
" Katakan Lea, kenapa dia keluar dari penjara?" tanya Rio lagi yang belum mendapat jawab apa-apa dari pertanyaannya.
" Karena dia punya kekuasaan yang tidak sama denganmu. Jadi sangat mudah jika dia akan keluar lebih cepat dari pada dugaan mu. Itulah Raisa dengan segala kekuasaan. Sama dengan hal ini, dengan kekuasaannya dia menjebakmu untuk menyelamatkan dirinya," ucap Lea.
" Sial, bisa-bisanya wanita itu dengan mudah main keluar-keluar saja," umpat Rio.
" Ya dia memang wanita yang hebat yang bisa melakukan semua itu dengan sempurna," sahut Lea yang membuat Rio semakin panas.
" Lalu kau datang kemari untuk memberitahuku masalah itu, apa kau sengaja memanas-manasi ku dengan dia yang keluar dari penjara dengan kekuasaan yang kau katakan itu," sahut Rio menarik kesimpulan. Karena memang itu yang di lakukan Lea untuk mempermudah rencananya.
" Iya dan aku yakin kau akan tidak suka dengan keluarnya Raisa dari penjara bukan. Karena jelas itu tidak adil untuk dirimu. Yang mana semua kesalahan di limpahkan kepadamu," sahut Lea yang saling menatap tajam dengan Rio yang mana Lea bisa melihat kekesalan di wajah Rio yang mengetahui Raisa yang akan segera keluar dari penjara.
" Hmmm kau benar aku memang tidak auka. Tapi aku yakin tujuanmu bukan hanya itu saja. Kau pasti punya tujuan lain bukan!" tanya Rio menebak-nebak.
" Kau benar tujuanku pasti bukan hanya untuk memberitahumu dia keluar secepatnya. Karena jelas tujuanku jauh lebih penting dari pada memberimu informasi yang membuat mood berantakan," sahut Lea.
" Baiklah Lea sahabatku. Katakan apa tujuan utamu datang menemuiku?" tanya Rio dengan berusaha untuk santai.
Lea tersenyum tipis mendengar pertanyaan Rio, " aku senang kau masih menganggap ku sahabat. Ya walau aku sudah tidak menganggapmu sahabat lagi. Karena sorry aku tidak Sudi bersahabat denganmu," sahut Lea yang bicara blak-blakan membuat Rio mendengus kasar.
" Langsung pada intinya. Tujuanmu datang kemari. Jangan membuang waktuku. Aku juga tidak mau menjadi sahabatmu," sahut Rio dengan wajahnya yang serius bercampur kesal dengan kata-kata Lea yang kalau bicara memang sangat sinis.
__ADS_1
" Aku ingin bukti keterlibatan Raisa dalam semua masalah yang terjadi. Bukan hanya keterlibatan Raisa, tetapi juga Novi di mana mereka akan mendapatkan hukuman seberat-beratnya dan kekuasaan yang mereka miliki tidak akan sanggup untuk mengeluarkan mereka. Karena hukum yang akan memberi mereka pelajaran," ucap Lea yang langsung to the point menjelaskan semua tujuannya pada Rio.
Rio menanggapi semua kata-kata Lea hanya dengan mendengus kasar, " apa keuntungaku harus memberikan apa yang kau mau. Bukankah itu hanya untuk keuntungan mu dan teman-teman mu itu," sahut Rio.
" Kau jelas tau apa yang akan kau dapatkan. Yang pasti Raisa dan Tantenya akan di penjara dengan hukuman yang sangat berat ya itu salah satunya yang akan kamu dapatkan, bukankankah itu adalah salah satu kemauanku," ucap Lea.
" Sama-sama di penjara. Apa gunanya, dia dengan hukumannya dan aku dengan hukumanku. Bahkan jika kembali pada titik 4 tahun lalu bukannya semuanya juga akan terlibat. Termasuk kau dan juga Ardian dan yang paling parahnya hukuman ku akan semakin bertambah sama dengan Raisa. Lalu apa gunanya aku akan memperkeruh suasana," sahut Rio yang tampaknya tidak mau repot-repot untuk membantu Lea.
" Kau terlalu mengkhawatirkan kami Rio, masalah yang terjadi 4 tahun lalu tidak akan membuatku dan Ardian sama denganmu, teman-temanmu itu dan Raisa kita berbeda dan jangan berlebihan mengkhawatirkan kami," sahut Raisa.
" Hmmmm, baiklah aku tau kalian memang tidak berpengaruh untuk hal itu. Tetapi sama saja jika aku akan memberikan sesuatu dengan masalah itu. Yang adanya hukuman ku juga akan bertambah. Lalu apa gunanya," sahut Rio.
" Hukuman mu memang akan bertambah dan akan bertambah jika aku....." Lea bangkit dari tempat duduknya dan mendekatkan wajahnya pada Rio, " aku akan berikan berkas-berkas pada polisi mengenai keterlibatan mu dengan senjata ilegal dan pemakaian barang haram," ucap Lea dengan pelan.
" Kau sejauh itu Lea bertindak," sahut Rio menekan suaranya yang tidak habis pikir dengan Lea.
" Aku merasa bersalah pada Melody. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku. Jadi termasuk akan membuatmu juga akan lebih lama lagi di penjara. Jika kau begitu pelit untuk tidak memberitahu ku untuk memberatkan musuhmu itu," sahut Lea dengan santai.
Rio membuang napasnya perlahan kedepan dengan mengusap kasar mulutnya yang mana dia menjadi keringat dingin.
" Aku akan membantumu. Jika tempatku tidak di sini lagi dan aku bisa lolos dari pekerjaan brengsek itu," sahut Rio membuat Lea menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
" Kau ingin bertobat?" tanya Lea dengan sindiran.
" Kau dengarkan aku Lea, aku sudah meninggalkan semua itu sejak dulu. Dan aku juga tidak mau di penjara berlama-lama. Jika kau bisa membuatku terbebas dan pergi dari negara ini dengan nama yang bersih maka aku akan menukar Raisa dan tantenya," ucap Rio dengan cepat mengambil keputusan.
Lea tersenyum dengan kata-kata Rio, " tapi pasti itu tidak mudahkan?" tanya Lea, " ya karena aku tidak punya kuasa untuk menghapus dosa-dosa mu itu. Karena itu tindakan kriminal yang juga akan mengotori tanganku," sahut Lea.
Rio melihat di sekitarnya yang mengawasi polis apakah ada yang memperhatikannya atau tidak. Rio juga mengecek Cctv yang benar-benar mengawasi di sekelilingnya.
" Mari handphone mu!" titah Rio dengan pelan. Dengan mudah Lea memberikannya dan Rio langsung mengambilnya dan mengetik-ngetik sesuatu di handphone Lea. Lea juga melihat di sekeliling yang juga takut polis melihat dan bisa-bisa dia yang di periksa nanti.
" Ini!" Rio selesai menulis apa yang di tulisannya dan memberikan kembali handphone Lea. Lea hanya melihat sebentar dan memasukkan kembali kedalam tasnya.
" Dia bisa melakukannya. Tapi kau harus siap memberikan imbalannya. Apa yang aku lakukan sudah setimpal dan Raisa dan juga Tante peot itu tidak akan bisa apa-apa lagi," ucap Rio dengan yakin..
" Hmmm, baiklah kalau begitu! bagus jika kau sadar mana yang harus kau lakukan dan tidak kau lakukan," sahut Lea.
" Pergilah dari sini! aku muak melihat wajahmu," sahut Rio.
" Aku juga sudah mau pulang," sahut Lea yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
" Awas jika kau mengingkari janjimu," tegas Rio sebelum Lea pergi. Lea hanya menanggapi dengan tersenyum tipis dan langsung pergi.
__ADS_1
Bersambung