
Akhirnya Ardian dan Melody pulang kerumah setelah malam hari dan di mana Melody yang tertidur di dalam mobil. Ardian langsung membuka pintu mobil dan langsung menghampiri Melody membuka pintu mobil di bagian Melody.
Melody masih tertidur dengan perlahan Ardian membuka sabuk pengaman Melody dan langsung menggendong tubuh Melody ala bridal style memasuki rumah. Mungkin Melody merasa lelah seharian dan makanya sampai tertidur.
Setelah sampai di dalam kamar Ardian membaringkan Melody perlahan di atas tempat tidur dengan Melody yang masih tetap tertidur dengan lelapnya. Ardian menarik selimut sampai kedada Melody dan mencium lembut kening Melody dan duduk di pinggir ranjang dengan membelakangi Melody.
Ardian mengambil handphonenya dari dalam sakunya dan membuka galeri dan membuka sosial medianya Instagram. Ardian melihat-lihat menscroll sampai kebawah yang seperti mencari sesuatu dan tepat jempolnya berhenti di suatu foto di mana foto saat bersama teman-temannya.
Rio, Lia, Ari, Dimas, Boy, Melody, Siska, Lea dan satu wanita lagi dan foto itu di ambil saat ulang tahunnya yang di adakan di Villa.
" Kemana mereka semua. Kenapa orang-orang tiba-tiba tidak pernah muncul. Menghilang begitu saja. Setelah ulang tahun itu satu persatu seakan memutus hubungan komunikasi dan sampai detik ini tidak ada satupun yang pernah aku temui dan Lea sendiri kenapa dia harus ke Luar Negri saat itu," batin Ardian yang tiba-tiba kepikiran dengan kejadian yang terjadi saat ulang tahunnya.
" Rio, dia mendekati Melody malam itu. Aku sangat mengenal Rio, saat aku mengenalkan Melody padanya. Dia menatap Melody aneh dan bahkan saat itu aku menangkapnya mengganggu Melody. Dia juga yang mengatakan kepadaku Melody pulang sendiri dan di jemput Pria lain. Mana mungkin itu terjadi jika Melody tidak pernah dekat dengan siapapun kecuali aku dan juga kak Marsel hanya itu Pria yang di ingatnya selama ini," batin Ardian yang kepikiran dengan kejadian malam itu.
" Aku harus ke Villa itu. Aku pasti menemukan sesuatu di sana," batin Ardian yang langsung berdiri dengan cepat dan langsung pergi.
*************
Ardian melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di mana dia sepertinya langsung berangkat ketempat di mana dulu dia dan Melody terjebak di sana.
Sementara di lain sisi ternyata Lia sedang berada di jalanan yang menyetir juga yang mana mobilnya di kejar dari belakang.
" Ya Allah bagaimana ini. Aku tidak tau kalau ternyata Rio mengikutiku. Kenapa dia tiba-tiba muncul," batin Lia yang penuh dengan ketakutan yang terus menyetir dengan kecepatan tinggi.
Dratt-dratt-drattt ponsel Lia berdering dan membuat Lia tersentak dan melihat panggilan masuk itu yang ternyata dari no baru.
Lia pun langsung mengangkatnya dengan fokus melihat melihat kedepan menyetir kencang sebelum Rio mengejarnya yang mana Lia dan Rio bertemu di taman hiburan saat Lia mengikuti Ardian dan Melody. Begitu melihat Rio Lia langsung lari karena takut dengan Rio yang selama beberapa tahun ini tidak pernah di temuinya.
" Hallo," jawab Lia.
" Berani sekali kau kabur dari ku," ucap pria dengan suara beratnya yang membuat Lia kaget mendengarnya.
__ADS_1
" Rio," lirih Lia yang langsung bergetar.
" Kau ingin mengatakan pada Ardian dengan yang sebenarnya. Kau pikir Ardian akan mempercayaimu hah!" ucap Rio.
" Ardian sudah menikah dengan Melody. Jadi jika aku tidak mengatakan apa yang terjadi. Melody juga pasti sudah mengatakannya," jawab Lia.
" Jika Melody mengatakan hal itu, Ardian sudah mencariku. Melody tidak akan mengatakan hal itu. Karena dia tidak mau hidupnya kembali hancur," ucap Rio dengan sinis.
" Dan kau Lia percuma kau mengatakan pada Ardian. Dia tidak akan percaya padamu," ucap Rio yang merasa menang.
" Jika kau takut aku mengatakannya. Lalu kenapa mengejarku brengsek," ucap Lia yang seakan tidak takut pada Rio.
" Aku hanya ingin kau menyusul kakakmu itu sekarang. Karena kau tidak berguna. Kau teman yang sok pintar," ucap Rio yang membuat Lia kaget.
" Apa maksudmu?" tanya Lia dengan wajah kagetnya.
" Kau mengerti maksudku. Pergilah sejauhnya. Karena jika kau dan kakak mu itu masih ada maka yang terjadi tidak akan pernah terhapus. Fokus pada apa yang di depan Lia," ucap Rio dengan suara yang terlihat senang yang membuat perasaan Lia tidak tenang.
" Aaaaaaaaa!" teriak Lia saat truk besar menghantam mobilnya dan membuat mobil itu berguling-guling sampai akhirnya memasuki jurang dengan Lia yang berada di dalamnya, pintu mobil di bagian pengemudi terbuka dengan kepala Lia yang keluar dan handphone yang masih hidup.
" Selamat tinggal Lia," ucap Rio.
Lia dengan cucuran darah dari kepalanya dengan matanya yang terbuka.
" Rio, aku tidak bodoh. Kau tau bicara tidak akan bisa membenarkan suatu masalah. Aku sudah menebus kesalahanku dan sekarang tinggal kamu yang akan mendapatkan balasannya," ucap Lia.
" Apa maksudmu?" tanya Rio yang masih mendengar suara itu.
" Kau hanya tinggal menunggu," sahut Lia tersenyum menahan sakit.
Ternyata kejadian yang di lihatnya bersama kakaknya bukan hanya di lihat dengan matanya saja. Lia merekam kejadian itu dan tidak memberikan rekaman itu pada Ardian. Karena situasi dirinya yang serbah salah. Namun ketika saat datang kerumah Melody dan melihat Melody bersama Ardian dan juga melihat Rio.
__ADS_1
Lia pun yang di kejar-kejar Rio berusaha di tengah keramaian berusaha untuk bersembunyi dan mencari kesempatan untuk menyuruh temannya mengirim paket Vidio kerumah Ardian adalah bukti kuat selama ini yang di pegangnya dan makanya sekarang Lia bisa tersenyum walaupun dia harus mati.
Rio yang di dalam mobilnya yang berhenti di pinggir jurang melihat kobaran api yang pasti itu mobil Lia yang akhirnya meledak. Rio mendengus tersenyum dengan mematikan handphone seakan tidak perduli dengan perkataan Lia.
" Akhirnya semuanya bisa bersih," batin Rio tersenyum dengan penuh kebahagian yang mana telah berhasil melenyapkan Lia.
********
Rumah Ardian.
" Mah!" panggil Aliya yang memasuki rumah.
" Ada apa Aliya?" tanya Mila.
" Ada paket di depan," jawab Aliya yang melihatkan paket beramplop coklat yang lumayan tebal.
" Paket apa itu?" tanya Mila heran.
" Tidak tau," jawab Lia yang membolak-balik paket itu.
" Untuk om Ardian dari temannya Dokter Lia," jawab Aliya setelah membaca pengirim dan untuk siapa paket itu.
" Ya sudah sini biar mama simpan saja. Nanti kalau Om kamu pulang. Baru mama kasih," ucap Mila.
" Ya sudah. Kalau begitu Aliya naik ke atas dulu," ucap Aliya yang pamitan.
" iya," jawab Mila.
" Hmmm, untuk Ardian ternyata. Tumben sekali dia ngirim paket," batin Mila dan langsung membawa paket itu untuk langsung di simpan.
Bersambung
__ADS_1