
Keluarga Ardian semakin panik, bukan hanya Ardian tidak di temukan. Namun Melody juga ikut-ikutan hilang yang membuat semuanya semakin bingung. Lea dan Evan yang tadi malam mencaripun sudah kembali lagi dan bahkan Bayu dan Arya juga ikut mencari. Tetapi mereka sama sekali tidak menemukan Melody atau juga Ardian.
" Ya Allah, ini sudah sore tapi anakku dan menantuku tetap tidak di temukan di mana mereka sebenarnya," ucap Widia yang duduk di sofa dengan wajahnya yang penuh dengan kekhawatiran.
" Mama tenang yang Ardian dan Melody pasti segera di temukan," ucap Mila yang duduk di samping Widia yang mencoba untuk menenangkan ibu mertuanya itu.
" Apa mungkin Melody sudah menemukan Ardian dan mereka memang tidak ingin pulang," sahut Eyang yang berpikir positif.
" Itu tidak mungkin Eyang. Ardian pasti belum di temukan dan Melody bisa saja dia dirumahnya dan hanya alasan saja mencari Ardian, dia juga pergi naik Taxi tadi malam. Mana mungkin bisa mencari Ardian dengan naik Taxi. Paling dia tidur nyenyak di rumahnya," sahut Raisa yang membuat suasana semakin panas.
" Apa maksud kamu!" tiba-tiba terdengar suara Pria yang tidak asing di telinganya yang ternyata pria itu adalah Marsel yang datang bersama istrinya, Dania dan juga Wawan.
" Ya ampun keluarga Melody datang, pasti masalah ini semakin panjang," batin Mila yang sudah mulai khawatir padahal belum ada apa-apa.
" Apa yang kamu katakan jika Melody ada di rumah kami. Kami justru datang kemari karena ingin menayakannya Melody. Karena tadi malam Evan menelpon mengatakan Melody tidak pulang," ucap Marsel yang sudah berada di ruang tamu bersama yang lainnya.
" Evan kamu ini ya kenapa harus bilang-bilang dulu!" ucap Shandra pelan.
" Ya kan aku hanya bertanya dan keceplosan itu juga tidak sengaja," sahut Evan dengan santai.
" Apa yang terjadi, kenapa Ardian bisa hilang dan Melody kenapa dia juga tidak ada?" tanya Dania dengan wajahnya yang penuh kecemasan.
" Ya apalagi masalahnya. Kalau bukan karena anak Tante. Dia yang mencari masalah sehingga semuanya menjadi seperti ini," sahut Raisa dengan ke-2 tangannya berada di dadanya.
" Benar kata Raisa, memang Melody itu tidak ada hentinya membuat masalah di rumah ini," sahut Novi yang menambahi lagi.
" Kenapa harus Melody, memang apa yang di lakukannya?" tanya Wawan yang tampak mulai emosi dengan putrinya yang di salah-salahkan.
__ADS_1
" Jelas itu kesalahannya. Baru juga pulang dari rumah kalian. Sudah ribut dengan Ardian dan pagi-paginya bikin kerusuhan. Keponakan saya hampir saja terbunuh dan sampai saat ini Ardian tidak tau di mana dan pasti gara-gara Melody karena keluar dari kamar Ardian sudah entah seperti apa," ucap Novi yang tidak hentinya menyalahkan Melody.
" Apa, jadi paginya Ardian pergi. Kami bahkan bertemu di rumah sakit siangnya dan aku juga melihat Ardian terluka. Apa yang terjadi. Apa mungkin Ardian dan Melody ribut karena masalah itu Ardian berusaha mencari tau tentang Melody. Jika Ardian mencari tau apa sungguh dia tidak tau apa-apa. Karena saat aku mengatakannya dia juga tampak kaget dan bukannya Melody bilang Ardian meninggalkannya karena mengetahui hal yang terjadi pada Melody. Lalu jika Ardian meninggalkan Melody karena kejadian itu. Lalu kenapa Ardian mencari tau dan bahkan seperti orang yang tidak tau apa-apa," batin Marsel yang bergerutu sendiri yang penuh kebingungan.
" Jadi jelaskan semua terjadi karena perbuatan Melody," sahut Raisa menambahi.
" Bisa tidak. Jika kamu tidak menyalahkan Melody sekali saja," sahut Gadis yang lama-kelamaan muak dengan Raisa.
" Aku tidak menyalahkannya. Itu memang kenyataan," sahut Raisa.
" Bukan Melody yang salah. Tetapi kamu," sahut Gadis.
" Apa maksud kamu?" sahut Raisa yang tampak tidak terima dengan Gadis menyalahkannya.
" Kamu kembali dan masalah terjadi. Jadi itu artinya semua masalah itu karena kamu. Melody dan Ardian sebelumnya baik-baik saja. Kamu bisa tanya dulu dengan penghuni rumah ini. Bagaimana Melody dan Ardian yang baik-baik saja tanpa adanya kamu dan mereka juga berkunjung kerumah kami sangat baik-baik saja dan tidak ada masal. Tetapi ketika kamu kembali bersama Tante kamu, lihat masalah terjadi. Jadi intinya masalah itu kamu yang menyebabkannya," ucap gadis dengan penuh penekanan dan penegasan pada Raisa.
" Aku berkata apa adanya. Kamu dalang semuanya. Dalang masalah. Kamu menjadi orang ke-3 dalam rumah tangga Melody dan Ardian. Jadi biang masalah itu adalah kalian berdua," tegas Gadis.
" Kamu jangan asal bicara ya," sahut Novi mulai naik darah.
" Sudah cukup!" bentak Eyang.
" Memang benar kata Gadis. Semua ini gara-gara kamu Raisa. Kan kamu yang membuat opini pada saat Melody dan Ardian pulang. Kamu sengaja berkata yang tidak-tidak yang membuat Melody salah paham. Jadi memang kamu dalangnya," sahut Lea yang turut membela Gadis.
" Jangan seenaknya kamu Lea menuduhku," sahut Raisa tidak terima.
" Kalian jangan ribut di sini. Melody dan Ardian tidak di temukan. Kalian malah ribut di sini. Raisa kamu juga sudah tau apa yang terjadi, jadi jangan kamu membuat suasana semakin panas. Kamu juga sebaiknya memikirkan dulu sebelum bicara dan jangan asal bicara yang akhirnya membuat suasana semakin panas," sahut Wida yang penuh penegasan yang membuat Raisa diam yang tidak mampu bicara apa-apa lagi.
__ADS_1
" Sialan, aku jadi di marahi gara-gara wanita ini," batin Raisa dengan mengepal tangannya yang melihat sinis Gadis dan juga Lea.
" Syukurin memang enak," batin Lea yang merasa puas.
" Ada kabar," sahut Bayu yang tiba-tiba datang bersama dengan Arya.
" Ada apa Bayu?" tanya Shandra.
" Kami menemukan mobil Ardian di dekat jembatan dan juga kami menemukan supir Taxi yang di naiki Melody tadi malam dan menurut keterangannya Melody turun di sana," ucap Bayu menjelaskan dengan cepat.
" Itu artinya memang benar Melody sama Ardian sudah bertemu," sahut Eyang.
" Lalu bagaimana, apa kalian melihat Melody?" tanya Dania panik.
" Belum Tante. Mobil Ardian kosong dan kita sudah hubungi polisi untuk mencari Ardian dan Melody," sahut Arya.
" Kalau begitu ada sebaiknya kita langsung ke lokasi kejadian," sahut Marsel mengambil tindakan.
" Iya sebaiknya kita kesana. Ayo jangan membuang-buang waktu," sahut Wawan yang setuju dan langsung pergi bersama istrinya dan di susul Marsel dan juga istrinya.
" Ayo Evan, kita juga pergi!" ajak Lea. Evan mengangguk dan juga menyusul untuk pergi.
Mila, Widia, Eyang, dan Shandra pun akhirnya menyusul untuk pergi ke lokasi ke jadian. Tinggal Raisa Novi yang ada di sana.
" Sial kenapa semuanya jadi menyalahkan aku," ucap Raisa kesal.
" Sudahlah ayo kita ikuti mereka. Semoga Ardian ketemu dan si Melody tidak sama sekali," ucap Novi yang langsung menarik Raisa untuk segera pergi.
__ADS_1
Bersambung