
Pagi sudah berganti menjadi malam kembali. Di luar sana sedang hujan turun yang begitu deras. Melody berada di dalam kamar yang mondar-mandir di dekat tempat tidur dengan wajahnya yang begitu gelisah.
" Ya Allah Ardian kemana sih. Kenapa dia belum pulang. Apa yang terjadi padanya," batin Melody yang panik dan mencoba terus menghubungi suaminya. Namun sama sekali tidak bisa di hubungi yang membuat Melody semakin panik.
" Di luar hujan deras dan dari pagi dia tidak kelihatan. Dia juga pergi dengan penuh emosi," ucap Melody yang semakin panik memikirkan suaminya.
" Masa iya gara-gara tadi malam dia sepeti itu. Biasanya juga tidak seperti itu," batin Melody.
" Ahhhhh, tidak ada gunanya aku berdiam diri di sini. Sebaiknya aku mencarinya," batin Melody yang yang langsung keluar dari kamarnya dengan buru-buru dan langsung pergi.
Melody kelihatan buru-buru menuruni anak tangga yang di bawah sana sudah ada keluarga Ardian yang juga kelihatan panik. Mereka memang pasti sangat mengkhawatirkan Ardian. Apalagi setelah melihat kejadian tadi pagi di mana Ardian yang di landa emosi.
" Ini dia nih, yang mencari masalah sampai membuat Ardian tidak kembali sampai sekarang," sahut Raisa langsung menyambar langsung dan Melody hanya diam saja mendengarnya.
" Eh, Raisa kamu itu bisa diam tidak. Jelas-jelas Ardian tadi hampir membunuhmu. Berarti dia pergi karena ada urusannya denganmu," sahut Lea.
" Sudah-sudah jangan bertengkar terus," sahut Eyang menggertak Lea dan Raisa, " Melody apa kamu sudah tau di mana Ardian?" tanya Eyang.
" Aku akan mencarinya," sahut Melody.
" Biar aku temani," sahut Evan.
" Tidak usah aku bisa sendiri," jawab Melody.
" Melody sangat bahaya sendirian. Apa lagi ini sudah malam dan kamu juga kan menyetir belum pernah setelah kamu kecelakaan. Jadi biarkan Evan menemanimu," sahut Mila memberi saran.
" Tidak usah kak, aku punya cara sendiri untuk mencari suamiku dan jika kalian ingin mencarinya juga silahkan. Tapi aku akan tetap mencarinya," sahut Melody menegaskan, " permisi!" ucap Melody yang langsung pamit.
__ADS_1
" Ya sudah Evan, ayo kita cari juga," sahut Lea yang juga mengambil tindakan.
" Ya sudah kami juga pergi," sahut Evan pamit.
" Kalian hati-hati, kalau ada apa-apa langsung di kabari," sahut Shandra.
" Iya ma," sahut Evan.
" Ada-ada saja masalah di rumah ini," ucap Vivi geleng-geleng.
" Masalah terjadi semenjak datangnya Melody kerumah ini," sahut Novi memulai lagi membuat suasana menjadi panas.
" Ibu tidak ada hubungannya dengan Melody. Jadi stop memojokkan Melody. Kita berdoa saja untuk mencari Ardian bukan sibuk menyalahkan yang ini dan yang itu," sahut Widia menegaskan.
Novi dan Raisa pun akhirnya sama-sama terdiam. Memang selalu membuat kegaduhan dan pasti yang di salahkan adalah Melody.
**********
Di luaran sana hujan yang begitu deras membuat Melody berada di dalam Taxi panik dengan kepalanya yang terus melihat kekanan, kekiri yang mencari-cari Ardian.
" Apa yang terjadi Ardian. Kenapa kamu tidak pulang. Kamu pergi begitu saja dalam keadaan terluka dan begitu marah. Ardian ada apa sebenarnya," Melody hanya bergerutu di dalam hatinya yang penuh dengan kebingungan dengan wajahnya yang begitu mengkhawatirkan suaminya.
Ternyata Ardian berada di dalam mobil yang berada di dekat jembatan di mana Ardian terlihat lemas di dalam mobil, jangan tanya wajahnya seperti apa. Dia sungguh seperti orang stress yang bersandar di jok mobil dengan air matanya yang tidak tau Sudak keluar yang ke berapa kalinya.
Ardian memegang handphonenya dan melihat panggilan masuk banyak dari istrinya yang sama sekali tidak satupun di jawabnya. Ardian juga membaca pesan-pesan dari Melody yang terus menanyakan keberadaannya
" Aku memang brengsek Melody. Aku sudah membuatmu menjadi rusak dan meninggalkanmu saat itu. Aku memang biadap Melody. Aku sudah menghancurkan semua mimpimu. Maafkan aku Melody," ucap Ardian yang hanya bisa meminta maaf dengan melihat tulisan pesan Melody dari kiriman wa.
__ADS_1
Ardian juga membaca pesan dari Lea dan mengirim foto surat yang tadi di temukannya.
..." Ardian aku tidak tau apa yang terjadi. Dan aku tidak tau rekaman apa yang di maksud Lia. Tapi aku hanya menemukan ini di ruanganmu. Aku tidak mengerti maksudnya apa dan Rio ada apa dengan mereka, mengancam sungguh aku juga bingung. Kamu sebaiknya pulang. Ayo kita bicara dulu dengan kepala dingin. Kamu tau semua orang mengkhawatirkan kamu termasuk Melody. Jangan membuat orang-orang berpikir aneh-aneh Ardian," tulis Lea dalam pesannya....
" Semuanya sudah terlanjur Lea. Tidak bisa mengubah apapun. Aku sudah menghancurkan kehidupan Melody dan harus di balas dengan kehancuran ku, persetan dengan mereka semuanya," batin Ardian dengan air matanya yang kembali menetes.
Di tengah hujan deras itu Ardian keluar dari mobilnya dan melangkah menuju jembatan itu. Tidak tau dia mau berbuat apa dan kenapa bisa sampai di sana.
" Di sini kamu ingin mengakhiri hidupmu. Seberat itu Melody yang kau alami sampai kau ingin bunuh diri. Aku memang sudah menghancurkan hidupmu Melody. Aku sudah menghancurkan hidupmu," ucap Ardian dengan pandangan matanya yang terlihat kosong dengan matanya melihat ke bawah sana melihat air Aris sungai yang mengalir deras.
Ardian melihat bayangan Melody ada di sana di mana Melody yang di perlakukan buruk 3 teman prianya. Ardian melihat hal itu semakin merasa bersalah dan pasti menyalahkan dirinya sendiri.
Melody yang masih berada di dalam Taxi terus melihat-lihat di sekitarnya untuk mencari keberadaan suaminya. Tiba-tiba Melody melihat mobil Ardian.
" Itu bukannya mobil Ardian," ucap Melody melihat kebelakang dan jelas melihat Ardian yang berdiri di depan jembatan.
" Ardian!" lirih Melody dengan menutup mulutnya. " Pak berhenti pak!" ucap Melody dan supir Taxi langsung memberhentikan mobilnya dengan mendadak.
" Makasih ya Pak sudah membantu saya," ucap Melody yang langsung memberikan uang dan langsung buru-buru turun dari dalam Taxi dan melihat Ardian di sana.
" Ardian!" teriak Melody yang berlari ke arah Ardian dia juga tidak peduli hujan deras.
" Aku tidak Melody harus bertanggung jawab seperti apa. Untuk semua yang aku lakukan kepadamu. Aku tidak tau Melody!" ucap Ardian dengan pemikirannya yang kosong.
" Ardian apa yang kamu lakukan!" teriak Melody saat sudah berada di dekat Ardian dan memegang baju Ardian membuat Ardian berbalik badan tidak percaya jika dia melihat Melody di depannya.
" Kamu ini apa-apaan sih. Kenapa kamu bisa sampai seperti ini. Lihat diri kamu, tubuh kamu, lihat semuanya kamu terluka, kamu hilang seharian. Tidak tau apa yang terjadi kamu memberantaki semuanya seperti orang gila. Kamu hancurkan semuanya dan pergi begitu saja. Kamu tau tidak semua orang mencari kamu. Aku mencari kamu, dari tadi aku menelpon kamu. Tapi apa kamu tidak mengangkatnya. Kamu kayak anak kecil Ardian. Tidak tau apa yang terjadi. Kamu pergi begitu saja," ucap Melody yang marah-marah di depan Ardian dengan wajahnya yang terlihat cemas. Wajah Melody yang di basahi air hujan dengan mulutnya tidak berhenti merocos sambil menunjuk-nunjuk Ardian.
__ADS_1
Ardian tidak menjawab satu katapun dari kata- Melody dan langsung bersimpuh di kaki Melody yang membuat Melody kaget dengan Ardian yang tiba-tiba saja sudah berlutut di kakinya.
Bersambung