
" Jadi Raisa akan menikah dengan Dokter Axel," sahut Eyang cukup terkejut mendengar pernyataan dari Melody dan Ardian yang membahas masalah Raisa dan juga Axel.
Melody, Ardian, Alvin, Lea, Rasti dan Evan memang sedang mengumpulkan keluarga mereka untuk membahas Maslah Raisa dan Dokter Axel yang katanya mereka memang akan menikah.
" Benar Eyang mereka memutuskan untuk menikah," ucap Melody memperjelas.
" Jadi selama ini mereka punya hubungan?" tanya Widia.
" Iya mah, mungkin karena mereka dekat dan Dokter Axel sangat tulus kepada Raisa. Jadi mereka mempunyai perasaan yang sama dan memutuskan untuk menikah," sahut Ardian.
" Tidak menyangka. Jika Dokter Axel lah yang bisa meluluhkan hati Raisa," sahut Shandra yang cukup terkejut mendengar berita yang mengejutkan itu dan sekalian memberi kebahagian.
" Itulah yang terjadi dan mungkin ini sudah takdir," sahut Evan.
" Tetapi apa Raisa memang sudah mantap untuk pernikahan ini?" tanya Eyang.
" Kami rasa sudah eyang. Dia sudah yakin dengan Axel adalah pilihannya," sahut Rasti.
" Ya kalau memang itu sudah keputusan Raisa dan juga Axel. Eyang tidak bisa berkata apa-apa. Eyang bahagia mendengar kabar itu. Semoga saja Axel bisa mengarahkan Raisa selanjutnya," ucap Eyang yang hanya berharap yang baik-baik saja.
Kami juga berharap seperti itu Eyang. Semoga Axel dan Raisa bisa bahagia dengan memulai hidup yang baru," sahut Ardian.
" Kita doakan saja yang terbaik. Ini merupakan kabar yang sangat bahagia. Mama dan keluarga ini sangat menyetujui keputusan mereka dan pasti akan mempersiapkan apa yang di butuhkan Raisa. Karena dia juga masih tanggung jawab keluarga ini dan tanggung jawab itu akan di serahkan kepada Dokter Axel selanjutnya," ucap Widia.
Yang lainnya mengangguk-angguk mendengar kata-kata Widia.
" Ya baguslah memang jika akhirnya Raisa menikah. Mau dengan siapapun itu. Itu artinya perasaannya benar-benar sudah tidak ada untuk Ardian dan hubungan Ardian dan Melody selanjutnya akan baik-baik saja," batin Lea yang merasa lega dengan pernikahan yang mungkin sebentar lagi akan terjadi.
*********
Mila dan Rasti terlihat di dapur yang mana Rasti membantu Mila untuk menyiapkan makan siang.
" Nggak nyangka ya Rasti ternyata jodoh Raisa itu justru Dokter Axel. Bertemunya hanya sebentar dan tau-tau sudah mau menikah," ucap Mila sembari memotong sayur.
" Namanya juga jodoh kak. Ya itu merupakan kabar baik sih," sahut Rasti sembari memetik sayur bayam.
" Ehemmm, kalian ngomongin apa sih!" tiba-tiba Vivi sudah ada di dapur dan terlihat membuka kulkas mengambil buah lalu duduk di sebelah.
__ADS_1
" Kak Vivi tumben di rumah. Tidak kekantor?" tanya Rasti heran. Vivi adalah menanti yang jarang di rumah. Wajar saja jika Rasti bertanya.
" Lagi cuti," jawab Vivi langsung memakan buah, " oh iya tadi lagi ngomongin apa. Serius amat pakai basa-basi nama Raisa segala?" tanya Vivi lagi.
" Itu Vivi Raisa mau menikah," jawab Mila.
" Menikah. Menikah dengan siapa?" tanya Vivi yang sepertinya tidak tau masalah itu.
" Menikah dengan Dokter Axel," jawab Rasti.
" Siapa Dokter Axel?" tanya Vivi yang memang sepertinya tidak tau apa-apa. Rasti dan Mila saling melihat dengan sama-sama menghela napas kasar.
" Makanya kamu itu jangan kerja terus. Dokter Axel itu adalah Dokter yang menangani pengobatan Raisa waktu itu dan sekarang Raisa dan Dokter itu ingin menikah," jelas Mila.
" Ohhh, begitu rupanya. Jadi dia menikah dengan Dokternya sendiri. Ya baguslah. Dokter itu bisa mengobati kejiwaannya dan semoga bisa juga mengobati prilakunya," ucap Vivi dengan ketusnya.
" Kak Vivi. Raisa itu sudah banyak berubah," sahut Rasti.
" Iya aku tau," sahut Vivi yang makan dengan santai. Rasti dan Mila hanya saling melihat dengan geleng-geleng kepala.
" Hmmm, ya sudah kak Mila, kak Vivi. Aku kekantor Evan dulu ya. Soalnya hari ini kamu ada janji makan siang," ucap Rasti yang baru teringat.
" Nggak makan di luar aja sama Evan, bye!" jawab Rasti yang langsung pamitan.
" Biasalah masih pengantin baru jadi harap di maklumi," ucap Vivi.
" Iya kamu benar dan setelah ini akan ada pernikahan lagi. Lama-lama orang-orang malas datang karena dalam setahun pernikahan sudah sangat banyak," ucap Mila. Vivi hanya mengangguk dengan mulutnya yang tidak berhenti mengunyah sama sekali.
**********
Alvin dan Lea berada di dalam mobil yang mana mereka sedang mencari tempat makan untuk mengisi perut mereka.
" Akhirnya Raisa menikah juga. Ya walau ada drama-drama ini itu dengan masalahnya dengan Axel. Tetapi syukurlah dia bisa menikah dan bayi di kandungannya bisa lahir dengan seorang ayah," ucap Lea yang merasa lega.
" Aku rasa Axel sangat gentelment yang mana langsung bertanggung jawab dan tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut," ucap Alvin.
" Ya iyalah sayang dia memang harus gentelment. Dia berani berbuat ya harus bertanggung jawab. Dia harus mendapatkan resiko atas perbuatannya sendiri," ucap Lea.
__ADS_1
" Iya sayang. Kamu kenapa sih bicaranya ngegas gitu. Aku jadi takut loh," sahut Alvin dengan lembut melihat ke arah Lea.
" Siapa yang ngegas," sahut Lea yang langsung menempel pada Alvin dengan memeluk Alvin yang masih menyetir. Alvin pun mencium pucuk kepalanya.
" Aku tidak ngegas sayang, aku hanya puas dengan Axel yang akhirnya bertanggung jawab dengan apa yang seharusnya memang di lakukannya," ucap Lea.
" Dan iya!" Lea mengangkat kepalanya melihat ke arah Alvin, " aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung memiliki kamu. Selama kita pacaran kamu selalu menjaga diri kamu untuk tidak melakukan hal yang berlebihan kepadaku. Sampai aku menjadi wanita terhormat yang menikah dengan kamu dalam keadaan suci yang mana kamu telah memujudkan impianku. Aku sangat beruntung memiliki kamu," ucap Lea dengan menatap dalam Alvin.
" Aku juga beruntung memiliki kamu. Terima kasih kamu sudah menjaganya untukku," ucap Alvin. Lea mengangguk-angguk dan Lea langsung mengecup bibir Alvin.
Ingin lebih. Tetapi mereka sedang di jalan dan mana mungkin melakukan hal itu. Jadi nanti saja.
************
Lain dengan Ardian dan Melody dan juga Chaca yang menghabiskan waktu di taman bermain. Akhirnya Ardian menepati janjinya untuk mengajak Chaca bermain-main di tempat yang sering mereka kunjungi.
Banyak wahana yang ekstrim yang di naiki Chaca dan Ardian. Melody memang tidak ikut hanya menunggu dan mengabadikan dalam rekaman. Melody yang hamil sangat berbahaya harus menaiki wahana ekstrim seperti Chaca dan Ardian dan Chaca memang anaknya sangat pemberani.
" Mami!" teriak Chaca yang melambaikan tangannya saat menaiki kreta berkeliling yang begitu kencang diatas yang berputar-putar.
Melody tersenyum dengan melambai-lambaikan tangannya juga. Dia begitu bahagia melihat Chaca yang kalau sudah di ajak main begitu bahagianya.
Banyak permainan yang di naikin Chaca bersama Ardian sampai akhirnya mereka berhenti sejenak yang duduk di salah satu kursi dengan menikmati makanan ringan. Kalau Chaca pasti eskrim.
" Mami tidak mau naik apa-apa?" tanya Chaca yang terus menjilati eskrimnya.
" Chaca mami tidak bisa menaiki apa-apa. Karena ada dedek bayi di dalam perut mami. Nanti dedek bayinya kenapa-kenapa," ucap Ardian.
" Oh. Tapi kalau nanti dedek bayinya sudah keluar boleh main sama Chaca kan?" tanya Chaca yang sudah tidak sabar.
" Pasti boleh sayang," sahut Melody.
" Asyik," sahut Chaca dengan gembiranya. Melody dan Ardian saling melihat dengan tersenyum.
" Chaca perkembangannya sangat cepat," ucap Ardian.
" Kamu benar sayang sangat cepat," jawab Melody.
__ADS_1
" Sebentar lagi kita akan punya dua anak," ucap Ardian. Chaca mengangguk dengan tersenyum dia bahkan juga tidak akan sabar yang sebentar lagi buah hatinya juga akan hadir.
Bersambung