkan dengan notif pesan dan Rasti langsung melihatnya yang mampu membuat senyumnya hilang.
" Rasti kamu kenapa?" tanya Evan yang melihat perubahan Rasti.
" Oh aku, tidak-tidak apa-apa," jawab Rasti meletakkan kembali handphonenya di atas meja dengan senyum kaku yang seperti ada sesuatu.
Evan hanya mengangguk saja dan melanjutkan makannya.
__ADS_1
Bersambung