Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 227 Melody membongkar semuanya.


__ADS_3

" Racun!" lirih Ardian.


" Apa maksud kamu Melody?" tanya Widia.


" Keterlaluan kamu Melody. Kamu menuduhku memberikan racun pada Lea," sahut Iriana yang membantah hal itu dengan matanya yang menatap Melody.


" Aku tidak belum bicara apa-apa sama sekali," sahut Melody.


" Melody Lea itu anakku. Aku mana mungkin melakukan hal serendah itu. Kamu pikir aku sejahat itu yang ingin mencelakai Lea hah. Aku tidak sejahat itu Melody! istri kamu ini benar-benar kurang ajar Ardian!" teriak Iriana yang membantah tuduhan itu.


Melody mendengus kasar. Lalu berdiri dari jongkoknya dan terlihat berjalan cepat menaiki anak tangga.


" Melody mau kemana kamu?" tanya Ardian yang heran dengan kepergian Melody. Begitu juga semua orang yang bertanya-tanya. Kemana Melody pergi.


" Lihatlah apa yang di lakukan. Berspekulasi dengan sesuka hatinya dan kemudian apa pergi dengan semuanya. Aku dan Lea memang tidak baik-baik saja. Tapi aku tidak mungkin meracuni anakku sendiri dan tadi bahkan aku dan Lea berbicara dan kami berdua sangat dekat. Karena aku sudah menyadari kesalahanku dan meminta maaf pada Lea. Aku juga merestui hubungannya dan Alvin. Jadi aku tidak mungkin ingin mencelakai anakku sendiri itu sangat tidak mungkin!" tegas Iriana yang mencari pembelaan agar semua orang tidak mencurigainya.


Orang-orang yang ada di sana tidak bicara apa-apa. Yang mana mungkin menuduh Iriana tanpa adanya bukti. Tidak lama akhirnya Melody kembali lagi dengan membawa gelas bekas susu yang di minum Lea dan masih ada sedikit lagi sisinya dan juga di tangan Melody yang satunya terdapat botol kecil yang di balutnya dengan tisu.


" Tante tidak bisa mengelak lagi. Karena Tante lupa untuk membuang barang bukti," ucap Melody yang berdiri di depan Iriana dan Iriana hanya shock yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


" Apa maksud kamu Melody?" tanya Ardian yang berdiri di sampingnya.


" Untuk semua orang yang ada di sini. Saat aku ingin ke dapur. Aku melihat Tante Iriana menuang susu dan mencampurkan cairan dari dalam botol ini. Aku masih bertanya dan katanya untuk di minumnya sendiri. Aku merasa tidak akan ada apa-apa. Walau aku mencurigai sesuatu. Namun aku masih berpikir positif ketika dia mengatakan minuman yang sudah di racik dan di campur dengan cairan ini untuknya," ucap Melody yang mengejutkan semua orang.


" Jangan menuduh kamu Melody!" teriak Iriana yang membantah pernyataan Melody.


" Aku tidak menuduh. Aku berbicara berdasarkan apa yang aku lihat dan iya berdasarkan dengan penemuan barang bukti dari kamar Tante. 2 alat bukti ini masih ada di kamar Tante," tegas Melody.


" Kau melakukan semua itu Iriana?" tanya Shandra yang tidak habis pikir dengan perbuatan adiknya.

__ADS_1


" Jelas semua ini adalah perbuatan Tante Iriana yang sengaja memberikan Lea susu ini dan membuat Lea seperti ini," sahut Melody menegaskan.


" Iriana kau sungguh keterlaluan!" ucap Eyang menekan suaranya yang sekarang sudah berdiri di depan Iriana menatap Iriana dengan tajam.


" Mah, itu tidak benar aku...."


Plakkkkkkk.


Tamparan keras langsung melayang ke pipi Iriana yang mengejutkan semua orang dan Iriana sendiri juga kaget dengan tangannya yang memegang pipi kanannya yang telah memerah karena tamparan mamanya.


" Kau bukan manusia! Apa yang kau lakukan kepada anakmu sendiri! kau ingin mencelakai anakmu! kau ingin membunuhnya. Dia adalah anakmu Iriana bukan musuhmu!" teriak Eyang besar dengan suara menggelegar.


" Mama menampar ku padahal jelas buktinya belum kuat. Mama jangan asal percaya dengan apa yang di katakannya semua itu tidak benar. Aku mana mungkin ingin mencelakai anakku sendiri. Aku masih waras," sahut Iriana menekan suaranya yang masih membantah semua dengan perkataan Melody.


" Jika Tante belum merasa buktinya belum kuat. Masih ada sisinya sedikit Lagi. Silahkan di minum!" perintah Melody yang menantang Iriana membuat Iriana terkejut.


" Kurang ajar kau Melody. Kau tidak sepolos yang aku pikirkan," umpat Iriana di dalam hatinya yang saling menatap dengan tajam dengan Melody.


Iriana hanya diam dengan mengepal tangannya yang mana mungkin meminum bekas susu itu. Dia bisa mati bersama Lea


" Keterlaluan kamu Iriana. Sangat keterlaluan. Kau masih tidak mengakui kesalahan mu. Kau itu manusi atau bukan," sahut Widia yang benar-benar emosi.


" Ambulannya sudah tiba," sahut Arya yang akhirnya datang dan menghentikan perkelahian untuk sementara.


" Ayo buruan kita bawa Lea kerumah sakit," sahut Widia. Evan langsung menggendong Lea menuju mobil ambulan. Yang di ikuti beberapa orang.


" Bayu kamu ambil barang bukti dari tangan Melody dan buat laporan polisi!" perintah Eyang besar yang membuat Iriana terkejut


" Baik Eyang," sahut Bayu yang langsung mengambilnya dan buru-buru juga pergi.

__ADS_1


" Ayo Melody kita pergi menyusul yang lainnya!" ajak Ardian. Melody mengangguk dan pergi bersama suaminya.


" Mila, Vivi kalian di rumah saja. Jaga anak-anak!" titah Eyang besar.


" Baik Eyang!" sahut Mila dan Vivi yang akhirnya membawa anak-anak untuk beristirahat.


" Dan kamu hanya penjara tempat kamu sekarang!" tegas Eyang menunjuk tepat di wajah Iriana.


" Apa yang mama katakan. Tidak mungkin mama memenjarakanku. Mah aku ini anak mama!" tegas Iriana.


" Dan Lea cucuku. Aku lebih peduli kepadanya dari pada kamu. Bukan manusia ya g sanggup mencelakai anaknya sendiri. Apa yang kamu lakukan sangat terhina murahan. Kamu lebih parah dari pada binatang. Mama benar-benar tidak percaya pernah melahirkan anak seperti mu!" teriak Iriana yang kesabarannya sudah hilang.


" Sekarang aku terima hukuman mu!" tegas Eyang besar.


" Arya kamu bawa dia ke kantor Polisi!" tegas Eyang.


" Baik Eyang!" jawab Arya yang langsung memaksa Iriana dengan memegang tangannya dan Iriana pasti menolak.


" Aku tidak mau lepaskan aku! kalian tidak berhak melakukan semua ini. Ini bukan kesalahanku. Lepaskan aku!" teriak Iriana yang terus memberontak. Namun Arya tidak peduli dan menyeret paksa tantenya itu kekantor Polisi.


" Mama. Mama tidak bisa melakukan semua ini. Mama sangat keterlaluan!" Iriana terus saja berteriak-teriak.


Eyang besar menghela napasnya dengan kasar yang mencoba untuk menenagkan dirinya. Dengan tarikan napas perlahan dengan pancang.


" Astagfirullah," Eyang besar mengucap dengan mengusap dadanya untuk mengendalikan dirinya yang terbalut dengan penuh emosi.


" Aku benar-benar tidak percaya. Jika dia bisa melakukan hal itu. Sungguh keterlaluan. Di mana perasaannya. Kenapa dia sangat begitu jahat," batin Iriana yang berbicara menahan sesak di dadanya dengan perbuatan Iriana yang begitu kejam kepada anaknya sendiri.


" Aku sebaiknya menyusul mereka kerumah sakit. Semoga Lea tidak apa-apa. Semoga saja dia baik-baik saja," batin Iriana yang akhirnya meninggalkan tempat itu untuk memastikan kondisi Lea.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2