Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 95 Menemukan tempat.


__ADS_3

Melody dan Ardian tetap menelusuri hutan dan akhirnya menemukan salah seorang warga.


" Pak!" tegur Ardian yang masing menggendong Melody dan Ardian menurunkan Melody saat berpapasan dengan pria yang sedang mengikat kayu itu.


" Iya ada apa ya mas?" tanya bapak tersebut.


" Maaf pak, kalau boleh tau ini di mana ya pak?" tanya Ardian.


" Ini desa sakura mas," jawab bapak tersebut. Memang mas sama mbak ini dari mana kok kelihatannya seperti kesasar?" tanya Pria itu.


" Iya benar pak, kami memang kesasar," jawab Ardian.


" Ya ampun kalian kasian sekali. Memang kalian dari mana?" tanya pria itu.


" Kami dari Palembang," jawab Ardian yang membuat Melody kaget dengan jawaban Ardian yang salah sampai Melody mengkerutkan dahinya dengan kata-kata Ardian.


" Ya ampun itu jauh sekali. Kok bisa sampai sini?" tanya pria itu yang terlihat panik.


" Kamu juga bingung pak kenapa bisa sampai di sini. Kami hanya ikut teman-teman kami menaiki boat yang melakukan imigrasi dan saya dan istri saya malah terpisah," jelas Ardian lagi yang mengarang cerita yang membuat Melody semakin bingung dengan pernyataan Ardian yang sama sekali tidak ada benarnya.


" Apa sih maksudnya Ardian, kenapa dia malah mengarang-ngarang cerita," batin Melody yang penuh dengan kebingungan.


" Ya Ampun kasihan sekali kalian. Ya sudah sebaiknya kalian ikut bapak saja, ini sudah larut malam dan pasti kalian capek, dan juga pasti belum makan, kalian kerumah bapak, biar kita bicara di sana," ucap Pria itu yang begitu baik yang sangat prihatin dengan kondisi Ardian dan juga Melody.


" Baik pak terima kasih," ucap Ardian mengangguk.


" Ayo-ayo," ajak bapak tersebut yang terlebih dahulu berjalan.


" Ayo Melody!" ajak Ardian.


" Kamu kenapa bohong?" tanya Melody dengan suara pelannya.


" Sudah tidak apa-apa, ayo kita ikuti bapak itu," ucap Ardian yang kembali menggendong Melody yang membuat Melody bingung dan tidak mendapat jawaban apa-apa. Kenapa Ardian harus mengarang cerita segala.


***********


Akhirnya Melody dan Ardian sampai di rumah bapak tersebut yang hanya sederhana dan Ardian menurunkan Melody dari gendongannya.

__ADS_1


" Bu!" panggil bapak tersebut dan seorang wanita paru baya langsung keluar dari rumah dan heran melihat Melody dan Ardian.


" Siapa mereka pak?" tanya wanita itu yang sepertinya istri dari Bapas tersebut.


" Pasangan suami istri ini kesasar Bu, katanya sudah beberapa hari di hutan," ucap bapak tersebut.


" Ya Allah, kasihan sekali, ayo masuk nak, di luar dingin," ucap ibu tersebut yang langsung mengajak Ardian dan Melody masuk.


Melody dan Ardian pun masuk dan langsung duduk di ruang tamu yang kursinya terbuat dari rotan yang mana memang rumah itu begitu sederhana.


" Kalian pasti capek ya," ucap wanita itu.


" Iya Bu," sahut Ardian.


" Sebentar ya ibu ambilkan air dulu untuk kalian," ucap ibu tersebut Ardian dan Melody mengangguk yang mana mereka memang lega karena dapat tempat untuk beristirahat yang pasti jauh lebih baik dan lebih nyaman.


**********


Melody dan Ardian sudah berada di dalam kamar yang hanya sepetak. Kamar yang kecil dan tidak ada tempat tidur sama sekali yang memang tidurnya di atas lantai yang di lapisi dengan tikar yang sangat tipis.


Ardian sekarang duduk di depan Melody dengan kaki Melody berada di atas pahanya yang mana Ardian mulai mengobati kaki Melody yang tertusuk duri, Melody hanya meringgis sekali-kali yang merasa kakinya begitu perih dengan pengobatan yang di lakukan Ardian.


" Bersabarlah, sebentar lagi akan selesai," ucap Ardian. Melody mengangguk dan mencoba untuk menahan rasa sakit. Walau sakitnya tidak tertahankan.


" Kenapa harus berbohong pada mereka?" tanya Melody.


" Tidak apa-apa, aku hanya ingin istirahat saja. Jadi harus berbohong sedikit," jawab Ardian.


" Memang dengan mengatakan. Jika kita dari Jakarta. Kamu tidak bisa istirahat apa?" tanya Melody.


" Sudahlah Melody jangan membahas hal itu yang penting kita menemukan tempat dan bisa kembali dengan cepat," ucap Ardian.


" Bagaimana mau kembali dengan cepat. Kamu saja berbohong kita berasal dari mana," ucap Melody.


" Aku memang sengaja tidak mengatakan kita dari Jakarta," sahut Ardian.


" Kenapa?" tanya Melody.

__ADS_1


" Nanti kamu juga tau jawabannya," sahut Ardian yang tidak memberi jawaban apa-apa yang membuat Melody semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya di rencanakan Ardian.


Krekkk pintu kamar itu terbuka dan membuat Melody dan Ardian melihat ke arah pintu yang ternyata ibu tersebut yang masuk yang terlihat membawa pakaian dan juga makanan.


" Maaf ya ibu mengganggu," ucap ibu tersebut yang langsung masuk dan langsung duduk.


" Tidak apa-apa Bu," sahut Ardian.


" Ini ibu bawakan pakaian untuk kalian. Kalian ganti baju dulu. Biar nyaman untuk istirahat. Ini pakaian anak dan menantu ibu yang kebetulan ada di rumah ini," jelas ibu tersebut dengan singkat.


" Lalu di mana mereka sekarang?" tanya Melody.


" Sudah kembali ke kota dan untungnya masih ada pakaiannya yang tersisa," jawab ibu tersebut.


" Kalian ganti dulu pakaian dan setelah itu makan. Kalian pasti lapar, pasti kalian belum makan kan. Tapi maaf ya makannya hanya ini yang ada," ucap ibu tersebut. Ardian dan Melody mengangguk.


" Tidak apa-apa Bu. Kami justru bersyukur dengan kebaikan ibu yang menolong kami," ucap Ardian.


" Ya sudah kalau begitu, kalian makanlah, biar istirahatnya bisa tenang," ucap Ibu itu lagi.


" Makasih ya Bu, sudah merepotkan Ibu," ucap Ardian.


" Tidak apa-apa, ya sudah ibu keluar dulu," ucap ibu tersebut yang langsung berdiri dan keluar dari kamar.


Ardian mengambil pakaian itu dan memberikan pada Melody agar mengganti pakaiannya. Melody mengambil dress bunga-bunga itu dari tangan Ardian lalu ingin menggantinya. Namun dia melihat Ardian.


Ardian yang mengerti maksud Melody pun akhirnya membalikkan tubuhnya membelakangi Melody yang tau jika Melody pasti ingin mengganti pakaian tapi tidak mau di lihat Ardian. Walaupun Ardian suaminya. Tetapi dia masih ada malu-malu nya.


Setelah merasa nyaman Melody pun membuka pakaiannya sebelumnya dan mengganti pakainnya langsung dan Ardian juga melakukan hal yang sama dengan membuka kemejanya sebelumnya namun dia melakukan di depan Melody.


Melody yang sudah selesai mengganti pakaiannya melihat punggung polos Ardian dan Melody di kagetkan dengan luka goresan yang terlihat besar punggung Ardian.


Melody langsung mendekati Ardian, tepat Melody berada di belakang Ardian dan jelas melihat luka panjang yang cukup parah itu itu dan masih basah membuat Melody kaget dan refleks memegangnya yang membuat Ardian tersentak kaget karena merasa perih.


" Auhhhh!" lirih Ardian menengok kebelakang yang mana sudah ada Melody di sana.


" Kamu terluka!" ucap Melody panik yang wajahnya sekarang penuh kecemasan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2