Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 35 Raisa vs Melody.


__ADS_3

Melody berjalan santai di dalam rumah. Namun tiba-tiba pergelangan tangannya di cengkram yang membuatnya berhenti berjalan.


" Lepaskan!" bentak Melody melepas tangannya dari Raisa.


" Apa-apaan kamu," sahut Melody dengan kesal.


Plakkkkkkk.


Raisa langsung menampar Melody dengan kuat yang membuat Melody kaget dengan wajahnya miring kesamping memegang pipinya yang tertutup rambutnya.


" Wanita murahan, perebut, tidak tau diri!" maki Raisa dengan kata-kata pedas. Hal yang sedari tadi di tahannya dan sekarang meluapkan pada Melody yang kebetulan tidak orang di sana.


" Kau menamparku!" ucap Melody dengan suaranya tertekan menatap tajam Raisa.


" Iya aku menamparmu wanita murahan. Itu pantas untukmu," kecam Raisa menunjuk tepat di wajah Melody. Melody menarik napasnya panjang menurunkan tangannya dari pipinya dan merapikan rambutnya dengan santai lalu tersenyum pada Raisa.


" Kau mengatakan aku murahan. Apa kau tidak punya kaca di kamarmu. Jika tidak maka akan aku suruh Ardian membelikannya. Agar kau bisa berkaca dengan dirimu siapa yang murahan aku apa kau," ucap Melody dengan santai bicara.


" Perempuan murahan pasti akan bertanya siapa yang murahan dan itu adalah dirimu. Kau sengaja dengan drama yang kau ciptakan. Dari dulu kau memang tidak bisa melepaskan Ardian. Kau semakin menggila ketika mendengar aku dan Ardian akan menikah dan iya ini yang kau lakukan. Kau berpura-pura kecelakaan dan menyalahkan Ardian. Lalu bersekongkol dengan orang tuamu dan memaksa Ardian menikah dengan mu demi masuk kerumah ini dan ini yang kau lakukan kau merebut semu yang telah aku miliki dengan caramu yang murahan itu," ucap Raisa dengan tajam.


" Kenapa kamu diam apa yang aku katakan salah. Yang aku katakan adalah kebenaran wanita murahan yang sudah merebut semuanya dari ku," sahut Raisa dengan menekan suaranya.


" Aku diam bukan karena kata-kata mu benar. Tetapi karena aku heran saja. Jika kau tidak mengerti posisi mu yang sekarang ini seperti apa. Raisa biar aku umpamakan dengan pepatah. Jika sesuatu yang di curi atau di ambil paksa dari pemiliknya. Tidak akan mungkin bisa bertahan. Dan pasti akan kembali pada pemiliknya. Itu ibarat dirimu, Ardian dan juga aku. Jadi jika kau mengatakan aku merebutnya darimu. Kau seharusnya berkaca jika kau telah memilih mengambil sesuatu yang bukan milikmu kau juga harus tau resikonya. Jika sudah saat yang kau curi pasti kembali pada pemiliknya," ucap Melody menekankan pada Raisa dengan tersenyum miring.


Emosi Raisa semakin naik dengan kata-kata Melody yang benar-benar begitu tajam. Dan pasti kata-kata itu sangat benar.


Raisa melihat ada remote Ace di atas nakas Raisa langsung mengambilnya dan melemparnya pada Melody.


" Auhhhhhhh," lirih Melody memegang dahinya akibat lemparan itu dan ternyata sampai berdarah.

__ADS_1


" Raisa kau!" geram Melody.


" Kenapa. Kau marah. Dengar Melody ini lah yang akan kau dapatkan jika kau bertahan di rumah ini. Kau sudah taukan keahlianku dalam mencuri dan juga kau tau resiko yang aku berikan pada mu. Kau mencoba untuk bersaingan denganku. Kau tidak akan bisa Melody," tegas Raisa dengan tajam. Melody tetap tersenyum mendengarnya. Walau dahinya sudah berdarah karena lemparan remote itu.


" Saingan katamu. Kau salah paham Raisa. Kau bukan levelku yang harus bersaingan dengan mu. Karena aku wanita kelas atas. Sementara kau wanita yang sangat rendah yang suka barang bekas. Raisa si pencuri, Raisa si penyuka sisa, Raisa hobi bekas dan satu lagi kau hanya cadangan yang artinya jika aku sudah tidak menginginkannya. Maka akan kubuang kepadamu," ucap Melody dengan suara rendah dengan tersenyum tipis.


Plakkkkkkk. Raisa kembali menampar pipi Melody di pipi yang sama. Tamparan itu lebih kuat dan sampai ujung bibir itu berdarah.


" Melody!" teriak seorang wanita. Melody dan Raisa melihat wanita yang berteriak itu yang tak lain adalah Dania.


" Mamah!" lirih Melody.


" Apa yang kamu lakukan kepada anakku," sahut Dania dengan penuh kemarahan yang menghampiri Raisa dan juga Melody. Dania langsung mendorong Raisa menjauhkan Raisa dari Melody.


Plakkkk dan langsung menampar Raisa dengan kuat membalas perbuatan Raisa pada Melody.


" Kurang ajar kamu beraninya kamu menampar anakku. Kamu pikir siapa kamu!" teriak Dania dengan kemarahannya yang membuat Melody kaget dan mencegah mamanya yang ingin mencakar-cakar wajah Raisa.


Suara kericuhan itu membuat semua orang kaget dan mendatangi keributan. Di mana keluarga Melody, Marsel, ayahnya dan kakak iparnya juga ada di sana dan juga Ardian, Eyang besar, Widia, Shandra, Novi yang juga datang dan terkejut melihat keributan itu.


" Astagfirullah Al Azdim ada apa ini!" teriak Shandra yang melihat Dania yang ingin menghajar Raisa.


" Hentikan ada apa ini!" teriak Eyang besar yang membuat Dania berhenti.


" Apa yang kamu lakukan kepada Raisa kamu melukainya," sahut Novi yang menghampiri Raisa dan dan memeluknya.


" Iya aku tidak akan hanya melukainya. Tapi juga akan membunuhnya karena sudah berani menyakiti putriku. Lihat putriku yang terluka karena perbuatannya!" teriak Dania dengan kemarahannya menunjuk Melody. Semua mata tertuju pada Melody dan kaget melihat dahi Melody berdarah dan pipinya memar sampai di ujung bibirnya juga mulutnya berdarah.


" Melody!" lirih Ardian yang kaget melihat Melody.

__ADS_1


" Apa semua ini!" bentak Marsel yang melihat adiknya terluka. " Jadi ini yang kalian lakukan kepada adikku hah!" teriak Marsel tidak terima.


" Tolong tenang dulu ini pasti hanya ada kesalah pahaman," sahut Shandra mencoba menenangkan situasi panas.


" Raisa apa yang terjadi kenapa Melody bisa seperti ini?" tanya Widia.


" Bukan aku yang salah, dia yang salah. Dia yang sudah memulai semuanya," sahut Raisa yang langsung membela dirinya.


" Lihatkan, semuanya gara Melody. Tidak akan ada asap jika tidak ada api," sahut Novi yang juga ikut membela Raisa.


" Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya berjalan dan dia menarikku dan langsung menamparku. Setelah itu selesai dan seperti biasa aku menjawabi apa yang di katakannya. Tapi dia tidak terima dan melemparku dengan remote dan juga menampar ku berulang kali," sahut Melody menceritakan kronologi kebenarannya.


" Kamu bermain tangan kepada adikku. Dan keluarga ini diam saja. Melody di rumah ini menantu yang harus kalian hargai bukan untuk menerima kekerasan seperti ini!" teriak Marsel tidak terima.


" Raisa kamu benar-benar keterlaluan ya. Kenapa sampai bermain tangan dengan Melody," ucap Eyang besar dengan tegas pada Raisa.


" Eyang semua yang di katakan Melody tidak benar. Aku tidak melakukan semua itu," sahut Raisa membela diri.


" Jadi kamu pikir mata ku buta. Aku melihat kau bermain tangan pada anakku," sahut Dania.


" Aku melakukan itu karena dia yang menamparku duluan!" teriak Raisa. Melody menyunggingkan senyumnya mendengar tuduhan Raisa.


" Melody benar kamu melakukan itu?" tanya Eyang besar.


" Kenapa bertanya pada Melody. Kita lihat rekaman cctv aku sudah membawanya," sahut Lea tiba-tiba yang datang.


Mendengar kata Cctv membuat Raisa kaget dan bahkan Lea sudah membawa rekaman itu.


" Sial," batin Raisa. Melody hanya tersenyum tipis melihat kepanikan Raisa. Padahal dahinya dan pipinya lumayan sakit.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2