Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 176 Lepas.


__ADS_3

Ardian pun mematikan telpon dengan wajahnya yang justru semakin panik. Karena Marsel mengatakan keberadaan Raisa dan bahkan di tebak Melody ada di sana. Hal itu membuat Ardian cemas. Takut terjadi sesuatu pada istrinya. Karena dia tau Raisa seperti apa dan mungkin bisa berbuat nekat.


Rasti dan Evan saling melihat heran dengan Ardian. Ke-2nya memang sedari tadi mendengarkan Ardian berbicara di telpon. Namun mereka tidak tau siapa lawan Ardian berbicara.


" Ada apa Ardian?" tanya Evan yang begitu penasaran.


" Kak Marsel menemukan titik di mana Raisa dan Novi berada yang kemungkinan pasti berhubungan dengan Melody dan juga Lea," jawab Ardian.


Rasti dan Evan terlihat begitu terkejut mendengarnya.


" Di mana lokasinya?" tanya Rasti dan Evan dengan serentak.


" Kak Marsel akan segera memberitahunya," sahut Ardian.


Dan baru Ardian berbicara nitip pesan sudah sampai dan ternyata dari Marsel di mana lokasi Raisa dan Novi.


" Ini dia lokasinya," sahut Ardian yang berjongkok menunjukkan pada Rasti dan juga Evan.


Wajah mereka tampak terkejut melihat lokasi itu dan Rasti melihat tabletnya yang mana pad peta yang tiba-tiba muncul titik merah.


" Benar, Lea dan Melody juga ada di sana," sahut Rasti yang melihat tabletnya.


" Lokasinya sama. Berarti semua ini memang ulah mereka," ucap Evan.


" Ada apa?" tanya Alvin yang sudah berada di dekat mereka. Yang mana Alvin heran melihat mereka semua yang tampak serius.


" Kita menemukan lokasi di mana Lea dan Melody berada," jawab Rasti.


" Di mana?" tanya Alvin dengan wajah seriusnya yang benar-benar ingin tau.

__ADS_1


" Mereka 1 tempat dengan Raisa dan juga Novi. Yang pasti di pastikan semua kejadian ini. Karena ulah mereka ber-2," ucap Ardian yang sudah terlihat begitu marah.


" Kurang ajar Raisa dan Novi benar-benar keterlaluan. Aku tidak akan mengampuni 2 wanita iblis itu," umpat Alvin yang terlihat marah. Wajahnya sampai memerah dan terlihat rahang kokohnya mengeras yang menunjukkan jelas urat-urat lehernya.


Namun kemarahannya yang spontan justru membuat pertanyaan bagi Ardian, Evan dan Rasti yang merasa Alvin berlebihan dan sepertinya sudah mengenal Raisa dan Novi.


" Kalau begitu kenapa kita masih diam di sini? ayo cepat kita ke sana dan aku akan menyuruh anak buahku untuk ketempat lokasi," sahut Alvin yabg tidak ingin buang-buang waktu.


" Alvin benar. Ayo kita pergi. Sebelum semuanya terlambat," sahut Ardian yang langsung berdiri dan buru-buru langsung masuk mobil yang tidak ingin membuang-buang waktu. Alvin yang semakin panik pun ikut menyusul.


" Aneh sekali kenapa Alvin sampai segitunya dan dari kemarahannya begitu membenci Rais dan Novi. Seperti orang yang punya dendam kesumat saja," batin Rasti yang masih penuh dengan kebingungan dan di landa penasaran dengan eksperesi Alvin yang begitu berlebihan.


" Ayo Rasti!" kenapa kamu jadi bengong? ayo buruan!" sahut Evan yang sudah berdiri dan melihat kekasihnya masih bengong.


" Ha iya ayo," sahut Rasti yang akhirnya ikut berdiri dan buru-buru memasuki mobil untuk menyusul 2 orang itu yang sudah masuk sejak tadi.


**********


Keluarga itu jelas begitu panik. Apa lagi mereka juga mendengar berita kaburnya Raisa dan Novi dari penjara yang sekarang sedang menjadi buronan Polisi.


Widia, Eyang besar, Shandra, Mila dan Vivi berada di ruang tamu dengan wajah panik mereka. Wajah penuh kecemasan dan rasa khawatir.


Mila terliaht menelpon dengan serius yang mana yang lainnya sepertinya menunggu apa yang di bicarakan Mila di telpon tersebut.


" Baiklah Evan, terima kasih informasinya. Kalian hati-hati lah, semoga Lea dan Melody tidak apa-apa," ucap Mila yang menutup telponnya.


" Ada apa Mila," tanya Sandra yang tampak begitu penasaran.


" Aku mendapat informasi dari Evan. Mereka sedang menuju di mana lokasi Raisa dan Novi berada," jawab Mila.

__ADS_1


" Lalu apa ada hubungannya dengan Melody dan Lea?" sahut Vivi bertanya.


" Iya jelas ada," sahut Mila.


" Jadi dugaanku benar, Raisa dan Novi pelakunya, mereka melakukan itu karena dendam dengan Lea yang memenjarakan mereka dan juga Melody. Mereka benar-benar sangat jahat. Aku tidak percaya ada manusia seperti itu," sahut Eyang besar yang sebenarnya sudah bisa menebak apa yang terjadi.


" Bukannya bertaubat di dalam penjara. Malah semakin mereka Lela. Sangat keterlaluan Rais dan Novi," sahut Shandra dengan kepala geleng-geleng yang habis kata-kata untuk 2 orang yang terus meresahkan itu.


" Ternyata selama ini aku memelihara 2 iblis yang tidak mempunyai hati," sahut Widia yang tampak begitu menyesal. Karena sudah merawat Raisa dengan sepenuh hati, menjadikannya bagian keluarganya, menganggapnya anak dan bahkan terus menjaga perasaan Raisa. Tapi apa semua yang di berikannya dengan tulus sia-sia. Raisa telah memilih jalan yang salah.


" Mama yang sabar ya. Percayalah semua ini pasti ada hikmahnya dan semoga saja Melody dan Lea benar-benar baik-baik saja. Semoga mereka tidak apa-apa," ucap Mila menenangkan ibu mertuanya itu.


" Kita berdoa saja. Biar polisi yang mengurus semuanya dan semoga Ardian dan yang lainnya bisa secepatnya menemukan mereka," sahut Eyang besar. Yang lainnya mengangguk-anggukkan kepala mereka.


*********


Tidak putus asa untuk Melody dan Lea untuk melepas ikatan itu. Dan jika benar-benar bersungguh-sungguh untuk berusaha. Maka memang tidak akan ada yang sia-sia yang akhirnya 1 ikatan yang kuat di tangan Melody terlepas.


" Lea, aku berhasil," ucap Melody.


" Kamu serius?" tanya Lea pelan dengan menolehkan kepalanya ke arah suara itu.


" Iya aku berhasil, aku akan mencoba membuka lagi. Kamu bersabarlah," sahut Melody. Lea menganggukkan kepalanya dan Melody melanjutkan dengan membuka yang satunya. Karena sebelah sudah terlepas yang akhirnya Melody bisa melepaskan ikatan di tangannya tanpa ada alat sedikitpun.


Setelah berhasil Melody masih berusaha untuk melepas di bagian tubuhnya dengan cara menggoyang-goyangkan tubuhnya dan akhirnya berhasil juga dan Melody langsung melepaskan bagian penutup kepalanya dan barulah dia bisa melihat kembali tempat itu dan tidak tau sudah berapa lama mereka di sana.


Sembari mengatur napasnya yang begitu sesak. Melody melepaskan bagian pengingat di kakinya dengan matanya yang terus mengawasi pintu memastikan gerak-gerik tidak ada yang masuk. Dengan cepat tangannya melakukan hal itu yang benar-benar sudah tidak terikat lagi pada bangku. Melody langsung mendekati Lea yang pertama membuka bagian kepala Lea dan Lea barulah bisa bernapas dan melihat keterangan.


Dengan buru-buru Melody melepas ikatan pada tubuh Lea. Yang mana mereka tidak akan menghilangkan sedikit kesempatan pun untuk meloloskan diri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2