Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 122 Hasil tes DNA.


__ADS_3

Marsel berjalan di koridor rumah sakit sambil memegang handphonenya.


" Pak Marsel!" tegur Dokter yang tiba-tiba melihat Marsel dan membuat Marsel berhenti.


" Dokter," sahut Marsel. " ada apa ya dok?" tanya Marsel.


" Ini pak, hasil tes DNA nya sudah keluar," ucap Dokter memberikan amplop putih. Jantung Marsel berdetak kencang ketika melihat amplop itu yang tiba-tiba membuat perasaannya tidak tenang.


" Pak!" tegur Dokter melihat Marsel bengong dan bahkan tidak mengambil apa yang di berikan Dokter.


" Oh, iya Dok," sahut Marsel gugup dan langsung mengambilnya dengan tangannya yang bergetar.


" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya pak," ucap Dokter. Marsel yang kurang fokus hanya mengangguk saja. Matanya langsung melihat apa yang di berikan Dokter. Seakan Marsel tidak siap untuk melihatnya.


" Kak Marsel!" panggil Febby membuat Marsel tersentak kaget dan langsung menyembunyikan apa yang di pegangnya.


" Febby, ada apa?" tanya Marsel.


" Lihat kak Melody tidak?" tanya Febby.


" Di depan ruangan Chaca," jawab Marsel.


" Hmmm, begitu. Tadi Febby cari kesana kemari dan tidak ketemu. Oh iya apa yang kakak pegang?" tanya Febby yang ternyata sudah melihat terlebih dahulu apa yang di pegangnya.


" Tidak apa-apa," sahut Marsel. " Ya sudah sana kamu temui Melody. Kakak mau pergi dulu," ucap Marsel yang langsung pergi.


" Tes DNA," lirih Febby yang ternyata sebelumnya mendengar omongan Dokter. " Kenapa Dokter itu memberikan hasil tes DNA? apa kak Marsel sedang melakukan tes DNA," gumam Febby yang tiba-tiba kepikiran.


" Argggghhh sudahlah aku pusing melihat keluarga ini yang banyak teka-teki. Mendingan aku cari kak Melody," ucap Febby yang langsung pergi dari tempatnya berdiri.


*************


Mobil Marsel berhenti di depan kantor Polisi. Marsel memang mendapat panggilan dari Polisi mengenai masalah Raisa yang mencelakakan Chaca. Marsel yang sebagai orang tua Chaca di minta keterangan dan pasti Marsel akan berbicara sesuai fakta dan pasti untuk memberatkan Raisa.


Tidak lama setelah melakukan interogasi dengan Polisi Marsel langsung keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


" Aku belum melihat hasil tes DNA itu. Aku seakan tidak berani melihatnya," batin Marsel yang memang keberaniannya hilang untuk minat hasil tes DNA itu.


" Tapi aku harus mengetahui kebenarannya," ucapnya dengan yakin. Saat Marsel ingin pergi tiba-tiba Marsel melihat Rio yang di bawa Polisi.


" Bukannya dia Pria yang di rumah itu yang di pukul Ardian kemarin," lirih Marsel yang mengingat Rio.


" Aku harus bicara kepadanya. Aku yakin dia tau sesuatu. Ya aku harus bicara kepadanya," batin Marsel yang tiba-tiba ingin bicara dengan Rio.


Dalam kesempatan itu Marsel langsung meminta izin pada Polisi untuk menemui Rio dengan alasan untuk menjenguk Rio.


Polisi memberi izin dan Marsel sekarang sudah berhadapan dengan Rio dengan ke-2 tangan Rio yang di borgol di depan.


" Jadi dia kakaknya Melody," batin Rio yang terus melihat Marsel.


" Ada apa menemuiku?" tanya Rio dengan suara angkuhnya.


" Apa hubungan kamu dengan Ardian?" tanya Marsel.


" Kenapa tidak tanya sama Ardian saja," sahut Rio yang balik bertanya.


" Oh, jadi masalah itu. Baiklah aku sudah di penjara. Apa salahnya memberitahu jika ada yang ingin mengetahuinya," sahut Rio dengan santai.


" Kalau begitu katakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Marsel.


" Aku teman Ardian, aku Rio berteman dengan Ardian dan juga Lea sama dengan teman-teman kami Karin yang juga di tangkap. Ya aku mengenal Melody sebagai pacar Ardian. Karena Ardian memperkenalkan dan aku juga tau apa yang terjadi pada Melody di masa lalu yang membuat dia depresi," ucap Rio membuat Marsel kaget.


" Katakan apa yang kamu ketahui?" sahut Marsel yang sudah menahan diri.


" Ya kami aku dan teman-teman ku yang sudah mencekokinya dengan miras dan sedikit bermain kasar," jawab Rio tanpa dosa mengakui kesalahannya. Marsel yang mendengar hal itu kaget dengan mengepal tangannya.


" Kurang ajar kau!" geram Marsel. " Apa kau yang telah memperkosa adikku!" bentak Marsel. Membuat Rio menyunggingkan senyumnya.


" Seharunya iya. Tapi gagal, walau kami sudah merencanakannya dan kami tidak sempat kebagian," sahut Rio, membuat Marsel heran.


" Apa maksud mu?" tanya Marsel dengan tubuhnya yang bergetar yang penuh dengan ketakutan.

__ADS_1


" Ardian dia yang melakukannya," ucap Rio yang membuat Marsel kaget dengan napasnya yang terasa sesak dan wajahnya memerah dengan rahang kokoh yang mengeras dan bola mata yang hampir keluar.


" Malam ulang tahun Ardian, dia berpesta dengan Melody di dalam kamar yang mungkin hadiah yang di berikan Melody untuk Ardian dan juga Ardian tidak pelit dan ingin membagi kekasihnya kepada kami. Tetapi saat itu gagal karena Melody kabur. Jadi intinya adikmu rusak itu di tangan pacarnya sendiri yang sekarang menjadi suaminya," jelas Rio yang membuat Marsel hampir berhenti bernapas.


" Kurang aja!" teriak Marsel menghampiri Rio yang ingin memukul Rio. " Kau ingin merang cerita di sini!" teriak Marsel dengan memegang kerah baju Marsel.


" Tidak aku tidak mengarang cerita, tetapi itu kenyataan. Tanyakan saja pada adikmu dan aku yakin dia menutupi lagi kesalahan kekasihnya. Dia sudah membodohimu dan keluargamu selama ini," ucap Rio dengan menekan suaranya.


" Brengsek!" teriak Marsel yang tidak bisa menahan dirinya yang melepas cengkramannya dan melihat Rio kembali dengan tatapan tajam.


" Kau yang telah berani menyiksa adikku. Kau juga akan mati di tanganku," ucap Marsel mengancam Rio dan langsung pergi. Rio menyunggingkan senyumnya mendengar kata-kata Marsel.


" Hmmmm, dia pikir aku takut. Aku juga sudah di penjara dan Ardian ya terima nasib, enak-enakan 4 tahun lalu. Dan baru sekarang kenal masalah, emang enak," ucap Rio menyunggingkan senyumnya yang sengaja mengarang-ngarang cerita agar Ardian menjadi sasaran kemarahan Marsel.


************


Sementara Ardian sedang bersama Dokter di ruangan Dokter.


" Ini pak!" ucap Dokter memberikan amplop putih.


" Hasil tes DNAnya sudah keluar dan bapak bisa lihat hasilnya," ucap Dokter wanita tersebut.


" Makasih Dok," sahut Ardian yang begitu gugup mengambil amplop putih itu.


Ardian menarik napasnya panjang dan membuatnya perlahan ke depan.


" Apapun hasilnya yang penting aku tau kebenarannya dan tidak penasaran lagi," batin Ardian yang langsung membuka amplop putih itu.


Dengan gugup dan jantung berdebar kencang Ardian membuka kertas yang sudah di keluarkan dari amplop itu dan membuka lipatan kertas itu yang langsung membaca apa hasil tes DNA itu.


Dengan teliti Ardian membacanya dengan wajahnya yang shock sampai menetes air mata di atas kertas tepat pada tulisan cocok.


" Hasilnya positif, Chaca adalah anakku," batin Ardian dengan tubuh yang bergetar yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2