
Malam hari telah tiba dan Melody sama sekali belum pulang kerumah juga yang tidak tau di mana Melody sekarang. Keluarga besar Ardian pun menjadi panik. Belum lagi Lea juga tidak pulang kerumah.
Ardian, Widia, Eyang besar, Shandra, Evan, Mila dan yang lainnya sedang berada di ruang tamu. Di mana wajah mereka begitu panik dan Ardian sejak tadi sibuk menelpon sama dengan Evan yang juga menelpon sejak tadi.
" Ya Allah di mana Melody kenapa belum pulang juga," ucap Widia dengan kepanikannya.
" Aku juga terus menghubungi Lea. Tetapi tetap handphonenya Lea nggak bisa di hubungi," sahut Evan yang sejak tadi berusaha menghubungi sepupunya itu.
" Melody kemana kamu. Kenapa bisa kamu pergi tiba-tiba. Apa yang terjadi pada kamu Melody? kenapa tidak mengabari ku Melody?" batin Ardian yang terus menghubungi Melody.
" Ardian terakhir kali Melody berhubungan dengan siapa?" tanya Bayu.
" Dia memberi kabar pada kak Gadis. Kalau Melody sedang menuju kerumah yang di antar sama Lea," jawab Ardian.
" Itu sekitar jam berapa?" tanya Bayu lagi.
" Jam 12 siang," jawab Ardian.
" Seharusnya Melody sudah sampai kerumah," sahut Shandra.
" Dan Melody pamit padaku sekitar pukul 9 pagi. Dia pamit mau menjemput Chaca," sahut Mila.
" Jam 9. Lalu kemana Melody selanjutnya dia mengabari Gadis jam 12 saat mau kerumah. Sisanya kemana Melody?" sahut Widia yang penuh kemenangan.
" Iya benar, banget seharusnya. Jika Melody pergi seharusnya langsung kerumah. Lalu kenapa baru jam 12. Dia mana waktu sisanya dia berada sebelum kerumah," sahut Vivi yang penuh kebingungan.
Yang lain juga memikirkan apa yang di pikirkan Vivi yang mana banyak tanda tanya yang tidak bisa di jelaskan dengan perginya Melody dan Ardian.
" Dia ada di Perusahan Mitra Exlain," sahut Evan tiba-tiba. Membuat semua orang langsung melihat ke arahnya.
" Mitra Exlain. Bukannya itu Perusahan klien kita," sahut Arya yang jelas tau perusahan untuk.
" Kenapa Melody kesana?" tanya Ardian dengan penuh kebingungan.
" Kamu tau dari mana kalau Melody ada di sana?" tanya Mila.
" Ada temanku yang melihat Melody memasuki Perusahan itu," jawab Evan.
" Tapi untuk apa Melody kesana. Ardian apa kamu ada janji dengan Melody di sana?" tanya Widia.
__ADS_1
" Tidak mah, tidak ada sama sekali," jawab Ardian yang semakin panik mengenai istrinya yang main pergi begitu saja.
" Ya Allah ada apa ini. Kemana sebenarnya Melody," gumam Widia semakin panik.
" Aku akan ke Perusahaan Mitra Exlain sekarang. Aku coba tanyakan sama Alvin dan jika Melody dan Lea belum pulang juga. Kalian sebaiknya telpon Polisi," ucap Ardian mengambil keputusan dengan cepat.
" Ya sudah kamu hati-hati ya," ucap Widia. Ardian hanya mengangguk dan langsung pergi.
" Ardian aku ikut," sahut Evan yang langsung buru-buru berlari mengejar Ardian.
" Ya Allah semoga saja ada petunjuk," ucap Widia dengan penuh harapan.
" Kita doakan saja semoga Melody dan Lea tidak apa-apa," sahut Eyang besar.
" Melody belakangan ini memang sangat aneh. Bahkan dia sering bengong. Sama dengan tadi. Sebelum dia pergi. Apa sebenarnya dia ada masalah. Namun di sembunyikan dari Ardian. Sehingga dia berpikir keras sendirian," batin Mila yang menebak-nebak apa yang terjadi dengan Melody.
" Kenapa masalah tidak kunjung selesai juga. Ada apa ini ya Allah? Apa lagi yang akan terjadi. Melody tidak di temukan dan kami akan bermasalah lagi dengan keluarganya yang tidak bisa menjaga Melody," batin Widia yang semakin panik.
" Aku hanya berharap ini tidak ada hubungannya dengan masalah itu," batin Eyang yang sepertinya ada yang di takutkan dan tidak sanggup untuk mengungkapkannya.
*********
Tok tok tok tok tok tok.
Pintu ruangan Alvin di ketuk.
" Masuk!" sahut Alvin dari dalam. Sambil tangannya menandatangani tumpukan berkas-berkas.
Krekkk. Sang pengetuk pintu membuka pintu. Seorang wanita cantik dengan pakaian seksi. Ya ala-ala sekretaris.
" Ada apa?" tanya Alvin tanpa melihat wanita yang berdiri di depan pintu tersebut.
" Ada yang ingin bertemu dengan Tuan," jawab wanita itu.
" Siapa?" tanya Alvin.
" Tuan Ardian," jawab sekretaris itu. Alvin mengangkat kepalanya melihat wanita itu dengan tanya.
" Ardian!" sahut Alvin dengan wajahnya penuh keheranan.
__ADS_1
" Benar tuan," jawab wanita itu.
" Ngapain dia kemari malam-malam seperti ini. Bukannya kami tidak ada pertemuan," batin Alvin dengan penuh kebingungan.
" Baiklah! suruh dia masuk!" perintah Alvin.
" Baik tuan saya permisi!" sahut wanita itu yang langsung pergi.
Alvin pun menghentikan pekerjaannya dan tidak lama pintu ruangannya di buka kembali yang mana wanita tadi yang mempersilahkan Ardian masuk. Setelah menundukkan kepalanya kepada bosnya dan tamu bosnya. Wanita itu pun segera pergi.
" Ardian!" sapa Alvin dengan ramah yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Ardian dengan basa-basi berjabat tangan
" Ada apa ini. Apa kita ada janji yang saya mungkin lupa?" tanya Alvin yang sudah melepas jabat tangan itu.
" Bukan begitu Alvin. Maaf jika mengganggu. Tetapi ada yang ingin saya tanyakan sama kamu," sahut Ardian.
Alvin menautkan kedua alisnya yang bingung dengan kata-kata Ardian.
" Ya sudah Ardian, mari duduk duku! tidak enak bicara sambil berdiri," sahut Alvin mempersilahkan Ardian untuk duduk dan Ardian pun langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan Alvin juga duduk di sampingnya.
" Katakan Ardian ada apa kamu ingin menemui saya?" tanya Alvin yang penuh kebingungan.
" Begini pak Alvin. Ini mengenai istri saya. Apa istri saya ada menemui anda?" tanya Ardian.
Alvin sempat kaget mendengarnya dengan wajahnya yang terlihat bingung, " Istri kamu," sahut Alvin.
Ardian menganggukkan kepalanya, " karena ada teman saya yang mengatakan jika dia datang ke perusahaan ini dan saya rasa hanya anda yang di kenalnya," jelas Ardian.
" Bukan Melody yang menemuiku. Tetapi Lea. Lalu kenapa ada yang melihat Melody kemari. Apa dia datang bersama Lea. Mana mungkin Lea seceroboh itu," batin Alvin dengan wajahnya yang penuh tanda tanya.
" Maaf Alvin. Saya tidak bermaksud apa-apa untuk menanyakan hal pribadi ini. Tetapi saya tadi ada janji istri saya untuk makan siang. Namun sampai detik ini istri saya tidak tau di mana," jelas Ardian yang tidak ingin Alvin salah paham dengan pertanyaannya yang terlihat begitu intens.
" Tetapi Melody tidak ada menemui saya," jawab Alvin apa adanya.
" Jadi Melody tidak menemui anda. Lalu untuk apa dia kemari. Kemana dia dan Lea!" gumam Ardian. Mendengar nama Lea membuat Alvin tampak terkejut.
" Lea!" pekik Alvin dengan wajah penasaran.
" Benar pak Alvin Lea. Lea dan istri saya tidak pulang sampai sekarang," sahut Ardian dengan wajah yang penuh ke cemasan.
__ADS_1
Bersambung.