
" Tante wajah Chaca bisa basah jika di cium terus," keluh Chaca yang mengundang senyum pada wajah gadis.
" Namanya Tante kangen," sahut Melody gemas.
" Hmmmm, Oom ini siapa?" tanya Chaca yang mengangkat kepalanya melihat Ardian.
" Chaca ini Om Ardian, suaminya aunty Melody," sahut Gadis yang mengambil alih untuk menjawab pertanyaan itu.
" Hmmm, pantes Aunty nggak pernah pulang ternyata ada om Ardian yang sudah jadi suami Aunty," sahut Chaca yang terus melihati Ardian. Mendengarnya Melody hanya diam saja yang memang tidak tau harus menanggapi apa-apa. Melody pun sudah berdiri.
" Hay om Ardian aku Chaca," sahut Chaca yang mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya.
" Hay Chaca," sahut Ardian menyambut ikatan tangan itu dan Chaca langsung mencium punggung tangan Ardian. Ardian tersenyum mengusap-usap pucuk kepala Chaca.
" Kamu cantik sekali," ucap Ardian.
" Makasih Om," sahut Chaca.
" Ya sudah Chaca sekarang kamu ikut aunty ya," sahut Melody. Chaca mengangguk dan memegang tangan Ardian yang seolah ingin mengajak Ardian juga.
" Oom juga ikut," ucap Chaca.
" Tidak usah Chaca," sahut Melody yang malah menolak. Marsel dan Gadis hanya saling melihat.
" Baiklah! ayo om akan ikut," sahut Ardian yang tidak masalah.
Chaca tersenyum dengan lebarnya dan Melody jangan tanya wajahnya. Wajahnya itu kembali di tekuknya yang mau tidak mau harus menerima Ardian ikut bersamanya dan Chaca memegang tangan Melody juga lalu berjalan di mana dia di tengah yang memegang tangan Ardian dan juga Melody.
Marsel dan Gadis hanya melihat kepergian 3 orang itu. Gadis tersenyum bahagia melihat Melody dan Ardian. Namun wajah suaminya masih datar-datar saja.
" Sayang, wajah kamu jangan seperti itu terus. Lama-lama akan sangat menyeramkan. Nanti Ardian takut melihat kamu. Jangan kan Ardian. Aku saja sudah ketakutan melihat kamu," goda Gadis mengusap-usap pipi suaminya.
" Biarkan aja. Biar dia tidak spele kepadaku," sahut Marsel.
__ADS_1
" Sayang sudahlah. Semua itu adalah masa lalu. Aku tau kamu masih marah dan kesal kepadanya. Tapi kamu harus tahu adik kamu adalah istrinya dan berbaiklah pada Ardian. Agar dia juga baik pada Melody. Kita harus melupakan semuanya dan membiarkan Ardian dan Melody menjalani hidup mereka," ucap gadis memberikan saran pada suaminya. Marsel hanya diam saja. Tidak tau menerima atau tidak masukan dari istrinya.
" Sudah jangan di tekuk lagi. Senyum," ucap Gadis menarik pipi suaminya agar tersenyum dan keluarlah senyum tipis dari Marsel.
" Nah ginikan tampan," sahut Gadis yang menjadi gemas dengan suaminya itu.
**********
Kamar Melody dan Ardian sedang di renovasi menjadi kamar pengantin. Novi yang berdiri di depan pintu kamar yang terbuka melihat kedalam.
" Dasar lebay, apa harus pakai- pakai dekor segala," batin Novi yang terlihat begitu itu.
Novi pun melihat-lihat kedalam kamar yang seperti mencari-cari sesuatu apalagi jika bukan kaset tersebut yang ingin di carinya.
Orang-orang yang ada di dalam tidak terlalu memperdulikan Novi yang pasti mereka pikir Novi adalah penghuni rumah tersebut dan pasti punya tujuan untuk masuk. Jadi mereka tidak perlu bertanya. Mereka tetap fokus pada pekerjaan mereka.
Mata Nobi pun akhirnya melihat ke arah meja yang akhirnya menemukan apa yang di carinya.
" Itu dia kasetnya. Ada di sana. Aku meletakkannya di atas tempat tidur dan berpindah kesana yang artinya kasetnya sudah di lihat dan seharusnya Melody sudah kembali histeris. Tetap kenapa tidak ada reaksi sama sekali. Tidak mungkin kan dia tidak melihat isi kaset itu," batin Novi yang penuh kebingungan yang terus melihat kaset itu.
" Ehem," tiba-tiba terdengar suara deheman yang membuat Novi tersentak kaget dan melihat kebelakang yang mana ternyata Lea yang berdiri di belakangnya dengan ke-2 tangan Lea yang berada di dadanya.
" Mau ngapain?" tanya Lea dengan sinis. Novi mendadak gugup dan cemas dengan kehadiran Lea yang tiba-tiba datang dan bahkan bertanya kepadanya.
" Tidak ada aku hanya ingin mengecek orang-orang ini, sampai mana pekerjaan mereka," jawab Novi yang mencari alasan.
" Benarkah tumben amat?" tanya Lea yang pasti mana percaya.
" Aku juga tidak akan melakukannya jika Eyang tidak menyuruhku," sahut Novi dengan tegas yang berusaha terlihat renang.
" Ohhhh, Eyang rupanya yang menyuruhmu. Kalau begitu kenapa Eyang menyuruhku untuk mengeceknya apa Eyang lupa jika dia sudah menyuruhmu," sahut Lea dengan santai.
" Sialan," batin Novi yang sudah tidak bisa mengelak lagi. Namun Lea tersenyum miring melihat Novi yang sudah tidak bisa berkata apa-apa.
__ADS_1
" Hmmm, mungkin saja Eyang lupa. Jika dia juga menyuruhmu. Maka kamu saja yang mengawasi mereka. Aku malas melakukannya," sahut Novi dengan santai dan langsung pergi begitu saja. Raisa menyunggingkan senyumnya melihat kepergian Novi.
" Alasan, dia pikir aku tidak tau. Jika dia datang hanya untuk memastikan apa yang di rencanakan nya. Dia pikir aku bodoh apa," batin Lea.
" Kalian semua yang ada di dalam jangan biarkan orang lain masuk. Kecuali yang punya kamar ini!" tegas Lea memberikan perintah.
" Baik Bu," sahut serentak 3 wanita itu dan Lea pun langsung pergi dan sebelum pergi dia menutup pintu kamar dulu.
************
Sementara Ardian dan Chaca terlihat begitu akrab di mana Ardian menemani Chaca untuk bermain. Bukan hanya Chaca ada juga keponakan Ardian Yogi yang juga ikut bermain bahkan banyak anak-anak kecil dari anak-anak sepupu Ardian yang sudah mulai berdatangan.
Rumah itu memang mempunyai taman bermain dan membuat para anak-anak senang dan happy sama-sama. Di sisi lain Melody hanya berdiri melihat keponakannya yang kelihatan begitu senang.
" Melody!" tegur Mila yang membuat Melody kaget sedikit.
" Iya kak," jawab Melody.
" Ayo kamu ikut kakak. Kita coba baju pengantin untuk besok kamu pakai," sahut Mila.
Melody hanya mengangguk dan mengikut saja. Tumben kali ini Melody tidak menolak biasanya dramanya ada penolakan dulu. Namun ini berbeda dan mengikut begitu saja.
*********
Melody berada di salah satu kamar dengan ada 5 pilihan gaun pengantin yang cantik-cantik. Di sana juga ada Rasti temannya yang menunggu.
" Hay Melody!" sapa Rasti. Melody hanya tersenyum pada Rasti.
" Kamu mau yang mana untuk di coba pertama?" tanya Mila. Melody melihat-lihat gaun itu dan matanya tertuju pada gaun putih yang simple.
" Ini saja," ucap Melody.
" Hmmm, cantik sekali pilihan kamu memang benar-benar the best," sahut Rasti.
__ADS_1
" Ya sudah sekarang kamu coba yang ini dulu," ucap Mila. Melody mengangguk lagi yang benar-benar sekarang menurut saja. Ya kan memang dia yang meminta adanya resepsi pernikahan ya harus memakai gaun pengantin.
Bersambung