Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 110 Lea punya pegangan.


__ADS_3

Akhirnya Chaca sudah enakan bahkan sudah bisa duduk dan sekarang sedang menikmati makanan yang tadi di belikan Marsel di mana di Melody menyuapi Chaca sambil bermain-main dan Ardian juga duduk di belakang Chaca dengan mengusap-usap pucuk kepala Chaca.


" Akk, lagi, pesawatnya sudah lepas landas," ucap Melody yang memasukkan Nasi kemulut Chaca yang sudah terbuka lebar.


" Bagaimana tuan Putri, apa makannya dapat di terima?" tanya Melody. Chaca mengangguk dengan mengajukan 2 jempolnya dengan wajah cerianya.


" Kalau begitu harus makan lagi," sahut Melody Chaca dengan semangatnya mengangguk-angguk.


" Aunty Om Ardian juga mau makan," sahut Chaca tiba-tiba.


" Tidak siapa bilang," sahut Ardian yang merasa di tuduh.


" Tadi Om bisikin Chaca dan kata Om ingin di suapi Aunty," ucap Chaca yang pandai ya mengarang cerita.


" Om, tidak mengatakan itu," sahut Ardian.


" Emang benar kok," sahut Chaca yang menggoda Ardian. Melody hanya tersenyum mendengarnya.


" Ya sudah Aunty suapi sekarang," sahut Melody menyodorkan kemulut Ardian. Ardian pun membuka mulutnya dan menerima suapan itu.


" Horeeee," sahut Chaca dengan tersenyum lebar sambil bertepuk tangan.


" Kamu ngerjai om ya," ucap Ardian. Chaca menggeleng.


" Ayo ngaku, kamu ngaku," Ardian langsung menggelitiki Chaca yang sekarang sedang menggeliat.


" Ampun Om! ampun! Chaca kegelian, Aunty tolongin Chaca!" Chaca terus mengeluh ketawa-ketawa dengan Ardian yang menggelitikinya. Melody juga hanya ikut-ikutan tertawa saja.


Kebahagian kecil itu di saksikan Marsel dan Gadis yang melihat di depan pintu dengan tangan Marsel yang berada di bahu istrinya. Mereka saling melihat dengan tersenyum.


" Aku lega bisa kembali dengan begitu akhirnya Chaca sembuh juga," ucap Gadis.


" Iya sayang, dia memang sakit karena Melody dan sekarang sudah ada Melody. Makanya Chaca sudah fres kembali," ucap Marsel.

__ADS_1


" Aku juga bahagia melihat kedekatan Ardian dan Melody. Sepertinya mereka sudah saling menerima. Aku melihat ketulusan di wajah mereka," ucap Gadis.


" Aku harus menanyakan pada Melody masalah kejadian kemarin. Masalah itu masih gantung dan 3 Pria belum jelas siapa. Apa mungkin itu adalah orang yang memperkosa Melody. Karena Ardian sangat marah saat itu," batin Marsel yang tiba-tiba kepikiran.


" Sayang kamu kenapa diam?" tanya Marsel.


" Hmmm, tidak apa-apa," sahut Marsel.


" Kamu senangkan melihat hubungan Melody dan Ardian sudah kembali?" tanya Gadis.


" Iya sayang, aku senang dan juga lega," sahut Marsel.


" Ya sudah kamu juga jangan galak-galak sama Ardian. Kita harus mendukung hubungan mereka ber-2," ucap Gadis mengingatkan.


" Iya sayang aku tidak akan galak-galak. Lagian aku galak supaya Ardian bisa menghargai Melody," ucap Marsel.


" Iya deh," sahut Gadis.


************


" Kak Marsel," lirih Melody yang melihat Marsel duduk.


" Sini Melody," ucap Marsel menepuk kursi di sampingnya dan Melody mengangguk dan langsung duduk di samping kakaknya.


" Ada apa kakak memanggil Melody?" tanya Melody. Marsel membuang napasnya perlahan seakan siap untuk bertanya pada adiknya itu.


" Hmmm, begini Melody ini mengenai kemarin. 3 Pria itu siapa mereka dan rekaman apa yang di maksud?" tanya Marsel langsung pada intinya. Melody mendengar pertanyaan itu langsung panik dan takut dengan Marsel.


" Aku sudah menduga kak Marsel akan menanyakan masalah ini," batin Melody wajahnya terlihat begitu gelisah.


" Melody!" tegur Marsel dengan memegang tangan Melody yang begitu dingin.


" Apa mereka ada hubungannya dengan kejadian 4 tahun lalu apa mereka yang sudah..." Marsel mencoba menebak-nebak apa yang terjadi dan Melody memang terlihat panik.

__ADS_1


" Melody kenapa kamu diam. Katakan kepada kakak apa orang-orang itu pelakunya?" tanya Marsel.


" Kak, tolong jangan ungkit hal itu. Jujur Melody tidak sanggup untuk mengingat kejadian itu," ucap Melody dengan wajahnya yang gelisah.


" Marsel apa yang kau lakukan. Melody trauma dengan kejadian itu. Tidak seharusnya kau menanyakan hal itu," batin Marsel dengan yang tidak tega dengan adiknya.


" Maafkan kakak!" ucap Marsel mengusap rambut Melody. " Kamu lupakan ya pertanyaan kakak. Kamu jangan memikirkan pertanyaan kakak," ucap Marsel dengan tersenyum Melody mengangguk-angguk dengan memeluk kakaknya.


" Jangan memikirkan hal itu Melody, kakak minta maaf, seharusnya kakak tidak mengungkit itu. Kamu juga sudah menikah dan bersama dengan Ardian, biarlah masa lalu itu menjadi masa lalu," ucap Marsel. Melody hanya mengangguk saja.


" Maafin Melody. Jika Melody mengatakan semuanya kakak juga akan tau jika Melody dan Ardian sudah melakukan hubungan terlarang itu. Melody selama ini hanya membohongi kakak. Melody tidak mau kakak marah sama Ardian. Hubungan Melody dan Ardian sekarang semakin membaik. Jadi maafkan Melody. Biar Melody dan Ardian yang akan menyelesaikan masalah ini," batin Melody yang sebenarnya merasa bersalah pada Marsel dan keluarganya yang sudah di bohonginya.


Ternyata Ardian mendengarkan pembicaraan Melody dan juga Marsel. Ardian berdiri di balik pintu.


" Melody masih merahasiakan dari kak Marsel. Dia melakukannya karena tidak ingin aku kenapa-kenapa. Sama seperti dulu. Dulu juga di saat dia hancur. Dia masih diam dan tidak mengatakan kebenarannya pada kak Marsel. Ya Allah begitu banyak penderitaan yang aku berikan kepadanya. Seharusnya aku juga di penjara bersama Rio dan yang lainnya. Karena akulah yang harus di salahkan tentang apa yang terjadi dulu," batin Ardian dengan mata berkaca-kaca yang setiap hari terus merasa bersalah pada Melody.


Alasan Melody tidak memberitahu pada Marsel. Karena dia juga takut jika Rio memang mempunyai Vidio itu dan pasti Ardian akan terkena masalah. Ya Melody sudah memikirkan semua itu.


************


Lea berada di kamarnya yang membuka paketan yang berisi handphonenya tersebut.


" Ya Allah aku sangat berharap semoga saja rekaman wanita siluman itu tidak hilang," batin Raisa yang begitu dek-dekan dengan membuka buru-buru paketan tersebut. Maklum agak sudah karena banyak perekat lakban di sana. Mungkin karena begitu penting jadi harus di kemas dengan seperti itu.


Lama membukanya akhirnya handphone Lea pun bisa di lihatnya. Awalnya layarnya pecah dan sekarang layarnya sudah baik kembali.


" Huhhhh, untung benar-benar bisa kembali. Pakai acara jatuh segala lagi," oceh Lea yang langsung menghidupkan handphonenya dan ternyata handphone tersebut langsung hidup.


Lea yang begitu dek-dekan pun langsung memeriksa handphone tersebut yang langsung membuka galerinya dan mencari-cari sesuatu dengan wajahnya yang begitu serius.


" Akhirnya!" ucap Lea yang menemukan apa yang di carinya yang mana rekaman Raisa yang membakar Villa.


" Untung saja ini tidak terhapus. Hanya ini satu-satunya untuk membongkar kejahatan wanita siluman itu," batin Lea yang merasa bersyukur dengan adanya Vidio itu. Dia memang akhirnya mengingat jika merekam Raisa. Namun karena handphonenya rusak Lea juga lupa dan kejadian kemarin membuat Lea kembali semangat untuk bertindak.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2