Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 263 Sembuh.


__ADS_3

" Dokter kenapa diam. Apa Rasti baik-baik saja?" tanya Melody yang begitu penasaran dengan kondisi Rasti dan Dokter hanya diam yang tidak memberitahu apa-apa yang membuat orang-orang penasaran.


" Dokter Rasti baik-baik ajakan?" tanya Lea.


Dokter menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan menatap satu persatu orang yang sedang mengelilinginya.


" Operasi yang di jalankan pasien berhasil," jawab Dokter dengan singkat yang membuat semua orang terkejut dengan saling melihat.


" Jadi maksud Dokter Rasti baik-baik saja dan Operasinya berhasil!" sahut Evan yang masih tidak percaya dengan perkataan dari Dokter tersebut.


" Benar Pak Evan, Rasti baik-baik saja. Kami berhasil mengangkat tumor kecil dari rahimnya. Membersihkannya tanpa tersisa dan pasti tidak mengenai rahim dan tidak perlu melakukan pengangkatan rahim dan Bu Rasti baik-baik saja sekarang," jelas Dokter dengan wajah tenangnya yang membicarakan kondisi Rasti.


" Alhamdulillah," sahut semuanya dengan serentak yang sungguh tidak percaya dengan kata-kata Dokter.


" Apa itu artinya Rasti sudah terbebas dari kanker?" tanya Eyang besar.


" Benar nyonya. Dia sudah baik-baik saja dan terbebas dari kanker. Rasti hanya perlu di rawat beberapa hari kedepan untuk pemulihannya saja," jawab Dokter.


" Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya engkau menjawab doa-doa kami. Terima kasih ya Allah sudah mengangkat penyakit dari Rasti," ucap Widia yang tidak kalah bahagianya dengan perkataan Dokter.


" Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu ya. Pasien akan di pindahkan keruang perawatan dan baru kalian bisa menjenguknya," ucap Dokter.


" Terima kasih Dokter untuk semua bantuan Dokter," ucap Ardian.


" Sama-sama, saya permisi! mari!" ucap Dokter yang langsung pergi.


Evan langsung memeluk mamanya dengan penuh keharuan. Hampir 5 jam menunggu Operasi selesai dan akhirnya berhasil. Bagaimana tidak bahagianya mereka semua yang sekarang merasa lega.


" Aku tidak percaya jika Rasti akan sembuh," ucap Evan sudah tidak bisa menahan tangisnya.


" Kamu harus terus menjaganya Evan, jangan biarkan penyakit ganas itu lagi menghampirinya," ucap Shandra berpesan.


" Pasti mah, Evan akan lakukan semuanya," jawab Evan.


" Melody sampaikan terima kasih kami untuk kakak kamu. Semua ini karena dia," ucap Eyang besar.


" Kita keluarga eyang dan sudah sewajarnya kak Marsel membantu. Jadi jangan berterima kasih yang penting Rasti sudah sembuh dan bisa berkumpul dengan kita itu kau lebih baik sekarang," ucap Melody dengan tersenyum.


" Tetapi benar kata Eyang Melody. Semua ini karena tindakan kak Marsel yang begitu cepat. Ya untung saja ada kak Marsel. Jadi kita tidak perlu lagi dengan Dokter abal-abal yang salah sasaran itu," sahut Lea yang pasti sedikit menyindir suaminya.


" Kamu ini ya bicara apa sih?" tanya Alvin.


" Bercanda sayang," sahut Lea.


" Sudah-sudah kita jangan membahas apa yang sudah terjadi. Yang penting sekarang Rasti sudah baik-baik saja," sahut Eyang.

__ADS_1


Yang lain mengangguk-angguk dengan tersenyum lebar yang akhirnya Rasti benar-benar sudah baik-baik saja yang pasti membuat Evan yang paling bahagia.


" Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya baik-baik saja. Engkau telah mengabulkan doa kami. Terima kasih untuk semua ini," batin Melody yang tersenyum lebar dengan melihat suaminya yang juga tidak kalah tersenyumnya.


**********


Akhirnya Rasti di pindahkan ke ruang perawatan kembali setelah melakukan operasi dan operasi nya berhasil dan hanya tinggal pemulihan saja untuk Rasti.


Keluarga Evan semua berkumpul di dalam ruangan perawatan Rasti yang memang ruangan itu begitu luas.


" Tante Rasti Aliya ikutan senang, karena kondisi Tante yang akhirnya sembuh dan Tante tidak perlu di rumah sakit lagi," ucap Aliya yang begitu bahagianya.


" Makasih ya Aliya. Ini semua karena doa kamu," sahut Rasti.


" Bukan hanya Aliya yang mendoakan. Tetapi Dani juga ikut mendoakan," sahut Dani.


" Bukan cuma kak Dani dan kak Aliya saja. Aku juga ikut mendoakannya," sahut yoga tidak mau ketinggalan.


" Iya-iya kalian semua mendoakan Tante Rasti, jangan pada rebutan," sahut Mila geleng-geleng yang membuat orang-orang yang ada di ruangan itu tertawa-tawa.


" Makasih untuk kalian semuanya yang sudah mendoakan ku. Aku benar-benar beruntung bisa mengenal orang-orang tulus seperti kalian," sahut Rasti yang tidak bisa berkata apa-apa.


" Itu karena kamu yang tulus Rasti. Kamu tulus kepada Evan dan selalu berusaha mengarahkan Evan dengan baik. Karena ketulusan kamu pada anggota keluarga kami. Jadi kamu juga mendapat ketulusan yang sama," sahut Shandra.


" Hmmm, kalau Rasti sudah sembuh berarti sebentar lagi akan ada pesta besar di rumah kita dong," sahut pipi tiba-tiba.


" Pesta untuk apa?" tanya Arya.


" Sayang ya Pesta pernikahan Evan lah siapa lagi," jawab pipi.


Evan dan Rasti saling melihat dan malah malu-malu.


" Ya ampun senyum-senyum sendiri aja calon mantu," goda Lea.


" Apaan sih Lea. Malu tau," sahut Evan kesal.


" Sejak kapan kau punya rasa malu Evan," ejek Ardian.


" Tau nih padahal baru beberapa jam lalu nangis-nangisan seperti merasa dunia milik berdua. Nangis dalam keromantisan tanpa sadar banyak orang di sekitarnya. Sekarang bilang-bilang malu," sahut Lea bertambah menggoda Evan.


" Kalian berdua ini senang banget ya buat sepupu sendiri malu," sahut Evan semakin kesal.


" Sudah-sudah jangan buat Evan dan Rasti menjadi canggung. Tetapi pesta mana mungkin di adakan kalau calon mempelai wanitanya tidak mau," sahut Shandra.


" Memang Rasti masih menolak," sahut Mila. Semua mata tertuju pada Rasti.

__ADS_1


" Rasti sekarang Tante ibu dari Evan yang akan bertanya pada kamu. Kamu mau menjadi istri Evan dan menantu dari Tante?" tanya Shandra yang langsung melamar Rasti yang membuat Rasti melihat Evan.


" Aneh lo jika di tolak," sahut Vivi.


Rasti melihat semua orang yang sepertinya menunggu jawabannya langsung.


" Iya Tante Rasti mau menjadi istri Evan dan juga menantu Tante," jawab Rasti membuat semua orang tersenyum lega.


" Ini benar kan Rasti bukan karena terpaksa?" tanya Eyang.


" Benar nanti karena terpaksa lagi," sahut Lea.


" Ini sungguh-sungguh. Aku akan menjadi istri Evan yang menemani dia susah maupun senang dan akan menemani sampai tua nanti," jawab Rasti dengan tulus menatap Evan membuat Evan tersenyum dengan hati yang berdebar-debar.


" Hmmm, kalau aku sih tidak mau kalau hidup susah," celetuk Lea.


" Sayang kamu ini!" tegur Alvin.


" Hanya bercanda," sahut Lea dengan tersenyum.


" Baiklah kalau begitu kita akan menyiapkan pernikahan untuk Rasti dan juga Evan," sahut Eyang besar memutuskan


" Akhirnya masa jomblo Evan berakhir juga. Selamat ya Evan," ucap Melody.


" Makasih Melody. Kamu salah satu orang yang paling berjasa untuk hal ini," sahut Evan.


" Mulai deh berlebihan," sahut Melody.


" Baiklah sekarang kita sebaiknya keluar dari kamar Rasti. Kita biarkan Rasti untuk istirahat dulu. Karena dia harus siap-siap untuk pernikahannya nanti," sahut Widia.


" Mama benar. Ayo kita tinggalkan Rasti. Kamu juga Evan harus memberikannya waktu istirahat jangan mengganggunya terus," ucap Ardian.


" Iya-iya," sahut Evan yang tidak ikhlas.


Yang lain tertawa-tawa yang penuh dengan kebahagiaan. Terutama untuk Rasti dan juga Evan. Rasti di nyatakan sembuh dan Meraka berdua akan menglangsungkan pernikahan yang sudah di impikan ke-2 dan keluarga semuanya sudah menyetujui hal itu.


...🌹Para readers ku jangan lupa ya mampir ke Novel terbaru aku. Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah....


...Menceritakan kisah Asyifa yang sudah dewasa. Kalau kalian membaca novel Tertulis Dalam Imamku. Ada sepenggallan cerita Asyifa saat kecil. Asyifa anak dari Rania dan Rendy. 🌹🌹🌹...


...Jadi yang menunggu-nunggu ceritanya sekarang sudah di up ya. Tinggalkan jejak, komet dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih untuk semuanya....



Bersambung

__ADS_1


__ADS_2